Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Kembali ke Indonesia dan Krisis Grup Wijaya
Tiga hari kemudian.
Pesawat jet pribadi milik Star Dragon International Group mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Setelah hampir dua minggu berada di Singapura, Alviano akhirnya kembali ke Indonesia.
Namun kali ini semuanya berbeda.
Saat berangkat ke Singapura, ia hanyalah pengusaha muda yang sedang naik daun.
Kini namanya dikenal di seluruh Asia.
Gelar Raja Investasi Asia yang diperolehnya dalam turnamen telah membuat banyak media internasional menyorot dirinya.
Bahkan beberapa majalah bisnis mulai menempatkannya dalam daftar pengusaha muda paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
Namun bagi Alviano.
Popularitas bukanlah hal yang paling penting.
Yang paling penting adalah perkembangan sistem.
Dan asetnya yang terus bertambah.
Di dalam mobil menuju Jakarta.
Alviano membuka panel sistem.
━━━━━━━━━━━━━━━
Host:
Alviano Revende Xafier
Usia:
20 Tahun
Level:
3
Kekayaan Pribadi:
Rp161 Triliun
Total Aset Kendali:
Rp275 Triliun
Poin Dewa Kekayaan:
15.000
━━━━━━━━━━━━━━━
Progress Membuka Fitur:
Pasar Kekayaan Dewa
275 Triliun / 500 Triliun
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano mengangguk pelan.
Target lima ratus triliun memang besar.
Namun sekarang ia sudah melewati setengah jalan.
Kecepatannya jauh melampaui perkiraan awal.
Sementara itu.
Di kantor pusat Grup Wijaya.
Suasana sedang tidak baik.
Sangat tidak baik.
Di ruang rapat utama.
Puluhan direktur duduk dengan wajah tegang.
Rendra Wijaya berdiri di depan layar besar.
Di sampingnya terdapat Aurelia.
Biasanya rapat keluarga Wijaya selalu tenang.
Namun kali ini berbeda.
Karena perusahaan utama mereka sedang menghadapi masalah besar.
"Kita kehilangan kontrak Timur Tengah."
kata salah satu direktur.
"Kerugiannya?"
"Lebih dari Rp18 triliun."
Ruangan langsung sunyi.
Angka tersebut sangat besar.
Bahkan bagi Grup Wijaya.
Belum lagi masalah lain yang muncul secara bersamaan.
Nilai saham menurun.
Beberapa proyek tertunda.
Investor mulai khawatir.
Seseorang jelas sedang menyerang Grup Wijaya secara sistematis.
Aurelia melihat laporan yang ada di tangannya.
Semakin ia membaca.
Semakin dalam kerutan di dahinya.
"Ini bukan kebetulan."
ucapnya.
Semua orang menoleh.
"Maksudmu?"
tanya Rendra.
Aurelia mengangkat dokumen.
"Semua serangan ini terjadi secara bersamaan."
"Kontrak."
"Investasi."
"Proyek."
"Seseorang sedang merancang semuanya."
Ruangan menjadi semakin hening.
Karena semua orang mulai menyadari bahwa kemungkinan tersebut memang masuk akal.
Lalu pertanyaan terbesar muncul.
Siapa pelakunya?
Pada saat yang sama.
Di sebuah gedung mewah Jakarta.
Leonard Pratama sedang duduk bersama ayahnya.
Di atas meja terdapat berbagai laporan bisnis.
Pria paruh baya yang duduk di hadapannya adalah:
Surya Pratama.
Pendiri Grup Pratama.
Salah satu konglomerat terbesar Indonesia.
"Rencana berjalan lancar."
kata Surya.
Leonard tersenyum tipis.
"Keluarga Wijaya mulai panik."
Surya mengangguk.
"Selama mereka melemah."
"Kesempatan kita semakin besar."
Leonard memandang keluar jendela.
Namun pikirannya tidak berada pada bisnis.
Melainkan pada Aurelia.
Jika Grup Wijaya berada dalam posisi sulit.
Maka kemungkinan kerja sama keluarga akan meningkat.
Dan jika itu terjadi...
Peluangnya untuk mendekati Aurelia juga akan bertambah.
