NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Pencuri Energi di Malam Hari

​Malam semakin larut. Suasana di Paviliun Daun Hijau sangat sunyi, hanya terdengar suara jangkrik dan gemerisik daun yang tertiup angin malam.

​Di dalam kamarnya yang gelap, Lin Chen duduk bersila di atas kasur. Jendelanya dibiarkan terbuka lebar, menghadap langsung ke Kebun Obat Spiritual milik Su Yue yang dipenuhi ratusan tanaman langka berharga mahal.

​Lin Chen menarik napas panjang dan memejamkan mata. Seketika, tato rasi bintang di tubuhnya memancarkan cahaya perak redup.

​"Mulai!" gumamnya pelan.

​Wusss!

​Jaring Bintang Penelan Langit langsung menyebar dari balik kulitnya, membentuk jaring energi tak kasat mata yang menjangkau seluruh area kebun. Seperti magnet raksasa, jaring itu mulai menarik "Aura Esensi" yang menguap dari tanaman-tanaman spiritual tersebut.

​Kabut tipis berwarna hijau (elemen Kayu) dan biru (elemen Air) melayang di udara, terbang masuk melewati jendela, lalu tersedot habis ke dalam pori-pori Lin Chen.

​Sensasi dingin yang sangat menyegarkan langsung menyiram organ dalamnya. Teratai Api Inti Bumi di dadanya yang selama ini terus-menerus memancarkan hawa panas brutal, kini mulai tenang karena mendapatkan keseimbangan Yin (dingin) dan Yang (panas).

​Keseimbangan ini menciptakan ledakan energi murni yang luar biasa di dalam meridian Lin Chen!

​BUM! Titik Bintang ke-41 menyala di area perutnya!

BUM! Titik Bintang ke-42 terbuka!

​Lin Chen menggertakkan giginya menahan nikmat sekaligus rasa sakit yang menabrak tubuhnya. Proses pembukaan titik kali ini jauh lebih mulus daripada saat ia harus menghancurkan besi rongsokan. Energi dari tanaman spiritual benar-benar lembut dan mudah diarahkan.

​Sepanjang malam, Lin Chen terus menghisap aura itu. Pertumbuhan tanaman di luar sana sedikit melambat, daun-daunnya agak layu seolah kurang disiram, tapi tidak ada satu pun yang mati.

​Menjelang fajar, suara letupan beruntun terdengar dari dalam perut dan paha Lin Chen.

​BUM! BUM! BUM!

​Titik Bintang ke-54 akhirnya terbuka!

​Lin Chen membuka matanya. Kilatan cahaya tajam memancar dari pupilnya, membuat ruangan gelap itu terang sesaat. Ia menghela napas panjang, menghembuskan uap putih yang berbau harum obat.

​"Lima belas titik dalam semalam," Lin Chen mengepalkan tinjunya, merasakan tenaga fisik yang kini sudah melampaui batas nalar manusia normal. "Keseimbangan Yin dan Yang benar-benar menakjubkan. Kalau begini terus, dalam sebulan aku bisa menyelesaikan Siklus Surga Besar (108 titik pertama)!"

​"Jangan serakah," suara Guru Lin Tian mengingatkan. "Kau sudah menyedot cukup banyak aura malam ini. Kalau kau teruskan, tanaman di luar sana akan mati mengering, dan gadismu itu pasti akan memenggal kepalamu."

​Lin Chen tertawa pelan. Ia bangkit dari kasur, mencuci muka, dan bersiap memulai hari pertamanya sebagai asisten pribadi.

​Baru saja ia keluar dari kamar menuju halaman belakang, ia melihat Su Yue sedang berjongkok di tengah kebun. Wajah gadis cantik itu terlihat sangat pucat dan panik.

​"Tidak... tidak mungkin! Kenapa bisa layu?!" gumam Su Yue dengan suara bergetar, hampir menangis.

​Lin Chen berjalan mendekat. "Ada apa, Kakak Senior?"

​Su Yue menoleh dengan mata berkaca-kaca. Ia menunjuk ke arah pot batu giok khusus di tengah kebun. Di dalamnya, terdapat setangkai bunga berwarna biru es yang terlihat sangat layu. Kelopaknya menghitam di bagian ujung, seolah-olah baru saja terbakar.

​"Ini Bunga Bulan Biru! Bahan paling penting untuk meracik Pil Beku Hati tingkat dua!" Su Yue memegangi kepalanya dengan frustrasi. "Besok adalah Ujian Alkemis. Kalau aku gagal meracik pil itu, aku tidak akan bisa naik tingkat menjadi Alkemis Resmi, dan posisiku sebagai murid utama Tetua akan digantikan oleh Chen Fei!"

