NovelToon NovelToon
Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Poligami / Tamat
Popularitas:408.7k
Nilai: 5
Nama Author: Farida Alsa

jangan dibaca..beberapa bab terhapus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Alsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebenarnya anak siapa?

Zia dan anak-anak sedang berkutat didapur membantu Zia membuat kue pesanan yang akan diantar sehabis maghrib. Mungkin keputusan Zia benar dengan menyibukkan diri maka pikirannya tidak akan selalu kosong.

Zia terus mengolah pesanannya hingga hampir sore hari baru selesai, dilanjut memasak untuk makan malam.

Saf dan Aif paling seneng kalau sudah disuruh membantu di dapur.

"Pada ikutan bau bawang nie anak mama. Mandi bareng sana biar sholat ashar. Mama mau beresin dapur dulu." Zia dengan sigap membereskan dapur setelah anaknya pergi mandi.

"Ma..Kami uda selesai." Beritahu Saf.

"Ya udah, bajunya uda mama siapin di tempat tidur. Mama juga mau mandi." Zia selalu menyiapkan baju anaknya setiap mandi karena kalau anaknya yang cari diyakinin akan berantakan satu lemari.

Saat pukul 5 sore mereka mau bersantai nonton tv tiba - tiba ada suara ketukan di pintu.

"Bukannya bakal dijemput habis maghrib ya?" Pikir Zia.

Ziapun dengan segera membuka pintu dan dia sangat terkejut dengan siapa yang bertamu di rumahnya sambil menggendong gadis kecil.

"Anda..?"

"Assalamualaikum..," Salam Abi

"Waalaikumsalam. Ada apa ya?"

"Ehm,, Saya boleh masuk dulu gak?"

"Eh ituu, silahkan masuk." Zia rada ragu mempersilahkan Abi masuk.

"Siapa ma?" Tanya Saf menghampiri Zia ke ruang tamu

"Ini ada tamu."

"Wah ada adek gemesh." Seru Aif yang mengikuti kakaknya dari belakang.

"Pa, ithu Aak-aak aik." Tunjuk Icha.

"Ha? kakak - kakak baik?" Sejak kapan anak kecil itu kenal anaknya.

"Eh itu ehmm, Kakak - kakak bisa bawa adiknya main dulu? Om mau bicara sebentar sama mamanya." Abi tergagap menjawab pertanyaan Zia langsung mengalihkan pertanyaan ke anak Zia.

"Baik om, Aif bawa adeknya ke ruang tv. Kakak mau buat minum dulu." Ajak Saf membawa sikecil Icha yang menggandeng tangan Aif.

"Izinkan saya memperkenalkan diri saya dulu. Saya

Abi Zidan. maksud kedatangan saya kemari saya ingin meminta maaf dengan tulus karena sudah menabrak suami anda sampai merenggut nyawanya." Ucap Abi dengan tulus terlihat begitu banyak penyesalan yang dirasakannya.

"Bukannya kemarin sudah selesai ya?"

"Iya tapi saya belum lega.. Saya juga mau memberi uang sebagai bentuk pertanggung jawaban saya karena telah menghilangkan tulang punggung keluarga ini."

"Maaf nyawa suami saya bukan di nilai dari uang. Saya ikhlas biar Allah menggantinya dengan tempat terbaik." Tolak Zia

"Tapi.." Abi masih bersikukuh memberi bantuan..

"Gak ada tapi - tapi atau anda mau buat saya tersinggung?"

"Tidak maaf."

Pembicaraan selesai bertepatan dengan Saf membawa minum air teh manis ke ruang tamu, sedikit lama karena ternyata air panasnya habis jadi Saf harus merebusnya lagi.

"Terima kasih."

"Sama - sama om."

"Saf bawa adeknya kemari, mama mau kenalan dulu." Zia sudah risih berdua aja duduk diruang tamu bersama Abi.

Safpun dengan segera membawa Icha dengan Icha ditengah yang kedua tangannya digandeng Saf dan Aif.

"Papa,aaknya aik anget. atha aak, itha okheh obok chini." Cerita Hana yang lebih memilih duduk dipangkuan Saf.

"Loh jadi papa bobok sama siapa?"

"Papa obok cheundkhi." Saf tertawa kecil melihat jawaban Icha.

"Waduh kok papanya suruh bobok sendiri? gadis manis siapa namanya?" Tanya Zia

"Papa an cheukhakhu obok ceundikhi aok mama kekhja. ehmm thaya itha ante."

"Tante?" Zia kurang biasa dipanggil tante

"Namanya icha ma, tadi Aif pikir juga namanya itha ternyata salah." Aif terkikik geli saat salah terus menyebut nama icha.

"Icha jangan panggil tante dong. panggil bunbun aja gimana?" Dikomplek itu anak kecil memang sering memanggil Zia bunbun kurang afdol kalau kata tante bagi Zia.

"Oe bunbun." Tiba - tiba Icha berbisik ke Zia tapi tetep aja suaranya terdengar ke yang lain. "Bun, aak ok paek ijab? apa ndak gekhah?"

