NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Invasi Para Dewa Kematian

​DUAR!

​Suara ledakan memekakkan telinga meledak tepat saat tongkat besi pengawal Chen Fei berada di titik tertingginya, bersiap untuk menghancurkan tengkorak Lin Fan. Pintu ganda berbahan kayu mahoni solid setinggi empat meter yang menjadi gerbang utama aula perjamuan, hancur berkeping-keping. Serpihan kayu dan engsel baja terpelanting ke udara bak proyektil mematikan, menghantam pilar-pilar pualam dan menghancurkan patung-patung es dekoratif di sekitarnya.

​Asap tebal berwarna kelabu seketika mengepul, menelan area pintu masuk lobi Hotel Imperial.

​Ratusan tamu elit yang beberapa detik lalu menertawakan Su Yuhan dan Lin Fan, kini menjerit histeris. Para taipan bersembunyi di bawah meja perjamuan, sementara para nyonya sosialita—termasuk Li Na yang angkuh—jatuh berlutut sambil menutupi telinga mereka, gaun-gaun mahal mereka basah oleh tumpahan sampanye dan keringat dingin.

​Tongkat besi di tangan kepala pengawal Chen Fei terhenti di udara. Insting pembunuhnya seketika beralih pada bahaya besar yang mengancam dari arah pintu masuk.

​"Lindungi Tuan Muda!" teriak kepala pengawal itu panik.

​Selusin pengawal elit bersenjata api yang mengelilingi Chen Fei langsung mencabut pistol mereka, mengokang senjata serempak, dan membentuk formasi tameng hidup di sekeliling Chen Fei. Mata mereka menatap waspada ke arah kabut asap yang menyelimuti pintu utama.

​Kedatangan Pasukan Dewa Kematian

​Namun, apa yang keluar dari balik asap itu bukanlah pasukan kepolisian atau tentara militer negara. Dari dalam kegelapan, terdengar suara langkah kaki sepatu bot militer yang melangkah dengan ritme yang sangat seragam, lambat, dan memancarkan aura kematian yang absolut.

​Satu per satu, pria-pria bertubuh tegap dan berpakaian tempur serba hitam muncul membelah asap. Wajah mereka ditutupi topeng taktis serat karbon yang menyeramkan, dan di lengan seragam mereka terdapat lambang teratai hitam bermata merah yang menyala terang—simbol Pasukan Bayangan Keluarga Lin.

​Mereka tidak berteriak, tidak melepaskan tembakan peringatan, dan tidak menunjukkan emosi apa pun. Invasi mereka berlangsung dengan kecepatan dan efisiensi yang mengerikan:

​Penyergapan Balkon: Empat bayangan melompat dari lantai dua mezzanine, mendarat tanpa suara di belakang para penembak jitu Keluarga Chen, lalu mematahkan leher mereka dalam hitungan kurang dari tiga detik.

Bayangan melesat ke depan seperti kilat, melucuti selusin pistol pengawal Chen Fei menggunakan teknik bela diri tingkat tinggi yang menghancurkan pergelangan tangan musuh sebelum mereka sempat menarik pelatuk.

​Isolasi Target: Pasukan lainnya segera mengamankan perimeter aula, menutup semua jalur keluar, dan memaksa seluruh tamu elit di ruangan itu untuk tiarap di lantai dengan tatapan mata yang membekukan darah.

​Seluruh pertahanan Hotel Imperial yang dibanggakan oleh Keluarga Chen hancur lebur dalam waktu kurang dari enam puluh detik. Tidak ada baku tembak yang sengit, hanya pembantaian sepihak dari predator puncak terhadap anak-anak serigala.

​Chen Fei berdiri mematung di tengah kekacauan itu. Wajah arogan dan senyum sadisnya telah menguap entah ke mana, digantikan oleh kulit yang memucat pasi bagai mayat hidup. Jas putih tulangnya kini terkena cipratan darah dari pengawalnya sendiri yang terkapar mengerang kesakitan di lantai.

