NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin baru

"Hay Kak, aku Nisa."

"Hay, Aku Dimas. Maaf, jika Lim harus merepotkan, dengan meminta mu disini denganku." ucap Dimas.

"Oh, tak apa. Kan Ais temen deket Nisa." jawabnya, dengan nada yang begitu manis.

Pertemuan pertama yang mendebarkan, membawanya duduk di kursi pengantin berdua dengan pria tampan nan gagah. Nisa, bahkan tak dapat berkata apa-apa kali ini. Hanya bisa gemas dan bahagia.

Para tamu mulai habis. Hanya tinggal beberapa orang saja yang tersisa, dan itu pun sahabat dekat Papi Tama dan mendiang papa Ais.

"Nisa, Ais sama Lim mana?" tanya Mama Linda menghampirinya.

"Ais tadi kakinya sakit, jadi dibawa Kak Lim masuk ke kamar. Mungkin sekalian ganti baju."

"Mungkin, sebentar lagi keluar, Om." sambung Dimas.

"Ya, tak apa. Itu wajar, karena mereka pengantin baru." tawa Papi Tama menggelegar.

Nisa dan Dimas hanya memicingkan mata. Dimas faham maksudnya, karena Ia sudah dewasa. Sedangkan Nisa, masih mencerna kata-kata itu meski sulit.

Percakapan berlanjut, sembari mereka menikmati hidangan yang telah teresedia. Papi Tama yang tengah menjalani diet kolesterol, sehingga harus menjaga makanannya agar selalu sehat.

"Ais, udah belum mandinya? Gantian cepet." seru Lim, yang tengah berbaring di ranjangnya.

"Belum, Kak. Ini kenapa, rambutnya susah benget di keramas?" tanya Ais, dari kamar mandi.

"Kamu keluar, biar saya yang beresin rambutnya." pinta Lim.

Ais pun menurut. Ia keluar masih dengan baju tidurnya karena belum jadi mandi. Gaun telah Ia lepas, karena sudah tak tahan dengan sumpek dan panasnya. Semua dengan bantuan Lim, karena tak ada yang bisa mereka panggil ke kemar.

Dengan rambut yang masih berantakan, dan begitu kaku karena hairspray. Ais duduk tepat di depan Lim dengan bersila. Lim mengambil handbody, dan mulai mengoleskannya pada rambut Ais dengan lembut.

"Kok itu? Nanti rusak rambut Ais."

"Ngga akan. Emang kamu masih perduli rambutmu? Mengikat saja asal-asalan begitu." cibir Lim.

Helai demi helai telah basah, dan tinggal Lim kini menyisir rambut Ais. Sakit, hingga beberapa kali Ais berteriak.

"Jangan teriak, nanti orang denger."

"Lah, sakit, Kakak. Kasar banget, sama Ais."

"Ya karena rambut kamu kayak sapu ijuk. Diem, atau saya mandiin kamu  nanti." ancam Lim.

Ais pun kembali diam, karena takut dengan ancaman itu. Ia bahkan tak dapat membayangkan, ketika malam ini Ia harus tidur bersama Pria tampan itu.

Ia duduk dengan tenang, sembari menunggu Lim yang menyisiri rambutnya helai demi helai. Hingga karena lelah, Ia tertidur di pangkuan sang suami.

"Hey, kenapa tidur? Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini, tidur di sembarang tempat." ujar Lim.

Ia berusaha berdiri, lalu menggendong Ais untuk tidur di ranjangnya. Berat, meski tubuh Ais kecil, tapi lumayan tinggi untuk gadis seusianya. Apalagi, Ia yang sering olahraga dan gemar berkelahi.

Bruuuggh! Lim meletakkan Ais diranjang mereka. Tapi, Ia sedikit terpeleset dan nyaris menjatuhi Ais dengan tubuhnya.

"Kak Lim, ngapain?" tanya Nisa, mendadak membuka pintu.

Lim kaget, bibirnya langsung terkunci dan tak mampu mengucap sepatah katapun..

"Ehm, aku... Anu, itu..."

Syuuutzz! Dimas datang, menutup mata Nisa dan membawanya pergi. Tak lupa, Ia menutup pintu kamar pengantin itu kembali.

Lim hanya menghela nafas panjang. Ia berdiri tegap setelah menidurkan Ais, lalu pergi untuk membersihkan diri.

Dirinya pun lelah, begitu juga hati dan fikirannya.

"Mengurus perusahaan, dan mengurus gadis kecil itu. Apalagi?" gumamnya, di tengah kucuran air shower yang dingin itu.

Entah apa yang membuatnya begitu pasrah. Adakah sesuatu yang Ia sembunyikan?

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!