NovelToon NovelToon
Papa Merindukannya

Papa Merindukannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraeni.arp

Cerita karangan fiksi
Awal bab memang bertele-tele, para pembaca harus sabar dan terus membacanya agar faham okey?

Kisah sepasang suami istri yang terpaksa harus berisah karena kesalah fahaman di malam kekacauan itu. Perusahaan besar sekalipun ternyata dapat lengah.

Ilona, ia adalah istri sang CEO yaitu Arthur. Ilona, melarikan diri dalam keadaan hamil, dan ia belum sempat untuk memberitahukan kabar baik ini pada Arthur.

1 tahun kemudian, setelah melahirkan Ilona kembali ke rumah Arthur, namun hanya untuk memberikan anaknya pada Arthur, tujuannya agar ia tau bahwasanya dirinya sudah memiliki seorang anak.

Singkatnya 9 tahun kemudian. Sang putra kecil Arthur pun telah tumbuh menjadi anak yang sangat genius terutama di bidang bisnis, yaps ia mewarisi kemampuan dari papahnya. namun rasanya di ultah kali ini ia merasa ada yang kurang yaitu kehadiran sosok seorang Ibu.

Nama anak genius itu adalah Afmar.

Bagaimana cara Afmar menemukan bundanya kembali?

Dari pada kepo baca yu... (・ω-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraeni.arp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Ini adalah salahku

"Ilona!" seru Arthur.

Ilona melirik ke arah Arthur dengan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. "A... arthur, tadi ada benda yang jatuh dari lantai 2. Awalnya itu mau mengenaiku tetapi Afmar malah mendorongku dan menggantikan posisiku disana. Huaa... Arthur ayo kita bawa Afmar ke rumah sakit."

"Astaga... yasudah ayo, sini biar aku saja yang menggendongnya." ujar Arthur yang langsung menggantikan Ilona menggendong Afmar.

"A... ayo." Ilona terus menangis sambil berjalan menuju ke mobil.

"Kalian semua coba lihat keadaan di kerangka lantai 2 museum sekarang!, dan lihat apa penyebab dari jatuhnya wadah semen itu." Seru Arthur dengan nada tinggi.

"Baik tuan!." jawab serentak para karyawan pembangunan.

"Ayo cepat Arthur cepat. Afmar, bertahanlah papah, dan bunda akan segera membawamu ke rumah sakit, sabar yah sayang." Ilona terus mengusap kepala Afmar dengan rambutnya.

"Kamu gendong dulu Afmar, aku mau bukakan dulu pintu mobilnya." ujar Arthur yang memberikan Afmar ke tangan Ilona.

"Baiklah, umm anak bunda sebentar yah sayang sebentar."

"Ayo Ilona cepat!"

Ilona bergegas masuk ke dalam mobil, dan terus berusaha membersihkan sisa-sisa semen yang terdapat di wajah Afmar. "Arthur... bagaimana ini, aku sangat takut, dia masih kecil Arthur!, bagaimana kalo Afmar hilang ingatan?"

"Ilona, tenanglah! kamu jangan asal berbicara seperti itu, Afmar akan baik-baik saja, dia anak laki-laki yang kuat sama seperti papahnya." sambil menyetir mobil Arthur menegur Ilona agar tidak berbicara sembarangan lagi.

"Arthur, seharusnya aku yang tertimpa benda itu bukan Afmar!. Arthur, aku minta padamu untuk dapat menjaga Afmar dengan sangat baik. Sebelum Afmar pulang dari Inggris aku akan berbicara pada ayah, dan ibu agar menjaganya disana."

"Iyah Ilona, namun kamu juga seharusnya dapat menjaga Afmar dengan baik. Tenanglah Ilona!, anakmu ini berhati mulia, dia ingin menyelamatkan bundanya sendiri dari sebuah kecelakaan. Afmar tau bahwasanya seorang laki-laki itu lebih kuat di banding dengan seorang perempuan, maka oleh sebab itu ia memilih untuk mengorbankan dirinya sendiri."

Ilona berfikir mungkin ada benarnya juga dengan apa yang di katakan oleh Arthur. "Baiklah, terimakasih Afmar telah menyelamatkan bunda. Terimakasih Arthur, kamu sudah menenangkan ku.

Sesampainya mereka di rumah sakit, Afmar segera di tangani oleh dokter terbaik yang ada di rumah sakit tersebut.

"Dokter, saya mohon tangani anak saya sekarang!" seru Arthur saat memasuki rumah sakit.

