NovelToon NovelToon
Mabuk Duda (Ceria Skalane Waktu)

Mabuk Duda (Ceria Skalane Waktu)

Status: tamat
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:559.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Ceria Skalane Waktu, wanita karir berusia dua puluh lima tahun. Ia terjebak perasan nyaman dengan seorang duda beranak satu, yang memiliki selisih usia enam belas tahun lebih tua darinya. Sejak kecil, ia kehilangan sosok ayahnya, membuatnya begitu rindu dan mengidamkan sosok dewasa dan kebapakan seperti Kenandra.

Sayangnya, Kenandra sudah memiliki kekasih idamannya. Wanita dewasa, berusia tiga puluh delapan tahun dengan jejak pendidikan yang membuat Kenandra semakin berat pada Putri.

Sedangkan Ria, ia mampu berada di posisi tertinggi dalam perusahaan keluarga kakak iparnya karena kepercayaan keluarga saja. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, bahkan ia tidak pernah bersekolah karena keadaan keluarganya yang begitu rumit saat itu.

Bertambah rumit usahanya untuk mendapatkan Kenandra, karena kerumitan-kerumitannya semakin menjadi, dengan masalah kian bermunculan. Hal tersebut membuatnya berpikir untuk terus maju mengejar cinta Kenandra, atau mundur dengan segenap rasa kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MD14. Direndahkan

“Beli perlengkapan sekolah anak-anak, terus bang Ken belanjakan aku.“ Aku sengaja membakar cemburunya di sini.

“Oh ya? Terus ditiduri ya?“

Aku langsung menoleh ke arah anak-anak, Chandra berada di sampingku. Zio pun ada di dekat Chandra, mereka tengah bermain ponsel. Aku khawatir mereka mendengar ucapan tidak enak dari mulut Putri tersebut.

“Bang Givan tau, kau tak bakal dikasih izin lagi untuk nemuin Jasmine. Mulutnya dijaga, bang Givan tak mau pikiran anak-anaknya tercemari.“ Aku memberi peringatan tegas.

“Oh, maaf.“ Ia celingukan melihat ke arah anak-anak. “Jujur, aku tak suka kau terlalu dekat dengan Ken. Kedekatan kalian itu tak wajar, lagian kau pun orang lain untuknya. Aku yakin ya, Ria. Kau ini bukan tipe perempuan yang pandai jaga marwahnya kek Canda, meskipun kau adiknya. Aku ngerti apa tujuan Ken dekat dengan kau, sayang aja mulutnya tak pernah ngucapin apapun.“ Lanjutnya berucap dengan sedikit condong ke arah telingaku.

“Tanyakan ke dia langsung aja. Aku tak punya masalah ya sama kau, Put!“ Aku memberinya delikan tajam.

“Aku yang buat masalah, kalau kau berani ngerebut milik aku. Ken tak akan berpaling dari aku, kecuali perempuannya yang narik dan kunci dia untuk tetap dekat sama dia. Aku udah tak suka sama kau, sejak tau Bunga harus sama kau aja. Kau harusnya bisa memposisikan diri kau sendiri, Ria. Kau ini orang lain untuk Ken dan Bunga, kau tak boleh sedekat itu. Apalagi, kau ini masih lajang. Apa kau berpikir untuk bisa jadi ibu sambungnya Bunga, maka dari itu kau dekati Bunga terus menerus?“ Ia berbisik tapi dengan nada yang menyebalkan. Ia seperti tengah menuduhku dan terus memojokkanku sampai aku mengaku, lalu meminta maaf padanya.

“Aku tak pernah berpikir untuk dekati Bunga, dari awal anak itu memang buat risih aku. Kau tanyakan sendiri ke bang Ken, dari awal aku jemput Bunga, dia langsung nempel dan jadikan aku temannya. Aku tak pernah ingin mendekati anak kecil, mau anaknya duda kah, atau anak kakak aku sendiri. Mereka bikin risih aku.“ Mungkin aku kurang dewasa untuk ini.

