Pernikahan adalah semua mimpi semua orang termaksud intan yang baru saja lulus sekolah menengah atas.
Sekalipun umurnya masih 19 tahun tapi dia sudah sah untuk menikah bukan ??
Menikah di usia muda bukanlah mimpinya tapi menikah dengan orang yang di cintai nya adalah mimpi nya .
Tapi semua rasa bahagia itu tidak selamanya benar di mana dia harus berusaha kuat untuk menyakinkan hati suaminya yang masih mencintai wanita lain tak lain .
Mungkin semua orang ini salah tapi dia ingin berusaha menggantikan nama itu dalam hati suaminya .
Perjuangan pun semakin berat saat sang mertua tidak bisa menerima nya dengan baik dengan alasan bahwa bukan wanita yang selama ini mereka kenal.
Mampu kah dia bertahan di sisi sang suami dan menggeser posisi wanita itu di hati sang suami begitu juga di hati sang mertua ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terlambat meeting
Seperti biasanya intan akan terbangun lebih dulu,Badannya remuk semua belum lagi tangan besar itu sejak semalam selalu berada di atas perut nya .
Iya semalam Didin memutus kan tidur di kamar Intan membuat wanita itu tidak bisa menolak bahkan dia baru sadar jika Didin adalah pria yang paling keras kepala dan egois.
" Kakak " Intan membangunkan Didin dengan pelan .
" Kakak " Ulangnya ,bukannya bangun Didin malah mempererat pelukannya .
" Bangun dulu " Ucap Intan ,kini dia merasa tidak aman,apa lagi dia dalam keadaan tidak baik² saja .
CUP
" Morning kiss " Ucap Didin lalu bangun dari tidurnya, sedangkan intan langsung mempererat selimutnya .
" Kenapa ?? " Intan menggeleng " Kakak mau sarapan apa " Tanya intan .
" Nanti aku sarapan di restoran saja ,hari ini ada meeting " Ucap Didin.
" Kamu lanjut istirahat saja, aku yakin kamu masih lelah " Lanjut nya dengan seringai .
" kakak " Pekik intan kesal .
" By ,siapkan stamina mu nanti malam , aku pulang telat jadi jangan menunggu pintu kamar jangan di kunci " Ucap Didin lalu ke luar dari kamar hanya menggunakan bokser .
" apa Kaka tidak malu " Didin hanya mengaguk saja.
Toh di rumah ini hanya ada dia ,lalu dia harus malu sama siapa ??
Intan !! Come'n mereka sudah berbagi keringat untuk apa malu .
Didin masuk dalam kamarnya langsung membersihkan dirinya waktunya lagi satu setengah jam .
Sedangkan di kamar intan melakukan hal yang sama setelah membereskan kekacauan dalam kamarnya di mana pakaian berserakan di lantai kamar nya membuka sprei dan selimut di simpan dalam keranjang pakaian kotor .
Seperti nya hari ini pekerjaan nya berat karena ada sprei dan selimut tebal .
Lalu dia memasang sprei dan selimut yang baru di tempat tidur nya .
Saat semua beres intan membersihkan diri dan betapa kagetnya saat melihat pantulan dirinya di cermin .
Tidak ada lagi tubuh polos nya semua penuh dengan stempel dari Didin .
Dari leher hingga bagian perut nya , melihat itu intan merinding sendiri .
intan menatap dirinya begitu mengenaskan tubuhnya ini baru di depan entahlah di belakang sepeti apa ??
Dan intan enggan Melihat nya memilih berendam biar badannya kembali segar .
Baru saja masuk pintu kamar mandinya sudah di gedor dari luar .
" Sayang "
" Aku berangkat iya " Intan Tersenyum, seperti nya dia harus terbiasa dengan panggilan itu .
Sedangkan Didin di luar berbicara sambil memasang dasinya .
" Sayang kamu tidak tidur kan " panggil Didin lagi .
" Iya ,hati² " Jawabnya dari dalam .
" Jangan lama² berendam nya , nanti masuk angin !! By sayang " Ucap Didin lalu meninggalkan kamar intan .
" Iya " Entahlah Didin mendengar atau tidak yang penting intan sudah menjawab .
Saat sudah tidak mendengar suara lagi intan kembali memejamkan matanya menikmati aroma sabun dan aroma terapi dan juga air hangat yang menyentuh tubuhnya .
" Ini sangat enak, coba dulu ayah pasang seperti ini di rumah pasti hidup ku akan damai tidak gampang lelah " Gumam intan Tersenyum .
" Ah aku merindukan Gina ,kapan iya dia libur " Gumam nya lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zul sudah menanti kehadiran bosnya sejak 10 menit yang lalu karena ke dua sahabatnya nya sudah berada di restoran .
