Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Bunda duduk di tepi kasur, ia mencoba mengingat - ingat tentang sesuatu hal. "Sepertinya, pernah melihat beberapa tahun yang lalu di handphone Bayu. Apa mungkin perempuan yang di rumah sekarang cuma mirip atau sama" batin Bunda.
Bunda pergi ke kamar Bayu, untuk mendapatkan petunjuk. Tapi sayangnya Bunda tidak mendapatkan apa yang ia cari, pandangan Bunda tertuju pada handphone Bayu yang belum di cek. Bunda sesekali menoleh ke arah pintu khawatir tiba - tiba Bayu masuk. Bunda baru saja berhasil memegang handphone Bayu, tetapi nada dering panggilan handphone membuatnya gagal. Bunda lebih memilih memberikan handphone-nya ke Bayu, takutnya telepon penting.
Bunda sedikit berlari menghampiri anaknya, "Bayu! ada telepon dari Keysha, nih" Bayu seketika menoleh dan mengambil handphone-nya. Ia pergi meninggalkan Bunda dan Alina untuk ke teras rumah.
"Eh, kamu belum cobain kue buatan Tante ya. Yuk, silakan di makan sayang"
"Iya, Tante" ucap Alina, sambil mengambil kue putri ayu. Aku baru tahu ternyata Bunda semua yang nyiapin ini, udah gitu pandai bikin kue juga lagi.
"Nggak kok, Tante sebenarnya dulu tuh liat tutorial gitu, karena Bayu sering minta dibeliin kue putri ayu. Bunda kan bingung, di tempat toko kue yang biasa bunda beli tutup. Jadi, Bunda nyoba bikin sendiri. Ternyata, Bunda justru ke pengen belajar nyoba bikin aneka kue yang lainnya"
"Oh, ternyata Bayu suka sama kue putri ayu" batin Alina
Bayu datang dengan senyum sumringah, ia kembali duduk di sebelah Alina. "Kamu lama juga teleponan sama Keysha, lagi bahas apa sih?" tanya Bunda.
"Sesuatu Bun, hehehe"
"Yah, kamu. Udah mulai merahasiakan sesuatu aja"
"Bercanda, Bun" ucap Bayu, Alina hanya tersenyum tipis menatap Bunda yang sedang menatapnya juga. "Aku pinjam dulu bestie Bunda" ucapannya tertuju untuk Bunda tapi justru ia malah menatap Alina.
"Ayo, ikut aku"
"Kemana?"
...----------------...
Alina sedang duduk di teras rumah Bayu sendiri, sedangkan Bayu bolak - balik mengambil beberapa toples camilan dan juga beberapa kue.
"Udah, kebanyakan ini" Ucap Alina.
"Aku tahu kamu nggak makan sebanyak ini. Tapi ya mau bagaimana lagi, kalau Bunda yang minta."
"Maaf ya, selain Bunda, kamu juga jadi ikutan repot karena aku"
"Nggak, aku senang kok kamu ada di sini"
"Senang? Karena apa?"
"Aku kan cuma tinggal berdua sama Bunda, ayah udah nggak ada. Kalau kamu ada di sini Bunda jadi tidak merasa kesepian"
"Oh, iya, kasihan Bunda. Makanya, kamu cepat cari calon istri, apalagi kalau udah punya anak, Bunda pasti semakin ceria karena punya cucu"
"Kamu sendiri gimana?
"Hah, gimana maksudnya?
"Kamu juga udah cocok untuk menikah, kenapa belum menikah? Atau udah punya calon tapi aku nggak tau?"
"Udah ada incaran, tapi belum ada kepastian" ucap Alina sambil cemberut.
"hahaha....
"ish, nyebelin"
"Nggak ada kepastian dari siapa, mengenai keluarga atau dari dia nya
"Dari keduanya, nggak tahu kenapa aku rasa dia suka sama aku tetapi belum berani untuk mengungkapkannya. Kalau mengenai keluarga udah saling mengenal, sih. Karena kita tinggal di daerah yang sama dan dia juga teman sekolah aku dulu"
"Berarti kamu sama dia cuma HTS, hubungan tanpa status, gitu?
"Ih, nggak gitu. Status aku sama dia jelas kok, aku dan dia adalah teman. Mending kita ganti topik aja, katanya ada hal yang ingin kamu bicarakan sama aku kan?"
"Iya, ini mengenai reuni. Keysha tadi mengabari aku, katanya 2 hari lagi acaranya akan di mulai gitu."
"Oh, terus apa sangkut pautnya dengan aku?"
"Dia minta kamu ikut dalam acara ini. Kamu tenang aja, nggak sendiri kok. Rata - rata pada bawa pasangan, itu artinya bukan hanya ada alumni PMR doang."
"Ya udah."
...----------------...
"Ini kamarnya, kalau butuh apa - apa bilang aja ya" ucap Bayu.
"Oke, terima kasih"
Malam ini, Alina akan menginap di rumah Bayu. Ia sangat merasa tidak nyaman, karena menginap di rumah cowok apalagi rekan kerjanya sendiri. Namun, karena ini permintaan dari Bunda, Alina pun menurutinya. Alina merebahkan tubuhnya di kasur itu, ia merasa takut dan sulit sekali memejamkan matanya. "Beginilah akibatnya terlalu banyak nonton film horror, Alina" ucap Alina dengan lirih. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut hingga atas kepala.
Sedangkan Bayu, ia sedang asyik menonton video di handphone-nya. Tiba - tiba mati lampu, Bayu teringat kepada Alina ia bergegas pergi menuju kamar sebelah yaitu kamar tamu dan di sanalah Alina berada. Tak lupa juga Bayu sudah menyiapkan senter dan juga lilin.
"Bunda sepertinya sudah tidur, apakah mungkin Alina juga tidur?" Bayu bertanya - tanya dalam hatinya. Ia mengecek ke kamar Bunda, tetapi pintunya di kunci dari dalam. Bayu pun memutuskan untuk mengecek Alina. Sesampainya di depan pintu kamar, Bayu memanggil Alina.
"Alina... Alina..."
"Bayu!"
"Iya, ini aku!"
"Tunggu sebentar!
"Kamu belum tidur atau justru aku yang mengganggu tidur kamu?
"Nggak kok, aku belum tidur
"Kenapa?
"Takut, gelap juga
"Aku nyalain lilin, kamu tidur aja
"Kamu balik lagi ke kamar?" tanya Alina mengernyitkan dahi, sedangkan Bayu tampak berpikir
"Nggak"
"Hah?"
"Emangnya, kamu mau aku tinggal sendiri?
"Hmmm, nggak sih. Tapi kamu nggak usah macam - macam, Awas aja, nanti aku aduin ke Bunda!" ucap Alina penuh penekanan.
"Iya
Alina berbaring kembali di kasurnya, raut wajah serta mata Alina tidak bisa membohongi Bayu. "Tidur saja dengan tenang, aku tidak akan mengganggu atau meninggalkan kamu" Bisik Bayu. Alina membuka matanya, ia melihat Bayu dari jarak yang sangat dekat. Alina tiba - tiba menangis, ia mengingat masalah di Bogor dan sekarang jika mungkin masyarakat melihat apa yang dilakukan oleh mereka berdua akan membuktikan jika Alina memang bersalah. Bayu berjongkok di tepi kasur di mana Alina saat ini sedang berbaring. Alina merubah posisi tidurnya membelakangi Bayu, tetapi justru Bayu menahan pergerakan Alina. "Kenapa?" tanya Bayu dengan lirih
"Ini salah, kita nggak seharusnya melakukan ini, hiks" air mata Alina tak bisa dibendung, ia pun menangis di hadapan Bayu. Saat Bayu akan mengusap air mata yang terus saja mengalir, Alina lebih dulu menutup wajahnya dengan selimut dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang satunya masih dalam genggaman pria itu. Bayu terus saja berpikir dengan kalimat yang Alina ucapkan, apa yang salah pikirnya. Tanpa ia sadari tangan Alina ia genggam begitu kencang. "Bayu... sakit..." ucap Alina dengan suara yang sedikit serak dan berat karena menangis. Sontak Bayu pun melepaskan tangan Alina dari genggamannya. "Astaga, bisa gila aku! kenapa suara dia begitu candu. Betul apa kata Alina, ini salah. Huft, jangan sampai kebablasan, apa lagi Alina itu bos kamu, Bay" ucap Bayu dalam batinnya.
Untung saja lampu sudah kembali menyala, Bayu segera kembali ke kamarnya. Baru beberapa langkah ia teringat sesuatu, bukan Alina tetapi lilin yang masih menyala. Bayu keluar dari kamar Alina tanpa menoleh sedikit pun, isak tangis Alina masih ia dengar. Bayu hanya berkata, "lampunya sudah menyala, aku akan kembali ke kamar."