NovelToon NovelToon
Istri Culun Pria Narsis

Istri Culun Pria Narsis

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:564.3k
Nilai: 5
Nama Author: maililiani

Intan, memiliki sifat pemalu, inscure, dan selalu menghindar dari keramaian. Penampilannya selalu menggunakan kacamata, rambut yang selalu diikat satu, membuat penampilannya terkesan culun. Intan dinikahkan oleh Mama dan Papanya dengan laki-laki narsis, hanya dikarenakan hutang keluarganya. Namun siapa sangka, ternyata hutang adalah sebuah kebohongan agar Intan mau menikah.

Begitu pula dengan sebaliknya, Rifal, pria narsis yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena ketampanannya yang membuat kaum hawa ingin menjadi istrinya.

Akankah pernikahan Intan dan Rifal menjadi sebuah keluarga yang harmonis? Setelah semuanya terbongkar, akankah Intan dan Rifal memilih untuk berpisah?

Update tidak menentu, tapi saya akan usahakan untuk update setiap hari😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maililiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rifal, kemudian mereka bangun. "Yah, kacamantanya pecah. Mau aku belikan yang baru?" Rifal menunjukan kacamata yang pecah itu kepada pemiliknya, yaitu Intan.

Gadis itu menggeleng pelan, "Maaf sudah menabrakmu untuk yang sekian kalianya." Mata mereka saling menatap, seperti sebuah jebakan. Seakan-akan pemuda itu terhipnotis dengan manik-manit mata yang ada pada gadis yang ada di depannya.

"Lebih cantik begini," gumam Rifal pelan.

"Apa?" tanya Intan yang samar-samar Rifal mengatakan sesuatu. Dengan cepat pemuda itu menggelengkan kepalanya. Rifal langsung menggandeng tangan Intan menuju sebuah toko kacamata fashion. Karena dugaan Rifal bahwa kacamata yang dipakai Intan adalah kacamata culun tapi bukan kacamata minus.

Setelah sampai, Rifal meminta kacamata model terbaru kepada pegawai yang bekerja di toko kacamata itu. Intan ingin sekali bertanya, kenapa ia dibawa kemari? Namun ia urungkan, entah mengapa bibirnya susah untuk berkata. Pegawai itu membawa tiga kacamata model terbaru.

"Kamu mau yang mana?" tanya Rifal kepada Intan.

"Ti-tidak usah, aku mau kembali ke tempat di mana teman-temanku berada." Intan menolak pemberian Rifal secara halus, meskipun kini dirinya ingin sekali membeli salah satu kacamata itu.

"Mbak, tolong bungkus yang ini, yah. Juga kalau ada, sekalian kacamata yang khusus laki-laki." Meskipun Intan menolaknya, Rifal tetap membeli salah satu kacamata itu.

"Ini, Mas. Terima kasih," ucap pegawai itu. "Kalian pasangan yang serasi," sambungnya lagi.

Rifal mencoba menggoda Intan, "Mbak benar, kami pasangan yang serasi. Aku yang tampan tidak pernah mendapatkan penolakan. Secara, siapa yang bisa menolak untuk tidak mempunyai laki-laki setampan saya." Dengan percaya dirinya, Rifal berkata seperti itu.

Intan memilih untuk meninggalkan Rifal yang masih di toko kacamata. Gadis itu terus berjalan menuju restoran. Akhirnya Intan sampai, makanan sudah habis dari tadi karena menunggu Intan yang tak kunjung datang.

"Intan, kamu dari mana saja? Terus kacamata kamu kemana?" tanya Nie saat melihat Intan yang tak lagi memakai kacamatanya.

"Kacamatanya jatuh, Ma. Intan ....." Ucapannya terpotong ketika seorang laki-laki menghampiri mereka.

"Siang,Tant, Kakak-kakak semua," sapa laki-laki itu.