Perawat rumah sakit bergegas membawa Afmar ke dalam ruangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Tuan, apa saya boleh tau sebab dari kecelakaan yang di alami oleh anak tuan?" tanya seorang dokter yang akan menangani Afmar.

Tiba-tiba Ilona menjawab pertanyaan Dokter tersebut. "Dokter!, inti dari kejadiannya adalah ia tertimpa benda yang masih berisikan semen dari lantai 2. Seharusnya aku yang ada di posisinya tetapi Afmar malah mendorongku, dan akhirnya benda itu malah jadi mengenai kepalanya."

"Baiklah, tuan dan nyonya boleh menunggu dulu di ruang tunggu, kami akan menangani anak tuan dan nyonya dengan sepropesional mungkin." ujar dokter yang menangani Afmar.

"Baiklah, kami percayakan semuanya." Arthur menarik tangan Ilona ke ruang tunggu pasien, sekaligus untuk menenangkan dirinya.

Ilona memiliki kebiasaan yang cukup unik yaitu ketika dirinya merasa hawatir atau merasa cemas ia akan menggengam tangan siapa saja yang berada di sisinya, dan tidak akan pernah ia melepaskan sebelum dirinya kembali tenang,

pada situasi saat ini Ilona sedang mengalami kehawatiran yang cukup sangat besar. Tanpa Ilona sadari ia sedang menggenggam tangan Arthur dengan sangat erat. Arthur yang mengetahui kebiasaan Ilona tersebut hanya bisa terdiam. Arthur sama sekali tidak memiliki keinginan untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ilona.

"Tenanglah Ilona, aku ada disini." Arthur menatap mata Ilona dalam-dalam.

Ilona bersandar di pundak Arthur tanpa ia sadari sama sekali. "Arthur, bagaimana ini? aku sangat takut... takut suatu hal akan terjadi pada Afmar, kau taukan aku sangat menyayanginya?"

Arthur mengusap kepala Ilona. "Sudahlah kamu tenang saja, semua dokter di sini sangat berkualitas. Aku tau kamu sangat menyayangi Afmar akupun sama sepertimu Ilona, sangat menyayangi Afmar karena aku juga orang tuanya."

"Aku tau, karena kamu yang sudah merawatnya selama ini sedangkan aku hanya menyusuinya selama 3 bulan. Arthur!, apa aku ibu yang baik untuk Afmar?"

"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Arthur.

"Karena aku merasa sangat kejam padanya, aku telah meninggalkan nya, namun Afmar masih saja membelaku, dan sama sekali tidak memiliki rasa benci padaku."

"Kamu mau tau kenapa?"

"Kenapa?" tanya Ilona dengan mata yang berbinar-binar.

"Karena, aku yang menanamkan cinta di dalam hatinya untukmu, aku tidak pernah menjelekan namamu di hadapan nya, dan aku selalu menceritakan kisah terbaikmu padanya."

"Begitukah?"

"Iyah Ilona, percayalah padaku kamu itu adalah ibu yang sangat baik bagi Afmar."

1 Jam kemudian.

Setelah 1 jam berlalu, dokter yang menangani Afmar pun datang untuk memanggil orang tua dari Afmar yaitu Ilona dan Arthur. "Permisi tuan, nyonya. Syukur anak kalian sudah sadarkan diri, sekarang kalian boleh melihatnya ke dalam ruangan."

Ilona langsung memeluk dokter tersebut dengan erat dan mengucapkan terimakasih padanya. "Dokter, terimakasih anda telah menyelamatkan anak saya."

"Sama-sama nyonya, ini sudah menjadi tugas kami semua sebagai seorang dokter. Anak dari tuan dan nyonya sangatlah kuat, tidak ada sedikitpun luka yang serius padanya, namun mungkin ia masih membutuhkan sedikit istirahat yang cukup."

"Kamu dengar Ilona? anakmu itu sangat kuat sama seperti papahnya." ujar Arthur yang membetulkan perkataannya sendiri.

"Iyah, kamu sangat benar Arthur." Ilona memberikan senyuman nya kepada Arthur.

"Baiklah tuan, biar saya antar kalian ke depan ruangan Afmar." Dokter itupun mengantarkan Ilona beserta Arthur ke depan ruangan Afmar.

Setelah mereka berada di depan ruangan rawat Afmar, tiba-tiba suasana hati Ilona berubah, Ilona menjadi takut bertemu dengan Afmar, namun ia mengingat perkataan Arthur yaitu jangan panik.

