NovelToon NovelToon
Kebangkitan Prajurit Nomer Satu!

Kebangkitan Prajurit Nomer Satu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: kabutmalam

Renzo, mantan prajurit elite nomer satu indonesia dengan julukan beruang baja, dipenjara di Nusakambangan setelah membantai geng yang membunuh tunangannya. Ia berniat hidup tenang, sampai kabar adiknya dianiaya anak pejabat tertinggi dan keluarganya di sembunyikan membangkitkan amarahnya. Diliputi amarah, Renzo mengumpulkan para tahanan paling berbahaya—algojo kartel, yakuza, psikopat, ahli kungfu, hingga perancang bom—membentuk geng kriminal paling berbahaya dalam sejarah untuk kabur dari penjara, membalas dendam, dan menumbangkan penjahat manipulatif yang bahkan dilindungi pasukan militer!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kabutmalam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AWAL PERTUNJUKAN COLOSEUM

Di sudut kafe yang sepi, seorang wanita cantik duduk termenung sendirian di meja kayu. Tatapannya kosong terpaku pada cangkir teh susu yang ia aduk perlahan berulang kali tanpa sadar. Pikirannya kembali melayang ke kejadian dini hari tadi, saat ia tak sengaja mendengar percakapan ayahnya di telephone dari balik dinding.

Sekilas gadis itu mendengar, bahwa ayahnya menyuruh anak buahnya untuk memastikan keluarga Renzo pergi dari semarang jika tak mau buat mereka menderita. Namun gadis itu tak tau apa yang membuat ayahnya bertindak demikian.

"Lintang? Sejak kapan kamu di sana nak?" Tanya ayahnya dengan nada begitu lembut namun sorot matanya panik.

"Sejak tadi pah!! Kenapa papah malah melakukan ini?!! Kenapa papah malah membuat keluarga Mas Renzo menderita? Apa papah tidak ingat, Mas Renzo pernah nyelamatin aku!"

"Lintang kamu masih kecil tidak tau apa-apa. Kamu tidak akan paham dengan masalah ini. Papa justru memberikan keringanan kepada keluarga Renzo, karena Alyssa sudah menusuk kakakmu dengan tak menjebloskan Alyssa ke penjara. Papa hanya meminta mereka pergi dari semarang agar papa tak mengingat perbuatan keji Alyssa lagi.." ujar Ayahnya berusaha menjelaskan dengan dusta.

Lintang menggeleng pelan, "aku kenal kak Alyssa dia baik, tidak mungkin kak Alyssa melakukan tindakan keji seperti itu!" Dengan hati yang hancur Lintang langsung membalikan badannya dan pergi meninggalkan ayahnya yang terus berteriak memanggil namanya.

Langkahnya terasa berat namun tekadnya makin mengeras seiring ia menjauh dari rumah itu. "Aku kenal baik kak Alyssa, tidak mungkin kak Alyssa menusuk Bang Felix tanpa alasan... aku harus mencari taunya!" batin Lintang penuh tekad. Lintang adalah anak Ramon sekaligus adik Felix yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA semester akhir, namun ingatannya kembali pada hari itu — saat mobilnya dicegat beberapa preman berniat jahat, dan Renzo muncul bagai pelindung tak terduga menyelamatkannya. Hutang nyawa itu takkan pernah pudar. Ia takkan membiarkan kebaikan dibalas kebusukan. Segera ia beranjak dari kursi kafe, melangkah mantap menuju kampus UNDIP. Di sanalah benang kusut ini harus diurai.

***

Sementara di penjara, suasana tegang seketika terhenti sebelum meletus.

Pria berkepala plontos dengan luka sayatan melintang di wajahnya tak lain bernama Chalk. Ia adalah penguasa sementara Gedung Naga Neraka lantaran Kaneo penguasa sebenarnya berada di rumah sakit lantaran dipukuli Darren penguasa gedung Cakar Harimau. Namun sebelum pria plontos itu melangkah kakinya dan mendekati Ivan dan Renzo salah satu sipir berteriak.

"Waktunya jadwal olahraga pagi! Semuanya keluar menuju lapangan!" Teriak sipir..

Berbondong-bondong para Narapidana segera menuju lapangan yang sangat luas untuk melakukan jadwal olahraga pagi mereka. Sekedar joging santai dan olahraga kecil lainnya. Di bawah pohon yang rindang tampak Renzo duduk memandangi para narapidana dengan tatapan kosong. Dari kejauhan Ivan berjalan mendekatinya, sambil mengunyah sisa telur goreng yang ia rampas secara paksa dari narapidana lain.

"Hei bocah, sepertinya kita sedang beruntung karena tak jadi bertarung melawan orang itu..." ivan menyeringai, berdiri di samping Renzo sambil meregangkan ototnya.

Para narapidana lain masih menatap Renzo dan Ivan menciptakan atmosfer ketegangan. Tentu saja mereka penasaran dengan dua orang yang terang-terangan menantang 6 penguasa penjara.