"Icha tahu permen gak? permen manis gak?"

"Manis sekakhi bunbun, itja ajha suthak."

"Nah kalau permennya gak dibungkus jadinya gimana?" Tanya Zia sambil mengambil ahli icha dipangkuan Hana agar duduk dipangkuannya.

"Athian pekhmenna bunbun dimaem ceumut nakhal."

"Nah gitu juga dengan Icha dan kakak, perempuan itu ibarat permen yang manis. kalau gak dipakaikan hijab ntar siapapun bisa mencicipin manisnya tapi kalau dibungkus manisnya gakkan bisa semua orang yang rasakan." Zia mencoba memberikan pengertian pada Icha.

"Api itha uthak aok di bikhang manis chama okhang bunbun."

"Tapi kalau permen yang terbuka itu sudah dimakan semut apa icha masih mau?"

"Ndak au bunbun, jokhok ihh.." Jijik icha

"Makanya kakak pakek hijab biar manisnya kakak tetap terjaga gak jorok dilihat atau dipegang sembarang orang."

"Adek Icha tahu neraka?" Tanya Saf.

"Au ak,, anas ada api-api na besakh ak, shekheum shekakhii."

Icha bergidik ngeri membayangkan neraka imaginasinya.

"Kalau icha gak pakek hijab, ntar papa icha bisa masuk neraka karena biarin anaknya yang manis ini dilihatin semua orang."

"Itha eundak au papa mashuk nekhaka. ntakh papa ethatitan khena api ak."

"Makanya kita harus pakai hijab."

"Ntakh itha tukhuh papa bekhi ijab itha."

"Itu baru gadis soleh." Ucap Saf

Abi yang dari tadi hanya mendengarkan terkesima dengan jawaban ibu dan anaknya yang mudah dimengerti.

Dia sendiri bingung untuk menjelaskannya.

"Ini Icha sebenarnya anak siapa si? kok dari tadi ngomongnya sama bunbun dan kakak terus. Papa dicuekin." Abi pura - pura merajuk.

"chup - chup papa, Itha anak papa ok." Icha menepuk - nepuk kaki Abi saat turun dari pangkuan Zia.

"Kalau gitu ayo kita pulang uda sore banget ni."

"Api itha au obok ama aak." Icha mulai memasang wajah memelas meminta persetujuan papanya.

"Tidak hari ini sayang, besok - besok kita datang lagi oke."

"Pokhmise?" Sambil menjulurkan jari kelingkingnya

"Promise." Sambut jari kelingking Icha.

Akhirnya mereka pulang juga, Zia sudah merasa lega dia berfikir mungkin ini terakhir mereka berjumpa.

Tapi takdir siapa yang tahu..

#Semangat#

#abizia#

#Bagaimana takdir menjumpakan mereka lagi?

