NovelToon NovelToon
My Another Love

My Another Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Mafia / Tamat
Popularitas:223.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chyntia R

Menceritakan tentang kisah Vallery Maylenski dan Joshua Kolv.

Vallery gadis yang tertutup dan memiliki kisah kelam didalam hidupnya.

Saat kakaknya resmi menikah, justru dialah yang harus merasakan sakitnya malam pertama bersama pria yang sudah menjadi Kakak iparnya.

Sampai pada suatu ketika, dia dipertemukan dengan Josh yang misterius.

Vallery meyakini jika Josh memiliki kehidupan lain, yang cukup membuatnya penasaran. Tapi rasa nyaman yang diberikan laki-laki itu, membuatnya tidak peduli siapa Josh yang sebenarnya.

"Apa kau akan meninggalkanku jika aku memiliki kekurangan?" tanya Vallery.

"Bagaimana jika aku orang jahat? Apa kau juga akan meninggalkanku?" Josh balik bertanya.

"Aku ini monster."-Batin Josh.

"Aku tidak akan meninggalkanmu, meskipun kau adalah seorang monster yang akan memakanku." jawab Vallery disela-sela ciumannya.

Mata Josh membola, karena jawaban Vallery seolah tengah menjawab ucapan Josh yang tidak dia utarakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What happened?

Hujan turun sangat deras malam itu, angin berhembus dengan kencangnya, membuat Vallery memeluk tubuhnya sendiri didalam kursi penumpang.

Disebelahnya, Ed sedang mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Lelaki itu fokus melihat kedepan, mengendarai mobilnya untuk mengantarkan Vallery sampai ke tujuannya. Keadaan memang hening, bahkan sejak mereka memasuki mobil yang sama.

Alexa menolak ikut padahal Vallery sudah memintanya. Bukan bermaksud apa-apa tapi Vallery sangat merasa absurd jika harus berdua saja bersama Edward. Lain hal dengan sang Kakak, pemikiran Alexa merasa jika Ed dan Vall harus terbiasa dengan Ed.

"Vall, Ed adalah suamiku. Dia kakakmu juga. Kalian harus terbiasa satu sama lain."

Itulah ucapan Alexa yang terus terngiang dikepala Vallery.

Alexa tidak tahu saja apa yang telah terjadi diantara keduanya, hmm?

Vallery memandang keluar dari kaca jendela mobil, jalanan cukup lengang dan menambah kesenyapan. Hanya suara deru mobil bercampur dengan rinai hujan lah yang terdengar.

Perjalanan mereka sudah hampir 10 menit, tapi belum ada dari keduanya yang mau bersuara.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ed memulai obrolan saat mobil menghentikan kecepatan di traffic light.

Vallery menghela nafas sejenak kemudian berujar. "Temanku Sophia, sedang butuh pertolonganku," imbuhnya.

Ed mengernyit. "Apa dia dalam bahaya? Kenapa meminta bantuanmu?"

Vallery diam dan tak ingin menjawab. Membuat Ed mendengus malas. "Seorang gadis meminta bantuan padamu, bukankah itu aneh?" tanyanya.

Vallery hanya memutar matanya. "Dimana anehnya?" jawabnya malas seraya mengangkat bahu.

"Jika itu berbahaya, tentu saja akan membahayakanmu juga." jawab Ed.

"Mungkin tidak sebahaya seperti saat bersamamu." sindir Vall.

Siapa sangka lelaki itu malah terkekeh mendengar ucapa Vallery yang jelas-jelas tengah menyindirnya.

"Aku akan memastikan keadaanmu dulu baru aku pergi dari sana." kata Ed.

"Tidak usah, aku bisa menjaga diriku sendiri." jawabnya.

Ed menggeleng, dia membelokkan kemudi di perempatan jalan. "Menjaga dirimu sendiri? Apa aku tidak salah dengar?" sarkas Ed. "Kau bahkan tidak bisa menjaga dirimu saat malam itu," sambungnya.

Vallery menoleh kepada Ed. "Berhentilah membahas tentang malam itu. Aku tidak mau mendengarnya lagi." jawab Vallery tegas.

Ed terdiam sampai mobil berhenti tepat dikediaman orangtua Sophia. Saat Vallery ingin membuka pintu mobil, Ed mencegat tangannya. "Kenapa sikapmu seperti tidak terjadi apapun diantara kita, Vall?" lirih Ed.

Vallery menepis kasar tangan Ed yang melingkari pergelangannya. Matanya menyorot tajam ke manik mata sang Kakak ipar. "Karena kau adalah Kakakku dan aku adalah seorang Adik bagimu." ketus Vallery seraya bergerak keluar dari mobil itu.

Ed menyugar rambutnya, mengusap wajahnya, dia menghela nafasnya untuk meredakan perasaan ingin mengejar langkah Vallery ke luar sana.