Aku pun ingin memiliki anak juga, tapi nanti. Aku belum siap untuk sekarang, karena aku belum ingin memahami karakter tentang anak-anak. Aku bukan golongan manusia childfree, di mana mereka menikah tapi tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak. Aku ingin punya anak juga, tapi kelak, masanya aku mengerti tentang ilmu parenting dan jadi orang tua yang baik. Di pikiranku, masih ingin tahu tentang menjadi istri yang baik. Aku belum memiliki pemikiran, tentang caranya menjadi orang tua yang baik.

“Ck, mulut kau munafik. Dari sorot mata aja, kau kentara sekali naksir Ken. Dia tak selera sama anak kecil kek kau, apalagi dia pernah bilang pengen punya pasangan yang pendidikannya tinggi.“

Aku merasa direndahkan di sini. Oke, ia harus tau satu hal tentangku.

“Kau boleh menang, karena pendidikan kau tinggi. Tapi, aku tak macam kau! Orang yang merasa paling hebat kek kau ini, satu dua dengan setan yang merasa dirinya adalah Tuhan. Aku memang tak berpendidikan, aku pun tak seberuntung kau yang lahir di keluarga kaya. Kau tak bakal tau proses kehidupan aku, sampai aku ada di posisi ini. Ilmu akademik aku memang nol, aku tak paham pelajaran apa itu matematika, tentang sains atau ilmu pengetahuan sosial. Tapi, aku mampu ngemban tanggung jawab sebagai orang tertinggi di perusahaan. Aku mampu jadi orang kepercayaannya bang Givan, aku pun mampu dipercaya oleh banyak orang tanpa jejak pendidikan yang tinggi. Aku bangga karena hasil gemblengan kursus-kursus dan ilmu yang bang Givan kasih, dia tak kurang-kurangnya kasih bocoran semua ilmu yang dia punya. Kalau kau hina aku dengan ucapan kau, itu sama dengan kau hina bang Givan. Hargai orang lain dengan ucapan kau, karena ucapan itu menggambarkan tentang diri kau sendiri. Aku tak akan melawan, kalau kau masih berada di batasan kau. Terus masalah laki-laki, bang Ken ya? Silahkan setir kehidupannya, silahkan atur pikirannya. Tapi, dengan dia tak ngabarin kau itu udah jelas bahwa kau bukan prioritasnya. Sesibuk apapun orang tersebut, kalau kau penting untuk dia, pasti dia ngabarin kau. Bukan kau malah malak kabar tentang bang Ken dari aku, terus setelah baca pesan dari dia, kau berpikir aku ada naksir karena bang Ken kirimi aku pesan, sedangkan tak sama kau. Kau tak tau kah, jika anaknya adalah prioritas utamanya. Anaknya ada sama aku, wajar dia ngasih kabar sama aku. Ini masa liburan sekolah, Bunga mengidamkan liburan ala imajinasinya di masa libur panjang ini. Sedangkan bang Ken paham, bahwa dia adalah ojek terbaik dan teraman untuk putrinya sendiri. Dia siap nganterin anaknya ke manapun, tapi tidak untuk sekarang karena saudaranya lagi di rumah sakit. Kau yang paham itu, Put! Dari pada kau pikir aku naksir kekasih kau, terus kau malah berpikir ini itu dan macam-macam.“ Aku berbicara di depan wajahnya dengan suara yang kutekan sepelan mungkin.

“Dasar perebut pacar orang!“

Eh, dia memakiku?

“Tak ada istilahn perebut, karena laki-laki kau itu makhluk hidup. Kalau dia tak mau dan tak minat dengan perempuan lain, dia pasti tak akan berpaling. Harusnya kau jaga dia lebih ekstra, biar dia tak berpaling dari kau. Tapi kalau memang dasarnya dia niat selingkuh, ya dia bakal lakuin hal itu meski di tengah kekangan dari kau. Selingkuh atau berpaling itu, itu tergantung bagaimana laki-laki kau. Kau jangan salahkan pihak ketiga, karena laki-laki kau yang mempersilahkan.“ Rasanya aku ingin sekali mengacak-acak wajahnya.

