NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Dijadikan keset kaki, diabaikan oleh ayah kandungnya, hingga dikhianati oleh pria yang berjanji akan menikahinya. Hidup Shen Xianle berakhir tragis di dasar tebing dingin setelah tubuhnya dilemparkan tanpa belas kasihan.

Mereka mengira Xianle telah lenyap dan dilupakan. Namun, mereka salah besar. Sebuah kekuatan kuno membangunkannya dari ranjang salju yang berdarah. Kali ini, tidak ada lagi putri teratai yang lemah lembut. Yang ada hanyalah Shen Xianle yang terlahir kembali dengan hati sedingin es dan tekad membalas dendam yang membara.

Bagaimanakah cara Xianle membalas setiap tetes darah yang pernah mereka tumpahkan? Ikuti kisah pembalasan dendam terdahsyat sang putri yang terlupakan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SINGGASANA YANG BERDARAH

Langkah kaki Shen Xianle menggema berat di atas lantai marmer giok hijau Aula Agung Kekaisaran Han [1.1]. Suara seretan zirah hitam yang membungkus tubuh ringkih namun tegapnya memecah keheningan mencekam di dalam ruangan tersebut. Ruangan yang selama ratusan tahun menjadi simbol kekuasaan tertinggi dan kesombongan para penguasa tirani itu, kini terasa begitu asing. Bau dupa cendana yang biasanya menenangkan ingatan, malam ini bercampur baur dengan aroma anyir darah yang menyengat, terbawa oleh embusan angin malam dari luar gerbang istana yang hancur.

Di ujung terjauh aula, kursi naga emas berdiri dengan megah, berkilau di bawah temaram cahaya obor yang bergoyang ditiup angin. Namun, malam ini, tidak ada lagi sosok kaisar yang duduk di sana dengan keangkuhan yang menindas. Yang tersisa hanyalah sebuah singgasana kosong yang dingin, seolah-olah sedang menunggu takdir baru yang akan ditulis oleh tangan seorang putri yang pernah mereka buang.

Xianle menghentikan langkahnya tepat di undakan pertama menuju singgasana. Jubah merah darahnya menyapu lantai marmer, kontras dengan warna giok yang pucat. Ia membalikkan badannya perlahan, menatap puluhan pejabat istana, menteri, dan penasihat kekaisaran yang kini berlutut gemetar di lantai aula. Tubuh-tubuh berpakaian sutra mewah itu kini merunduk begitu rendah hingga dahi mereka menyentuh lantai, dipimpin oleh Jenderal Lu dan Jenderal Zhao yang berdiri tegak sebagai penjaga barunya.

Di sudut ruangan, terpisah dari barisan para pejabat yang ketakutan, tampak Permaisuri dan Perdana Menteri Shen. Kedua sosok yang dulu menggetarkan istana dengan satu jentikan jari itu kini terduduk di atas lantai dengan tangan dan kaki yang dirantai besi berat. Wajah mereka yang semula dipenuhi kosmetik mahal kini tampak kotor oleh debu dan keringat, menyiratkan kehinaan yang amat sangat.

"Mulai malam ini, Kekaisaran Han yang lama telah mati," suara Xianle bergaung jernih namun sedingin es, memotong kesunyian yang mencekam di dalam aula. "Setiap hukum korup yang menindas rakyat akan dihapus. Dan setiap orang yang tangannya telah ternoda oleh darah ibu saya, Selir Lin, akan menerima pengadilan yang adil dari sebilah pedang."

"Xianle... kau... kau anak durhaka!" teriak Perdana Menteri Shen dari sudut ruangan. Pria tua itu mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya yang runtuh, meskipun tubuhnya gemetar hebat menahan beban rantai besi. "Kau bersekutu dengan pengkhianat perbatasan untuk merebut takhta ayah kandungmu sendiri! Kau membiarkan para prajurit liar mengotori tempat suci ini! Surga tidak akan pernah memberkati kepemimpinan seorang wanita yang haus darah sepertimu!"

Xianle tidak langsung membalas. Ia melangkah turun dari undakan marmer, berjalan perlahan mendekati Perdana Menteri Shen. Setiap ketukan langkah kakinya terdengar seperti jam pasir yang menghitung sisa waktu hidup pria tua itu. Begitu sampai di hadapannya, Xianle berlutut dengan satu kaki, sejajar dengan posisi terdakwa sang Perdana Menteri. Dengan gerakan yang sangat tenang namun mematikan, ia menarik belati perak dari balik pinggangnya.

Sret.

Ujung belati yang dingin dan tajam itu menempel tepat di bawah dagu Perdana Menteri Shen, menekannya sedikit hingga memaksa pria tua itu mendongak dan menatap langsung ke dalam sepasang mata jernih Xianle. Mata yang tidak lagi memiliki riak emosi ketakutan, melainkan kedalaman air telaga hitam yang pekat.

"Surga?" Xianle tersenyum tipis, sebuah senyuman yang begitu indah namun memancarkan aura kekejaman yang murni hingga membuat para pejabat di sekitarnya menahan napas. "Di mana surga ketika Anda dan Permaisuri meracuni ibu saya di dalam Paviliun Anggrek belasan tahun lalu? Di mana surga ketika Shen Meili dan Li Feng menyeret saya di atas salju, mematahkan tulang-tulang saya, dan membuang saya ke dasar jurang seolah saya adalah seonggok sampah yang tidak berharga? Surga tidak pernah melihat ke dalam istana ini, Perdana Menteri. Jadi, jangan sebut nama surga di hadapanku. Karena malam ini, akulah surga dan neraka bagi kalian semua."