Ilona kembali menggengam tangan Arthur dengan erat. "Ayo, kita masuk ke dalam Arthur."

Arthur tersenyum, karena lagi-lagi Ilona merasa cemas. "Baiklah, buka pintunya."

Ilona dengan tenang membuka pintu ruangan Afmar, namun baru saja Ilona membuka sedikit dari pintunya Afmar langsung mengetahui bahwa itu adalah Bundanya.

"Bunda!" teriak Afmar dengan sangat keras.

Ilona yang mendengar suara Afmar langsung berlari menuju tempat tidurnya. "Afmar... jawab bunda kenapa kamu malah mendorong bunda?"

"Karena Afmar ga mau bunda kenapa-napa, nanti Afmar sedih kalo bunda kenapa-napa." jawab Afmar dengan raut wajah memelas.

"Emang nya Afmar fikir bunda ga akan sedih apa kalo Afmar sakit?" tiba-tiba Ilona langsung memeluk Afmar dengan tangisnya.

"Papah... lihatlah bunda, dia malah menangis saat anaknya terbangun. Oh apa mungkin bunda mau Afmar tidur aja gitu yah?" ujar Afmar yang sedikit memberikan gurauan kepada Ilona.

"Afmar! oh jadi gini yah. Emm papah sepertinya Afmar mau bundanya pergi aja yah?" ucap Ilona yang membalas gurauan Afmar.

Afmar seketika langsung memeluk Ilona dengan sangat erat. "Ah... bunda kan Afmar cuman bercanda."

Mereka pun tertawa bersama-sama dengan rasa senang dan bahagia di dalam hatinya, mereka semua baru merasakan kehangantan sebuah keluarga yang lengkap.

🌻🌻🌻

...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 15 yah!, makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...

Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

Waktunya iklan check💘

1
Indah Rohmiatun
bukti sudah ada ,itu namanya slingkuh arthur
Indah Rohmiatun
kelamaan thor
Windi
maless gmpang banget maafin , terserah lah cukup sampai disini aja baca'y
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Arp: Mampir yu kek Novel baru boleh liat di profil atau cari yang judulnya Cinta Dalam Balas Dendam🙏🖤
total 1 replies
Almahyra
Rp
re
Next
Dewi Yulianti
Lanjut thiur
~🌹eveliniq🌹~
nyicil baca lg ya support selalu
Arp: Mee to
total 1 replies
Yuli Yulianti
Novita si ulat bulu nggak tau malu emang
Arp: Suka banget sama kak Yuli ini. Selalu suport, terimakasih kak sudah membuat saya tambah semangat buat up
total 1 replies
Mystorios _ Writer
udah mampir kak, di tunggu jejaknya di Menikah dengan Tuan Ares☺
Saae
Masuk rak kak,, bacanya nyicil ya..

Salah dari malaikat tak bersayap..
Yuli Yulianti
Novita mau nya cepat dibasmi biar nggak gatal
Arp: Assiap... tunggu up bsk yah, soalnya author baru sembuh nih.
total 1 replies
Yanny Rinata
semangat thor
Arp: Makasihhh kakak
total 1 replies
Yuli Yulianti
jgn sampai keinginan Novita tercapai Thor ..Bima bodoh mau aj diperalat si ulat bulu coba tundukan novita dgn cara mu
Arp: Siap laksanakan
total 1 replies
Laila Nabilah
next ya kakak semngt
Arp: alhamdulillah, pasti kak
total 1 replies
~🌹eveliniq🌹~
hadir memberi support selalu
Arp: Terimakasih kak eveliniq...
total 1 replies
Arp
Novel ini semoga semakin besar, dan author dapat menciptakan karya lebih bagus lagi, dan noveltoon dapat menanggapinya dengan baik seperti penulis lain yang mendapatkan penghasilan begitu tinggi. aamiin
Ihsan.MIM
rumah sakit
Arp: Rumah Dari cinta kita
total 1 replies
Whya Fajria
masa gk ada fotonya mamanya dlm rumah kak
Arp: Gapapa kak, terimakasih.
Karna awalnya Arthur udah putus asa buat nyari keberadaan istrinya semenjak pertemuan kembali, Ilona bilang jangan kejar aku dengan alasannya, namun setelah pertemuan pertama kalinya lagi setelah 10 thn, Afmar berusaha untuk mempersatukan mereka kembali
total 3 replies
Whya Fajria
permisi kak aku mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!