NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gimana Dengan Ayumi?

Kanaya meringis pelan saat mencoba bangkit dari tidur. Dia merasakan pegal di pinggang juga nyeri di bagian intimnya akibat pergumulan semalam.

Malam tadi terasa begitu panjang dan penuh dengan emosi yang bercampur aduk. Meski hati mereka belum sepenuhnya bertautan, namun, keintiman yang tercipta semalam seolah membuktikan, bahwa ada daya tarik yang tak bisa mereka pungkiri. Naluri alami manusia yang mendamba akan kebutuhan biologis tampaknya tak bisa dikendalikan saat mereka sudah berbalut gairah.

Yudha dengan segala triknya seolah tidak membiarkan Kanaya memiliki ruang untuk sekadar menarik napas. Pria berusia dua puluh delapan tahun itu mendominasi aktivitas semalam, membuat Kanaya merasa benar-benar kehabisan energi dan hampir tak bisa mengimbangi stamina suaminya.

Tatapannya kini terjatuh pada Yudha yang masih terlelap. Tubuh bagian atas pria itu masih terbuka, memperlihatkan bulu-bulu halus di sekitar dada bidangnya.

Melihat pemandangan di hadapannya saat ini, seketika membuat bulu kuduk Kanaya meremang, hingga wajahnya menghangat dipenuhi semburat merah.

Perlahan Kanaya bangkit, tak ingin melalukan gerakan yang mengganggu tidur Yudha. Dia ingin segera membersihkan dan mensucikan tubuhnya sebelum melaksanakan kewajiban sholat shubuh.

Hari ini masa cutinya usai dan mulai berangkat ke sekolah untuk mengajar, begitu juga dengan Yudha. Statusnya sebagai istri mengharuskannya melayani kebutuhan Yudha, seperti menyiapkan sarapan dan pakaian untuk Yudha ke kantor, hingga tak bisa membuatnya santai seperti dulu.

Setelah menyelesaikan kewajiban ibadahnya, Kanaya kembali masuk ke kamar. Ia menghampiri ranjang dan menepuk lengan Yudha dengan gerakan ringan.

"Yud, bangun. Sudah jam lima. Mandi sana, nanti keburu telat sholatnya," ucap Kanaya dengan lembut seperti yang ia lakukan jika membangunkan keponakannya.

"Jam berapa sekarang?" tanyanya dengan suara parau.

Yudha membuka mata perlahan, menatap Kanaya dengan pandangan yang masih samar. Sambil bangkit dan terduduk di tempat tidur, ia meregangkan otot-ototnya.

"Jam lima." Kanaya langsung mengalihkan pandangan ke arah lain, melihat Yudha bertelanjang dada seperti ini membuatnya merasa gugup. Bayangan keintiman mereka semalam seakan menari-nari dalam benaknya.

"Aku mau ke dapur dulu bikin sarapan." Kanaya bangkit hendak ke dapur, tapi berhasil Yudha tahan. "Aakkhh! Mau apa kamu, Yud? Ini udah pagi, kita harus kerja hari ini." Kanaya panik saat Yuda mendekapnya erat.

"Gimana rasanya?" tanya Yudha mengecup ceruk leher Kanaya,

"Yud, lepasin! Aku mau bikin sarapan!" Kanaya memukul lemah tangan Yudha yang memeluk tubuhnya.

"Bilang dulu, gimana rasanya? Enak, nggak?" Yudha kembali menggoda ketika melihat Kanaya yang gugup.

"Yudha!" hardik Kanaya karena Yudha tak mendengar permintaannya.

"Morning kiss dulu." Yudha memberi syarat jika Kanaya ingin lepas darinya.

"Yud, nanti aku telat ke sekolah!" Kanaya harus lebih awal berangkat ketimbang Yudha yang berangkat lebih siang.

"Ya makanya morning kiss dulu nanti aku lepasin ..." Yudha tetap menuntut.

Kanaya mendesah, melihat Yudha tak mau mengalah, ia pun akhirnya memutar tubuhnya hingga wajah mereka saat ini saling berhadapan.

Cup

Dengan gerakan cepat, Kanaya mencium Yudha. Di saat ia merasakan lilitan lengan Yudha melonggar, ia pun bergegas meninggalkan kamar dengan wajah dipenuhi semburat merah. Sementara Yudha terkekeh melihat Kanaya yang salah tingkah.

***

"Bu Yaya!"

Ketika turun dari mobil, Kanaya mendengar suara seseorang berteriak memanggil namanya.

"Honeymoon-nya kok cepat banget, Bu?" Ternyata Zahra yang tadi memanggil Kanaya.

"Eh, kamu, Zahra?" Kanaya membalas sapaan Zahra, enggan membahas yang berhubungan soal bulan madu.

"Tadi diantar Pak Yogi ya, Bu?" Zahra menatap mobil yang tadi menurunkan Kanaya yang kini sudah menjauh dari pandangannya.

"Iya," sahut Kanaya singkat.

"Suami Bu Yaya ganteng banget, lho, Bu. Pak Yogi punya keponakan cowok nggak sih, Bu? Kalau punya buat aku aja deh, Bu. Siapa tahu gantengnya nular ke ponakannya." Zahra berseloroh seraya merangkul manja lengan Kanaya.

"Kamu ini, mikir sekolah aja dulu, Zahra!" Kanaya mengusap kepala Zahra dengan lembut.

"Tetap mikir sekolah kok, Bu. Cuma booking ponakan Pak Yogi aja biar nggak diambil orang duluan. Hahaha ..." jawab Zahra dengan tertawa renyah.

"Ya ampun, Zahra!" Kanaya tak bisa menahan senyumnya mendengar ucapan Zahra tadi. Gadis itu memang murid yang paling akrab dengannya. "Ya udah, ayo kita masuk!" Kanaya menyuruh Zahra segera ke kelas, sementara ia sendiri ke ruangan guru.

***

Ketika masuk ke ruangan divisi keuangan, kedatangan Yudha disambut seperti biasa oleh para staff-nya. Mereka tak ada yang tahu tentang pernikahan mendadaknya. Selama tiga hari tidak berada di kantor, tak ada yang mencurigainya sama sekali.

Di kantor itu, selain bosnya dan beberapa petinggi perusahaan juga Zakaria, orang kepercayaannya di staff keuangan, tidak ada yang mengetahui kalau tiga hari lalu, ia baru saja melepas masa lajangnya, menikahi wanita yang semestinya menjadi kakak iparnya sendiri.

"Pagi, Pak." Semua staff yang dilewati Yudha menyapa.

"Wah, ke mana aja nih, Pak? Tiga hari nggak ada kabar, ada yang kangen tuh, Pak!" guyon Lena, salah seorang staff melirik ke arah Ayumi yang langsung tersipu malu.

"Iya, nih. Pak Yudha ngilang nggak kasih kabar, Ayumi nanyain terus, Pak." Chika, staff lainnya menimpali.

"Apaan, sih!?" Ayumi berkilah, malu diledek di hadapan orang banyak.

Yudha menatap lekat Ayumi, wanita cantik yang belakangan memang sempat menyita perhatiannya. Namun, sekelebat bayangan Kanaya tiba-tiba muncul di benaknya. Seperti sebuah alarm pengingat jika dirinya saat ini sudah mempunyai istri.

"Saya ada urusan pribadi yang mesti diselesaikan," jawabnya kemudian berjalan masuk ke dalam ruangannya.

Ayumi menatap punggung Yudha yang menjauh. Rasa rindu yang sempat dibendung beberapa hari akhirnya sedikit terobati dengan kemunculan kembali pria itu di kantor.

Sementara Zakaria langsung mengekor di belakang Yudha hingga masuk ke dalam ruangan atasannya itu.

"Gimana, Pak? Malam pertamanya lancar?" tanya Zakaria dengan tersenyum menyeringai. "Ini bilyet giro yang mesti ditanda tangani. Akan diproses pembayaran hari ini, Pak." Zakaria lalu menyodorkan map pada Yudha.

"Lancar, Zak. Alhamdulillah ..." sahut Yudha dengan jujur. "Staff di sini masih belum ada yang tahu kalau saya menikah?" tanya Yudha karena tak ada satupun staff yang menyinggung soal pernikahannya.

"Tanpa seizin Bapak, saya nggak berani menceritakan hal itu pada rekan-rekan yang lain, Pak," jawab Zakaria, "Pasti akan heboh banget kalau mereka pada tahu, Pak," sambungnya.

"Hmph ..." Sudut bibir Yudha membentuk senyum tipis.

