NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 : Penyesalan Yang Terlambat

BAB 9: Penyesalan yang Terlambat

Malam itu, suasana di dalam ruangan kamar kos sempit milik Bagus terasa sangat mencekam dan menghimpit dada. Sri terbaring lemas tidak berdaya di atas kasur lantai yang tipis dengan kondisi tubuh yang bener-bener mengenaskan, nyaris tinggal kulit yang membungkus tulang belulangnya saja. Suara nafasnya terdengar sangat pendek, berat, dan patah-patah, mengeluarkan bunyi lirih yang serak dari dalam tenggorokannya yang kering kerontang. Di bawah pendar remang-remang lampu neon kamar yang berkedip redup, rona wajah Sri tampak semakin legam, kusam, dengan cekungan hitam yang sangat dalam di sekitar kedua kelopak matanya. Ironisnya, bahkan dalam kondisi fisik yang sudah selemah dan sekritis itu, setiap kali Bagus bergerak sedikit saja atau menggeser posisinya di lantai, kedua mata Sri akan langsung terbuka secara patah-patah. Sepasang matanya yang berkabut itu mencoba bergerak liar mencari-cari keberadaan sosok Bagus, lalu bibirnya yang pecah-pecah akan menyunggingkan seulas senyum kosong yang terlihat sangat mengerikan di tengah kegelapan malam.

Bagus duduk termenung di atas lantai semen yang dingin, menyandarkan kepalanya yang terasa pening ke dinding triplek kamar sambil berulang kali menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Air matanya mengalir deras tiada henti membasahi pipi, menyosor rasa bersalah yang teramat sangat besar yang kini membakar seluruh rongga dadanya. Di dalam keheningan malam yang sunyi itu, ingatan Bagus kembali berputar, mengenang masa-masa indah ketika Sri masih menjadi sosok gadis yang ceria, tegas, modis, dan penuh rasa percaya diri saat bekerja di kantornya. Meskipun kata-kata tajam yang diucapkan Sri di area parkiran kantor waktu itu bener-bener sangat menyakitkan hati, Bagus kini sadar sepenuhnya bahwa sosok Sri yang angkuh dan sombong itu jauh lebih baik daripada kondisi Sri yang sekarang menjadi sesosok mayat hidup tanpa jiwa akibat kebodohan dan ambisi dendam butanya sendiri.

"Maafkan aku, Sri... Tolong maafkan aku," bisik Bagus dengan suara yang sangat serak dan parau, dadanya terasa luar biasa sesak oleh rasa penyesalan yang kini terasa sudah sangat terlambat untuk diucapkan.

Bagus sadar betul bahwa ia sudah tidak bisa lagi mempercayai ucapan Ki Demang yang berhati dingin dan hanya memikirkan transaksi gaib tersebut. Ia juga tidak mungkin sanggup membiarkan Sri mati secara perlahan dan mengenaskan di depan kedua matanya sendiri. Kini, tekad di dalam dadanya sudah bulat penuh: ia harus menyelamatkan nyawa Sri, apapun resiko, konsekuensi, dan bahaya yang harus ia tanggung nanti di masa depan, termasuk jika ia sendiri yang harus kehilangan akal sehatnya menjadi gila akibat hantaman serangan balik dari ilmu pelet tersebut.

Bagus mulai memeras otaknya untuk mencari jalan keluar lain yang lebih aman. Menggunakan ponsel pintarnya yang layarnya baret-baret, ia tidak lagi mengetikkan kata kunci tentang forum ilmu hitam, dukun sakti, atau pelet pengasihan yang ekstrem. Kali ini, jari-jarinya mengetikkan pencarian tentang informasi penyembuhan spiritual jalur putih, pembersihan energi negatif, atau metode ruqyah syariyyah. Proses pencariannya di dunia maya malam itu akhirnya menuntunnya pada sebuah nama tokoh agama yang mumpuni. Beliau adalah seorang ulama kharismatik yang tinggal dan mengasuh sebuah pesantren kecil di pinggiran kota yang sunyi, bernama Kyai Ahmad. Konon berdasarkan testimoni orang-orang, beliau sudah sering sekali membantu menyembuhkan orang-orang yang terkena gangguan psikologis parah akibat serangan gaib atau jeratan ilmu hitam.

