NovelToon NovelToon
LENTERA

LENTERA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Satu lagi cerita tentang salah satu Garis Keturunan Keluarga Nugraha hadir kembali, Sean, laki-laki yang mengalami kecacatan pada kekuatan Supranatural nya bisa di sempurna kan kembali tanpa terduga, dengan sosok Wanita biasa yang mempunyai tekad kuat di tengah kepungan keterpurukan perekonomian keluarga, bagaimana kelanjutan ceritanya?, yuk kita ikuti_

Salam Autor Sinho, semangat, sehat dan jangan lupa Bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.Garis Takdir

Dryana meraih tangan putranya yang kokoh, menatapnya dengan pandangan memelas penuh kasih sayang dan harapan.

"Kekuatan supranatural dalam tubuhmu itu terlalu pekat, Sean. Jika tidak ada energi penyeimbang seperti milik Lentera, lambat laun energimu akan membakar organ dalammu sendiri. Kamu sudah tiga puluh lima tahun. Tubuhmu punya batas toleransi, dan batas itu hampir habis jika kecelakaan seperti tadi terulang lagi. Ini demi kelangsungan hidupmu, demi masa depan keluarga kita."

"Tapi Oma Alena masih bisa mengatasinya" jawab Sean.

"Oma Alena semakin tua Sean, suatu saat tidak akan mampu lagi mengendalikan energi tak terkendali di dalam tubuhmu, sedangkan sepupu mu Sera dan Alensky juga sudah pernah membantumu hanya sebatas kemampuan mereka, tidak mungkin kamu menggantungkan semua itu pada mereka, semua kekuatan ada batasnya" Dryana berusaha untuk membuat Sean mengerti.

Sean terdiam sejenak. Dia tidak bisa membantah fakta medis dan spiritual tersebut.

Aliran hangat dari jemari Lentera tadi memang terasa sangat nyata, mengunci retakan energi di dalam jiwanya hingga berubah menjadi kekuatan yang sempurna.

Namun, logika dinginnya sebagai pria dewasa dan seorang penguasa bisnis tetap menolak opsi instan yang ada di kepala kedua orang tuanya.

"Lalu apa rencana Mommy dan Daddy? Memintanya menjadi tabung oksigen berjalan untukku? Atau membelinya dengan uang keluarga kita?" tanya Sean dengan nada sinis yang datar.

Evan berjalan mendekat, menatap tajam putra mahkotanya.

"Tidak ada yang bicara tentang membeli, Sean. Keturunan keluarga Nugraha tidak pernah merendahkan wanita yang menjadi penyelamatnya. Jalan terbaik untuk mengikat energinya dengan energimu secara permanen adalah melalui ikatan pernikahan yang sah."

"Pernikahan?!" Sean tak menyangka, matanya menyipit tidak percaya.

"Kalian bercanda. Umurku tiga puluh lima tahun, dan dia mungkin baru berusia awal dua puluhan. Dia baru saja lulus dokter umum. Terlebih lagi, aku tidak mengenalnya, Daddy! Dia juga tidak mengenalku. Bagaimana bisa kalian menyarankan pernikahan dengan orang asing?"

Dryana tersenyum kecil, mengusap bahu tegap Sean.

"Semua pernikahan besar di keluarga kita dimulai dari ketidaktahuan, Sean. Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Yang paling penting adalah, gadis itu memiliki hati yang sangat tulus. Mommy bisa melihatnya dari bagaimana dia mendekap tas kerjanya dan bagaimana dia memarahi kamu di dalam mobil tanpa peduli seberapa kayanya kamu. Dia wanita yang jujur."

"Aku menolak jika ini harus dipaksakan," tegas Sean, berdiri dari tempat tidur nya hingga tubuh jangkungnya menjulang tegak.

"Keluarga kita memang memiliki kekuasaan besar, tapi aku tidak akan menggunakan kekuasaan itu untuk memaksa seorang gadis polos masuk ke dalam sangkar emas keluarga kita hanya untuk menjadi obat penyembuhku. Itu tidak adil."

Evan justru terkekeh rendah, sebuah tawa langka yang terdengar berwibawa.

"Menolak? Sean, sejak kapan ada wanita di dunia ini yang menolak pesona dan kekuasaan seorang keturunan Nugraha? Jangankan gadis sederhana seperti Lentera, putri kerajaan dari Eropa pun akan mengantre jika kamu membuka pintu."

"Dia berbeda, Dad," jawab Sean cepat, ingatan tentang bagaimana Tera memelototinya di dalam mobil MPV silver mendadak melintas di kepalanya.

"Dia tidak silau dengan mobil mewah atau nama besar rumah sakit ini Dad, dan jika kita menekannya sedikit saja dengan kekuasaan, dia justru akan berlari sejauh mungkin."

Ruangan itu kembali sunyi. Evan dan Dryana saling berpandangan, menyadari bahwa apa yang dikatakan Sean ada benarnya.

Karakter Lentera yang mereka saksikan hari ini adalah karakter baja yang dibungkus kesederhanaan.

Sean berjalan menuju jendela, menatap bayangan dirinya sendiri di kaca yang gelap.

Di dalam benaknya yang rumit, bayangan wajah polos Lentera yang dipenuhi noda debu dan lecet di pelipisnya kembali berputar.

Dia teringat bagaimana tangan mungil itu menarik tubuh besarnya keluar dari mobil yang hendak meledak, menentang bahaya demi nyawa orang asing.

Di kota yang penuh dengan kepalsuan ini, ketulusan seperti milik Lentera adalah kemewahan yang tak ternilai harganya.

Perlahan, benteng penolakan di dalam diri Sean mulai terkikis. Wajah cantik yang sederhana, jujur, dan apa adanya itu seolah meninggalkan jejak permanen di sudut hatinya yang selama ini beku.

Sean berbalik kembali menghadap kedua orang tuanya. Aura ketegasannya kembali pulih. "Baik. Aku menyetujui rencana kalian untuk mendekatinya. Tapi, dengan satu syarat"

Dryana membelalakkan matanya gembira.

"Apa syaratnya, Sayang?"

"Aku akan melakukan pendekatan yang sewajarnya. Tidak ada paksaan, tidak ada ancaman, dan tidak ada penggunaan kekuasaan Nugraha secara kasat mata untuk menekannya," kata Sean dengan nada suara yang sangat serius.

"Aku akan berusaha mengenalnya sebagai seorang pria, dan membiarkannya mengenalku. Nanti, keputusan akhir ada di tangan Lentera sendiri. Jika setelah pendekatan ini dia menolak ku, maka Mommy dan Daddy harus merelakannya dan jangan pernah mengganggunya lagi."

Evan menaikkan satu alisnya.

"Kamu begitu tidak percaya diri bisa menaklukkan hati seorang gadis muda, Sean?"

"Ini bukan masalah percaya diri atau tidak, Dad," jawab Sean dingin. "Cinta tidak bisa dipaksakan dalam sebuah kontrak bisnis. Dan sejujurnya aku sendiri saat ini masih belum bisa memastikan hatiku. Aku menerimanya karena dia adalah penyelamatku dan kunci energiku, tapi untuk urusan hati, aku butuh waktu. Aku ingin pernikahan ini, jika memang terjadi, didasari oleh sesuatu yang nyata, bukan sekadar transaksi medis."

Dryana melangkah maju, memeluk lengan Sean dengan penuh rasa bangga.

"Mommy hargai keputusanmu, Sean. Itu baru anak laki-laki Mommy. Lakukan dengan caramu, tapi ingat, jangan terlalu dingin padanya. Gadis muda suka kelembutan, bukan tatapan menakutkan mu itu."

Sean hanya mendengus pelan mendengar godaan ibunya, namun seulas senyuman tipis yang nyaris tak terlihat muncul di sudut bibirnya.

"Lalu, apa langkah pertamamu, Sean?" tanya Evan, menguji insting strategis putranya.

Sean berjalan menuju meja, mengambil map dokumen milik Lentera yang sempat diamankan oleh petugas keamanan.

