Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?
Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.
Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.
Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.
Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Sambel Ini Tidak Sepedas Kehidupan Yang Sudah Saya Alami.
Setelah Almirah pergi Faisal menghela nafas. Entah mengapa ia jadi begini. Padahal ia biasa makan sendiri di ruangannya tanpa ditemani oleh sekertarisnya. Kecuali jika banyak pekerjaan baru ia makan bersama dengan sekretarisnya di ruangannya sambil mengerjakan pekerjaan yang setumpuk. Tapi dengan Almira, makan siangnya selalu ingin ditemani oleh wanita itu.
Tak lama kemudian Almira datang sambil membawa makanan dan piring.
Faisal membuka bungkusan makanannya. Faisal mengerutkan keningnya ketika melihat bumbu hitam di dalam plastik.
“Ini apa, Mir?” Faisal mengangkat plastik berisikan bumbu hitam bebek.
“Oh, itu bumbu hitam. Enak tuh, pak. Tapi sayang pedes, Pak,” jawab Almira.
“Saya nggak kuat makan yang pedes-pedes, perut saya terlalu sensitif,” kata Faisal.
“Sini buat saya saja, Pak,” sahut Almira.
“Memang kamu kuat makan sambel segitu banyaknya? Nanti sakit perut loh.”
“Buat makan di rumah, Pak. Enak dimakan dengan nasi panas,” kata Almira.
Lalu Faisal memberikan plastik yang berisikan bumbu hitam.kepada Almira. Dengan senang hati Almira menerimanya. Faisal hanya menggeleng gelengkan kepala ketika melihat Almira begitu senang diberi sambel milik Faisal. Akhirnya mereka makan siang bersama dengan tenang.
Faisal menyuap sesendok nasi dengan sepotong bebek, Faisal mencoba mencicipi rasanya nasi bebek, ternyata enak dan bebeknya juga tidak keras ketika dikunyah.
Rekomended sekali ini makanan, bisik Faisal di dalam hati.
Faisal memperhatikan Almira yang sedang makan dengan menggunakan tangan, wanita itu sedang menikmati makan siangnya dengan air mata yang mengalir di pipinya, kening yang berkeringat dan hidungnya meler. Padahal AC di ruangannya cukup dingin, tapi tetap saja Almira keringatan karena kepedesan. Dengan sigap Faisal mengambilkan tissue yang berada di meja kerjanya lalu diberikan kepada Almira.
"Terima kasih, Pak," ucap Almira lalu mengusap pipi, hidung dan keningnya dengan tissue.
"Kalau kepedesan jangan dimakan sambelnya!" kata Faisal melihat hidung Almira masih terus saja meler.
"Kalau nggak pakai sambel nggak seru, Pak," jawab Almira.
"Iya, tapi nanti kamu jadi sakit perut," ujar Faisal melihat Almira yang tetap saja bandel memakan sambelnya.
"Insya Allah perut saya baik-baik saja. Saya sudah biasa makan pedas. Sambel ini tidak sepedas kehidupan yang sudah saya alami," kata Almira.
Mendengar perkataan Almira Faisal menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian Faisal melanjutkan makan siangnya.
“Kamu pulang naik apa?’ tanya Faisal setelah selesai makan.
“Naik ojol, Pak,” jawab Almira.
“Apa pernah bertemu dengan Tomy setelah kalian resmi bercerai?’ tanya Faisal.
“Alhamdullilah belum pernah, Pak. Jangan sampai bertemu lagi dengan Mas Tomy,” jawab Almira.
“Loh kenapa? Kan kalian sudah resmi bercerai,” tanya Faisal.
“Saya takut kalau ketemu dia. Takut kalau dia memaksa mengajak untuk rujuk,” jawab Almira.
“Ya, kamu tolak aja. Kalau kamu tegas dia juga nggak akan berani.”
“Atau kamu masih cinta sama Tomy?” tanya Faisal.
“Secintanya saya sama dia, tetap saja akal sehat saya harus digunakan. Cuma orang tolol yang mau kejeblos ke lubang yang sama,” jawab Almira dengan tegas.
“Bagus, berarti kamu sudah move on,” kata Faisal.
“Harus, Pak! Karena saya sudah mengecewakan Paman saya. Paman saya berusaha menjaga saya dengan baik, tapi saya yang terlalu dibutakan oleh cinta.”
“Memang sudah kodratnya orang tua seperti itu. Walaupun anaknya sudah membuat kesalahan dan membuatnya kecewa, tapi orang tua tetap merangkul anaknya.” kata Faisal.
“Nanti kalau kamu sudah punya anak kamu bakalan mengerti.”
Anak? Entah kapan ia diberikan kesempatan memiliki anak, pikir Almira.
Bagaimanapun juga Almira harus positif thinking. Karena jodoh, rejeki dan anak sudah ada yang mengatur. Kita cukup berdoa meminta yang terbaik. Semoga Allah mengabulkan doanya untuk memiliki seorang anak.
🍄🍄🍄
Keesokan harinya sebelum makan siang Ibu Rosita datang ke kantor Faisal. Kebetulan Almira sedang berada di dalam ruangan Faisal, ada dokumen yang harus ditanda tangani oleh Faisal. Ibu Rosita langsung masuk ke dalam ruangan Faisal bersama dengan Amelia dan Akbar serta kedua pengasuh Amelia dan Akbar.
“Assalamualaikum,” ucap Ibu Rosita ketika membuka pintu ruangan.
Almira dan Faisal langsung menoleh ke arah pintu.
“Waalaikumsalam,” jawab Almira dan Faisal.
“Eh…… ternyata Almira ada di sini. Tante tadi cari Almira di depan,” kata Ibu Rosita.
Ibu Rosita membawa masuk Akbar dan Amelia sedangkan pengasuh Akbar dan Amelia menunggu di meja Almira.
Almira menghampiri Ibu Rosita lalu mencium tangannya.
“Apa kabarnya, Mir?” tanya Ibu Rosita.
“Baik, Tante,” jawab Almira.
Faisal menghampiri Mamahnya lalu mencium tangan Mamahnya.
“Mamah darimana?” tanya Faisal.
“Dari rumah kamu jemput Amelia dan Akbar terus langsung ke sini,” jawab Ibu Rosita.
Almira beralih kepada Akbar dan Amelia. Almira berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Akbar dan Amelia.
“Hallo.” Almira menyapa Akbar dan Amelia.
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
mbah putri
uti