Xianle menarik kembali belatinya dengan satu hentikan cepat, lalu berdiri tegak, mengibaskan jubah merah darahnya dengan anggun. Ketegasannya membuat Perdana Menteri Shen bungkam, napasnya tersengal-sengal karena ketakutan yang amat sangat.

"Mo Reng!" perintah Xianle, suaranya naik satu nada.

"Hamba berada di sini, Nona," Mo Reng melangkah keluar dari balik bayang-bayang pilar besar, membungkuk khidmat.

"Seret Permaisuri keluar dari aula ini sekarang juga. Bawa dia ke Paviliun Anggrek—paviliun tua di ujung istana tempat aku menghabiskan masa kecilku dalam kedinginan. Copot seluruh pakaian suteranya, ganti dengan kain rami yang kasar. Mulai malam ini, dia tidak boleh memiliki pelayan, tidak boleh diberi api penghangat di musim dingin, dan hanya boleh memakan sisa-sisa makanan dari dapur prajurit. Aku ingin dia merasakan setiap detik dingin, kelaparan, dan kehinaan yang telah dia timpakan kepadaku selama belasan tahun hidupku," ucap Xianle tanpa belas kasihan sedikit pun.

"Tidak! Xianle, kau iblis! Lepaskan aku! Yang Mulia Kaisar akan membunuhmu jika dia kembali!" Permaisuri menjerit-jerit histeris, tubuhnya memberontak saat Mo Reng dan dua pengawal bayangan mencengkeram rantainya dan menyeretnya keluar dari aula dengan kasar. Suara jeritannya perlahan memudar seiring pintu kayu aula yang ditutup kembali, menyisakan keheningan yang semakin menakutkan bagi mereka yang tersisa.

Xianle mengalihkan pandangannya kepada para pejabat yang masih berlutut. "Mengenai faksi Perdana Menteri dan seluruh pejabat yang telah memakan uang rakyat serta mendukung tirani ini... Jenderal Lu, sita seluruh aset kekayaan mereka. Masukkan mereka ke dalam penjara bawah tanah untuk menunggu eksekusi massal setelah perayaan musim gugur selesai."

"Hamba menerima perintah, Yang Mulia Putri!" Jenderal Lu menjawab dengan tegas, lalu memberi isyarat kepada pasukannya untuk menyeret Perdana Menteri Shen dan beberapa menteri faksi utamanya keluar dari Aula Agung.

Setelah aula yang luas itu mulai lengang dari para tahanan, Long Junwei melangkah masuk dari pintu samping yang menghubungkan aula dengan koridor rahasia kekaisaran. Jubah hitam bersulam naga peraknya tampak berkibar megah, menyapu lantai marmer yang kini telah bersih dari noda darah berkat kerja cepat para pelayan bayangan. Ia berjalan mendekati Xianle, langkah kakinya tidak bersuara, namun auranya mampu menyeimbangkan kegagahan Xianle malam itu.

"Seluruh kompleks istana dalam dan luar telah sepenuhnya diamankan, Xianle," ucap Junwei, suara baritonnya yang berat menenangkan atmosfer yang semula tegang. "Sisa-sisa Pasukan Pengawal Emas yang menolak menyerah telah dilenyapkan di gerbang timur. Rakyat di luar tembok kota juga telah mendengar berita ini; mereka mulai mengibarkan panji kain berwarna putih dengan sulaman magnolia di sepanjang jalan utama. Kau telah berhasil merebut apa yang menjadi hakmu."

Xianle menatap Long Junwei. Keberhasilan malam ini tidak akan pernah terwujud tanpa bantuan Pasukan Bayangan dan strategi militer yang disusun pria itu di Kediaman Bayangan perbatasan barat. Namun, saat tatapan Xianle kembali beralih ke arah kursi naga emas di atas undakan, ia tahu bahwa kemenangan ini hanyalah akhir dari sebuah babak kecil, dan awal dari sebuah perang yang jauh lebih besar.

"Ini baru permulaan, Junwei," bisik Xianle, jemarinya meraba permukaan dingin pembatas tangga giok. "Membakar istana yang korup dan membunuh para serigala di dalamnya adalah hal yang mudah. Namun, mempertahankan dinasti ini dari atas puing-puing abu yang mereka tinggalkan adalah perang yang sesungguhnya. Para serigala di luar perbatasan—terutama Kekaisaran Zhao di utara—pasti sudah mendengar runtuhnya kekuatan militer pusat kita. Mereka tidak akan tinggal diam melihat takhta ini kosong."

Junwei melangkah setindak lebih dekat, berdiri tepat di samping Xianle. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah singgasana naga. "Maka kita tidak akan membiarkan singgasana itu kosong terlalu lama. Esok pagi, kau harus naik ke atas kursi itu, mengenakan mahkota kekaisaran, dan mengumumkan berdirinya Dinasti Magnolia Baru. Biarkan dunia tahu bahwa Kekaisaran Han tidak sedang melemah, melainkan sedang terlahir kembali dengan duri yang lebih tajam."

Xianle menoleh, menatap mata pria di sampingnya. Di dalam hatinya, sebuah pertanyaan besar mulai muncul: Setelah semua musuh mereka tiada, akankah aliansi di antara dirinya dan sang Pangeran Bayangan tetap bertahan, ataukah ambisi takhta yang besar ini pada akhirnya akan mengubah mereka menjadi sepasang serigala baru yang saling menggigit?

Namun untuk malam ini, di bawah tatapan puluhan obor yang menyala dan kesunyian Aula Agung yang berdarah, Shen Xianle memilih untuk menikmati kemenangan pertamanya, bersiap menghadapi badai baru yang sudah mengintai di balik cakrawala esok hari.

1
aku
xianle yg berdialog bw pedang aq yg berasa kereennn 😁😁
SRIANA: terima kasih sudah mampir, semoga suka sampai akhir. selamat membaca🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!