Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13 Jalan-jalan Bersama
Pagi itu Tama dan Lusiana telah bersiap untuk ziarah ke makam orang tua Lusiana mertua nya Tama. Sebelum pergi ke tempat pemakaman mereka mampir dulu untuk membeli bunga, di pusara orang tua nya Lusiana menitik kan air mata karena sangat merindukan kedua orang tuanya itu.
"Ma, pa, maafin Lusi ya, baru sempat jenguk mama papa, hari ini Lusi datang kesini sekaligus memperkenalkan suami Lusi pada mama papa" kata Lusiana.
"Assalamualaikum ma, pa, ini aku Tama suami nya Lusiana, aku janji aku kan jaga Lusi, aku akan menyayangi nya seperti mama papa menyayangi Lusi" ucap Tama.
Setelah selesai ziarah ke makam orang tua Lusiana, Tama mengantar Lusiana kerumah sedangkan Tama kembali ke kantor.
Di perjalanan Tama melihat Nurin dengan seorang lelaki, lelaki itu tidak di kenal Tama, seperti nya bukan Romi. Karena Tama nggak mau berurusan lagi dengan Nurin maka ia tak terlalu memperhatikan Nurin sedang lagi bersama siapa.
Tama terus saja mengemudikan mobil nya.
Dan ternyata di lihatnya Nurin memang sedang bertemu dengan seorang pria paruh baya bukan teman atau ke kasih Nurin.
Setibanya nya di kantor Tama langsung memanggil Hendrik untuk ke ruangan nya.
"Tuan memanggil saya? tanya Hendrik
"Iya, saya mau nanya, apa saya ada pertemuan penting hari ini? tanya Tama.
"Enggak ada tuan, tuan seperti nya bisa bersantai hari ini" tutur Hendrik.
"Begitu kah, bagaimana pembangunan hotel kita itu, apa ada masalah?" tanya Tama lagi.
"Sampai saat ini belum ada tuan, sampai sekarang masih berjalan sesuai rencana tuan" kata Hendrik.
"Bagus kalau gitu, tolong beri tahu saya untuk perkembangan nya selanjutnya" perintah Tama.
"Baik tuan, apakah tuan mau pulang cepat hari ini, karena saya yang akan menghendle pekerjaan tuan hari ini" kata Hendrik.
"Nggak perlu, saya pulang seperti biasanya saja" ujar Tama.
"Apakah tuan nggak mau ngajak non Lusi buat jalan-jalan, seperti nya tuan belum pernah pergi jalan-jalan berdua dengan non Lusi" saran Hendrik.
"Kamu benar juga sih, kenapa saya nggak kepikiran ke sana sih, apa lagi bentar lagi Lusi mau kuliah jadi pasti nya dia akan sibuk" kata Tama setuju.
"Nah itu tuan" kata Hendrik.
"Ya udah kalau gitu tetap hubungi saya kalau ada sesuatu" pinta Tama
"Baik tuan, selamat bersenang-senang" kata Hendrik.
"Setelah itu Tama langsung menghubungi Lusiana"
"Hallo, kamu lagi apa?" tanya Tama
"Nggak ada, lagi cari-cari tempat kuliah aja nih di ponsel" jawab Lusiana.
"Bagaimana kalau kita hari ini jalan-jalan" ajak Tama.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Lusiana.
"Kemana aja, asalkan kita bersama" ucap Tama.
"Ya udah, aku siap siap dulu" jawab Lusiana.
"Oke, bentar lagi aku jemput ya" kata Tama.
Tak lama kemudian Tama telah datang untuk menjemput Lusiana, hari itu mereka habiskan bersama seperti para remaja yang berpacaran. Mulai dari ke taman, ke bioskop dan makan malam bersama.
Pada saat makan malam di sebuah restoran Tama juga melihat Nurin lagi dari kejauhan masih dengan seorang pria yang di lihat nya tadi pagi, dari kejauhan Tama seperti nya mengenal lelaki itu, tapi dia tidak dapat melihat wajah laki-laki itu.
"Hei, mikirin apa sih" kata Lusi mengagetkan Tama.
"Enggak, aku senang aja sih, akhir nya aku bisa merasakan bahagia bersama wanita yang sangat aku cintai ini" elak Tama.
"Aku juga sangat senang kok, terimakasih ya untuk hari ini" jawab Lusiana.
"Iya, kita akan sering-sering kayak gini kok, sebelum kamu sibuk kuliah nanti" ucap Tama
"Nggak lah sesibuk apapun aku dengan kuliah ku nanti, tetap kamu adalah prioritas ku" kata Lusiana.
Sampai di rumah pun, Tama masih memikirkan siapa pria yang lagi bersama Nurin itu, seperti nya dia tidak asing, tapi setelah mengingat ingat nya Tama tak kunjung menemukan titik temu siapa pria itu sebenarnya, menanyakan langsung kepada Nurin itu tidak mungkin pastilah itu akan membuat Nurin salah paham.