Ed ingin sekali meneriaki nama Vallery tapi dia menahannya. Dia ingin meminta maaf secara benar pada Vallery tapi entah kenapa setiap kesempatan yang didapat tidak bisa dimanfaatkannya sebaik mungkin.

...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...

Vallery menekan bell rumah orangtua Sophia, dia begitu khawatir dengan Sophia. Entah apa yang terjadi dengan gadis itu, hingga di malam hujan seperti ini dia harus meminta tolong pada Vallery.

Pintu rumah itu terbuka, yang membukanya adalah seorang pria tua dengan setelan parlente. Vallery menganggap itu adalah Ayah Sophia.

Vallery memang tidak begitu mengenal dekat keluarga Sophia karena sejatinya mereka adalah teman yang memiliki sifat hampir sama, tertutup. Tapi Sophia hanya tertutup tentang keluarganya, mungkin ada permasalahan sendiri yang menyangkut hal itu. Sehingga Sophia merasa tak tertarik jika membicarakan hal mengenai keluarganya.

"Hallo.." sapa Vallery pada lelaki itu. Lelaki itu mengangguk dengan ekspresi tak ramah.

"Aku Vallery, aku ingin bertemu Sophia." ujarnya.

Lelaki tua itu menatapi Vallery dengan pandangan menyelidik, dari ujung kepala hingga ujung kakinya.

"Sophia memintamu kesini?" tanyanya dengan seringaian aneh. Matanya tampak berkilat penuh maksud terselubung.

Vallery mengangguk sebagai jawaban.

Tiba-tiba terdengar suara ribut dari ujung tangga. Seperti suara seseorang yang berlari-lari dengan tergesa.

"Vall, kau sudah datang?" suara itu adalah Sophia. Tapi kenapa Sophia membawa sebuah travel bag besar?

"Sophi, i'm here. Aku sudah datang. Ada apa--" pertanyaan Vallery segera terpotong oleh ucapan Sophia.

"Ayo kita pergi.." Desak Sophia seraya menarik tangan Vallery yang kebingungan.

"Tapi..." Vallery menatap Sophia dengan penuh tanya.

"Ayo, Vall. Tidak ada waktu lagi." ajak Sophia lagi.

Lelaki tua itu masih melihat mereka dengan seringaian diwajahnya. "Kau membohongiku, Sophi?" tanyanya tiba-tiba.

Sophia menatap Vallery, seolah mengajaknya cepat pergi dari sana dan Vallery mengerti hal itu.

"Maaf Tuan, kami harus segera berangkat. Ya, kami harus pergi. Kami sudah ditunggu." Kilah Vallery, mengerti jika Sophia ingin menghindar dari lelaki tua ini.

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau membohongiku, Sophi." kata Lelaki itu semakin mendekat pada kedua gadis yang sudah agak berjarak dari pintu masuk.

"Aku tidak butuh maaf darimu." sahut Sophia menantang.

Ed yang masih disana, dia memperhatikan kejadian itu dari dalam mobilnya. Perasaannya mulai tak enak saat lelaki tua itu menarik tangan Vallery.

Ed memutuskan keluar dari mobil dan menghampiri ketiganya yang sepertinya tengah berdebat.

Ed berjalan santai, tapi sebelum dia semakin mendekat pada tiga orang itu, Ed malah mendengar ucapan lelaki tua itu.

"Apa kau mau menggantikan Sophia? Biar saja dia pergi. Kau saja yang disini." kata Lelaki tua itu dengan seringaian licik.

Ed terkekeh dari jaraknya, membuat ketiganya menoleh. Awalnya mereka tidak menyadari keberadaan Ed disana tapi sekarang mereka tahu jika ada oranglain lagi diantara mereka bertiga.

Sebagai laki-laki, Ed sudah bisa membaca situasinya dari gelagat dan ucapan terakhir sang lelaki tua. Sehingga Ed sudah tahu pasti isi kepala tua bangka dihadapannya ini.

"Siapa kau?" tanya Lelaki itu pada Ed yang menyeringai dengan tatapan dingin.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku yang menjemput mereka." ujar Ed mengarah pada Vallery dan Sophia.

Vallery mengambil kesempatan itu untuk menepis kuat cengkraman ditangannya yang diberikan oleh lelaki tua, yang awalnya dia pikir adalah Ayah Sophia.

"Vall, ajak temanmu masuk ke mobil. Dia biar menjadi urusanku." kata Ed dingin.

Vallery pun menarik tangan Sophia dan mengajaknya segera angkat kaki dari depan rumah itu.

Vallery dan Sophia bisa bernafas lega setelah memasuki mobil. Mereka memperhatikan Ed dari jendela mobil. Ed terlihat masih berbicara dengan Lelaki tua, tampangnya sangat dingin dan aura kemarahan terpancar dimatanya.

Beberapa menit kemudian, lelaki tua itu nampak masuk kembali ke rumahnya dan Ed berjalan santai untuk masuk kembali ke mobil.