Akan aku adukan dengan bang Givan. Biarin, aku memang tukang ngadu.

“Kau yang maksa dia untuk tertarik dengan kau. Harusnya kau ngaca, Ria! Kau ini jauh dari kata wanita idaman! Perempuan yang dijadikan selingkuhan itu bukan karena dia lebih baik, tapi karena dia lebih gampangan! Gampang ditelan*angi! Gampang dinikmati! Harusnya, kau punya batasan. Aku paham, Ria. Kau dan Ken ini ada hubungan khusus di belakang aku. Gerak gerik kalian mencurigakan, Ken pun harusnya ajak aku pergi dengan kalian kalau memang kau dan dia tak ada hubungan. Untuk apa coba pergi berdua, ditambah dengan anak kecil yang gampang dialihkan perhatiannya? Dasarnya memang murahan! Gampang dibodohi! Gampang dirayu, kek kakak kau! Kau tak paham kah, kalau dia jadikan kau pelampiasan semata? Di belakang laki-laki baik yang tak merusak pacarnya, ada sosok perempuan di belakang wanitanya yang selalu ia rusak dan dijadikan tempat pelepasannya.“ Ia menurunkan pandangannya memperhatikan penampilanku.

Ia sedang merendahkanku.

...****************...

1
Lismardiana
hhh
Lismardiana
ingat bg givan banyak sdah memperingatkan kau ria.
Lismardiana
ia disini aq jadi emosi ke laki2 nya
Lismardiana
benar itu
Lismardiana
aq suka sikap ria. jngan mau d mapaat kn.
Yunia Spm
Luar biasa
Yunia Spm
ampun.... mbak nisa....
pengen gigit mbak nisa deh 😁
Batriani Betty
kkk. pelangi diawan seseorang udah tayang kah?
IG : anissah_31: sudah kak. langsung aja ketikan judulnya di pencarian.
total 1 replies
Yulia Dewi Arizki Yulia
menghibur dan cukup mendidik. semangat terus Thor. saya sangat suka ceritanya.
Rosita💖
Suka banget sama ceritanya...
Ga bosen2 aku bacanya....
Love you Thor...😘
Red Velvet
jangan sampai ketinggalan nih cerita cerita seru dari kak Nisa😌
Wilyani
udah selesai aja kisah cinta riut,bang Ken,ayang avin👍👍👍
Hi Dayah
aduh lupa kalo sudah tamat , masih di buka aja😁
nengLomon😍
happy ending 👏😘
Red Velvet
jd ingat mamah Dinda yg hamil kembar ditahun yg sama setelah melahirkan Ghifar😁
Red Velvet
Syukurlah baby triplets lahir dgn sehat dan selamat🥰🥰🥰
Windarti
makasih kak nissa.bener bener bagus ceritanya.mabuk janda udah mabuk duda udah.kayaknya cerita poligami belum kak nisssa.poligami yg berhasil .poligami yg sama sama memberi dan menerima.bukan poligami kayak papah adi ghafi itu.aku penasaran dengan perkawinan poligami yg rukun2 itu.bener rukun atau cuma pura pura.ada ditempatku tapi cenderung tertutup kehidupan mereka
Edelweiss🍀
Akhir bahagia yg begitu manis... Perjalanan penuh lika liku Ria akhirnya membuahkan hasil, mendapat suami yg lebih muda tp sosok idaman bagiku sebagai perempuan. Meski lelaki tetap aja plus minus nya ada😅
HIATUS NYONYA Ris
masih ada cerita mama Dinda dong... sama papah Adi...

ceritain singkat singkat dong.... kisah ghavi waktu pdkt ke Tika seblum Tika mualaf....

kisah ghava yg sempat cerai dari Winda...

kisah icut bisa dapat jodoh orang jauh
Mafa
yahhhh tamat padahal blm liat kerepotan gavin menuhin janjinya😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!