​Mendengar nama Chen Fei, mata Lin Chen sedikit menyipit.

​Diam-diam, ia mengaktifkan kepekaan energi dari Titik Bintangnya untuk memeriksa pot tersebut.

​"Hoho, menarik," Lin Tian tiba-tiba tertawa dingin di dalam pikiran Lin Chen. "Bunga itu bukan layu karena kau menyedot auranya semalam, Muridku. Coba lihat tanahnya. Ada sisa-sisa bubuk merah yang sangat tipis di sana. Itu adalah Bubuk Racun Api Hitam."

​"Racun api?" balas Lin Chen dalam hati.

​"Benar. Seseorang sengaja menaburkannya tengah malam tadi untuk membakar akar bunga elemen es itu dari dalam. Tujuannya jelas untuk menggagalkan ujian gadis ini."

​Lin Chen langsung paham. Siapa lagi pelakunya kalau bukan si sombong Chen Fei yang kemarin diusir dengan memalukan? Pemuda itu pasti menyelinap masuk dan meracuni bunga ini agar Su Yue gagal dan ia bisa naik jabatan. Taktik kotor yang sangat klise di dunia sekte.

​"Kakak Senior, tenanglah," kata Lin Chen santai. "Mungkin akarnya hanya kepanasan. Biar aku bantu rapikan tanahnya."

​Su Yue menatap Lin Chen dengan tatapan putus asa. "Kepanasan apanya?! Bunga ini sudah sekarat. Jangankan pelayan sepertimu, Tetua Alkimia saja tidak akan bisa menyelamatkannya kalau akarnya sudah... eh?!"

​Perkataan Su Yue terhenti. Matanya membelalak lebar melihat apa yang baru saja dilakukan Lin Chen.

​Lin Chen berjongkok, lalu tanpa ragu menancapkan tangan kanannya ke dalam tanah di pot giok tersebut.

​Tentu saja ia tidak sedang merapikan tanah. Di balik tanah itu, ia menggunakan kekuatan penyedot dari Teratai Api Inti Bumi di dadanya!

​Teratai Api Inti Bumi adalah rajanya segala api. Racun Api Hitam yang ditaburkan Chen Fei tidak lebih dari sekadar makanan ringan yang lezat bagi teratai tersebut.

​Wuuusss...

​Dalam hitungan detik, seluruh racun api yang mengendap di tanah dan akar bunga itu tersedot bersih masuk ke telapak tangan Lin Chen, lalu ditelan habis oleh Teratai Api di dadanya tanpa sisa.

​Begitu racun apinya hilang, sisa energi elemen Air dan Kayu yang ada di dalam tubuh Lin Chen ia alirkan sedikit ke akar bunga tersebut sebagai ganti rugi.

​Keajaiban pun terjadi di depan mata Su Yue.

​Bunga Bulan Biru yang tadinya layu dan menghitam, perlahan-lahan kembali tegak. Warna hitam di kelopaknya memudar, digantikan oleh cahaya biru es yang sangat terang dan segar. Hawa dingin yang wangi langsung menyebar ke seluruh kebun. Bunga itu bahkan terlihat jauh lebih subur daripada hari kemarin!

​Lin Chen menarik tangannya, menepuk-nepuk debu di telapaknya, lalu menatap Su Yue dengan senyum polos.

​"Nah, sudah selesai. Sepertinya tanahnya cuma kurang ditepuk-tepuk sedikit, Kakak Senior," kata Lin Chen.

​Su Yue jatuh terduduk di tanah, mulutnya ternganga saking kagetnya. Ia menatap Bunga Bulan Biru yang bersinar sempurna, lalu menatap wajah Lin Chen bergantian. Otaknya yang cerdas sebagai calon alkemis jenius seolah konslet.

​"Kurang... ditepuk-tepuk?!" Su Yue berteriak tidak percaya. "Tangan macam apa yang kau miliki, Lin Chen?! Kau baru saja membangkitkan tanaman spiritual yang sudah mati hanya dengan memegang tanahnya?!"

​Di dalam hati, Lin Chen mendesah pelan. Sepertinya akting polosku kurang meyakinkan kali ini, batinnya. Namun, dengan begini, posisinya di sisi Su Yue akan semakin kuat, dan membalas dendam pada Chen Fei kini hanya tinggal menunggu waktu.

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!