Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ayah
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
***
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, suasana mobil nampak hening dan tidak ada percakapan sama sekali antara Leo dan Raina.
Raina ingin sekali memulai sebuah pembicaraan dengan Leo namun ia sangat bingung harus memulainya dari mana, lalu akhirnya ia memutuskan untuk tetap memulai percakapan.
"Tuan Leo kenapa kau repot-repot menjemput ku, aku bisa pergi sendiri."
"Maaf Nona, saya hanya menjalankan perintah dari tuan muda."
"Memangnya aku siapanya tuan muda sehingga kau repot-repot harus menjemput ku."
"Kalau untuk itu, Nona tanyakan langsung kepada tuan muda." Ucap Leo datar
Raina mendengus kesal, karena tidak mendapati jawaban yang sesuai dari mulut Leo.
Tak lama mobil yang dikemudikan Leo telah sampai didepan pintu masuk rumah sakit, segera saja Raina turun dan berjalan menuju ruang ICU dan menghampiri ibunya.
"Ibu bagaimana kabar ibu?" Sapa Raina sembari memeluk ibunya dengan erat
"Raina, ibu baik saja dan sangat merindukanmu." Sembari memeluk tubuh anaknya
"Rain baik saja Bu, bagaimana keadaan ayah?"
"Ayahmu belum sadarkan diri nak, apa kau dirumah tuan muda baik saja?"
"Iya ibu, tenang saja aku sangat baik-baik saja."
"Syukurlah nak, ibu sangat menghawatirkan mu."
"Aku ingin melihat ayah Bu."
"Marilah nak, tapi kita hanya bisa melihat dari arah luar saja."
"Tidak apa-apa ibu, itu sudah lebih dari cukup untukku."
Raina dan ibunya berjalan kearah kaca ruang ICU, tersirat aura kesedihan yang mendalam.
"Ayah, bangunlah aku merindukanmu."
Raina memperhatikan dengan seksama tubuh tua sang ayah, tiba-tiba sekelebat ia seperti melihat tangan sang ayah bergerak perlahan.
"Ibu, lihatlah tangan ayah bergerak."
"Mana nak mana?"
"Itu Bu." Tunjuk Raina
"Iya nak, aku benar sebentar ibu panggilkan dokter dulu."
Tak lama, nampak dokter dan suster berlarian kearah ruang ICU untuk segera memeriksa keadaan pasien.
Setelah cukup melakukan pemeriksaan, dokter keluar dari arah ruang ICU lalu menghampiri Raina dan juga ibunya.
"Bagaimana dok, keadaan suami saya?"
"Begini nyonya, pasien sudah sadar namun keadaannya sangat lemah."
"Apa kami boleh masuk untuk melihatnya dok?" Tanya Bu lili
"Boleh, namun harus mengenakan pakaian steril yang sudah disiapkan pihak rumah sakit ya Bu."
"Baik dok, terimakasih."
"Ibu, aku ingin melihat ayah."
"Baiklah nak, ayo."
Bu lili dan Raina berjalan menuju ruang ganti dan mengganti pakaian steri, setelah itu mereka bergegas untuk masuk kedalam ruang ICU.
"Ayah apa keadaanmu baik saja?" Ucap Bu lili sembari menggenggam tangan suaminya dengan lembut
"Iya, sudah lebih baik."
"Ayah, aku merindukanmu." Sahut Raina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kemarilah nak, ayah ingin berbicara kepadamu."
Raina mendekat dan duduk dikursi yang dimana berada disebelah ayahnya sembari memegang tangan tersebut dengan sangat lembut.
"Raina anakku, ayah tidak tau sampai kapan ayah akan bertahan hidup --" Ujarnya terputus
"Ayah mengapa berbicara begitu." Kesal Raina
"Kau kenapa berkata seperti itu sayang." Imbuh Bu lili
Pak Indra menghembuskan napasnya pelan-pelan.
"Ayah ingin kau menikah nak, ayah takut umur ayah tidak panjang dan ayah tidak bisa lagi menjagamu."
"Ayah berbicara apa sih." Rengek Raina
"Sayang, kau jangan bicara begitu kau harus tetap hidup untuk menemaniku." Semangat Bu lili
"Itu sudah pasti sayang, hanya saja aku ingin melihat Raina menikah." Tatap pak Indra kepada Bu lili dengan tatapan sendu
"Ayah mohon nak, ini permintaan ayah untuk pertama dan terakhir kalinya, ayah tidak akan meminta apapun lagi kepadamu." Mohon pak Indra
"Tapi Raina masih sekolah yah." Tolak Raina
"Sebentar lagi kau lulus sekolah nak, lalu segeralah menikah."
Raina menatap kedua mata ibunya dan mengisyaratkan bahwa ia belum bisa untuk memenuhi keinginan ayahnya.
Namun demi kesehatan suaminya, Bu lili menganggukkan kepalanya sebagai pertanda untuk mengiyakan saja permintaan ayahnya.
"Baiklah ayah, Raina aku lakukan itu."
"Terimakasih nak."
Setelah bercengkrama dengan ayah dan ibunya, Raina berpamitan untuk pulang. Sesampainya didepan pintu masuk Raina melihat Leo yang telah berdiri disamping pintu mobil.
"Mari Nona kita pulang." Ucap Leo datar
Tanpa banyak bicara lagi, Raina pun masuk kedalam mobil dan mobil melesat pergi dari rumah sakit.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa