NovelToon NovelToon
Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Menikahi tentara
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: PqxxyZ

Vina, gadis desa sederhana, menyelamatkan Radit, perwira militer yang terjebak perangkap dan badai kabut di hutan perbatasan. Merasa berutang budi sekaligus kagum, Radit akhirnya membawa Vina ke kota untuk dinikahi dan tinggal bersama keluarganya yang kaya raya serta terpandang.

​Namun di rumah itu, Vina terus ditekan dan direndahkan sebagai "gadis kampung". Di tengah kejamnya intrik kasta kota dan perbedaan status sosial, sebuah rahasia masa lalu perlahan terkuak.

Akankah cinta mereka mampu bertahan diuji antara ketulusan, harga diri, dan kejamnya tatanan kasta kota?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PqxxyZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Sarapan Pagi yang meleleh

​Sinar matahari pagi perlahan menerobos masuk melalui celah gorden, menerangi kamar utama lantai dua. Radit melenguh pelan, lalu perlahan membuka kedua kelopak matanya. Hal pertama yang ia rasakan saat terbangun di atas sofa sempit itu adalah rasa hangat yang membungkus tubuhnya.

​Radit terduduk, lalu menatap kain tebal yang menyelimutinya. Ia seketika tertegun saat menyadari bahwa selimut tebal bercorak mewah yang ia kenakan ini adalah selimut yang seharusnya dipakai oleh Vina semalam.

​Radit langsung mengalihkan pandangannya ke arah ranjang berukuran king size di sudut ruangan. Ranjang itu sudah rapi, namun kosong. Ia tidak menemukan sosok Vina di sana.

​"Apa dia kabur? Atau... Ibu sedang mengganggunya lagi di bawah?" gumam Radit cemas, pikiran buruk langsung memenuhi benaknya.

​Tanpa membuang waktu, Radit segera bangkit berdiri dengan penampilan khas orang yang baru bangun tidur—rambutnya sedikit acak-acakan dan kaos oblongnya agak kusut. Ia buru-buru mencari sandal rumahnya, mengenakannya dengan tergesa-gesa, lalu melangkah keluar kamar untuk mencari keberadaan istrinya.

​Langkah kaki Radit membawanya turun ke lantai bawah hingga menuju ke area belakang. Begitu sampai di ambang pintu dapur, langkah sang perwira seketika terhenti. Kecemasan di wajahnya langsung menguap, digantikan oleh sorot mata yang melembut.

​Di dalam dapur yang luas itu, Vina sedang sibuk memasak dengan bantuan cekatan dari Ica. Radit memilih untuk tetap berdiri diam di posisinya, hanya memandangi punggung Vina dari belakang. Ia melipat kedua tangannya di dada, menikmati pemandangan domestik yang menenangkan itu dan enggan mengganggu keasyikan istrinya yang sedang mengaduk masakan.

​Beberapa menit berlalu, aroma harum masakan fajar itu akhirnya menguar kuat menandakan semua hidangan telah siap. Vina dan Ica serentak memutar badan mereka untuk menata piring, dan saat itulah mereka berdua terkejut mendapati sosok Radit yang rupanya telah berdiri tegak di ambang pintu sejak tadi.

​Vina refleks merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena uap masakan. "Apa... apa kau sudah lama menunggu di sini, Mas?"

​"Ah... tidak juga. Aku baru saja turun dan melihatmu ada di sini," jawab Radit tenang, melangkah masuk ke dalam dapur. "Kau sedang melakukan apa?"

​Vina menundukkan kepalanya, mendadak merasa tidak enak hati. "Maafkan aku, Mas Suami. Apa aku memasak terlalu berisik hingga membuat tidurmu terganggu?"

​"Tidak, sama sekali tidak berisik," sahut Radit cepat, tidak ingin istrinya salah paham.

​"Aku... aku sudah kebiasaan menyiapkan sarapan di rumah setiap pagi untuk..." Kalimat Vina menggantung di udara.

​Gadis desa itu menundukkan pandangannya lebih dalam, meremas ujung celemeknya yang kotor. Sorot matanya meredup, mendadak teringat akan gubuk tua dan rutinitas paginya di kampung sebelum badai fitnah menghancurkan hidupnya dalam semalam.

​Melihat perubahan raut wajah istrinya, Radit melangkah mendekat. Tanpa ragu, ia mengulurkan tangannya yang besar lalu mengusap dan memegang pucuk kepala Vina dengan sangat lembut. "Apa kau merindukan rumahmu?"

​Vina mendongak, matanya sedikit berkaca-kaca namun ia mencoba tersenyum tipis. "Aku... rasanya aku terlalu emosional pagi ini, Mas."

​"Tidak apa-apa, itu hal yang wajar," ujar Radit penuh pengertian. Pria itu menatap lekat netra mata Vina yang jernih. "Apa kamu mau aku temani sore ini untuk berkunjung ke rumahmu di desa?"