Sayangnya.
Ia tidak tahu satu hal.
Bahwa seseorang baru saja kembali ke Indonesia.
Malam hari.
Alviano tiba di penthouse pribadinya di Jakarta.
Belum sempat beristirahat.
Ponselnya berdering.
Nama yang muncul membuatnya sedikit terkejut.
Aurelia Wijaya.
Alviano mengangkat panggilan.
"Halo."
Beberapa detik tidak ada jawaban.
Kemudian terdengar suara Aurelia.
"Kau sudah kembali?"
"Baru beberapa jam lalu."
"Hm."
Nada suaranya terdengar lebih serius dari biasanya.
"Ada masalah?"
tanya Alviano.
Aurelia terdiam sesaat.
Lalu berkata:
"Aku ingin meminta bantuan."
Kalimat itu membuat Alviano sedikit terkejut.
Karena berdasarkan karakter yang ia kenal.
Aurelia bukan tipe orang yang mudah meminta bantuan.
Berarti masalah yang dihadapi benar-benar serius.
Satu jam kemudian.
Mereka bertemu di sebuah restoran pribadi.
Tidak ada wartawan.
Tidak ada pengawal yang berlebihan.
Hanya mereka berdua.
Aurelia langsung menyerahkan beberapa dokumen.
"Kau lihat sendiri."
Alviano mulai membaca.
Lalu Mata Dewa Analisis Lv.3 aktif secara otomatis.
━━━━━━━━━━━━━━━
Analisis Krisis
Target:
Grup Wijaya
Penyebab:
Manipulasi Pasar
Pelaku Utama:
Grup Pratama
Probabilitas:
98,7%
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Alviano sedikit menyipit.
Ternyata benar.
Seseorang memang sedang menyerang Grup Wijaya.
Dan pelakunya adalah keluarga Pratama.
Menarik.
Sangat menarik.
Karena ini berarti Leonard bukan hanya rival pribadi.
Tetapi juga lawan bisnis.
"Bagaimana?"
tanya Aurelia.
Alviano meletakkan dokumen.
"Jika aku membantu."
"Apa yang akan kudapat?"
Aurelia menatapnya.
Kemudian tersenyum tipis.
"Kau benar-benar pengusaha."
"Tentu."
jawab Alviano sambil tersenyum.
Beberapa detik kemudian.
Aurelia berkata:
"Kalau kau berhasil menyelesaikan krisis ini."
"Aku akan memberimu satu kesempatan."
"Kesempatan apa?"
Untuk pertama kalinya.
Sedikit rona merah muncul di wajah Aurelia.
"Satu hari penuh bersamaku."
Alviano membeku selama beberapa detik.
Sementara itu.
Mata Dewa Analisis langsung aktif.
━━━━━━━━━━━━━━━
Aurelia Wijaya
Ketertarikan:
42%
Status:
Meningkat Cepat
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano hampir tertawa.
Ternyata sistem benar-benar tidak tahu kapan harus serius.
Namun sebelum ia sempat menjawab.
Suara sistem terdengar.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Epik Terpicu!
Selamatkan Grup Wijaya
Target:
• Menghentikan serangan Grup Pratama
• Membalikkan keadaan
• Menghasilkan keuntungan
Hadiah:
• Rp50 Triliun
• Mata Dewa Analisis Lv.4
• Mystery Box Celestial
• Gelar:
Penakluk Konglomerat
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Alviano langsung berbinar.
Mystery Box Celestial.
Ini adalah tingkatan hadiah baru yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Dan biasanya.
Semakin tinggi tingkatan kotaknya.
Semakin mengerikan hadiahnya.
Alviano perlahan menutup layar sistem.
Lalu menatap Aurelia.
Senyuman tipis muncul di wajahnya.
"Baik."
"Aku akan membantu."
Aurelia menghela napas lega.
Namun ia tidak tahu.
Bahwa mulai detik ini.
Nasib Grup Pratama sudah hampir ditentukan.
Karena mereka baru saja menjadi target seseorang yang memiliki Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas.
Dan ketika Alviano serius...
Bahkan konglomerat sebesar Grup Pratama pun bisa jatuh.
[Tamat Bab 13]