NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / CEO / Tamat
Popularitas:24.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Kisah seorang gadis desa yang merantau ke ibukota, dikhianati oleh sang tunangan yang selingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Nasib tragis kembali menimpa, dia di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja dengan tidak hormat.

Hingga takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pengusaha muda yang juga memiliki masa lalu kelam, melalui putra kecil pengusaha tersebut yang sangat menyayangi Nabila.

Akankah kebahagiaan berpihak pada Nabila?

Yuk, ikuti perjalanan cinta Nabila dan sang pengusaha, yang mengharukan, romantis, sekaligus kocak 🥰

____

Dalam tahap revisi PUEBI ☺🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibadah Bareng

"Kenapa?" Rehan balik tanya pada Nabila.

Nabila mengernyitkan keningnya tanda tak mengerti dengan sikap Rehan, "kenapa abang juga ada didalam kamar ini, dan kita hanya berdua? Bisa menimbulkan fitnah bang..." ucap Nabila dengan tak enak hati.

Rehan terlihat tersenyum, "ini kamar saya, dan saya hanya ingin mengambil peci," kilahnya, "tapi jika tak keberatan kita bisa ibadah bareng," lanjut Rehan dengan santai.

"Maksud abang?" Masih dengan sikap ragu dan tak mengerti.

"Ya ibadah bareng,,," dengan tatapan menggoda kepada Nabila, "kita sholat dhuhur berjamaah Billa, mau kan?" Pinta Rehan dengan lembut.

"Oh,,, gitu, baiklah bang, tunggu bentar saya pakai mukena dulu," sambil segera mengenakan mukena, "huh,, kirain apaan?" Bisik Nabila dalam hati, "iih... kok aku malah mikirnya ngelantur ya?" Tanpa sadar Nabila senyum-senyum sendiri.

"Ada apa Bill?" Tanya Rehan penuh selidik.

"Eng,,, enggak ada, gak ada apa-apa bang..." ucapnya salah tingkah, "yuk bang, kita mulai sholat aja," kilah Nabila mengalihkan pembicaraan.

*****

Rehan dan Nabila sudah berada di ruang makan, sedangkan Kevin masih tertidur pulas didalam kamarnya.

Bi Ani datang membawakan dua gelas air putih untuk tuan mudanya dan Nabila, "silahkan Tuan, Nona...," mempersilahkan kepada tuan dan tamunya untuk menikmati makanan yang sudah terhidang, saya permisi keatas untuk menemani den Kevin," pamitnya kemudian.

Sejenak suasana hening, "Ayo, silahkan Bill... atau mau saya ambilkan," sambil mengambil nasi dan ditaruh kedalam piringnya.

"Tidak perlu bang, makasih... saya bisa ambil sendiri," sambil mengangkat piring dan mengambil nasi. Saat hendak mengambil lauk,

dert,,, dert,,, dert,,,

Terdengar dering lembut ponsel dari saku baju Nabila, sejenak dia menghentikan aktifitas dan menundanya, segera mengambil ponsel dan melihat nama "Tunangan Kesayangan" di layar HP nya. Nabila melirik kearah Rehan dan menganggukkan kepala, kemudian buru-buru dia melangkah menjauhi meja makan.

"Hallo mas,,, Assalamu'alaikum..." sapa Nabila lembut.

"Bill, ini aku... bukan Hendra," jawab seseorang dari seberang sana dengan ketus.

Nabila yang segera tersadar dan mengenali suara perempuan yang ia anggap sebagai sahabatnya itupun mengernyitkan dahinya, "ada apa?" tanya Nabila malas.

"Udah deh Bill,, gak perlu basa basi lagi, aku peringatkan sama kamu ya... jangan pernah hubungi ataupun berkirim pesan kepada calon ayah dari bayiku," ucapnya nya dengan kasar, "bukankah dari semalam dia sudah mengabaikan mu?" timpalnya dengan nada mengejek.

"Kalau gak ada hal penting lain yang mau kamu sampaikan aku tutup teleponnya," ucap Nabila dengan suara yang dibuat sebiasa mungkin, dia tidak mau menunjukkan kerapuhan nya kepada perempuan yang tak punya hati seperti sahabat nya itu. "Aku masih banyak kerjaan," kilahnya dan buru-buru menutup teleponnya.

Nabila terdiam sejenak, mengatur deru nafasnya... "pantes aja kamu gak balas pesanku mas, bahkan ponselmu pun kini sudah berada dalam genggamannya," gumam Nabila, tak terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya dan terdengar isakan kecil dari mulut Nabila. Tersadar posisinya sekarang berada di tempat orang, Nabila mencoba menenangkan dirinya, menyusut air matanya dan mengatur deru nafasnya.

Rehan yang diam-diam mengikuti Nabila, hanya bisa terpaku menatap iba Nabila dari belakang yang saat ini terlihat rapuh. "Ehm... ayo Bill kita lanjutkan makan siangnya," titah Rehan sambil melangkah menjauh dari Nabila.

Nabila tersadar dari lamunannya dan segera bergegas kembali ke ruang makan, setelah memastikan bahwa tak ada lagi sisa air mata di wajahnya.

Suasana di tempat makan itu hening, hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang beradu dari keduanya. Tak lama kemudian Nabila menyelesaikan makannya lebih dulu, dia memang hanya mengambil sedikit makanan dan terlihat tak berselera memakan hidangan siang itu.

