Wanita ingin dicintai dan memiliki mimpi seperti wanita umumnya, memiliki keluarga kecil yang harmonis. Setelah Dia begitu percaya dengan kekasihnya menyerahkan kehormatan, cinta sepenuhnya namun harus kandas. Wanita ini mengalami kehancuran yang sangat mendalam. Kekasihnya menghianati cinta suci, menghancurkan impian yang sudah dibangun, menghancurkan kepercayaannya. Pilihan hati bertahan mencintai kekasihnya atau Berubah mencintai Allah. Hanya ingin Berubah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan 2
Semakin hari hidup rara tidak menentu, rasa khawatir menjadi gadis tak perawan membuat rara semakin depresi. Namun rara gadis yang kuat, Ia tidak ingin orang tuanya merasakan kecewa akibat perbuatan rara. Rara juga tidak ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Rara terus berusaha mencari cara agar dana bertanggung jawab. Rara terus memberikan pesan singkat yang menginginkan dana agar bertanggung jawab dan menepati janjinya.
Rara menelpon ardi kembali, Ia berencana mencari nomor ratih.
"di... aku minta nomor ratih?" kata rara.
"buat apa?" tanya ardi.
"mau bantu aku kan? kasih aku nomor telpon ratih..." pinta rara memaksa.
"terus... dana akan memarahi aku gitu??" kata ardi.
"dia tidak akan memarahi mu... tenang saja, beri nomor ratih sekarang juga" kata rara yang masih memaksa.
"kalau kamu benar-benar teman ku, pasti memberikan nomor wanita itu kepada ku... aku tidak akan bertengkar dengannya. Rugi bertengkar dengan wanita itu...." lanjut rara.
"aku hanya ingin tahu hubungan mereka sebenarnya..."
Ardi kasihan dengan rara, akhirnya ardi memberikan nomor telpon ratih.
"ingat jangan kasih tahu kalau aku yang memberikan nomor ratih" ancam ardi.
Setelah mendapat nomor ratih, rara mencoba memberikan pesan.
assalamualaikum, ini no mba ratih ya?
Besoknya ratih baru membalas pesan, lama ratih membalas pesan rara.
walaikumsalam... siapa?
Rara yang sadar pesannya dibalas segera rara membalasnya.
saya rara, pacar dana mau ketemu mba ratih. Bisa?
Rara begitu nekat ingin mengetahui hubungan mereka. Walau resiko semakin dicuekin dana atau bisa jadi hubungan mereka semakin buruk. Rara tidak mampu menahan rasa keinginan tahunya bagaimana rupa ratih, bagaimana bisa dana bisa berpaling dengannya.
bisa, sore ini sekitar jam 5 sore balasan ratih
oke, makasih mba... mau ketemu dimana mba? tanya rara.
diresto kinoko aja... balas ratih
Rara memberanikan diri, masih banyak waktu mempersiapkan mental bertemu dengan selingkuhan dana. Rara juga tidak berniat ingin berantem dengan ratih.
Berjam jam rara menunggu dirumah dengan rasa cemas. Ia takut pengakuan ratih membuatnya semakin menderita. Rara memilih pakaian yang menarik dan mencoba berhias. Wajah rara semakin kusam, lingkaran mata menghitam akibat kurang tidur, terlihat wajah rara semakin kurus. Rara mencoba menutupi semua kekurangan diwajahnya, Ia tidak ingin terlihat menyedihkan didepan selingkuhan dana.
Waktu yang ditunggu akhirnya telah datang. Ratih sudah menunggu diresto tempat mereka janjian ketemu. Rara menarik nafas dalam-dalam, Ia gemetar. Rara mencoba menenangkan diri dan lekas masuk kedalam. Ratih melambaikan tangan menandakan posisi duduknya. Rara menghampir dan mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
Ratih wanita yang manis, memakai kerudung dan terlihat kurus. Rara teringat ardi pernah memberikan foto ratih dan berkata tipe dana ya seperti kamu ra... ratih mirip dengan mu.
Jelas saja ardi berkata demikian, wajahnya hampir sama dengan rara hanya saja ratih terlihat dewasa karena umurnya saja sudah 35 tahun.
Rara duduk didepan ratih sambil memegang erat handphonenya.
"mau minum apa?" tanya ratih.
"ga usah mba, air putih saja..."jawab rara ramah.
"aku pesan kan es jeruk ya..."kata ratih sambil tersenyum dan memanggil pelayan toko agar dapat menambah minuman.
Ratih sangat ramah dan sangat dewasa, tahu bagaimana bersikap. Rara merasa itu point yang rara tidak miliki.
"apa yang mau ditanya ra?" kata ratih yang sudah mengerti maksud rara menghubunginya.
"aku mau tahu hubungan mba sama dana apa?" tanya rara.
"kami masih berteman... itu saja, dana sering curhat dengan ku" jawab ratih.
Sakit rasanya, ratih begitu bangga bahwa dana terlihat nyaman dengannya dibandingkan rara seorang pacarnya. Rara mencoba memancing agar ratih juga merasa kesal seperti yang dirasakan rara.
" mba tahu, kalau aku tunangan dana? sebulan kami akan menikah... dan tiba-tiba terhenti karena kedekatan mba sama dana" kata rara bersikap tenang dan tegas.
"dana banyak cerita, dia pernah bilang ingin menikah tapi tidak pernah menyebutkan namanya. Kamu tahu apa kesalahanmu sehingga dana berubah?" tanya ratih masih sopan.
Hati rara seperti tertusuk, sakit rasanya.
"apa... apa salah ku" tanya rara yang mulai panik.
Ratih tertawa pelan Ia merasa menang dalam hal memancing kekesalan.