*Lusiana*
Seperti yang kami rencanakan kemaren malam bahwa kami akan berkunjung ke makam papa mama di pagi hari, saat di pemakaman aku mengenal kan suamiku pada mama papa dan setelah pulang dari pemakaman ternyata suami ku mengajak ku untuk jalan-jalan bersama.
Aku sangat senang karena ini kali pertama nya kami jalan-jalan bersama, aku berharap sesibuk apapun kami nanti moment ini pasti akan terulang lagi.
Akhirnya nomor kelulusan Lusiana keluar, seperti apa yang telah di rencanakan, Lusiana melanjutkan pendidikan nya di sebuah perguruan tinggi swasta. hari-hari perkuliahan di jalani Lusiana dengan senang hati dan lancar.
Seperti mahasiswa yang normal nya tak ada yang mengetahui bahwa Lusiana telah menikah, sehingga ia seperti anak remaja lainnya. sampai akhirnya hari-hari berlalu begitu cepat tanpa terasa ternyata sudah menghitung hari lagi Lusiana resmi menyandang gelar sarjana hukum, karena Lusiana tertarik dengan jurusan hukum.
Hari yang berbahagia yang sangat di nantikan itu membuat Lusiana tak sabar hingga ia begitu sibuk untuk menyiapkan segala sesuatu nya, terlebih lagi Tama yang begitu antusias akan mendampingi Lusiana di hari yang berbahagia nya itu.
Tak lupa Lusiana mengundang Hendrik yang di anggap sebagai penyatu hubungannya dengan Tama sekaligus di anggap kakak bagi Lusiana.
Di bawah ini penampakan foto Hendrik :
Selesai pemasangan toga, kini tibalah saatnya sesi foto, namun raut sedih terlihat di wajah Lusiana
"Kok kamu murung gitu, kamu harus bahagia dong kan hari ini hari spesial bagi kamu" ta? kata Tama.
"Mama Naomi kok gak datang" ucap Lusiana.
"Mungkin dia nggak tau" jawab Tama.
"Aku sudah kasih tau dia, aku WhatsApp dia, dibaca nya kok, se benci itu kah dia padaku? sehingga dia tidak menghiraukan aku lagi" tutur Lusiana.
"Aku coba hubungi dia ya, mana tau kalau aku yang menyuruh, dia mau datang, atau aku suruh aja Hendrik menjemput nya" pinta Tama.
"Nggak usah, aku juga nggak tau dia tinggal di mana sekarang, semenjak hari itu aku sudah tidak bertemu dengan nya lagi" kata Lusiana.
"Aku bisa melacak keberadaan nya, aku bisa menyuruh orang untuk mencari di mana ke beradaannya" tutur Tama.
"Nggak perlu deh, biar nanti dia menemui aku sendiri" kata Lusiana.
"Ya udah, terserah kamu aja" kata Tama.
Tiba-tiba di tengah keseruan mereka berfoto datang lah Romi dengan Nurin, nggak tau apa tujuan mereka datang yang jelas tak ada yang mengundang mereka baik itu hendrik, Lusiana apalagi Tama.
"Selamat ya Lusiana" kata Romi sambil menyodorkan buket bunga kepada Lusiana
"Ngapain sih loe datang?!" tanya Tama.
"Santai dong, ngapain mesti marah-marah aja sih, nggak bisa kah kita berdamai saja" tawar Romi.
"Berdamai? bukankah loe yang selalu mencipta kan permusuhan, jika sekarang loe mau berdamai, jangan-jangan loe lagi merencanakan sesuatu" selidik Tama.
"Loe berprasangka buruk aja sama gue, gue datang kesini dengan niatan baik" kata Romi
"Iya, kenapa sih kamu marah-marah mulu, apa karena perempuan ini? kata Nurin menunjuk Lusiana.
"Eh!!! kamu bisa diam nggak, aku nggak mau mengacaukan acara ini, tolong jaga sikap mu "ujar Tama.
"Udah, udah,mending kita pulang aja, nggak usah berdebat di sini, malu di lihatin orang, pasti Betri telah menyiapkan makan siang yang lezat bukan" kata Lusiana.
Tama juga teringat bahwa ia telah menyiapkan surprise atas kelulusan lusiana
"Ya udah, kita pulang sekarang ya"kata Tama
"Kalian nggak ngajak kita" ucap Romi.
"Ngapain juga kalian ikut, ini hanya acara makan siang keluarga, aku nggak mengundang orang asing" tutur Tama.
"Kok Lo gitu sih, bukan kah kita sudah temanan sedari kecil" kata Romi.
"Teman apaan, aku nggak ada punya teman seperti loe" ujar Tama.