Dia membuka lembar transkrip nilai kedokteran umum milik Lentera. Nilai A berjejer rapi di sana.

"Dia membutuhkan pekerjaan, dan dia ditolak di rumah sakit lain karena tidak memiliki koneksi," ucap Sean sambil menutup map tersebut dengan bunyi ketukan yang tegas.

"Aku akan menggunakan kekuasaanku di rumah sakit ini, tetapi secara rahasia. Aku akan mengatur agar dia diterima bekerja di sini melalui jalur resmi yang bersih, sehingga dia merasa itu adalah hasil dari kerja keras otaknya sendiri. Dari sana, aku akan mulai masuk ke dalam dunianya."

Evan Eagle Nugraha mengangguk puas.

"Rencana yang bagus. Mulailah besok. Dan ingat, pantau juga keluarganya. Orang-orang yang berani menghina orang tua dari penyelamat nyawamu, kurasa mereka perlu diberi sedikit pelajaran tentang bagaimana cara menghormati manusia."

"Aku sudah menyuruh tim hukum dan intelijen Nugraha untuk memeriksa Rumah Sakit Medika Utama dan pemiliknya yang bernama Handoko itu, Dad. Mereka akan menerima akibatnya dalam waktu dekat," jawab Sean dingin, memancarkan aura kegelapan seorang predator yang siap menerkam mangsanya.

Setelah kedua orang tuanya keluar dari kamar untuk membiarkannya beristirahat, Sean tidak langsung tidur.

Dia berjalan keluar kamar, melangkah pelan di koridor sunyi menuju pintu kamar nomor 502.

Melalui celah kaca kecil di pintu kamar perawatan tersebut, Sean menatap sosok Lentera yang sedang tertidur pulas dengan selang infus menempel di tangannya.

Wajah gadis itu tampak begitu damai di bawah temaram lampu tidur.

Lentera, batin Sean, menyebut nama itu di dalam hatinya dengan getaran aneh yang belum pernah dia rasakan selama tiga puluh lima tahun hidupnya.

Kita lihat saja, apakah kamu benar-benar akan menjadi cahaya yang menerangi kegelapan hidupku, atau justru kamu yang akan membakar seluruh keangkuhanku.

Sean berbalik dan kembali ke kamarnya dengan langkah mantap.

Jangan lupa komen like dan hadiahnya.

1
Siti Aisah
tera terenyuh oleh ketulusan sean, jadi tera kamu bukan alat untuk menyempurnakan kekuatan sean...tpi sudah takdir ya thor🤗
Siti Aisah
ci muka retak jgan menyakiti tera.. sean akan murka 🤭
Siti Aisah
tera tenang sean sedang memantau keadaan..
Siti Aisah
tenang sera sean ikut dalam rombongan jdi pasti di lindungi ..
Kaa
semoga sampai ke jenjang pernikahan tera sean lanjut thor👍
Kaa
kekuatan Sean mungkin campuran kekutan mominya ya driyana
Kaa
apa ada kekuatan lain dari tera selain aliran penenang tuan Sean lawan Sera gunakan kekuatan mu lanjut thor
Nurul Ambar
semoga hidup bahagia
Nurul Ambar
akhirx....
Nurul Ambar
sean datang
Nurul Ambar
deg deg an smga baik2 saja
Mety Haula
kayanya nanti muksnya buksn retak lahi malah berbalik kebelskang tenang tera tuan sean psdti datang apa yg nyusup ke rs dr klan hitam blm ketahusn ya
Mety Haula
alhamdullilah akhirnya yera luluh juga hatinya semoga kedepannya berjalan mulus langsung tancap mks
Novita Sari
Alhamdulillah tera menerima sean.....
Endang Hidayanti
so sweet bgt Sean, 😍
Novita Sari
si muka retak salah pilih lawan
Novita Sari
tenang tera kekuatan sean udah sempurna..
Novita Sari
si muka retak gak kapok kapok muka udah jelek masih sok sokan
Tri Hastuti
baru bab awal udh tegang
sean anaknya siapa ini?
Rita Susanti
sedikit banget sih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!