Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.
Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.
Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.
Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monisha Affan 13.
Rendy jengkel ketika rencana membongkar rahasia dari Mona mendadak gagal, apa lagi Mona satu kelompok dengan Affan.
Rendy sendiri justru satu kelompok dengan sekumpulan para Cegil tak punya urat malu.
Dari pada kerja kelompok bersama mereka, Rendy lebih milih mengikuti kelompok Mona secara diam-diam saat mereka sudah menjalankan sepeda motor nya secara beriringan.
Sisi lain, Mona terdiam putus asa mengetahui rahasia pernikahan nya yang kepengen dirahasiakan justru berada di ujung tanduk. Bisa-bisanya Andin memutuskan tempat kerja kelompok di rumah Mona, padahal masih ada opsi lain di rumah Andin yang dirasa ruang tamu nya sangat luas buat kerja kelompok.
Sebelum pulang, Mona sempat menghubungi mama untuk izin kerja kelompok di rumah utama.
Mama langsung menolak dengan alasan ruang tamu sedang di renovasi.
Tapi faktanya memang benar, kalau rumah utama Mona lagi direnovasi.
Mona dibonceng oleh Andin menuju rumah, Desti mengendarai sepeda motornya sendiri, sedangkan yang laki-laki bersama laki-laki. Hingga mereka sampai di rumah sederhana seorang pasutri yang masih dirahasiakan.
Mona langsung turun dari motor saat Andin mematikan mesin. Sementara Affan menahan mereka untuk tidak masuk ke dalam rumah lebih dulu.
Sisi lain, Rendy yang berhasil mengikuti mereka langsung tersenyum ala antagonis saat Affan mencegah mereka untuk masuk ke dalam rumah. Terlebih senyuman itu makin melebar saat Rendy melihat Mona yang mendadak berlari ke dalam cuma untuk menyembunyikan bingkai foto pernikahan nya ke suatu tempat.
Mereka dipersilahkan masuk ke dalam rumah setelah Affan melihat Mona yang seperti nya sudah mengamankan bukti-bukti pernikahan.
Tanpa menaruh curiga, ketiga teman Mona dan Affan langsung masuk ke dalam rumah, satu teman lainnya yang tidak diajak justru pergi ke samping rumah.
Dari dalam rumah, mereka sudah mengerjakan tugas fisika dengan berbagi tugas yang pintar seperti Affan dan Andin menghitung hasil pecahan rumus, sedangkan yang malas mikir seperti Mona, Desti dan Rojak ditugaskan untuk mencatat jawaban dari yang pintar.
Sementara orang yang tidak diajak ke rumah justru merusuh dengan mematikan meteran listrik dari depan. Niatnya Rendy memancing Mona untuk keluar dari rumah, tapi yang ada justru Rojak yang malah keluar.
Karena gagal, Rendy mengubah rencana. Pria itu berteriak menantang Mona untuk keluar dari rumah. Malah yang ada di lempar sendal sama tetangga karena berisik.
Abaikan seseorang yang lagi berulah di depan rumah.
Dari POV dalam rumah, Andin mendadak ingin pipis, Affan justru mempersilahkan Andin untuk pergi ke kamar mandi dekat dapur.
Namun setelah Andin berdiri dari duduk, tepat enam detik saat Mona hampir saja lengah, ia langsung memegang tangan Andin untuk tidak pergi ke dalam kamar mandi.
"Airnya masih kosong bestie, saya lupa belum mengisinya" Kata Mona penuh dusta. padahal faktanya di dalam kamar mandi itu ada bingkai foto pernikahan yang ia sembunyikan.
"Kenapa ga dari tadi kamu isi air di bak?" Kata Andin.
"I-itu karena saya terlalu mikirin soal dan rumus fisika nya, jadi saya gak kepikiran buat isi air di bak" Jawab Mona panik.
"Hm, yaudah kamu isi airnya saja dulu." Kata Andin, Mona langsung menghela nafas lega.
"Bentar ya bestie! Gak lama kok, saya penuhi bak mandinya dulu." Mona lantas berdiri dan ngibrit ke kamar mandi hanya untuk menaruh bingkai foto pernikahan nya yang lebih aman.
Setelah dirasa cukup, Andin langsung pergi ke kamar mandi atas perintah nona di rumah ini.
Sampai Andin balik lagi ke teman-teman nya yang ada diruang tamu, disini Andin merasa ada yang aneh, "Oh iya mama sama papa kamu mana bestie? Asa ni rumah kok sepi amat ya"
"Iya juga, kemana orang tua kamu best?" Desti ikut menimpal. Nambah beban pikiran Mona.
Affan memilih terdiam, ia sadar akan posisi. Kalau ikut nimbrung, takut ia salah bicara—yang ada teman-teman nya malah curiga.
Satu sisi, Mona akan menjawab pertanyaan teman-teman nya tanpa menaruh curiga "Ini rumah baru saya yang kemarin diberikan sama papa, kedua orang tua ingin saya hidup mandiri sejak dini" Jawab Mona tak sepenuh nya berbohong.
Disini Affan tertegun karena pertama kali melihat bagaimana cara Mona menghadapi masalah tanpa panik, gadis itu terlihat begitu santai tanpa menaruh reaksi curiga. Padahal dari dalamnya Mona sedang senam jantung.
"MONAAA SAYA AKAN BONGKAR RAHASIA PERNIKAHAN KAMU YA KE MEREKA!" Teriak Rendy dari luar rumah —sehabis Rendy teriak, langsung di lempar sapu sama tetangga yang sebelumnya lempar sendal.
Membuat sepasang mata dari tiga teman Mona langsung membola sekaligus. Sementara mereka juga mendengar teriakan susulan dari warga.
"KAMU TUH BERISIK AJA DARI TADI, GAK TAU SAYA LAGI SAKIT GIGI APA YA? PERGI KAMU!"
"Mon bener kamu sudah menikah?" Tanya Andin. Membuat Mona langsung terdiam total.
Tidak lama, Rendy tiba-tiba membuka pintu dengan tampang antagonis nya. Menyerahkan foto yang ia jepret kemarin.
Affan mengambil foto tersebut. Dari sini ia bisa mengelak. "Ini memang foto saya, saat itu saya nyeret Mona buat masuk ke dalam karena gak mau belajar. Oh iya sekarang saya ngajarin Mona matematika di rumah nya, itu karena kemarin ibu nya minta saya buat jadi guru privat." Affan klarifikasi.
Hingga ada perdebatan sengit terjadi antara Rendy dengan Mona dan Affan.
"Bohong, buktinya kalian saya pantau beli sate sambil mesra-mesraan!" Kata Rendy.
"Mana ada mesra-mesraan" Elak Mona kesal.
"Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri."
Ketiga teman Mona jadi bingung sekarang, harus percaya pada siapa.
Sementara itu, Ibu-ibu paruh baya yang pernah cerita tentang anaknya yang menikah muda tiba-tiba datang ke rumah Mona untuk mengusir Rendy dari sana.
......................
...****************...
To be continue,
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan