NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Mentari sudah sepenuhnya terbenam saat Elang duduk di meja makan bersama Bram dan Radinka seolah ia tidak pernah meninggalkan rumah. Sudah dua malam ia kembali tinggal di sana, dan ini malam ketiga ia kembali menikmati makan malam bersama, keputusan yang ia ambil setelah malam kepulangannya dari rumah sakit mendapati ibunya sakit.

Bayangan wanita itu masih jelas dalam ingatannya—wajah pucat dengan tubuh panas, tetapi tetap tersenyum ketika ia duduk di sisi ranjang. Ia bisa merasakan panas menyengat kulit saat tangan sang ibu menarik tangannya, menjadikannya sebagai bantal di bawah kepala sambil berbisik pelan,

“Ibu baik-baik saja asal kamu di sini.”

Saat itu, dadanya terasa jauh lebih sakit dibanding ketika mengetahui dirinya bukan putra kandung wanita tersebut. Selama dua puluh tiga tahun wanita itu hanya tahu dirinya sedang mencintai dan membesarkan putranya sendiri. Karena itulah ia memilih diam. Ia tidak sanggup menghancurkan hati wanita yang sudah memberikan cinta kasih begitu besar padanya sejak ia dilahirkan meski itu bukan ibu kandungnya sendiri

“Makan yang banyak, kamu terlihat lebih kurus dari sebelum pergi. Apa kamu tidak makan dengan benar di luar sana? Kamu bilang sudah mendapatkan pekerjaan." omel Radinka seraya meletakkan lauk lebih banyak ke piring Elang.

Elang terkekeh pelan. "Letakkan saja semua lauk yang Ibu masak malam ini ke piringku, aku pasti menghabiskannya."

Radinka tersenyum, meletakkan tambahan telur ke piring putranya, kemudian mengacak pelan rambut sang putra. "Mulutmu masih manis seperti biasa. Itu artinya kamu masih putraku, belum berubah menjadi orang lain."

Elang tidak protes, ia tersenyum sambil menopang dagunya dengan pandangan tak lepas dari ibunya. "Aku kan memang putra Ibu."

Dari seberang meja, Bram sejak tadi lebih banyak diam. Tatapannya tak lepas dari Elang yang tampak biasa saja seolah tidak ada yang terjadi. Sejak percakapan mereka di halaman rumah sakit dua malam lalu, suasana antara ayah dan anak itu tidak lagi sama. Namun, kalimat yang Elang katakan malam itu terus mengganggu pikirannya.

"Kau yang akan membawaku untuk bertemu mereka."

Kalimat itu terus bergema di telinganya, mengganggunya setiap detik sampai ia tidak bisa fokus ketika bekerja. Hingga, saat Radinka bangun dari duduknya, Bram tidak bisa lagi menahan diri untuk mengeluarkan apa yang ada di kepalanya.

"Apa maksudmu malam itu mengatakan hal seperti itu?" tanya Bram merendahkan suaranya, memastikan istrinya tidak mendengar.

Gerakan tangan Elang saat akan menyuap makanan terhenti di udara, tatapannya beralih pada sang ayah. "Apa?"

"Saat kita meninggalkan rumah sakit," ucap Bram lebih jelas.

Elang tergelak tanpa suara, meletakkan sendok di piringnya dengan gerakan santai. "Itu sudah dua malam lalu. Dan kau bertanya sekarang?"

Bram tertegun. Ketiadaan kata ayah dalam kalimat yang Elang ucapkan setiap kali berbicara dengannya ternyata masih berlanjut sampai kini. Pemuda itu hanya menggunakan panggilan itu di depan istrinya.

"Kau ingin datang ke kediaman Arkatama dan membongkar semuanya?" tebak Bram memicingkan mata.

"Ide yang bagus." Elang mengangguk, melipat kedua tangannya di dada, kemudian mendecakkan lidah. "Tapi terlalu sederhana."

Bram mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

"Katakan saja skenarionya begini." Kedua tangan Elang berpindah ke meja. "Aku datang ke kediaman Arkatama, membongkar semuanya. Wanita yang putramu panggil ibu menjadi majikannya, ayah menjadi bosnya, dan pegawai sepertimu justru menjadi ayah kandungnya." Elang menggeleng dengan dramatis. "Dia akan bunuh diri karena malu."

"Aku bukan dirimu, Bram Mahesa," Elang melanjutkan setelah menjeda ucapannya sejenak. "Aku tidak bisa melihat ibuku menangis jika tahu kebenaran ini."

Bram terdiam. Ada setitik rasa lega setelah mendengar apa yang Elang ucapkan. Jika putranya sudah berbicara demikian, itu artinya Elang tidak akan membuka rahasia itu di depan semua orang. Ia terlalu mengenal karakter Elang, dan Elang selalu memegang ucapannya, sama persis seperti Damar. Tapi tetap saja, kalimat Elang malam itu belum ia temukan jawabannya.

"Dan kamu ingin menggunakan ini agar aku membawamu menemui mereka? Jangan harap," sahut Bram.

"Biar kukoreksi." Elang menyandarkan punggungnya. "Kau akan membawaku menemui mereka karena mereka yang memintaku untuk datang."

"Mereka orang terpandang, dan kamu berharap mereka mengundangmu?" Bram tertawa remeh. "Mustahil-"

Belum sempat Bram menyelesaikan kalimatnya, dering ponselnya menyela seolah menjawab apa yang Elang katakan. Ia segera meraih ponsel yang ia letakkan di meja, dan mendapati nama 'Pak Raksa' tertera di layar.

"Aku ingin bertemu dengan putramu. Bawa dia menghadapku besok."

Kalimat itu masuk ke pendengaran Bram sesaat setelah ia menempelkan ponsel ke telinga, membuat tubuhnya membeku sepersekian detik sebelum ia menjawab.

"U-untuk apa, Pak? A-apakah putra saya melakukan kesalahan?" tanya Bram terbata.

"Untuk berterima kasih. Jangan terlambat."

Panggilan terputus setelah dua kalimat itu selesai diucapkan, sedikit pun tidak memberi Bram kesempatan untuk menolak.

"Sudah kubilang kan?" ucap Elang menatap puas ekspresi ayahnya sebelum kembali menyuap makanan ke dalam mulutnya. "Kau yang akan membawaku ke sana."

Radinka datang beberapa detik kemudian, sama sekali tidak menyadari ketegangan yang masih berlangsung antara putra dan suaminya. Yang ia tahu hanyalah, putranya mengabulkan keinginannya untuk tinggal di rumah satu malam lagi.

.

.

.

Gerbang hitam dengan garis emas yang berdiri menjulang terbuka otomatis saat mobil yang Bram kemudikan memasuki kediaman Arkatama.

Elang duduk di kursi penumpang bagian depan, pandangannya menatap ke luar jendela tanpa mengatakan apa pun. Jalan panjang yang diapit taman tertata rapi membawa mereka menuju bangunan megah di ujung halaman dengan satu pohon maple berada di beberapa meter dari pintu utama.

Elang membuka pintu tanpa menunggu ayahnya, sesaat kemudian seorang pria bersetelan rapi menghampirinya dan sedikit membungkukkan badan begitu pria itu berdiri di depan Elang.

"Selamat datang," dia menegakkan punggung, namun tidak menurunkan sikap hormatnya. "Saya butler di sini. Tuan Raksa beserta keluarga sudah menunggu Anda berdua di ruang keluarga. Mari ikut saya." lanjutnya dengan gestur sopan menunjuk pintu.

Elang mengangguk, mengikuti langkah butler di belakang bersama ayahnya.

Pandangan Elang menyapu sekeliling, mengamati setiap sudut rumah dengan interior semi modern yang dilengkapi furnitur dan perabot. Beberapa merupakan barang antik yang usianya mungkin lebih dari seabad

Foto keluarga berukuran besar tergantung di salah satu dinding. Raksa berdiri di tengah, Damar dan Meira di satu sisi, sementara Ravian berada di sisi yang lain.

Selama beberapa saat, Elang tersenyum menatap foto itu, kemudian kembali melangkah mengikuti butler. Begitu mereka tiba di ruang keluarga, Raksa menjadi orang pertama yang bangun dari sofa saat melihat Elang muncul.

Butler membungkuk sopan. "Tuan, tamu Anda sudah datang."

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Patrick Khan
aku ingin kasih tau q ini anakmu pak damar😁😁😁
Zhu Yun💫
langsung saja minta tes DNA biar terbongkar, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Yang bener kalau dinikahkan baru dia akan punya rasa tanggung jawab pak Raksa... kalau cuma dijodohkan doang nanti dia bisa jawab gini sama calonnya kalau lagi berantem 'Kita itu baru tunangan, jadi kamu gak usah ngatur-ngatur aku.' Nah beda kalau udah nikah dan rasa tanggung jawab itu pasti bakal ada 'Kamu adalah Istriku, tanggung jawabku' 🤭🤭🤭
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
〈⎳ FT. Zira: asiap kaka/Joyful/
total 1 replies
Muft Smoker
persis seperti anak mu si ravian😏😏
〈⎳ FT. Zira: bener🤣
total 3 replies
Zhu Yun💫
Aku hafalinnya Tresna.. Tresna... Tresna aja ... biar gampang lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Patrick Khan
perjodohan..emang sopo yg mw ambek ravian 🤣🤣🤣lakik modelan gitu
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Zhu Yun💫
Karena yang manis kan kamu, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: devinisi cwe gombalin cwo yak/Facepalm/
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mulai maju nih si keira
〈⎳ FT. Zira: sebelum direbut orang kak🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rame yah di novel ini
〈⎳ FT. Zira: banyak tokohnya🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aturannya selidiki dulu elang diam2. pura2 aja dl ga tau apa2
〈⎳ FT. Zira: udah gedek duluan dia kak,gak mau drama🤭
total 1 replies
Muft Smoker
org luar menurut mu ,,
tp kebenaran gx mungkin akan tertidur trus ,,
suatu saat kebenaran tu akan terbangun dr tidur ny ,,
〈⎳ FT. Zira: 🤣/Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waah si bram udh jdi kambing guling niih ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁🫰🫰
total 8 replies
Muft Smoker
krn ravian emnk bukan anak ny pak damar ,, pak gatra ,,
kalo kebenaran udh terungkap apa km msh akan bertindak seperti ini????
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waaaah actor Dunia lgi berbicara ,, 😒😒😒
〈⎳ FT. Zira: aduh/Facepalm/
total 3 replies
Zhu Yun💫
Beneran ulah Bram atau ada orang lain lagi dibelakangnya /CoolGuy/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sudah kudugong👏
Patrick Khan
lanjut
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
vote mumpung inget
〈⎳ FT. Zira: tengkyuuu miii/Kiss//Kiss/
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
akting
〈⎳ FT. Zira: aktingnya... harus🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!