"Hm... sepertinya kita benar-benar menarik perhatian." Ucap Ivan masih dengan nada santainya.

"Hehehe... sepertinya pertunjukan yang dimaksud intel itu akan segera di mulai. Hmm.. aku yakin sebagai seorang mantan prajurit kau pasti mengetahui bahwa dia adalah intel yang sengaja disusupkan untuk membuat kita saling membunuh bukan? Hahaha... benar-benar konyol, dia berusaha mengadu domba aku dan kau yang sudah mengetahui identitas aslinya.." ucap Ivan.

Renzo hanya diam. Ia membuang sehelai rumput dari mulutnya, mencabut yang baru lalu mengunyah pelan menikmati rasa pahit segar. Tak sedikitpun terkejut mendengar pengakuan itu — sejak awal ia sudah tahu siapa pria berkulit gelap itu sebenarnya. Namun Renzo, tak perduli.

Tap... tap.. tap...

Dari kerumunan Chalk melangkah diikuti 70 narapidana di belakangnya. Setiap gerakannya memancarkan aura garang, sorot matanya dingin, sesekali terpancar cahaya buas. Langkahnya berhenti di dekat Renzo, ia berdiri tegak menatap Renzo dari atas ke bawah dengan tatapan penuh penilaian.

"Menarik.. jadi kalian yang berani menantang para penguasa. Aku menjadi sedikit penasaran dengan kekuatan kalian berdua.." ucap Chalk dengan sorot mata yang masih tak berubah, dingin dan tajam.

"Yang kudengar dari narapidana lainnya kau membunuh Jordi dan Ferry hanya berselang beberapa menit kau masuk ke lapas." Ucap Chalk kepada Renzo.

Ivan tampak berbinar, "wow.. kau membunuh dua narapidana hanya beberapa menit setelah kau masuk ke penjara.. luar biasa.." ucapnya kemudian bertepuk tangan.

Tarapan Chalk kemudian menatap Ivan, "aku tak tau siapa dirimu.. namun aku akan memberikanmu pelajaran yang tak terlupakan setelah aku memukuli bocah sombong ini!" Ucapnya kemudian menunjuk Renzo.

Ivan menyeringai, "baiklah.. baiklah.." Ivan mengangkat dua tangannya santai lalu mundur perlahan, "silahkan hajar orang ini terlebih dahulu.. aku akan senang menunggu giliranku."

Ivan sama sekali tak heran jika Chalk tak mengenalnya, itu semua karena dahulu Ivan sangat menjaga identitasnya sebagai pemimpin Black Dragon. Namun Ivan tak menyangka Chalk tak mengenal Renzo, "hmm.. mungkin orang ini belum terlalu dalam menyelam ke dunia hitam.. hingga ia tak tau siapa orang yang sedang ia tatap." Batin Ivan.

Renzo menghela nafas pelan, "enyahlah." Ucapnya pelan.

"Sialan!!! Ada apa dengan nada bicaramu bocah? Berani-beraninya kau bersikap sombong terhadap saudara Chalk!" Suara bentakan terdengar keras di udara..

Pria berbadan kekar penuh tato maju ke depan mendekati Renzo. Chalk mengangkat tangannya memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk tak bergerak.

"Dengarkan aku bocah... karena kau pendatang baru kau tak mengetahui aturan bahwa kau harus berlutut padaku setiap bertemu denganku! Segera lakukan atau kami sendiri yang akan memaksamu!"

Renzo tetap diam, mengunyah rumput dan mematap langit seakan keberadaan Chalk dan yang lainnya tak berarti.

"Brengsek!!!" Pria penuh tato di samping Chalk langsung melangkah maju karena muak dengan sikap sombong Renzo. Ia langsung melayangkan tendangan brutal dan keras ke wajah Renzo.

Tap!

Mata Chalk sedikit melebar, pria penuh tato itu terkejut dalam hatinya, sementara Ivan tersenyum kecil. Tendangan keras dari pria penuh tato itu hanya ditangkap dengan satu tangan oleh Renzo seolah sama sekali tak berbobot. Siapa sangka gerakan Renzo berikutnya di luar prediksi semua orang. Renzo mencengkram kuat kaki pria itu lalu melemparkan pria itu kebelakang dengan satu tangan.

Whusss... tubuh pria itu melayang menuju ke arah Ivan. Ivan segera menggeser posisinya..

Braaakk...!!!

Tubuh pria itu langsung menghantam tembok seperti karung daging.. darah terciprat kemana-mana.. Tak ada jeritan, tak ada erangan menyakitkan, pria penuh tato itu mati dengan tulang-tulang yang hancur.

Seluruh tahanan yang menyaksikan itu langsung bergidik ngeri, sementara Ivan justru berbinar penuh fanatik menatap tubuh manusia hancur dan genangan darah di depannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!