Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..
Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️
Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Kerajaan
Matahari sudah terlihat, suara burung terdengar dari kamar Gara. Seberkas sinar menembus jendela kaca, sinarnya menerangi tubuh Alice yang sedang terbaring dalam pelukan Gara.
Alice berbaring dengan sangat nyaman. Tubuhnya yang mungil meringkuk dalam tubuh Gara. Alice membuka matanya, dia mengingat kejadian semalam, mukanya memerah karena malu mengingatnya.
Udara pagi itu terasa sangat segar sehingga Alice enggan untuk bangun dari tempat tidur Gara. Dia memilih untuk tidur kembali.
Gara membuka matanya, dia melihat Alice masih tidur dalam pelukannya, Gara tersenyum penuh rasa bahagia. Gara merentangkan kedua tangannya, sehingga membangunkan Alice yang masih tertidur.
"Apakah aku membangunkanmu Nona?" Gara mencium kening Alice dan membelai rambutnya yang berantakan.
"Sepertinya begitu.." Alice menjawabnya, matanya enggan untuk terbuka.
"Tidurlah kembali, aku akan meminta Dean untuk menyiapkan sarapan." Gara berkata.
"Tidak, tidak.. jangan lakukan itu. Aku akan bangun dan membersihkan badanku." Alice menjawab sambil mencoba bangkit dari tempat tidur.
Gara turun dari tempat tidur dan menutup hidungnya.
"Apakah aku memang sebau itu? " Tanya Alice penasaran.
"Tidak honey, aroma tubuhmu membuatku ingin melahapmu saat ini juga." Gara berkata dengan sungguh-sungguh.
Refleks Alice berlari keluar dari kamar Gara dengan cepat.
Gara mengejarnya, dia menyesal telah mengusilinya.
"Aku bercanda... Maafkan aku." Gara menarik tangan Alice.
Alice cemberut, dia memukul dada Gara.
"Aku ingin membersihkan badan, maukah kau menunjukan dimana tempatnya?" Tanya Alice.
"Kau tau? Aku bisa membantumu mandi.." Gara berkata nakal.
"In your dream..! " Balas Alice menjulurkan lidahnya.
Kemudian Gara memanggil Dean, dia meminta pelayan manusia untuk membantu Alice mandi, dan mengenakan pakaian.
Alice memasuki sebuah ruangan yang besar.
Terdengar suara air mengalir, ruangan itu tampak sepi.
Alice duduk di sebuah kolam air hangat, tidak lama kemudian beberapa orang perempuan datang dan membantunya mandi. Mereka memasukan ribuan kelopak mawar dalam bak mandi, menuangkan cairan yang beraroma bunga. Alice dituntun untuk memasuki bak mandi. Seseorang menggosok punggung Alice dengan lembut, lalu yang lainnya menggosok kaki Alice, Alice merasa seperti putri dalam dongeng saat itu.
"Apakah kalian harus benar-benar melakukan ini?"
"Maaf Nona, ini memang yang seharusnya kami lakukan."
Alice tidak bertanya lagi, dia tidak mau mengganggu pekerjaan mereka.
Setelah waktu berlalu sangat lama.
Alice telah menyelesaikan ritual mandi ala kerajaan.
Dia tidak menyangka mandi akan menyita waktu yang sangat banyak, Alice memasuki sebuah kamar, beberapa pelayan telah menunggunya, mereka memakaikan Alice pakaian yang sangat mewah.
'Apakah kita akan berdansa?
'Tidak bisakah kita mengenakan kaos oblong dan celana jeans saja?' Gumam Alice.
Pakaian itu sangat cantik, dengan bentuk yang sangat mewah memperlihatkan pundak Alice yang putih, gaun itu panjang menutup kakinya, bahannya sangat lembut sekali. Butiran-butiran mutiara yang memancarkan beraneka warna tersulam di bagian dadanya.
Pelayan yang lainnya menata rambut Alice ke atas, sehingga memperlihatkan leher Alice yang jenjang.
Setelah selesai berpakaian, Alice didampingi oleh seorang pelayan kesebuah ruangan.
Yang Mulia Raja telah menunggu kedatangan Alice. Terdapat meja oval yang sangat besar. Meja itu dapat menampung sedikitnya 20 orang untuk duduk bersama. Terlihat William dan Eric sudah duduk disana. Namun Alice tidak melihat Gara dimanapun.
"Alice, kemarilah." Paduka Raja memanggil Alice.
Alice berjalan mendekat, dia masih tidak sadar bahwa aroma tubuhnya mempengaruhi semua vampire diruangan tersebut.
"Duduklah, mari kita makan terlebih dahulu." Ajak yang Mulia Paduka Raja.
Alice duduk dan mematuhi perintah Raja, dia memakan makanannya dengan lahap. Alice tidak sadar jika William dan Eric memperhatikan semua gerak-geriknya.
Setelah semua orang menyelesaikan makannya, Yang Mulia Raja bangkit terlebih dahulu, dia meminta Alice mengikutinya.
Dalam perjalanan menuju taman belakang istana, dia melihat seorang perempuan yang sangat cantik dengan rambut ungu panjang dan mempunyai bentuk tubuh yang sangat indah, payudaranya membuat tubuhnya terlihat begitu sempurna.
Dia berjalan bersama Dean. Wanita itu melihat Alice, alisnya terangkat sebelah, terlihat senyuman sinis dari wanita itu. Kemudian mereka menghilang di koridor utama tepat dimana kamar Gara berada.