"tanya saja dengan dana langsung atau tanya aja didirimu sendiri kenapa dana bisa berubah" kata ratih masih dengan sikap tenangnya.
"apa?? aku tidak membuat kesalahan, aku tidak berselingkuh... aku tidak berbohong... ini seperti alasan saja" kata rara sedikit emosi.
handphone ratih tiba-tiba berdering namun ia tidak mengankatnya. Jari ratih hanya mengetik seperti membalas pesan.
"dana tidak tahu kalau kamu menemui ku? dana pasti akan marah..." kata ratih yang seperti tahu sifat dana.
Rara merasa itu pasti dana yang menghubungi ratih. Dana tidak menghubungi rara. Rasa kesal semakin kesal.
"aku tidak peduli dana marah... "kata rara mencoba tenang.
Ratih kembali tersenyum bakal tahu hubungan rara akan semakin hancur.
"apa mba mencintainya? kalau dana juga mencintai mba aku juga akan mundur" kata rara nekat. memberikan pilihan.
"yaaa kalau harus jujur aku suka dengan dana, aku mencintainya... aku tahu dana sekarang masih menganggap ku sebagai ayuknya. Dan aku sadar keluarganya juga tidak akan merestui hubungan kami" jawab ratih masih tenang.
"perasaan bisa berubah, kemarin cinta besok bisa menjadi benci. Kau tahu ra... kau membuat kesalahan menemui aku. Dana pasti membenci mu" lanjut ratih.
Jawaban ratih membuat perasaan rara lebih hancur. Ratih lebih percaya diri. Rara sadar dana semakin semakin menjauhinya. Rara semakin takut akan kehilangan dana.
"bisa mba menjauhi dana? kami akan menikah..."kata rara serius.
"aku bisa saja menjauhinya.... Dana? apa bisa menjauhi aku?" kata ratih yang semakin percaya diri.
"mba juga perempuan, mba seharusnya tahu perasaan ku sekarang ini..." kata rara.
"aku tidak bisa janji, dana pasti tetap menemui ku" jawabnya dengan penuh percaya diri.
"Lihat Dana menelpon ku berkali kali" lanjut ratih sambil memperlihatkan handphone nya.
Badan rara terasa dingin, hatinya merasa sakit. Dana lebih mengkhawatirkan ratih dibanding rara. Rara mengakhiri perkataannya dengan bersalaman. Kemudian rara keluar dari ruangan. Rara mencoba menelpon dana. Telpon langsung diangkat dana. Dana memarahi rara.
"kenapa kamu nemui ratih??" tanya dana marah.
"bisa ketemu? aku ingin bertanya" kata rara.
"masih ingin ketemu dengan ku? kalau masih mau ketemu dengan ku jangan macam-macam" jawab dana dengan kasar.
Rara menahan tangisnya, sakit rasanya.
"aku ingin ketemu... dimana sekarang?" tanya rara masih mencoba tenang.
Telpon langsung dimatikan dana, terlihat dana sangat marah. Rara mencoba memberikan pesan singkat ke dana menanyakan posisi dana sekarang. Rara menaiki motornya dan memulai jalan pulang. di tengah jalan rara melihat mobil dana yang berjalan berlawanan arah seperti terburu-buru. Rara melihat mobil dana hanya menghela nafas. Rara sudah tahu jawabannya, dana lebih memilih ratih dibandingkan rara. Rara tidak ingin berbalik mengejar dana, Ia hanya ingin cepat sampai kerumah. Bertemu dengan ratih saja sudah membuat rara menderita apa lagi harus melihat dana yang akan membela ratih didepannya. Rara menahan semua rasa sakitnya, menahan tangisnya. Terasa badan rara lemas, Ia tak mampu berfikir apapun. Rara hanya ingin bisa terlepas dari rasa khawatir dicap gadis tidak perawan walau kenyataannya cap itu sudah melekat di kehidupan rara sekarang.
Hanya tinggal menyesal, seandainya rara masih perawan mungkin sudah lama rara meninggalkan dana. Rara sekarang tidak mampu berbuat banyak, hanya bisa mengikuti kemauan dana. Menahan semua rasa hanya untuk mendapatkan pertanggung jawaban dana.
sesampai dirumah, rara menangis dikamarnya. Ia tak mampu menahan rasa sesak didadanya. Terlalu sakit, ketika kenyataannya ratih mencintai dana dan dana lebih peduli dengan ratih. Rara menangisi kebodohannya, rara sangat menyesal. Rara menarik nafas dan berfikir jernih. Ia mengambil handphone dan mengirimkan pesan ke dana.
aku tahu kamu menemui ratih, aku ingin kamu bertanggung jawab. Ingat janjimu...
Dana tidak membalas pesan rara. Rara menenangkan perasaannya, Ia tidak ingin lebih terpuruk lebih dalam lagi. Rara bertekad terus mengejar dana agar dana bertanggung jawab. Tujuan rara mencintai dana setulus hati berubah menjadi rasa dendam. Rara ingin bersikap kejam pada dirinya. Rara berniat terlepas dari cap tidak perawan. Ia ingin memulihkan nama baiknya, menikah dengan dana. Dan bercerai atau pernikahan sebagai status saja.
lebay. pliis la karakter cewe terobsesi model Sarah gini dikasi panggung banget m penulis.
hrsnya dia dpt pelajaran la. bukan dgn org baik yg hrs berkorban buat dia.
capedee. part yg bikin males dibaca
padahal kan Dia sudah menyerahkannya pada Danil
mungkin ini maksudnya Tanya Danil bukan Cleo
yang terpenting disini adalah mau berubah dan memperbaiki diri dan Istiqomah