"Apa yang terjadi, Kak?" tanya Vallery yang tak mengerti apa-apa.

Ed mendengus, "Seharusnya kau tanyakan saja pada temanmu." ucap Ed dingin. Lelaki itupun menyalakan mesin mobil, kemudian mobil mulai berjalan perlahan-lahan. Meninggalkan kawasan perumahan tempat Sophia tinggal.

"Vall, maafkan aku." Sophia berujar sambil terisak lagi.

"Sophi, sebenarnya ada apa? Kenapa kau minta tolong padaku? Aku pikir kau sedang dalam keadaan genting." Cecar Vallery pada Sophia yang duduk di kursi belakang.

Sophi menghela nafasnya berat. Dia menyeka airmatanya.

"Maafkan aku Vall, aku ber-alibi harus pergi denganmu malam ini." kata Sophia.

"Kenapa aku? Kenapa tidak meminta Justin datang?"

"Peter tidak akan membiarkan Justin datang dan bertemu denganku." Sophia kembali tersengguk. "Aku bahkan sudah memutuskan hubunganku dengan Justin." imbuhnya.

"What? Apa yang terjadi?"

Sophia melirik Edward yang menyetir dengan tenang. Sophia merasa sungkan untuk menceritakan semuanya didepan Edward.

"Aku akan menceritakannya nanti. Bolehkah aku menginap dirumahmu malam ini?" tanya Sophia ragu.

Vallery melirik Ed dan Ed mengangguk sekilas.

"Ya, menginaplah.." jawab Vallery.

"Terima kasih, Vall. Terima kasih, Kak." kata Sophia pada Vall dan Ed.

Vallery mengangguk sementara Ed hanya berdehem.

Mobil terus melaju, sementara keheningan tetap tercipta diantara ketiganya. Sophia larut dengan pemikirannya sendiri. Ed memperhatikan Vallery secara diam-diam dari sudut matanya, sementara Vallery melihat rintik-rintik hujan yang masih turun dari balik kaca mobil.

"Vall," suara Sophia memanggilnya.

"Yah," Vallery menoleh kebelakang.

"Tadi sore Josh mencarimu di kampus." kata Sophia.

Vallery terdiam, begitu juga dengan Ed, mereka menunggu Sophia melanjutkan bicaranya.

"Aku mengatakan padanya jika kau sudah pulang menggunakan Bis umum." kata Sophia lagi.

"Untuk apa dia mencariku?" tanya Vallery.

"I don't know, Vall. Aku rasa dia benar-benar menyukaimu." celetuk Sophia membuat Vallery tercengang sementara Ed menginjak pedal rem secara tiba-tiba.

Vallery dan Sophia memekik terkejut seraya memegangi dada masing-masing saat mobil yang berhenti mendadak.

"What happened?" tanya Sophia.

"Hati-hati, Kak. Jalanan masih licin." timpal Vallery.

Ed melirik Vallery sekilas, perasaannya menjadi tak tentu mendengar ucapan Sophia tadi. Kenapa dia tak rela jika ada seorang lelaki yang mencari dan menyukai Vallery?

...To be Continue ......

1
Sita Sit
dilema ya ed
Sita Sit
akan gimana ini nanti end nya ,keren ,malah berharap val sama ed ya
Sita Sit
Ed dilema
Sita Sit
kasian valery
Sita Sit
Valery dilema ya
Sita Sit
bagus
Frau Berzl
Reading from Italy 🇮🇹
Riska Trisna
mending sama josh aja lah
Esther Nelwan
author ni emg sll keren bacaannya setiap karyamu aku baca kgk bs k tebak pokonya👍👍👍
Chyntia Rizky 🖋️: makasih kak udh mampir di novelku yg ini ,🙏🙏🙏
total 1 replies
gian rasyid
boleh usul Thor....bikin cerita shopie sama Dimitri 🙏
gian rasyid
akhir yg bahagia tp.... entah lh....aq merasa sedih. kadang apa yang d harapkan tdk bisa d raih sesuai keinginan
gian rasyid
mirip film Angelina Jolie....salt. tp suaminya mati dan salt balas dendam
gian rasyid: hmm....awal nya hanya d jadikan target tp pada akhirnya salt benar2 jatuh cinta dan saat suami d bunuh...dia menghabisi semua teman dan pemimpin nya. sama seperti Mark dan Jessica
total 2 replies
gian rasyid
koq aq jadi takut ya 😥😥
Chyntia Rizky 🖋️
buat yg gak mau bertele-tele ini cerita langsung sat set yaaa
gian rasyid
suka banget sama ceritanya Thor...tdk muter-muter, penuh misteri dan penyelesaian nya cepat jd tdk bosan
Chyntia Rizky 🖋️: makasih kak udh mampir disini. jika berkenan baca novelku yg lainnya juga ya🙏
total 1 replies
Sri Sulis
melipir nih kak
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rika Rahayu
mamtaap
HenyWahyuni_09
sweet banget sih mereka😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!