Alice mempunyai banyak pertanyaan, namun lagi-lagi dia menyimpannya untuk dirinya sendiri. Alice merasa sedikit kesal karena tidak melihat Gara sejak tadi.
Akhirnya Alice sampai ditaman belakang istana, taman itu sangat luas, aroma berbagai bunga tercium oleh Alice. Bunga-bunga sangat indah bermekaran, kupu-kupu kian terbang kesana-kemari di atas bunga.
Puluhan lebah menghinggapi sekumpulan bunga mawar. Terdapat labirin yang tinggi disebelah kanan. Ada kursi-kursi yang cantik didalam taman. Baginda Raja mengajak Alice untuk duduk disana.
"Alice.. adakah yang ingin kau tanyakan?" Raja memulai pembicaraan."
Alice ragu-ragu untuk berbicara, namun.. dia mengumpulkan keberaniannya.
"Yang Mulia Raja, apakah Anda Vampire?" Tanya Alice polos.
Raja tertawa dengan keras.
"Alice.. Alice putri kecilku.." Raja mengontrol emosinya.
Ekhm
Ekhm
"Alice, benar sekali aku adalah seorang vampire, begitu pula dengan anak-anakku." Jawab Raja dengan raut wajah yang tenang.
"Begini saja, Aku akan bercerita dan Kau akan mendengarkan, bagaimana? Apakah kau menyukai ide ini?" Tanya Yang Mulia Raja.
Alice mengangguk, dia lebih menyukai ide bercerita dari pada dia harus bertanya.
Kemudian Raja mengatur nafasnya, sudah lama dia tidak berbicara dengan seorang manusia, dia memulai bercerita.
"Alice.. sudah sejak lama manusia dan mahluk seperti kami hidup berdampingan. Mungkin kau sudah melihat Gara meminum darah, betul Gara adalah seorang vampire, begitu pula William dan Eric. Kami adalah mahluk abadi, tapi bukan berati kami tidak bisa terluka."
Yang mulia Raja mengatur nafasnya, Alice masih mendengarkan dengan tenang, sesekali dia terkejut.
"Alice, Gara adalah putra tertuaku, memang dia terlihat muda namun usianya sudah mencapai ratusan tahun, aku berhenti menghitung umurnya sejak dia berusia 100 tahun." Raja tertawa dengan lelucon anehnya. Alice hanya tersenyum kecil dan merasa aneh.
"Eric adalah putra keduaku, usianya berbeda 60 tahun dengan Gara dan William adalah anak bungsuku dia berumur 130 tahun. Sedangkan aku? Kau pasti tidak ingin tau." Raja tertawa dengan keras.
"Kau pasti penasaran dimana istriku, istriku meninggal 6/7 tahun yang lalu. Aku tidak ingin mengingat saat-saat menyakitkan itu." Raja berhenti bercerita, dia mengusap matanya. Alice melihat butiran air keluar dari sudut mata sang Raja.
"Dan mahluk lain hidup berdampingan dengan kita, kau sudah melihat salah satunya, betul.. Werewolf. Mereka hidup dengan kita, dalam sebulan mereka dapat berubah bentuk 3 kali. Namun kau melihat seseorang yang tidak berubah kemarin saat kau menghilang. Dia adalah setengah Werewolf Alice." Yang Mulia Raja berhenti berbicara, dia berdiri dan melihat Alice dengan lembut.
"Aku berharap kau bisa menjadi putriku yang sesungguhnya suatu hari nanti, pilihlah salah satu anakku Alice.." Raja tertawa.
"Mereka semua adalah produk dengan kualitas luar biasa!" Raja tidak dapat menahan tawanya lagi.
"Dan jika kau belum puas dengan ceritaku, mintalah Bibi dan Kakakmu untuk bercerita, mereka akan bercerita lebih baik daripada Aku, dan semua rasa penasaran mu akan terpuaskan. Ayo kita masuk, Gara sudah menunggumu." Yang mulia Raja membantu Alice berdiri, mereka masuk kedalam istana.
Ditengah jalan Raja dan Alice bertemu dengan Luca yang baru keluar dari sebuah ruangan.
"Luca kemarilah." Raja memanggilnya.
Luca mendekat dan mengendus aroma tubuh Alice. Luca memperlihatkan kedua taringnya yang masih berlumuran darah, dia menjilatnya dengan lidahnya.
"Diakah wanita yang bernama Alice yang mulia?" Tanya Luca.
"Benar dia adalah Nona Alice, Alice dia adalah keponakanku, namanya Luca."
Alice tersenyum ramah dan mencoba mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Alice.."
Luca mencium tangan Alice dan menjilatnya.
Dia tersenyum dan pergi menghilang.
"Maafkanlah dia Alice, dia memang seperti itu." Yang mulia Raja menyesal dengan tindakan Luca.
Alice menggelengkan kepalanya, dia mencoba tersenyum.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari lorong utama,
Terlihat Gara berjalan mendekat ke arah Alice.
"Ayah aku akan membawanya.."
Samar-samar Alice dapat mencium aroma darah dari tubuh Gara, namun dia enggan bertanya.
Mereka berpapasan dengan perempuan berparas cantik tadi, perempuan itu tersenyum licik dan memperlihatkan taringnya yang runcing. Alice baru sadar wanita itu adalah vampire. Dia semakin curiga terhadap wanita itu, dia terlihat keluar dari kamar Gara dengan Dean disamping nya. Alice menatap Gara, namun Gara tidak menunjukan ekspresi apapun.
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...