Laki-laki itu adalah Rifal. Ana, Rena, Mia, dan Lela merasa takjub melihat laki-laki tinggi yang berdiri di depannya. Mereka hanya menjawab ucapan Rifal dengan senyuman. Bagas sudah disuruh pulang terlebih dahulu oleh Rifal ketika ia ingin pergi ke toko kacamata.

"Loh, Nak Rifal ada di sini juga?" Nie juga terkejut melihat calon menantunya berdiri di samping Intan.

"Iya. Saya tadi menjatuhkan kacamata Intan, terus saya membelikannya yang baru." Rifal tahu nama Intan karena ia mendengar Nie memanggil gadis yang ia kejar.

"Ma, kami semua pamit pulang yah. Sudah siang menjelang sore," pamit Ana dan yang lainnya.

"Aku ikut yah, Mbak," pinta Intan.

"Tidak! Nak Rifal, tante minta tolong boleh tidak? Tolong kamu temani anak tante belanja yah. Tidak lama kok. Dan Intan, biar mama yang pulang." Mereka mengambil paper bag yang berisi gaun dan segala aksesoris.

"Ma ...," rengek Intan. Kemudian mereka meninggalkan Intan dan Rifal yang masih di dalam restoran.

Sudah lima menit mereka larut dalam pikiran masing-masing. Rifal sibuk memainkan ponselnya untuk membalas pesan masuk dari rekan bisnisnya. Setelah selesai, Rifal mengajak Intan untuk mengelilingi mall.

Pemuda itu melupakan tujuan pertamanya menuju mall. Ia malah asik menjahili Intan yang benar-benar pendiam. Ia juga tidak tahu kalau Intan lah yang akan menjadi calon istrinya. Selama mengelilingi mall, Intan selalu menunduk, banyak laki-laki yang melihat kecantikan wajah gadis itu tanpa kacamata.

"Kalau jalan lihat kedepan, bukan kebawah." Rifal mendongakkan kepala Intan. Gadis itu memejamkan matanya, ia tidak ingin terhipnotis lagi dengan mata Rifal.

Rifal melihat Intan memenjamkan mata, ia hanya tersenyum kecil. Kini matanya menatap bibir pink milik Intan. Bibir yang sangat menggodanya.

Sebuah ciuman mendarat di bibir Intan. Mata gadis itu langsung melek, ini adalah ciuman pertamanya. Karena sadar, Intan memundurkan dirinya. Gadis itu langsung meneteskan air matanya.

"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menciumku?" pertanyaan itu reflek keluar dari mulut Intan. "Aku mau pulang." Intan berjalan meninggalkan Rifal yang sedang mematung.

Setelah keluar dari mall. Intan duduk di halte, ia sudah menelepon keluarganya, tapi tidak ada satupun yang mengangkat teleponnya. Sebuah mobil berhenti di depannya, kaca jendela mobil terbuka menampakkan seorang laki-laki yang membuatnya menangis.

Rifal turun dari mobilnya, langkah kakinya menuju gadis yang sedang menangis karena ulahnya, "Maafkan aku, aku khilaf. Sebagai permintaan maaf, biarkan aku mengantarmu pulang." Rifal duduk di samping Intan.

Selama ini Intan tidak pernah meniaki kendaraan umum atau taksi sendirian, kecuali ada yang menemaninya. Gadis itu terus mencoba menghubungi nomor telepon keluarganya, tidak ada satupun yang mengangkat panggilan telepon darinya.

"Ayo!" Rifal menarik tangan Intan dan membuka pintu mobil. Gadis itu hanya mengikutinya saja. Rifal akan menghantar Intan ke rumah Ferdian, karena pertama kali bertemu di mall dengan keluarga Ferdian.

Selama perjalanan Intan menangis dalam diam, membuat Rifal merasa sangat bersalah. Berkali-kali ia menenangkan gadia itu, tapi tetap tidak bisa berhenti menangis. Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di rumah bernuansa adat Jawa itu.