Tanpa mau membuang-buang waktu berharga lagi, keesokan paginya saat matahari baru saja terbit, Bagus segera memesan layanan taksi online menggunakan sisa uang tabungan terakhirnya yang tersisa di dompet digital. Dengan sangat hati-hati dan penuh rasa bersalah, ia mengangkat dan menggendong tubuh ringkih Sri keluar dari kamar kos. Tubuh gadis itu kini terasa sangat ringan, layaknya ia sedang menggendong seonggok kapas yang tidak memiliki bobot sama sekali. Sri sama sekali tidak memberikan penolakan atau perlawanan fisik; selama tubuhnya berada di dalam dekapan hangat Bagus, jiwanya yang terikat pelet akan selalu menurut ke mana pun pemuda ojol itu membawanya pergi.

Sepanjang perjalanan membelah jalanan kota menuju ke lokasi pesantren, atmosfer udara di dalam kabin mobil taksi online itu mendadak terasa sangat tidak nyaman dan mencekam. Sang supir taksi online berkali-kali tampak kebingungan, mematikan dan menyalakan kembali tombol AC mobilnya karena merasa suhu udara di dalam mobil mendadak berubah-ubah drastis secara abnormal—kadang terasa sangat panas menyengat kulit, namun beberapa menit kemudian berubah menjadi dingin mencekam yang menusuk tulang.

Di kursi penumpang bagian belakang, tubuh Sri mulai menunjukkan reaksi-reaksi aneh yang tidak biasa. Tubuhnya yang kurus kering mulai bergetar hebat seperti orang yang sedang kedinginan akut, dan kedua telapak tangannya tiba-tiba mencengkram kuat kerah kemeja Bagus. Cengkeraman jari-jarinya terasa sangat kencang dan bertenaga, sebuah kekuatan yang bener-bener tidak masuk akal jika melihat ukuran lengan tubuhnya yang sudah sekerempeng itu.

"Mas... kita... kita mau ke mana?" tanya Sri tiba-tiba. Namun, kali ini nada suara yang keluar dari mulutnya berubah drastis. Nada suaranya terdengar jauh lebih berat, bergaung ganda seperti ada dua suara yang berbicara bersamaan, dan ada getaran kemarahan yang sangat pekat tertahan di dalamnya. "Sri tidak mau pergi... Sri cuma mau sama Mas Bagus saja di dalam kamar kos... Jangan bawa Sri ke tempat itu!"

Bagus tersentak ngeri mendengarnya, namun ia mencoba menguatkan hatinya. Ia memeluk tubuh Sri dengan semakin erat, mencoba menahan gejolak gaib dari entitas tak kasat mata yang mulai berontak hebat di dalam diri gadis itu. Khodam dari Aji Jaran Goyang tampaknya mulai menyadari bahwa eksistensi keberadaannya di dalam tubuh Sri sedang terancam punah. Rasa penyesalan yang mendalam dari hati Bagus kini telah resmi berubah menjadi sebuah perlawanan spiritual jalur putih, dan perang gaib yang sesungguhnya akan segera dimulai begitu roda mobil mereka menginjakkan kaki di halaman pesantren milik Kyai Ahmad.

“Ketika ego dan dendam telah melahirkan penyesalan yang terlambat, jalan pulang hanya bisa ditempuh lewat badai pertempuran yang berdarah. Sesuatu yang kau undang dengan mantra hitam, tidak akan pernah rela melepaskan cengkeramannya tanpa sebuah perlawanan yang dahsyat.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!