NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Kemarahan Gavin semakin menjadi. Dia menyeret Alvin, melepaskan adiknya itu dengan kasar di teras.

"Sialan kau, Al! Dengar ini baik-baik."

Gavin menarik napas panjang, menekan emosinya sebelum melanjutkan, " 2 tahun lalu. Bukankah dia yang menyelamatkan nyawamu saat kondisimu kian memburuk karena gagal ginjal?"

"Dan kau tahu apa yang dia tanggung dari perbuatannya itu?"

"Azalia, wanita yang kau hina tadi. Dia tidak memiliki banyak waktu lagi. Ternyata sebelum dia mendonorkan ginjal untukmu, Dia pernah mengalami kecelakaan, benturan di kepalanya membuat dia mengalami trauma otak kronis. Wanita di dalam kamar itu, dia yang terbaring saat ini sedang memperjuangkan hidupnya sendiri hanya demi memberimu kehidupan yang normal di masa lalu."

"Dan kau mengatakan dia pantas mendapatkan semua itu? Kenapa tidak kau saja yang mati?"

Alvin tertegun dengan semua penjelasan itu. Tapi setelahnya, dia malah tertawa. Ketawa yang hambar, hanya sebagai alasan menutupi rasa takut dan bersalah yang mulai merambat di tubuhnya.

"Mana mungkin," sangkalnya. "Kau pasti sudah menelan tipu muslihatnya. Asal kau tahu, ginjal itu, dia memberikannya padaku karena ingin keluarga kita berhutang budi selamanya pada keluarga Sanjaya. Sekarang dia sakit keras? Kau pikir aku akan percaya? Itu hanya permainannya saja, Kak! Permainannya agar kau membatalkan perceraian ini."

Mata Gavin terpejam rapat. "Memang kau tidak akan pernah mempercayai ini. Meskipun sakit yang Azalia alami karena benturan keras di kepala, tapi karena dia hanya memiliki satu ginjal memperburuk kondisinya. Kerusakan otaknya berkembang secara perlahan karena pembengkakan otak yang tidak terdeteksi, dan juga karena daya tahan tubuhnya yang tidak sekuat orang yang memiliki dua ginjal."

Alvin bungkam sepenuhnya. Seseorang seperti sedang merobek hatinya. Sakit sekali penyesalan ini.

"Dokter sudah memperingatkan Azalia, tentang resiko mendonorkan ginjalnya. Tapi perempuan itu, tanpa berpikir panjang mempertaruhkan nyawanya untukmu, bukan karena siapa dirimu, bukan juga karena kamu adalah adikku. Tapi murni karena rasa kemanusiaan."

Kenapa dia baru tahu?

Apa semua ini benar?

Rasanya masih sulit percaya jika Azalia menyembunyikan hal sebesar itu selama ini darinya, dari orang yang ia selamatkan.

Kenapa Azalia tidak pernah mengatakan apa-apa padanya?

Tunggu. Ucapan waktu itu... Saat dia mengatakan dia tidak pernah menyesal atas apa yang dilakukan padanya di masa lalu, apakah yang dia maksud adalah ini?

Ya Tuhan ......

Alvin mengusap wajahnya dengan putus asa. Kepalanya seperti dihantam dengan kenyataan yang paling menyakitkan.

Selama ini dia selalu menghina Azalia, bahkan ia juga menyebutnya sebagai perempuan rendahan, manipulatif secara terang-terangan.

Tapi nyatanya, wanita yang selalu dia injak itu adalah orang yang sudah mengorbankan seluruh kehidupannya demi nyawanya.

Kenyataan itu begitu menyesakkan untuk Alvin.

Ia masih sulit percaya, Alvin menatap Gavin dengan kristal yang menggenang di pelupuk matanya. "Katakan semua itu tidak benar."

Sialnya, Gavin mengangguk tegas. Tidak ada keraguan sama sekali di wajahnya. Gavin tidak pernah membohonginya. Dia pria yang tidak pernah main-main dengan ucapannya sendiri.

"Aku baru menemui Dokter Wahyu, Dokter yang menangani Azalia, dan ternyata kondisi Azalia mulai terganggu sejak 1 tahun lalu dan aku juga baru mengetahui ini," jelasnya lagi.

"Lalu bagaimana keadaan dia sekarang?"

Gavin mendesah berat, duduk di kursi teras, tidak peduli debu yang menempel di sana.

"Sangat buruk. Trauma otak kronis itu merusak fungsi kognitif dan motoriknya. Aku baru mengajaknya pulang ke rumah, tapi dia lupa di mana dia berada hingga dia lari dari sana dan kembali ke sini."

"Maksudmu... Dia akan kehilangan ingatannya?" Mata Alvin membeliak.