" Apa Bos lupa iya " Gumam Zul sambil menatap ke luar restoran .
" Alhamdulillah " Ucap Zul saat melihat mobil sang bos berhenti di depan pintu restoran .
Dengan cepat dia langsung membuka pintu restoran .
" Apa mereka sudah datang " Tanya Didin saat di depan pintu restoran.
" Sudah bos" Didin mengaguk saja " Tolong panggilkan Gina " Pinta Didin .
" Maaf bos ,hari ini Gina nya libur " Ucap Zul .
" Baguslah ' Zul menaikan alisnya bingung .
Apa bos menyukai Gina Batin Zul tak percaya .
Ceklek .
" Sorry " Ucap Didin langsung duduk di sofa yang ada di Ruangan nya .
" Tumben terlambat " Didin hanya menanggapi nya dengan senyuman .
" Segar amat pak " Sindir Gio .
" Habis Gym ,tadi malam pulang dari cafe makan seblak karena ulah intan " Jawab Didin .
" Berkasnya Zul " Zul langsung memberikan yang di minta Didin .
" Sejak kapan ada alat fitness di rumah mu " Tanya Fandi .
" Sudah lama " Jawab Didin Asal .
" Jangan bertanya lagi , kerjaan ku masih banyak , kepala chef cabang akan ke sini nanti jadi selesai kan ini cepat " Pinta Didin serius.
" Kambu lagi " Gumam Gio .
Fandi mengeluarkan beberapa lembar foto sedangkan gio mengeluarkan sketsa gambarnya .
" Kamu yakin akan membuka di daerah bagian sini " Tanya Fandi .
" Kita lihat dulu " Ucap Didin .
Fandi dan gio mengaguk begitu juga Zul yang sudah siap dengan iPad di tangan nya .
" Dari sekian gambar aku menyukai yang ini ,selain lahannya luas ,di sini juga dekat dengan rumah sakit , perusahaan dan beberapa Usaha kecil " Ucap Fandi .
" Untuk parkiran juga luas, jadi kita tidak usah takut mengganggu pejalan kaki atau pengendara yang lainnya " Lanjutnya lagi .
" Rumah sakit , perusahaan bukannya Mereka memiliki kantin " Jawab Didin .
" Bukannya semua orang memiliki selera yang berbeda pasti juga mereka ingin yang lebih menarik bukan ,kita bisa bermain di cover dan itu tugas Gio bagaimana caranya menarik perhatian orang setelah itu kita fokus pada makanannya. percuma tempat nya nyaman kalau makanannya Tidak enak mereka tidak akan kembali ,kalau ke duanya bisa menarik perhatian mereka otomatis mereka akan kembali bahkan bisa membawa teman, keluarga , pacar atau yang lainnya " Ucap Fandi .
" Aku sudah membuat gambar nya " Gio memutar Laptop nya menghadap Didin " Disini aku membuat nya dua lantai karena bagian atas untuk yang smoking , sedang kan bagian bawah tidak tapi di bawah nanti kita akan membuat ruangan untuk smoking takutnya bagian atas penuh karena sebagian orang mungkin memilih Nyaman di atas " Didin memperhatikan gambar Didin dengan baik " Ini tangga apa" Tunjuk Didin pada tanggal yang khusus lantai dua " Rooftop ,terserah nantinya untuk apa " Didin mengaguk paham .
" Tutup rooftop nya ,ganti untuk ruangan smoking jadi mereka bebas tidak harus terganggu dengan pengunjung no smoking , untuk di lantai dua gunakan tangga khusus pelayan agar nanti saat mereka pulang pergi tidak harus berdesakan dengan pengunjung buat itu dekat pintu dapur agar memudahkan mereka " Gio langsung mencatat ucapan Didin begitu juga Fandi .
" Berapa lama waktu yang di butuhkan " Didin menahan Gio dan Fandi .
" 5 bulan " Jawab Gio .
" 4 bulan " Putus Didin .
" Kita harus lihat keseluruhan dulu ,baru kita putuskan berapa lama waktu yang kita butuhkan " Ucap Fandi .
" Atur secepat mungkin " Ucap Didin .
" Ah iya bukannya kamu punya karyawan baru " Tanya Gio .
" Dia libur " Jawab Didin .
" Ah tidak seru " Jawab Fandi .
" Zul minta pelayan antarkan sarapan " pinta Didin
" Baik bos " Zul langsung meninggalkan ruangan bosnya .
" Kamu belum sarapan " Didin mengagguk " Masih marahan ' Diding menggeleng " Aku buru² jadi tidak sempat sarapan " Elak Didin .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