#like,comment and vote ya dears..#

1
cerita tamatnya cek di f***zo y kak.. udah tamat disana. penulis sasacuap
Fransiska Siba
Mungkin itu yg terbaik Fanny, Fanny juga begitu krn sifat keras hatinya. apalagi dimasalalu disebeb kan neneknya dan istri pertama papanya
Fransiska Siba
papanya aja udah jail gimana anaknya ga jail wkwkwk
Fransiska Siba
aku tetap Zia dan Abi, soalnya Fanny sdh kelewatan bangett. bertindak sesuka hatinya tanpa berpikir apa yg akan terjadi kedepannya
Fransiska Siba
makanya Abi kau jgn kayak Beny yaa, lembek. kasihan sekali keluarganya Rianti dan Beni akibat neneknya dan istri pertamanya Beny
Fransiska Siba
astga Fanny kau akan menyesal seumur hidup
Fransiska Siba
Nah org sepeti Radit yg bisa mendampingi Fanny, org bisa membuat Fanny turut padanya, ga sepeti Abi kesanya lemah terhadap Fanny jadi kalau ketemu kebawa emosi bisa istilahnya mereka tdk cocok disatukan krn sama2 keras
Fransiska Siba
kan dlu sdh Abi peringati tp kau ngeyel dgn ambisimu. padahal Abi dgn mati matian menjaga mu dan mencintai mu sepenuhnya tp kau saja yg tidak move onn dari masa lalu.
kayaknya Bagas dan Fanny membalas dendam masing2 deh padahal yg bersalah adalah bapaknya sendiri
Fransiska Siba
waduh berarti keluarga mama tiri dan bapaknya Fanny yg tdk beres, masa Bagas yg dlu tdk tahu apa2 ikut terlibat membenci saudara tirinya. pasti ada yg menanamkan kebencian itu
Fransiska Siba
aku malah dukung Abi sama Zia mereka cocok, kalau sama Fanny yg ada tdk ada kebahagian krn Abi sama Fanny sama2 keras dan berambisi dgn tujuan mereka. Zia hadir dihiduo Abi krn takdirnya membawanya dan Fanny hadir di hidup Abi krn Abi yg membawa dgn ambisi utk menyembuhkan Fanny, dia punya keyakinan utk menunjukkan gini lohh berumah ttangga yg seharusnya, Tp Abi tdk bisa memberikan itu krn dia tidk bisa membimbing istrinya bahkan dia tdk tahu isi hati istrinya, ga bisa ambil hati istrinya, yg bisa mendampingi Fanny adalah seorg yg ahli yg memahami dunia psikolog sehingga dia bisa baca gerak gerik tingkah Fanny sebenarnya Fanny mau apa2 dan dia dikasih arahan seperti apa. dia harus lembut tp tegas ga sepeti Abi mudah emosian dan tdk sabaran dan dia cepat putus asa
Fransiska Siba
kalian berdua yg gila, sama2 gila, Fanny terjebak dgn permainan gilanya krn masa lalu, dan Abi juga ikut gila krn mengikuti semua kemauan Fanny, seharusnya Abi kalau tujuan menyembuhkan bukan dgn mengikuti kemuan istrinya tp bagaimana cara nya dia lakukan dgn kata lembut supaya Fanny luluh dan ikuti kemauannya. mereka sama2 berambisi dan keras jadi susah utk disatukan
Fransiska Siba
nahkan Fanny dan Abi itu ambisi mereka terlalu tinggi, Fanny ambisi ya jahat sedangkan Abi ambisinya demi kebaikan tp menjadi malapetaka buat diri sendiri dan keluarga nya kelak
Fransiska Siba
makan tuh cinta gila mu Abi, krn itu obsesi mu juga dlu pengen buat Fanny bahagia dan pengen buat Fanny bisa merasakan pernikahan itu bahagia dan indah tdk sepeti org tua Fanny dlu sedangkan Fanny berambisi dgn sama masa lalunya utk mengwujudkan mimpinya sukses dan melampiaskan kepuasaan ya kalau istri pertama tdk terkalahkan dgn istri kedua. pasti itu rencana gila Fanny. dia cari objeknya yaitu Abi dan Zia. Abi dgn bodohnya menyeret Zia yg tdk tahu apa2. kalau aku baca isi novel ini secara tersirat Abi punya ambisi tersendiri utk menyembuhkan Fanny artinya bukan cinta malah dia membuat malapetaka utk keluarganya termasuk anak dan ortu apalagi diri sendiri dan Fanny berambisi dgn masa lalunya dgn membalas dendam dan menunjukkan dia bisa bahagia dgn sukses dan mencari pempiasan pembuktian istri pertama tdk terkalahkan. Abi dan Fanny tdk saling mencintai. Kata lain cinta yg sering mereka ungkapkan adalah cinta ambisi mereka...
cinta sejati yg seharusnya adalah Zia dan Farhan cinta mereka tumbuh krn Allah.
Fransiska Siba
kayaknya disekap itu Ibunya dan Bapaknya Fanny deh. Fanny itu bukan depresi tp psikot.
Fransiska Siba
berarti Fanny tdk cocok dgn Abi, Fanny lebih cocok dgn seorg dokter psikologi yg mendampingi dia, kalau sama Abi dia tdk sabaran mendidik istri apalagi dgn nada marah. Kalau sifat Fanny org nya keras jadi harus dilembutkan kata2 mutiara tiap hari. kalau sama Abi orgnya juga keras dan tdk sabaran jadi dia lebih cocok dgn Zia yg lembut dan juga tegas.
Fanny tdk salah to keadaan masa lalu yg merubah karakternya menjadi ambiisi krn obsesinya belum tercapai membuktikan ke Ayahnya kalau dia sdh sukses, pengen lihat Ayahnya bagaimana rupanya apakah dimasa tuanya ada penyesalan atau tidk, yakin deh pasti menyesal.
Fransiska Siba
berarti Fanny menciptakan keadaan seperi yg dialami ibunya dlu. Fanny rusak krn keluarga ayahnya dan Ayahnya itu sendiri pada akhirnya anak jadi korban
Fransiska Siba
Benarkan, Abi yg tidak bisa mendidik istrinya jadi jgn salahkan Fanny di sini kalau berbuat salah krn Abi tdk bisa tegas sekali buat jera istrinya terlalu lemah sama istri apakah krn cinta matinya
Fransiska Siba
benar kata Zia, suami tdik becus urus istri. tidak heran istrinya begitu suaminya saja lemah. kalian satu keluarga bermasalah tp Zia kalian korbankan dasar keluarga tdk jelas sdh buat Zia dan anak2 nya hilang sosok suami dan anak2 masih saja memanfaatkan kesempatan utk keuntungan keluarga mereka
Fransiska Siba
menurutku sungguh penghinaan bagi Zia, suaminya baru meninggal di suruh org menikah lagi apalagi Fani suka ngatur hidup org, suami mu bisa kau atur tp jgn org lain.
betul kata Zia, Abi sebagai kepala keluarga terlalu lemah dan tidak bisa mendidik istrinya selalu saja kalah
Mawar
mampirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!