​Kepala pengawal berwajah penuh bekas luka, yang tadi hendak memukul Lin Fan, mencoba melawan. Ia mengayunkan tongkat besinya ke arah salah satu prajurit bertopeng. Namun, sebelum tongkat itu mendarat, sebuah tangan besar berbalut sarung tangan taktis mencengkeram lehernya dari belakang.

​Itu adalah Yuan, Sang Komandan Pasukan Bayangan.

​Tanpa membuang energi, Yuan mengangkat kepala pengawal raksasa itu hanya dengan satu tangan, mencekiknya hingga wajahnya membiru, lalu membantingnya ke atas meja kristal yang langsung hancur berantakan. Pengawal andalan Chen Fei itu pingsan seketika, darah mengalir dari hidungnya.

​"K-kalian siapa?!" Chen Fei menjerit dengan suara bergetar hebat, langkahnya mundur perlahan. Kesombongannya hancur berkeping-keping. "Aku Chen Fei! Pewaris Keluarga Chen! Pamanku adalah Wakil Gubernur Provinsi ini! Jika kalian berani menyentuh sehelai rambutku, militer akan meratakan kalian dengan tanah!"

​Yuan bahkan tidak melirik ke arah Chen Fei. Bagi Pasukan Bayangan, Keluarga Chen yang menguasai Jiangzhou hanyalah sekumpulan semut yang kebetulan menemukan gula di pinggir jalan.

​Mengabaikan teriakan panik Chen Fei dan isak tangis ketakutan para elit yang tiarap di lantai, Komandan Yuan merapikan kerah seragam tempurnya. Ia berjalan membelah aula, melangkah dengan pasti ke arah dua orang yang masih berdiri tegak di tengah ruangan: Su Yuhan dan Lin Fan.

​Yuhan gemetar hebat. Jari-jarinya mencengkeram lengan jas Lin Fan dengan sangat kuat. Ia berpikir bahwa gerombolan tentara bayaran misterius ini adalah musuh Keluarga Chen dari luar kota, dan mereka akan membunuh siapa saja yang ada di ruangan ini.

​"Lin Fan... k-kita harus lari..." bisik Yuhan terbata-bata, air matanya mulai menggenang.

​Namun, Lin Fan tidak bergerak mundur. Ia berdiri menutupi separuh tubuh Yuhan, menatap kedatangan Yuan dengan ekspresi datar yang menyimpan otoritas dewa dewa kuno.

​Tepat tiga langkah di hadapan Lin Fan, Yuan menghentikan langkahnya. Pria bertubuh raksasa yang baru saja meruntuhkan kekuasaan tertinggi di Jiangzhou itu menatap Lin Fan dalam-dalam.

​Kemudian, di bawah ratusan pasang mata yang terbelalak penuh horor—termasuk Chen Fei yang nyaris berhenti bernapas dan Su Yuhan yang otaknya seakan berhenti berfungsi—Komandan Yuan menjatuhkan lutut kanannya dengan keras ke atas lantai pualam.

​Tindakan itu seketika diikuti oleh seluruh anggota Pasukan Bayangan di dalam aula yang serentak berlutut dalam keheningan yang menakutkan.

​"Komandan Pasukan Bayangan, Yuan, melapor," suara berat Yuan menggema, bergetar oleh rasa hormat yang absolut. "Maafkan keterlambatan kami, Tuan Muda Lin. Seluruh properti dan aset Keluarga Chen telah disegel malam ini. Mohon berikan perintah eksekusi selanjutnya."

​Keheningan yang mematikan mencekik aula perjamuan itu. Semua orang menoleh ke arah pria dengan jas usang murahan yang selama ini mereka ludahi. Lin Fan mengusap lembut punggung tangan Yuhan yang memeluk lengannya, lalu menatap lurus ke arah Chen Fei dengan tatapan seorang tiran.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!