"Lebih buruk dari itu, kata Dokter Wahyu, dia juga mungkin akan mati rasa di salah satu tubuhnya. Saat tinggal di rumah anak mantan pengasuhnya, dia juga sudah mulai sering melantur dan kadang-kadang mengalami kesulitan bicara. Itu adalah gejala parah yang sudah mengancam nyawanya."

Alvin menekan pelipisnya sendiri, menekan semua perasaan bersalah itu. Tapi tidak bisa. Semakin dia menekannya, semakin kuat penyesalan itu.

Sudah terlalu banyak yang ia lakukan pada Azalia, dan semua itu hanya untuk menyakiti dan menindasnya.

Kenapa dia begitu buta sampai tidak tahu kalau Azalia menderita selama ini karena dia sudah menyelamatkan nyawanya?

Tubuh Alvin jatuh lemas ke atas kursi seperti sehelai benang.

Gavin di sisinya mengeluarkan buku catatan kecil, meletakkannya di atas meja. "Jika kau masih belum bisa menerima ucapanku, kau bisa melihat itu. Dia menuliskan apa yang harus ia lakukan setiap hari, bahkan detail kecil seperti makan dan alamat rumah. Dia takut tidak bisa mengingat jalan pulang. Sebesar itu kerusakan otaknya."

Tangan Alvin bergetar saat dia meraih buku catatan Azalia. Setiap lembarnya dibuka dengan penuh tekanan, seolah setiap halaman baru membuka luka baru di hatinya.

Tanggal perceraiannya dengan Gavin ditulis paling besar. Hingga akhirnya.... Mata nanar Alvin berhenti tepat di mana ada sesuatu yang membuat ekspresinya mengeras.

Azalia perencana menemui Mamanya di makam Neneknya. Tapi itu bukan yang terpenting. Tapi catatan di bawah, jam pertemuan itu menyebut bahwa ia mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak lupa membawa obat tidur yang banyak.

Pandangannya kembali pada Gavin perlahan. Mata nanar itu berubah gelap dengan banyak kemarahan.

Seolah tahu apa yang ada di pikiran Alvin, Gavin berkata, "Mahesa adalah ayah tirinya. Kau benar, dia berencana mengakhiri hidupnya dengan obat itu setelah perceraian kami karena Martha memaksa dia untuk menikah dengan pengusaha kaya dari Kalimantan."

Alvin meletakkan buku catatan itu, mengusap wajahnya sambil menarik napas panjang. Seumur hidupnya, dia tidak pernah merasa bersalah sedalam ini.

Pantas saja saat dia bertemu Azalia terakhir kali dan menarik lengannya, wanita itu jatuh dengan sangat mudah, seolah tubuhnya hanya selembar kertas yang terbang jika tertiup angin.

"Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Alvin dengan nada lebih rendah. Bukan, hanya seperti bisikan.

"Bagaimana caraku mengatakannya? Bisakah aku mengatakan dia baik-baik saja sementara penyakit itu memakan tubuhnya setiap waktu?"

"Kak, Azalia begini karena aku. Aku berhutang nyawa padanya. Tolong katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan? Pasti ada cara untuk menyelamatkannya, kan? Aku akan cari ginjal yang cocok untuknya, pasti ada jalan kan? Aku akan menanggung semua biaya itu."

Gavin tidak langsung menjawab. Matanya terpejam. Dia menarik napas dalam-dalam.

"Jika saja aku mengetahui ini sejak awal, masih banyak yang bisa kulakukan untuknya. Sekarang, dokter mengatakan kalau kerusakannya sudah menyebar. Kondisi Azalia juga semakin lemah, operasi otak jadi sangat beresiko."

Alvin menghela napas berat. Meskipun dia sudah menarik napas berulang kali, rasanya tetap saja sesak.

Gavin beranjak dari kursi itu. "Kembalilah," katanya pada Alvin tanpa melirik pria itu. "Sekarang kau tahu kenapa aku di sini. Aku sudah memutuskan untuk membatalkan perceraian itu dan merawatnya."

"Tunggu, Kak!" Alvin ikut menegak juga."Bisakah aku melihatnya?"

Gavin juga tidak menghalangi. Azalia masih tidur lelap di kamar. Tubuh kurusnya tenggelam di dalam selimut tebal, nyaris tidak menunjukkan tonjolan sedikitpun.

Melihat Azalia seperti itu, Alvin meninggalkan semua urusannya dan memutuskan menunggu Azalia bersama Gavin malam itu.

Alvin sudah menyewa bar untuk pesta penyambutan Renata, dan mengundang banyak sekali teman mereka.

Di sana, saat mereka melihat anak buah Gavin, ekspresi mereka terlihat lebih antusias.

"Hey, di mana Gavin?"

"Apa dia akan segera datang?"