"Tapi, gimana dengan Ayumi, Pak? Rekan-rekan di sini menganggap kalau Bapak sama Ayumi punya hubungan khusus." Zakaria mencemaskan keberadaan Ayumi. Selama ini perbedaan perlakuan Yudha tehadap Ayumi memang sangat mencolok. Terkadang Ayumi diajak menemani Yudha istirahat makan siang, beberapa kali juga Yudha mengantar Ayumi pulang, sehingga tak heran jika seluruh staff keuangan menganggap meteka berdua menjalin hubungan asmara.

"Biar nanti saya urus, Zak. Kamu bisa kembali ke tempatmu. Nanti kamu saya panggil setelah saya menandatangani giro-giro ini," ujar Yudha.

"Baik, Pak. Permisi." Setelah mendapat perintah Yudha, Zakaria pun langsung meninggalkan ruangan atasannya itu.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
Ernalita Sitompul
Baguslah Yogi sudah dpt kerjaan,nggak apa2 Yudha,bantu abang sendiri...nanti rezekimu makin lancar...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
gimana yaa...kalau urusan sama duit itu lebih berat ngasih pinjam ke sodara.bukan karena pelit.karena uang persaudaraan bisa putus silaturahmi.karena masing2 sudah berkeluarga, Yudha juga harus bicara sama Kanaya meski itu uangnya sendiri.
dari awal mau nikah,masalah Yogi gak jauh dari finansial.dan Yudha yang selalu jadi tameng.harusnya sang kakak yang bisa mengayomi adiknya,tapi malah kebalikan.yang ada Yogi merengek mulu sama Yudha.kalau gentle,datangi orang tuamu minta maaf ,siapa tau setelah berdamai rejeki lancar.
sunaryati jarum
Masa pas nikah kemarin kan di beri uang ibumu 5o juta masa baru empat bulan sudah habis.Tidak mau merepotkan adikmu terus.Masa tidak malu jika didengar Naya.Tuman jangan diberi Yudha,bicara dulu sama Naya , harus saling terbuka
sunaryati jarum
So sweet banget nih Yuudha,suami yang bisa jadi tempat nyaman istr
Tia rabbani
yudha orangnya jahil
sryharty
harus berunding dulu yud sama Naya,,
biarpun itu uang kamu sendiri hasil kamu kerja,dan yg pinjem Kaka sendiri
tapi kamu harus minta pendapat dan persetujuan istri kamu dulu,si Yogi bener2 merepotkan banget daah
Juwitae
terima kasih update nya Mak Zha 🥰🥰
Juwitae
aduh kok gampangin banget urusan duit ya mentang² sama adik sendiri. Yudha musyawarah dulu sama istri. punya kakak kok nyusahin mulu🤭
Tia rabbani
nangis aja Ayumi, karena kamu hanya manusia biasa
Juwitae
bagus Naya mending jujur dari sekarang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Wuah rencana apa nih yang akan dibuat oleh Yudha 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Perihal momongan bagi wanita yang sudah menikah memang sangat sensitif untuk dibahas. Apalagi bagi yang sudah menikah hingga belasan tahun belum juga dikaruniai momongan. Yang sabar ya Nay, tetap berdoa dan berusaha ya dengan suamimu, pasrahkan pada Tuhan kapan kalian akan diberikan keturunan. Semangat Kanaya sayang 🥰🥰🥰
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
pokoknya Yudha paket komplit.paling the best yang selalu mengerti bagaimana harus bertindak agar Kanaya selalu bahagia.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
bakal di gantung Yudha sama papa Danur kalau sampai itu terjadi😁
Ernalita Sitompul
Tuh ksn Kanaya duamimu itu sangat baik..berbahagialah nikmati aza pacaran setelah pernikahan..
sryharty
Yudha aku padamu pokonya,,kamu bener2 suami bijaksana dan suami idaman
Juwitae
makasih update nya Mak Zha 🥰
Selin Tari
sabar y nay,, semua indah pada waktu nya, mana tau nanti hamil langsung kembar 3.. ya kan thor ..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Thor, nama adik Yogi sama kyak nama suamiku 🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
gpp Yaya...u harus berusaha lagi dan sabar karna ini bukan ajang lomba,siapa yang cepat punya anak duluan,kalo pun belum dikasih berati gusti Allah pingin u menikmati masa pacaran setelah nikah sama Yudha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!