Rifal mencari bel rumah, tetapi tidak ketemu. Ia pun mengetuk pintu. "Rumahku tidak memiliki bel rumah, apalagi ketuk pintu. Tidak akan ada yang mendengarnya." Intan mengambil sepasang kayu dan menabrakannya satu sama lain.

Keluarlah seorang wanita cantik yang membawa anaknya, siapa lagi kalau bukan Lela dan Ririn. Mereka dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu. Alangkah terkejutnya Rifal mengetahui desain rumah adat Jawa, bertolak belakang dengan dirinya. Ferdian dan Nie menemui dua sejoli itu.

"Eh ada Nak Rifal." Ferdian mendekati Rifal.

Sedangkan Intan berlari menuju Mamanya, ia menangis dipelukan Mamanya. "Mama, dia menciumku di depan banyak orang." Intan mengadu ke Mamanya. Nie mengelus pundak Intan dengan halus.

"Maaf, Tante, Om. Aku khilaf, tapi nanti aku akan tanggung jawab," ucap Rifal karena ia benar-benar merasa bersalah. Nie dan Ferdian saling menatap, Intan dan Rifal tidak tahu bahwa merekalah yang akan dijodohkan.

"Kamu kembali ke kamar yah, Nak. Biar mama sama Papa yang berbicara dengan Rifal." Intan menganggukan kepalanya, kemudian ia berjalan meninggalkan tiga orang itu.

Mereka duduk di ruang tamu, sungguh canggung suasana yang ada di ruangan itu. Ferdian dan Nie mencoba untuk melakukan sedikit drama dalam pertemuan mereka. Sementara, jantung Rifal berdetak begitu cepat sambil membaca do'a didalam hatinya.

Bersambung ....

1
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
VANESHA ANDRIANI
mampir thor... mampir juga ya di karyaku..
Elbena
yg koment cewek semua...
merasa paling laki aja klo bgn..😅😅😅
Clara Ayunda
seru banget aktor sesuai karektek
re
❤❤❤❤❤❤❤❤
re
Next
Evi Safitri
mau tanya thor ini intan pake jilbab ?
Evi Safitri
mohon maaf thor klau bisa kata" (birahi) itu di ubah ..soalnya agak kasar bisa ganti aja dengan nafsu atau gairah itu kedengaran halus ...maaf yah thor sekedar saran aja
Evi Safitri
maaf thor sekedar saran yah jangan tersinggung..kan intan dan rifal uda nikah ni kok intan masih sembut orang tua kandungnya mama papanya harusnya kan mama papa soalnya kan panggilan orang tua rifal itu kan ayah bunda...maaf yah thor klau q slah kata
Muflikhatul Azizah
dapat rekomen dari novel sebelah, aq langsung cus mampir kak 🤗🤗🤗🤗
MoonStar
wow irene and suho😍
Nita Anjani
geli aq Thor liat intan, masa ngadu ke mamahnya di cium rifal,kaya anak kecil hahaha
Andayani Ahmat
rasain lo dina.
Andayani Ahmat
hmmmm💪💪💪
Andayani Ahmat
wow sandiwara nya keren.
Nur Aini
suka deh karakter intan g neko neko kata orang Jawa tapi mandiri
L.S.PELAWI
garasi cin....bukan bagasi
arfan
up
Desy Utari Budiatmy
sedikit saran untuk penulisan thor.
red velvet bukan red valvet
berjibaku bukan bercibaku.

semngat trus nulis ny ya thor
¥Dayu~~: terima kasih atas sarannya 🤗
total 1 replies
Putri yasmin
semoga yg tau makin banyak ya, baca sampe sini bagus juga. enak dibaca. kadang ada novel yg bagus alur ceritanya tapi penyampaiannya belepotan jd ga seru
¥Dayu~~: aamiin, makasih atas supportnya 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!