NovelToon NovelToon
Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sugar daddy
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: A.J Lim

​"Bagi dunia, aku anak dari sahabatnya. Bagi hatiku, dia pria yang harus kumiliki."
​Aluna (20 tahun) menyembunyikan cinta rahasia pada Marko Janitra (45 tahun), sahabat karib ayahnya sekaligus CEO dingin Janitra Group. Demi mendekat, Aluna nekat magang di kantor Marko.
​Marko membentengi diri rapat-rapat demi etika dan persahabatan. Namun di antara perbedaan usia 25 tahun dan godaan manis sang anak sahabat, sanggupkah benteng dingin sang CEO bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.J Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Panas Dingin Prasangka

Layar ponsel Luna terus menyala

terang, menampilkan panggilan video dari nama Om Marko. Jantungnya

berdegup kencang seraya menatap tombol hijau yang terus bergetar. Tapi bukannya

menggeser layar untuk menjawab, Luna justru membalikkan ponselnya ke atas kasur

dan menutupi wajahnya dengan bantal.

"Gak usah sok perhatian,"

gumam Luna sengit dengan suara serak. "Paling mau dimarahin gara-gara chat

tadi."

Di Semarang, Marko menatap layarnya

yang kembali meredup karena panggilan tak dijawab. Pria itu menghela napas

panjang, baru saja hendak mengetik pesan balasan saat Jessi mendadak muncul dan

menarik lengannya.

"Ko, ayolah! Sebelum besok pagi

gue balik ke Jakarta, anterin gue keliling Semarang dulu dong. Gue mau

kulineran malam di jalan Pahlawan!" rengek Jessi sambil tersenyum manja.

Marko menatap Jessi dengan raut

lelah. "Jessi, ini udah malam. Besok pagi saya juga ada agenda rapat

lagi."

"Bentar aja, Ko. Please? Kan

gue udah ke sini nemenin lu," bujuk Jessi lagi, tidak menyerah.

Marko mengusap tengkuknya, merasa

tak punya alasan yang cukup kuat untuk menolak tanpa terlihat kasar. "Ya

udah, sebentar aja. Jangan kemalaman."

Sepanjang malam itu, Jessi tak

melewatkan satu momen pun. Dari makan tahu gimbal, nongkrong di kafe, sampai jalan

santai di Simpang Lima, semuanya diabadikan Jessi di Instagram Story miliknya.

Foto-foto itu diunggah dengan Caption manis yang ambigu, membuat siapa

pun yang melihat yakin kalau mereka berdua punya hubungan spesial.

Keesokan harinya di kantor Janitra Group,

suasana kantin dan koridor divisi langsung geger. Foto-foto liburan Marko dan

Jessi di Semarang tersebar luas dari satu grup WhatsApp karyawan ke grup

lainnya.

"Tuh kan, bener! Pak Marko sama

Mbak Jessi fix berpacaran. Cocok banget ya, yang satu CEO tampan, yang satu brand

ambassador cantik," celoteh seorang staf magang di pantry.

Luna yang sedang mengisi botol

minumnya menahan napas. Tangannya mengepal erat, memilih langsung berbalik

tanpa mengambil airnya sampai penuh.

"Lun, pelan-pelan jalannya, ntar

jatuh!" tegur Rania yang setengah berlari mengejarnya sampai ke tangga

darurat.

Begitu pintu tangga darurat

tertutup, Luna langsung menyandarkan badannya ke tembok dan menghembuskan napas

kasar.

"Lun, lu kenapa sih dari pagi

mukanya ditekuk terus?" tanya Rania heran, memegang bahu sahabatnya.

"Gue kesal banget, Ran,"

aku Luna dengan mata berkaca-kaca. "Gue jujur ya... ternyata gue emang

belum bisa lupain Om Marko. Gue udah coba dekat sama Kenan, tapi tetep aja muka

pria tua itu yang selalu ada di otak gue!"

Rania menghela napas panjang.

"Lun, lu kan liat sendiri postingan Mbak Jessi. Lu mau nyiksa diri lu

sampai kapan?"

Luna tidak menjawab. Tangannya

cepat-cepat membuka HP, menunjukkan postingan Instagram Story terbaru milik

Jessi yang baru diunggah satu jam lalu.

Foto itu memperlihatkan Marko yang

berdiri di tepi kolam renang hotel tempatnya menginap. Pria itu hanya

mengenakan celana pendek renang, menampilkan dada bidang serta tubuh kekarnya

yang atletis. Di kolom komentar postingan feed Jessi, ratusan orang memuji

ketampanan Marko.

caption Jessi sederhana tapi memancing spekulasi:

"Morning view in Semarang

before flight back to Jakarta 🌊"

"Tuh, liat!" seru Luna

panik, matanya menatap Rania tajam. "Ini di hotel, Ran! Jam delapan pagi!

Jangan-jangan... mereka tidur sekamar semalaman?!"

Rania melotot, menatap Luna dengan

wajah heran tak percaya. "Lun! Otak lu traveling-nya jauh banget, astaga!

Itu kan kolam renang umum hotel! Lagian ya kali Pak Marko yang kaku begitu mau

tidur sekamar sebelum nikah?"