​Seketika itu juga, sepasang mata Vina berbinar cerah, semangatnya kembali bangkit. "Apa iya, Mas?! Kau benar-benar mau menemaniku pulang sore nanti?"

​Radit tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru semakin mengikis jarak di antara mereka, mencondongkan tubuhnya ke depan, kemudian mendaratkan sebuah ciuman yang lembut dan hangat tepat di kening Vina.

​"Tentu saja aku mau," bisik Radit setelah menjauhkan wajahnya, tatapannya sarat akan kesungguhan. "Tapi sekarang aku harus pergi ke kantor markas terlebih dahulu, untuk melaporkan tentang diriku yang sudah selamat dari hutan, sekaligus melaporkan tentang pernikahan resmi kita kepada komandan."

​Setelah kecupan mendadak di keningnya itu, seluruh tubuh Vina rasanya mendadak kaku. Pipinya seketika memerah sempurna seperti kepiting rebus, memancarkan rona merah yang sangat kontras dengan wajah pucatnya tadi.

​Ica yang berdiri tidak jauh di samping mereka refleks menutup mulutnya dengan kedua tangan, tidak bisa menahan senyum geli sekaligus gemas melihat interaksi manis kedua majikannya itu.

​Untuk menghilangkan rasa malu yang teramat sangat dan debaran jantungnya yang kian menggila, Vina langsung memutar membalikkan badannya membelakangi Radit. Ia berpura-pura sibuk mengelap konter marmer dapur.

​"A-akan aku siapkan sarapan di meja makan untukmu sekarang, Mas," ujar Vina dengan suara yang sedikit gugup.

​"Tidak perlu, Vina. Setelah mandi nanti, aku harus segera berangkat karena jam dinas sudah hampir dimulai," tolak Radit halus. Namun, melihat punggung istrinya yang masih salah tingkah, ia kembali bersuara, "Hmm... mungkin kau bisa membungkus makanannya ke dalam wadah? Agar aku bisa memakannya di tempat aku bekerja nanti."

​Vina tertegun, lalu menoleh sedikit dengan canggung. "Oh... ah... baiklah kalau begitu."

​Vina langsung bergerak dengan gerakan yang sangat cepat untuk menyiapkan makanan dan memasukkannya ke dalam kotak makan. Tangannya bahkan sedikit gemetar dan gerakannya terlihat agak kikuk, benar-benar salah tingkah akibat kecupan kening dari Radit yang masih menyisakan rasa hangat di kulitnya.

​Melihat Radit sudah berjalan kembali ke atas untuk mandi, Ica perlahan mulai melangkah mendekati Vina dengan senyuman jahil yang belum pudar.

​"Nyonya Muda... sepertinya Tuan Muda Radit sangat, sangat mencintai Anda," bisik Ica dengan nada menggoda.

​Vina menghentikan gerakan tangannya yang sedang menutup kotak makan, mengembuskan napas pelan untuk menenangkan dadanya. "Aku tidak tahu tentang hal itu, Ica. Kami menikah bahkan hanya setelah dua kali bertemu di hutan. Dari manakah perasaan cinta itu bisa muncul dalam waktu secepat itu?"

​"Tapi, Nyonya... aku bisa melihat dari tatapan matanya," sahut Ica tidak mau kalah, matanya berbinar kagum. "Aku melihat Tuan Radit seperti sudah kepincut dan jatuh cinta setengah mati sama Nyonya. Aku yang melihatnya saja sangat iri. Aku harap suatu hari nanti aku bisa memiliki pasangan yang seromantis Tuan Muda."

​Vina hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar celotehan pelayan mudanya itu, mencoba menepis rasa hangat yang kian menjalar di hatinya.

​"Sudahlah, jangan menggoda saya terus, Ica," ujar Vina mencoba bersikap tegas untuk menutupi rasa malunya. "Ayo kita selesaikan dan siapkan semua sarapan ini di atas meja. Setelah ini... aku harus membuat dan memberikan teh hangat untuk Ibu Mertua di kamarnya."

1
Putri Ayu/PqxxyZ
aduh maaf banget di bab kali ini banyak typo bertebaran 😭🙏
Ris Ris.25
Semangat ya Thor🙏
Ris Ris.25
Semangat thor🙏🙏
Ris Ris.25
mana nih kelanjutannya?🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: Oke ditunggu ya kak😊
total 1 replies
Ris Ris.25
Bagus sekali Thor... semangat! 🙏
Sri Sulastri
mana lanjutannya min 🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: huhu makasih ya kak sudah nungguin.. setiap Hari update 1 kali sehari ya biar sehat 🤣🤭 setiap jam 9
total 1 replies
Wawan
Salam kenal Vina ✍️💪
Putri Ayu/PqxxyZ: Hai kakk.. salam kenal kembali..
total 1 replies
Mustafa
Keren
Putri Ayu/PqxxyZ
ayo kita lihat bersama PERWIRA GANTENG DAN BAIK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!