"Loe aja yang gak sadar sebenar nya gue peduli sama Lo sebagai seorang teman, kalau nggak mana mungkin gue investasi di perusahaan Loe" kata Romi.
"Ya udah kalian ikut aja kita makan siang bersama" kata Lusiana.
"Sayang, kamu apa apaan sih" ucap Tama dengan nada meninggi.
"Kenapa, bukan kah mereka teman kamu, kamu harus bersikap baik dengan nya?" ucap Lusiana.
"Kamu jangan buat aku marah ya, aku nggak mau marah-marah ya" kata Tama.
"Tuh, istri loe aja ngizinin kok" ucap Romi.
"Ini hari spesial aku ya, aku nggak mau ada orang lain yang mengacau kan nya, tolong pengertian kamu, setidak nya lakukan ini demi aku" pinta Lusiana.
"Mendengar Lusiana bicara seperti itu, akhir nya Tama luluh juga"
"Ini karena istri gue yang minta ya, kalian di izinkan makan bersama kami di rumah" kata Tama.
"Nah gitu dong, kapan lagi kita bisa ngumpul bersama seperti ini" ucap Romi.
Namun Nurin ingin satu mobil dengan Tama dan Lusiana.
"Ya udah aku ikut dengan mobil kalian ya" pinta Nurin.
"Nggak!!" ucap Tama tegas.
"Lah kok kamu gitu sih" ucap Nurin.
"Ya udah sayang nggak papa Nurin bisa duduk di depan dengan Hendrik, kita di belakang berdua" ucap Lusiana membujuk Tama.
"Kamu nggak kenal dengan perempuan ini, dia mempunyai fikiran yang licik, jangan-jangan dia mau jahatin kita" tutur Tama.
"Se picik itu kah aku, sehingga aku nggak ada baik nya di mata kamu" ucap Nurin.
"Kamu nggak boleh ngomong gitu, nggak mungkin juga Nurin mau jahatin kita, kan disini ada Hendrik" tutur Lusiana.
"Kamu datang dengan Romi kan, kenapa nggak pergi dengan dia aja" kata Tama.
"Ya udah deh kalau kamu nggak ngizinin aku nggak maksa juga kok, lagian aku juga udah nggak mau lagi cari masalah dengan mu, " kata Nurin.
"Mendengar perkataan Nurin membuat Lusiana merasa kasihan"
"Nggak-nggak, kamu ikut dengan kita aja ya, udah nggak papa kok" kata Lusiana.
"Benar kamu mengizinkan kan aku ikut bersama kalian?" tanya Nurin.
"Iya, ya udah deh, kamu boleh satu mobil dengan kita" tutur Tama.
"Makasih ya Lusi" ucap Nurin.
Lusiana mengangguk kan kepala sambil tersenyum.
Di dalam mobil Tama terus terusan memegang tangan Lusiana, dari kaca spion mobil Nurin memperhatikan tingkah Tama pada Lusiana
"Seperti nya kalian pasangan yang romantis ya" kata Nurin.
"Hmmmm, makasih ya Nurin, tapi kamu benar sih suami ku selalu bersikap manis pada ku" ucap Lusiana.
"Ngomong-ngomong, kamu rupanya baik banget ya, setelah apa yang aku lakukan terhadap kamu, namun kamu masih bersikap baik pada ku" ucap Nurin.
"Kamu sebenarnya ada apa sih, dan kenapa tiba-tiba baik gini" kata Tama.
"Jangan curiga an gitu ah" ucap Lusiana
"Iya, mungkin aku kemaren salah ya, aku berfikiran bahwa aku mungkin bisa mendapatkan kembali Tama, tapi setelah aku lihat-lihat seperti nya aku sangat bersalah bersikap buruk pada mu Lusi " kata Nurin.
"Halah nggak usah basa basi gitu deh, kamu mau apa sih sebenarnya" kata Tama tak percaya.
"Terserah kamu deh, yang jelas aku nggak mau berdebat lagi dengan mu, aku hanya mau berteman dengan mu dan Lusiana itu aja kok" ucap Nurin.
"Heh, kamu fikir aku percaya gitu" kata Tama
"Ya udah terserah kamu, aku juga nggak maksa kamu buat percaya pada aku" tutur Nurin.
"Udah, udah, aku mau kok berteman dengan kamu Nurin, apa lagi selama ini aku nggak punya teman baik" ucap Lusiana girang
"Benarkah?" tanya Nurin
"Iya, kapan-kapan kita bisa main-main atau belanja bareng kok" tutur Lusiana.
"Aku senang banget deh, yang kemaren kemaren aku minta maaf ya" ucap Nurin.
"Iyaa, nggak usah di fikir kan yang sudah berlalu" kata Lusiana.
Bersambung 🥰
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD