NovelToon NovelToon
[RDY'S#2] THE DESTINY!

[RDY'S#2] THE DESTINY!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[BACA [RDY'S#1] LAA TAHZAN! DULU BIAR PAHAM ALUR DAN KONFLIKNYA!]

[FOLLOW IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU]



Kisah tentang;

"Dia adalah orang yang kerap membuatku merasa perih, tetapi dia juga yang kerap membuatku merasa rindu."

@Anniza Az-Zahra Rulen

Anniza Az-Zahra Rulen. Gadis berhijab dengan akhlak yang mulia, tubuhnya ditutupi kain lebar dengan hijab yang membalut kepalanya. Kesabarannya sudah tidak dapat diragukan lagi saat ia dengan hati yang tabah kembali terjun ke masa empat tahun yang silam.

Verrel Aryanka Radeya. Lelaki tanpa ekspresi yang tengah menjabat sebagai mahasiswa jurusan fotografi, sekaligus pemilik studio pemotretan VR. Terhenyak saat kilatan masa lalu yang terbenam di hatinya kembali muncul kepermukaan.




®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Destiny 14

"Jadi nggak, nelfonnya?" Daniz sudah geram pada Rangga yang terus mondar-mandir layaknya setrikaan.

Setelah mendapatkan telepon dari Raihan yang dia kenal kakaknya Annis. Gadis manis yang akan dijodohkan dengannya, Rangga sedikit kecewa tapi tetap tak menutup hatinya. Saat Annis menolak perjodohan itu, tentu saja Rangga mengerti, mereka berdua belum pernah bertemu, dan belum mengenal satu sama lain.

Raihan menitipkan Annis pada Rangga. Dan Rangga diminta untuk menghubungi Annis dan menanyakan kabar gadis itu. Tapi nyalinya belum cukup, jantungnya terasa berdebar kencang.

Lelaki berkemeja putih dengan lengan di gulung itu berhenti di depan Daniz yang memandangnya dengan sorot malas. "Daniz, gue deg-degan," tuturnya.

Plak!

Daniz menempeleng kepala Rangga cukup keras. Lelaki itu benar-benar bodoh atau apa, sih, dikasih kesempatan untuk mendengar suara gadis yang disukainya. Tapi, dia malah mondar-mandir kebanyakan mikir.

Rangga menepis tangan Daniz saat lelaki itu hendak memukul kembali. "Gue telfon, lo jangan bersuara sedikit pun." Rangga menekankan setiap kata dalam kalimatnya. Daniz mengangguk, dia mengulum tawa dan berdehem beberapa kali melihat wajah gugup Rangga.

"Gadis itu sangat beruntung jika bisa bersama Rangga," batin Daniz.

Daniz kenal dengan Rangga baru dua tahun, dia bertemu di studio pemotretan VR. Daniz cukup kagum dengan pribadi Rangga yang tidak suka mengumbar apapun, dia tertutup dan tidak pernah berinteraksi lebih dengan model-model yang selalu menggodanya.

Hingga Daniz tanpa sadar sedikit mengikuti jejak Rangga, dia tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu lagi, dan saat waktu senggang dia mengikuti Rangga ke taman samping studio untuk membaca beberapa ayat suci Al-Quran.

Rangga mulai menekan angka yang Raihan berikan padanya tadi. Lalu menempelkannya di telinga kanan saat ponselnya terasa berdering. Rangga menunggu dengan sangat gugup, ini pertama kali dia berbicara pada seorang gadis yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang.

"Assalamualaikum, halo?"

Sambungan terhubung, mata Rangga membulat. Dia sekilas menoleh ke arah Daniz, lelaki itu menggerakkan mulut dengan gumaman 'tenang' isyarat agar Rangga dapat rileks.

"Wa'alaikumsalam. Ini dengan Annis? Gue Rangga."

Diam beberapa saat. Sepertinya Zahra sedang mengingat-ingat nama Rangga, dia ingat jika Rangga itu---

"Aku Annis, tapi panggil Zahra aja. Kamu Rangga yang mau di jodohin sama aku?" tuturnya.

Rangga menahan nafas. Suara lembut itu begitu indah di pendengarannya. "Iya, kak Raihan udah cerita?" tanyanya berusaha tenang. Rangga menjauhkan ponsel itu dari telinga saat melihat Daniz ingin tertawa.

"Lo pergi dulu, jangan tertawa disini," bisik Rangga dengan tangan yang bergerak mengusir.

Daniz mendengus dan membekap mulutnya. "Speaker, kalo nggak! Gue akan tertawa keras." Daniz sedang mengancam rupanya. Rangga mendengus dan me-loud speaker panggilannya.

"Iya, Kak Rai udah cerita. Dan aku butuh waktu, aku minta maaf, yah."

Mata Rangga membulat mendengar permintaan maaf dari suara di seberang sana. Daniz membekap mulut, berusaha mati-matian agar tidak tertawa keras.

"Kenapa minta maaf. Gue ngerti lo butuh waktu, lagian kita belum mengenal satu sama lain," tutur Rangga. Berusaha tenang, namun tetap saja dia masih gugup.

"Lo dimana sekarang? Gue akan kesana?"

"Untuk apa?" Suara itu terdengar bingung, dan Rangga memaklumi.

"Untuk memastikan keadaan lo. Gue diberi amanah oleh kak Raihan untuk jaga lo," tutur Rangga, mantap. Daniz manggut-manggut seraya mengangkat kedua jempol dan mengacungkannya ke arah Rangga, sebagai penghargaan karena Rangga tidak lagi gugup.