"Ya bisa aja kan?!" potong

Luna emosi, pikirannya sudah kacau dipenuhi prasangka cemburu. "Mbak Jessi

tuh pinter merayu! Siapa yang bisa tahan coba?"

Rania cuma bisa menggeleng-gelengkan

kepala melihat tingkah sahabatnya yang sudah benar-benar dibodohi oleh rasa

cemburu. "Lu udah gila, Lun. Beneran."

Sore harinya pukul lima, jam kantor

usai. Luna berjalan keluar lobi dengan langkah gontai dan wajah yang masih

cemberut berat.

Kenan yang sudah menunggu di samping

motornya langsung menghampiri Luna. Pemuda itu berkerut dahi melihat perubahan

raut wajah Luna yang jauh berbeda dari kemarin.

"Lun? Kamu kenapa? Ada masalah

di divisi ya?" tanya Kenan lembut, merapikan rambut Luna yang tertiup

angin.

"Nggak ada, Ken. Cuma agak

capek aja," jawab Luna singkat, memaksakan senyum tipis.

Kenan memperhatikan wajah Luna

sejenak, lalu tersenyum hangat. "Muka kamu nggak bisa bohong, Lun. Mending

sore ini kita jalan-jalan dulu yuk? Kita cari es krim terus nongkrong di taman

kota. Biar capek dan kesalnya hilang."

Luna menatap Kenan, merasa bersalah

karena sudah bersikap dingin pada pemuda yang tulus ini. "Boleh deh, Ken.

Makasih ya."

Sebenarnya, Kenan sudah merencanakan

sore ini sejak beberapa hari lalu. Pemuda itu sudah menyiapkannya dengan

matang. Ia berniat mengungkapkan perasaannya secara resmi dan menembak Luna

sore ini di taman.

Mereka pun berkendara membelah

jalanan Jakarta. Kenan membawa Luna ke sebuah taman kota yang rindang dan

tenang. Setelah membelikan dua porsi es krim, Kenan mengajak Luna duduk di

sebuah bangku kayu di bawah pohon besar.

"Gimana? Agak enakan

nggak?" tanya Kenan sambil menyodorkan es krim rasa cokelat favorit Luna.

"Makasih ya, Ken. Kamu tuh

selalu tau cara bikin suasana hati aku mendingan," balas Luna jujur, mulai

bisa tersenyum.

Kenan menatap Luna lekat-lekat.

Pemuda itu mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu menggeser duduknya sedikit

lebih dekat. Jemari Kenan perlahan meraih tangan kiri Luna dan menggenggamnya

hangat.

Luna agak terkejut, menoleh menatap

Kenan. "Ken?"

"Lun..." suara Kenan

terdengar sangat serius dan tulus. "Aku tahu mungkin hubungan kita baru

sebentar. Tapi aku beneran sayang sama kamu, Lun. Aku nggak mau cuma jadi temen

atau sekadar penampung keluh kesah kamu lagi."

Jantung Luna berdebar, bukan karena

jatuh cinta, melainkan karena rasa panik.

"Ken, aku..."

"Aluna," potong Kenan

lembut, menatap lurus ke dalam manik mata Luna. "Kamu mau kan jadi pacar

aku?"

Luna membeku di tempatnya. Kalimat

itu akhirnya keluar dari bibir Kenan. Tenggorokannya terasa menyempit, bingung

harus menjawab apa saat bayangan Marko kembali melintas liar di pikirannya.

Namun, sebelum Luna sempat membuka

mulut untuk menjawab, suara deru mobil yang sangat familier mendadak berhenti

keras di pinggir jalan tepat di depan taman.

Pintu mobil SUV hitam itu terbuka

kasar, dan sosok pria matang berjas gelap melangkah keluar dengan raut wajah

dingin dan tatapan mata menajam lurus ke arah mereka berdua.

Marko Janitra.

Pria itu rupanya baru saja kembali

dari bandara dan tak sengaja melihat mereka dari dalam mobil. Marko melangkah

lebar menghampiri bangku taman, memotong jarak dengan aura intimidasi yang

membuat udara di sekitar mereka seketika membeku.

"Aluna," panggil Marko

dengan suara berat, rendah, dan penuh penekanan, mengabaikan keberadaan Kenan

di sampingnya. "Pulang sekarang. Ayah kamu nyariin."

 

1
Adiba Adisa
ada ada aja nih pak tua 😄
Adiba Adisa
kayanya akal akalan marko aja, biar acara nembak kenan gagal 😄
Adiba Adisa
pasti nyesek banget tuh aluna
A.J Lim
ditunggu kelanjutannya yaa kak
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
A.J Lim: siap kak, terimakasih udh mampir
total 1 replies
A.J Lim
iya kak, ke makan gengsi nya 🤭
Adiba Adisa
luna bakalan ngaku ngga yaa
Adiba Adisa
panik sendiri kan om marko 😄
Adiba Adisa
hayoh loh ketahuan kan 🤭
Adiba Adisa
bagus ngga ngebosenin, bab awal udh dibikin penasaran kelanjutan nya
Adiba Adisa
bab awal udah bikin panas dingin 😄
Adiba Adisa: lanjutkan kak, ditunggu bab selanjutnya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!