raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 meninggal nya suami rania
Mas kamu kenapa mas bangun Rania gemetar karna Arman tiba tiba jatuh mas tolong bangun jangan nakutin aku mas bangun.
Tolong tolong tetangga berdatangan dan membawa Arman ke rumah sakit,Rania tidak berhenti menangis karna shock tiba tiba Rania pingsan.
"Rania bangun nak kasian anakmu menunggumu ayo bangun", Rania dengan mata sembab mata yang masih blur melihat sekelilingnya putih semua.aku dimana ibu ko aku bisa ada disini.
Dimana mas Arman Bu, ibu Rania menangis mendengar pertanyaan anaknya dimana mas Arman Bu tolong jawab Rania mas Arman baik baik saja kan Bu.
Ibu Rania hanya bisa menangis tenang dulu nak tenangkan dirimu,tidak Bu mana bisa Rania tenang kalau belum tau keadaan mas Arman Rania menangis sejadi jadinya.
Mas mas kamu dimana mas semua orang melihat Rania dengan penampilan sangat kacu,semua melihat Rania dengan prihatin karna semua orang sudah tau bahwa suami rania sudah meninggal.
Rania terpaku melihat seseorang di depan nya Rania gemetar melihat ibu mertuanya menangis karna didepan nya seseorang yang sudah terbujur kaku dengan di tutup kain.
Ibu mas Arman kenapa ibu mas bangun apa kamu mau ninggalin aku, sungguh Rania seperti orang kesurupan berteriak memanggil suaminya.
"Mass.... Bangun mas apa kamu mau ninggalin aku dan anak anak sambil memukul mukul jenazah suaminya."
Tangisan Rania melemah dengan suara lirih
"Rania mas.. Kenapa begitu mendadak meninggalkan ku kamu tadi malam baik baik saja,kalau sakit kenapa kamu gak cerita mas."
Semua orang menangis mendengar jeritan Rania sungguh menyayat hati,sudah nak ayo kita urus jenazah suamimu kasian.tidak tidak ada yang boleh menyentuh suamiku dia baik baik saja tolong jangan sentuh suamiku Rania menangis histeris berteriak.
Rania jangan seperti ini kamu harus ikhlas Rania,tidak ibu tidak aku gak mau kehilangan mas Arman Bu tolong ibu.ibu Rania memeluk Rania sungguh malang nasib anaknya.
Ambulan membawa suaminya Rania bersama Rania disampingnya sambil memeluk Arman anak anaknya belum tau ayah nya meninggal.
Mas apa yang harus ku katakan pada anak anak mas apa kamu gak mau bangun mas bisikan Rania sudah melemah sisa sisa air mata nya sudah mengering.
"Mass... Tolong bangun mas aku harus bagaiman membesarkan Mereka aku takut tidak bisa mendidik mereka ayooo bangun mas Rania dengan terisak didepan jenazah suaminya tangisan histeris Rania kembali terdengar ketika jenazah suaminya akan dimakamkan."
"Sudah Rania kamu harus ikhlas kasian suamimu ayoo bangun Jangan persulit jalannya"
"tapi aku bagaimana bu aku tidak bisa hidup tanpa mas Arman kenapa kamu ninggalin aku mass."
"Rania sudah kasian anakmu,ayo kita antarkan suamimu ke peristirahatan terakhirnya jangan terlalu lama Rania."
Dengan berat hati Rania harus kuat untuk mengantarkan suaminya ke peristirahatan terakhirnya.
"Bunda kenapa ayah harus meninggal kita semalam ayah baik baik saja"
Rania memeluk anak anaknya mereka menangis bertiga.sungguh berat ujian mu tuhan
kenapa kau ambil ayah mereka tuhan bagaimana aku harus menjadi ayah sekaligus ibu apa aku bisa tuhan ,jeritan hati Rania.
Iring iringan pengantar jenazah begitu banyak karna teman kerja Arman semuanya hadir.semua prosesi pemakaman selesai
Dan Rania tidak terduduk sambil memegang kayu nisan suaminya,mass tenang disana tolong kuatkan Rania disana.