"Di rumah saudari ipar. Aku akan istirahat sekarang. Aku tutup, yah, Assalamualaikum ..."

"Wa'alaikumsalam." Tepat saat salam Rangga terucap, panggilan terputus saat itu juga.

Rangga menatap layar ponselnya beberapa detik, lalu menyunggingkan senyum manis. Dia benar-benar jatuh hati pada gadis hanya lewat satu foto, dan perasaan itu semakin bertambah saat mendengar suara lembut gadis itu.

"BHAHAHA." Daniz tertawa keras melihat wajah Rangga yang memerah. Sebenarnya, dia sudah lama ingin tertawa, tepat saat Zahra mengucapkan kata 'maaf'. "Gadis itu sangat polos, Ngga," ujarnya di sela-sela tawa.

"Of course, dan gue menyukainya." Rangga mengangkat bahu acuh dan berjalan dari kursi panjang yang sempat dia duduki.

####

"Siapa?" Jessica sedang berbaring di atas ranjang kingsize yang sekarang sudah menjadi milik Zahra.

Zahra diam beberapa saat. Lalu berjalan ke arah Jessica, dan merebahkan diri di samping gadis itu. "Laki-laki yang di jodohkan denganku. Tapi aku butuh waktu, aku belum menerimanya," cicit Zahra.

Mata Jessica sedikit membulat. "Lo baru sampai di Indonesia, kenapa tiba-tiba mau di jodohin?" tanyanya cukup penasaran.

Zahra menghembuskan nafas panjang. Netra coklatnya terpejam, tapi pikirannya melayang entah kemana. "Kak Rai yang jodohin," tuturnya sebelum berkelana di dunia mimpi.

Jessica menarik selimut biru yang berada di kakinya, lalu melebarkan selimut itu untuk dirinya dan Zahra.

Jessica menatap lamat-lamat wajah gadis yang tengah terlelap itu. "Besok, gue akan ajak Zahra ke studio. Biar dia bisa punya teman selain gue, selama lo di sini gue yang akan jaga lo. Gue janji." Jessica tertawa kecil, baru hari ini dia bertemu dengan Zahra. Tapi rasanya, dia sangat menyayangi gadis itu.

🌻

🌻

🌻

SATU KATA UNTUK JESSICA!

1
Alliyah Ramadani
kok nggak ada?
mahira
udh baca sampai
3x tetap engk bosen
Riswanto Riswanto
bagus alur ceritanya emosinya dapet banget pokoknya ikut ngebayangin gimana sedihnya tokoh pokoknya ngena banget lah
Nadia
aku bilang lebay jg, masih hitungan jam gak pulang udah dicariin, udah cengeng gampang nangisan
Nadia
lebay ah, kalo gak ketemu ya pulang dulu,
Nadia
penuh dgn masalah, ini blm selesai udah muncul masalah baru
katarinablue
varel
.. ahahhaha
Nur
𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘢𝘯,𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢
𝘣𝘤 𝘵𝘳𝘴, 𝘴𝘶𝘬𝘢 bgt👍
Rika Rostika
sedih banget banget banget
Rika Rostika
sedih lagi,...
Rika Rostika
mewek gue....
milktea_
bumi untuk ayla ko ga ada thor
Rifa Endro
Aku penasaran sama panggilan sayang Verrel ke Zahara. "Pen" ? Pendek kali ya...
Aniya Sari
bumi untuk Ayla sdh di hapus kh. @Syugerr
arfan
up
LyLa_LyLa
sumpah ini udah yang ke 4 kalinya aku ngulang baca cerita ini, Karena saking sukanya 😭❤️
AdeOpie
itu namanya belom jodoh Jes verell sama Keysa di saat verell mungkin mau buka hati buat Keysa tapi Zahra datang itu bukan salah Zahra juga.

ngga kebayang jadi Kesya suruh siapa dia yang keras kepala kerendahan harga diri demi dapetin hati cowo yang dia suka padahal udah di tolak mentah", bukan salah untuk cerita cinta verell dan Zahara yang rumit sampai membawa nama Kesya dan Daniel toh ngga ada yang nyuruh juga dari pihak verell dan Zahara ko mereka hadir dengan sendirinya.

hati Kesya ngga sesakit hati Zahra dengan gampangnya Jessica ngomong kaya gitu ke Zahra. di sini Zahra lah yang paling menderita Jes.

huuuu ..... jadi coment lagi kan padahal tahun udah jadi 2022 untuk coment di cerita thn 2020 🤦
AdeOpie
coment lgi ah karena baca ulang.

ngga kebayang jadi Reihan dan Zahra terutama Reihan dari umur 5 thn membesarkan adiknya dari umur 3 thn sampai dewasa manusia manah yang kuat anak kecil udah kenal yang namanya bekerja.

kasian juga untuk bunda Aisyah dan ayah Juna belasan tahun di kurung di tempat yang tak layak pakai akibat ulah seseorang yang gila harta dia menyakiti seseorang yang memiliki banyak harta hanya karna merasa iri sampai sebegitu'nya kalau aku jadi Zahra juga ogah sih sama Verrel yang notabenenya anak seorang penjaht yang jelas udah misahin kluarga nyampe belasan tahun.

tapi yah gitu namanya persaan susah untuk di lupakan buat pelajaran mencintai seseorang jangan terlalu dalam 🤣
Nacita
novel terkeren sih kak gue ngikutin dr laa tahzan kisah cinta mereka ini, ya ampun 😍 d tunggu season 3 nya
Nacita
bingung dan ga ngerti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!