Setelah beberapa saat menunggu, Rehan pun selesai dengan makannya. Nabila segera membereskan piring kotor dan hendak membawanya ke dapur.

"Biarkan saja Bill, nanti bibi yang akan membereskannya, boleh kita bicara di ruang tamu?" pinta Rehan sambil menatap kearah Nabila.

Nabila mengangguk dan segera berlalu dari ruang makan mengekor Rehan menuju ruang tamu.

Sesaat setelah mereka duduk berhadapan, "maaf kalau saya lancang, kamu sedang ada masalah Bill? " tanya Rehan penuh selidik.

Mendapat pertanyaan yang tak terduga itu membuat Nabila tergagap, "Oh,, eng... enggak ada kok bang, hanya kangen aja sama ayah ibu di kampung," jawab Nabila asal.

"Bang, Kevin kalau bobok siang lama ya?" tanya Nabila mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Lumayan sih, kenapa Bill?" Rehan menjawab dengan pertanyaan balik.

"Pengin cepat pulang aja," jawab Nabila terus terang "jujur aku pengin cepet-cepet sampai kamar kost dan nangis sepuasnya, dada ini rasanya sesak banget," batin Nabila dalam hati.

Rehan yang dari tadi mengamati Nabila, mengerti kegelisahan gadis itu, "kalau kamu pengin pulang sekarang silahkan aja Bill, nanti saya yang akan bicara sama Kevin. Tapi kalau saat ini kamu butuh ruang privasi untuk sendiri dulu, silahkan di atas ada kamar kosong tepatnya di sebelah kamar Kevin. Pakai dan istirahat lah dulu di sana, tenangkan dulu hatimu sebelum pulang," sarannya kepada Nabila sambil menunjukkan keatas dimana ruangan yang dimaksud berada.

Tampak Nabila sedang menimbang-nimbang...

"Jangan takut Bill, saya tidak akan mengganggumu..." ucap Rehan mencoba meyakinkan, "saya belum pernah menyentuh wanita dan saya tidak akan melakukannya hingga wanita itu menjadi halal untuk saya, jadi gak ada alasan untuk mu takut kepada saya," jelas Rehan panjang lebar.

Nabila yang mendengar penjelasan Rehan sedikit tenang dan dia mengangguk menyetujui untuk mengistirahatkan dulu tubuhnya sebelum dia pulang nanti, tapi ada kalimat Rehan yang sedikit mengganjal di benaknya, "maksud bang Rehan apa ya... tidak pernah menyentuh wanita, sedangkan dia kan sudah punya seorang putra? ah,, bodoh amat, bukan urusanku juga," gumamnya dalam hati sambil melangkah menaiki anak tangga setelah sebelumnya berpamitan kepada Rehan untuk beristirahat.

1
Suyatno Galih
mobil kok kuda besi thor, kuda besi hrs nya motor
mobil jd gerobak besi
Merpati_Manis (Hind Hastry): wkwk ... harusnya gitu, ya, Kak.
Tapi aku ambil referensi di google;
"Kuda besi" adalah julukan yang digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama mobil dan motor, karena melambangkan kekuatan dan ketahanan seperti kuda dengan bahan besi.
total 1 replies
Mama Gezkara
Assalamu'alaikum kak othor... ini ketiga kalinya aku baca cerita Rehan dan Nabila... aku suka aaaa banget cerita ini kaaakk .. semangaatt kaak... barakallah.. sukses selalu..aamiinn
Mama Gezkara: sama2 kak Othooorr
total 2 replies
Vien Habib
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
WaTea Sp
good job
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh bintang limanya, Kak 😍
total 1 replies
🍾⃝ᴘᴀͩᴛᷞɴͧᴏᷠᴢͣ Aja
lanjut kak
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰
total 1 replies
Nengs
lanjut kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah rilis, ya. cari aja judul: Menikah di Atas Perjanjian 🙏
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
SAH
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰
total 1 replies
Farida Wahyuni
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nuryati Yati
👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Arwondo Arni
lanjut donk
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, ya, Kak
judul : Menikah di Atas Perjanjian
total 1 replies
Nancy Nurwezia
kapan rilisnya nih thor.. ceritanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): udah rilis, Kak
judul ; Menikah di Atas Perjanjian
Mampir, yah 🥰🙏
total 1 replies
Atik Marwati
ditunggu lanjutnya thor dah penasaran nich
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. udah tayang judul barunya, ya. Yuk, merapat ke sana "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Ita Rahmawati
lanjut kak
Ita Rahmawati
saya suka semua karya mu thor..kaget ini jg liat notifnya...lanjut ceritanya😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kka 🥰🙏
yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. yuk, lanjut ke lapak si Winda "Menikah di Atas Perjanjian"
total 1 replies
Sonya Kapahang
Wangsitnya udh turun kah, Mba Hind..?? 😂😂😂
Merpati_Manis (Hind Hastry): Baru ngintip, belum tahu jadi turun apa nggak karena di luar hujan
total 1 replies
Sonya Kapahang
Bismillah.. mudah²an wangsitnya cepet turun.. jd bs up disini.. 😁😁😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Ira
Enak bgt hendra menyalahkan takdir.. Itu jg salah dia jg mau aja berdua ama saras.. Hbs jebakan dia jg trs melakukan nya.. Jgn salahkan takdir atas perbuatan diri sendiri..
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kka 🥰🙏
total 1 replies
merry yuliana
please stay di NT ya kak winda n mas dudanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe ... Insyaallah, Kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!