follow ig ku : ikromatul_fasila23
prolog
di sini aku menceritakan tentang kisah hidup wanita bernama alisya syifa kamila . wanita cantik , baik serta lemah lembut . tapi sayang kehidupan nya tidak secantik wajah nya , dalam berumah tangga dia dihadapkan dengan suatu yang membuat suami nya pergi meninggalkan nya dengan wanita lain..
dan saat diri nya kembali menata kehidupan nya pasca bercerai dengan suami nya , alisya bertemu dengan pria tampan tapi memiliki sifat arogan , dingin serta suka mempermainkan wanita .
kehidupan seperti apa yang alisya jalani ???
ini lah kisah ku ...AKU YANG TAK SEMPURNA
jangan lupa dukung author ya biar tambah semangat..
dan buat temen" yang mau membaca karya aku jangan lupa like serta komen ya..mungkin ada masukan buat author..terima kasih😊😊
Sudah ada season dua nya tentang Lucio dan Amira dan masih belum tamat, jadi jangan sampai ketinggalann..😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikromatul Fasila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
Awal nya Mommy juga Daddy menentang keputusan Alisya yang ingin pindah dari rumah ini , tapi setelah bujukan dari Alisya akhir nya mereka menyerujui nya.
''Kau tau sayang , kamu sudah kami anggap sebagai anak kami .''ucap Mommy tampak sedih melihat Alisya
''Aku mengerti Tante , hanya Alisya ingin hidup mandiri .''
''Baiklah ..jaga diri kamu baik baik ya dan ingat kalau ada sesuatu atau kamu butuh sesuatu tinggal bilang sama Tante atau sama Bella.''
''Iya Tante , terima kasih banyak atas semua kebaikan Tante.'' Alisya memeluk Mommy
Alisya juga Bella telah tiba di apartemen milik Bella . dan di sana mereka berdua tengah beres'' barang dari Alisya.
''Oh ya Bell , kapan aku bisa mulai masuk kerja??''tanya Alisya antusias
''Besok kamu udah bisa mulai bekerja Lisya dan malam ini aku mau nginep di sini , boleh kan ??''tanya Bella
''Kamu gilak ya , masak iya kamu masih ijin mau nginep di sini , ini kan apartemen milik kamu Bell , malahan aku yang harus ijin ke kamu karena bakal nginep di sini tiap hari''
''Iya iya...kamu emang pinter ngomong ya.''
Hari pun telah pagi , Alisya juga Bella tengah bersiap untuk pergi ke Kafe nya dengan mengendarai mobil milik Bella . di tengah perjalan Alisya melihat sebuah panti asuhan yang ramai dengan anak anak bermain.
.''Bell..kita berhenti dulu di panti asuhan itu ya.''tunjuk Alisya
''Oh..baiklah.''
Mereka pun pergi menuju panti asuhan tersebut , dan Alisya sangat senang melihat anak anak bermain dengan ria nya.
.''Andai saja aku di berikan kesempatan untuk memiliki seorang anak , anak yang lahir dari rahim aku , pasti sangat menyenangkan hiks."gumam Alisya dan tak terasa air mata nya jatuh mengenai pipi nya
Bella yang melihat sahabat nya menangis pun mengerti akan keadaan yang tengah Alisya alami.
''Sudah lah Alisya..aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan memiliki seorang anak dengan orang yang tepat.''Bella mencoba menghibur Alisya
''Kau tau Bell , aku jadi ingin berada di sini , aku ingin menjadi Sukarelawan untuk mengajar di panti asuhan ini.''
''Kmu yakin Lisya??''tanya Bella
Alisya hanya mengangguk tanda setuju.
''Baiklah kalau begitu kamu akan ajukan untuk mengajar di sini dan masalah kafe kamu bisa masuk shif siang , bagaimana??"
''Kamu beneran Bell..terima kasih banyak ya Bell.''Alisya memeluk Bella dengan sangat erat.
.''Uhuk..uhuk..Lisya l..lepas..a aku gak bisa nafas.''Alisya pun melepas pelukan kan nya.
.''Hehe..maaf Bella , soal nya aku terlalu senang mendengar nya.''
.''IYa iya..tapi gak harus mau bunuh aku juga kali.''dengan wajah cemberut nya
.''hehe..iya maaf.''senyum Alisya
Tak terasa sudah satu minggu Alisya berada di Amerika , Alisya sangat senang dalam kehidupan baru nya ini , dengan merasakan ketenangan dan juga kebahagian dengan orang orang baru di negara ini . Dan juga perlahan Alisya sudah mulai melupakan Dimas.
''Baiklah anak anak , sekarang kita mulai belajar nya .''kata Alisya kepada murid yang berada di panti asuhan itu.
Alisya sangat senang dengan profesi nya saat ini menjadi seorang guru , secara tidak langsung Alisya bisa merasakan menjadi seorang ibu , meskipun hanya ibu untuk murid nya tapi itu sudah membuat Alisya senang .
''Bu..aku mau tanya boleh ??''tanya salah satu murid Alisya dan Alisya pun langsung menoleh ke arah murid nya yang bertanya itu.
.''Ternyata seperti ini rasa nya di panggil ibu , meskipun hanya sebagai ibu untuk murid ku , tapi aku senang.''gumam Alisya sambil melihat ke arah murid nya.