Mereka bersahutan dengan tidak sabar. Ini adalah kepulangan pertama Renata, dan mereka sangat yakin kalau Gavin akan melamar wanita itu di sini.

Renata sendiri sudah berbinar-binar, tidak sabar melihat wajah Gavin dan menunggu kejutan dari pria itu. Dengan antusias dia mendekat ke anak buah Gavin. " Apa Gavin akan segera datang?"

"Maaf Nona, Tuan tidak akan datang. Saya kemari atas perintah Tuan Alvin. Dia mengatakan bahwa Anda bisa melakukan pesta dengan semua orang di sini dan tidak perlu memperdulikan mengenai administrasinya. Dia akan menyelesaikan nanti."

Ekspresi Renata langsung berubah. Perasaan malu sekaligus kecewa itu memenuhi wajahnya sampai membuatnya terlihat pucat.

Masih tidak percaya Gavin tidak datang, "Alvin, apa dia juga tidak datang?"

"Tidak."

Tidak ingin wajahnya tenggelam terlalu dalam, Renata mencoba mengendalikan diri, memaksakan senyum dan keramahan di wajahnya. "Pasti Gavin sibuk, kan? Jadi dia tidak bisa datang ke sini."

"Tuan sedang menjaga istrinya di rumah."

Senyum di wajah Renata retak seketika. Keramahan itu berubah menjadi lelucon, dan lelucon itu sedang ditonton oleh banyak orang.

"Lalu ke mana Alvin? Kenapa dia juga tidak datang?"

Jawaban yang diberikan anak buah Gavin, membuat Renata putus asa.

"Dia juga sedang berada di rumah tuan Gavin. Mereka berdua menjaga Nyonya."

Seperti peribahasa, sudah jatuh, tertimpa tangga. Wajah Renata seperti dikelupas. Semua orang memandangnya dengan tatapan aneh, seperti sedang mempertanyakan, 'kenapa Alvin dan Gavin meninggalkannya?'

Kemarahan Renata memuncak, dia sangat membenci Azalia. Pasti wanita dengan otak licik itu sengaja mengacaukan pestanya seperti ini, mempermalukannya di depan banyak orang.

Tidak cukupkah dia 2 tahun mengalah, Azalia sudah berani merebut Gavin, dan kini berusaha untuk mempermalukannya lagi.

Kesabaran Renata habis tak tersisa, dia akan mendatangi wanita itu dan akan melampiaskan seluruh kemarahannya tanpa di tahan lagi.

1
Rahma Inayah
mmg ya si Marta GK tau malu
Kar Genjreng
perih ya ketika sedang mengharapkan kedatangan nya selalu di anggap pura pura atau hanya sedang bermain drama,,, padahal sedang menahan lara luar biasa,,, sekarang bagitu terlanjur bsekarat baru lah percaya,,,ya semoga bergerak cepat siapa tau ada keajaiban,,😭😭
Dew666
💎💎💎
Ais
knp kamu buat azalia baper vin tega kamu🤣🤣
Ila Latifah
martha nanti sore hadiahnya bangkrut.
Ais
hmm bahaya kuatirnya alvin jatuh cinta sm azalia
Hani Ekawati
Sekarang giliran tau tentang kebenaran itu si Alvin mau berbuat baik, lah kemaren kemaren Azalia di hina Mulu sama kamu Alvin.
Jadi Gedeg sama dua laki laki kakak beradik ini.
Anonim
BUSET GAVIN TUHAN KAH???? DIA BISA BELI TAKDIR PAKE DUIT ... GOKIL GOKIL
Rahma Inayah
apa mkn rena km setia 2 THN di luar negeri GK ada pria yg dkt dgn mu secara hidup di luar negeri bebas ..
Dew666
💄💄💄
Rahma Inayah
dl.sangat benci azalia tp sekrg seolah orng kasian pada nya
Anonim
bacot
sutiasih kasih
kau bilang ini msalah kecil galvin...
seabaiknya km kmbalikn ginjal azalea dech....
mulut laki" sampah kau alvin🙄🙄
sutiasih kasih
nyesek dgn takdir hidupmu azalea....
punya org tua nyatanya hidupmu layaknya yatim piatu....
punya suami... tpi km seolah janda... bhkn km harus merasakn kbencian dri suami & keluarga besarnya...
smoga kelak ada keajaiban untukmu hidup bahagia azalea...
Hani Ekawati
Sekarang dua kakak beradik itu jadi berlomba lomba menunjukan rasa peduli pada Azalia
Hani Ekawati
Cemburu ya 😂🤭
Hani Ekawati
Merasa kisahnya sama kaya dalam drama itu 😂
Hani Ekawati
Mirip kisahnya sendiri 😂
Hani Ekawati
Berarti dari tadi fokus nonton tapi ga paham alurnya.
Hani Ekawati
Eh kaya kamu sama si Renata dong 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!