seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan
Di dalam kamar yang terlihat remang-remang,Lidya terlihat mengenakan baju tidur nya yang terlihat transparan,dia terlihat begitu tegang di dalam kamarnya,entah kenapa Lidya merasa tidak nyaman di tengah malam ini.
" aneh ada apa denganku ? kenapa aku merasa deg-degan,dan sedari tadi aku merasakan seseorang memperhatikan ku,,tapi disini hanya ada aku,dan tidak ada siapapun di dalam kamar ku " gumam Lidya menatap setiap sudut kamarnya yang terlihat remang-remang.
" sudahlah mungkin itu hanya perasaan ku saja, sebaik nya aku tidur,,hah..hari ini tidak terlalu banyak drama,jadi aku bisa lebih rileks" ucapnya lagi,kemudian Lidya menaiki ranjangnya dan menarik selimut nya.
Disaat Lidya memejamkan matanya, tiba-tiba matanya melotot, tubuhnya menegang hingga dia mendengar suara bisikan yang begitu dingin.
" akhirnya aku menemukanmu! Kamu tidak akan bisa bersembunyi dari ku nona Lidya ! " tekan bisikan itu.
nafas Lidya tersengal-sengal,dia menoleh kearah sampingnya dan menatap sepasang mata tajam yang sedang menatap nya dengan begis nya.
" Javier,,kamu " ucapnya dengan suara lirih.
ya ternyata itu adalah Panglima Javier,dia tersenyum menyeringai dan duduk di samping Lidya.
" baru kali ini aku bertemu dengan seorang wanita yang begitu berani memanggil nama ku ! Kamu cukup menarik, dan aku semakin penasaran dengan mu nona " bisik Javier lagi.
Lidya buru-buru berdiri,dia menutup tubuhnya dengan kedua tangannya,lalu dia menatap tajam Javier yang terus saja menatap nya.
" kamu..kenapa kamu ada disini ? Berani nya kamu menyusup kedalam kamar ku " geram Lidya padahal dia sudah sangat takut,dia takut Javier membunuh nya.
Dengan santainya, Javier turun dari atas ranjang Lidya,kemudian dia berjalan mendekati Lidya yang terlihat berjalan mundur.
" apa hanya kamu saja yang boleh memasuki kamar ku ! ckckck...Nona, kamu begitu egois,," tekan Javier yang terlihat tidak senang.
Grepppppppppppp
melihat Lidya ingin berjalan mundur lagi,Javier menarik pinggang nya hingga keduanya terlihat seperti sedang berpelukan.
Deggggggggggggggg
Lidya terkejut,dia merasakan jantungnya berdetak kencang,matanya menatap wajah tampan Javier dengan tatapan tidak biasa.
" ternyata dia sangat tampan sekali,tapi sayangnya dia tidak tertarik pada seorang wanita " batin Lidya yang terus memandangi wajah tampan Javier.
Begitu juga dengan Javier,dia terkejut saat melihat wajah Lidya yang terkena cahaya bulan, jantung nya berdebar kencang,tapi wajahnya tetap datar, ternyata dia balik masker wajah yang Lidya kenakan kemaren malam, tersembunyi wajah yang begitu cantik dan menawan.
" apa kamu begitu nyaman memeluk ku tuan ? " sinis Lidya yang terlebih dulu tersadar.
Javier tersenyum dingin,dia melepaskan pelukannya dan duduk di kursi.
" aku tidak menyangka ternyata kamu sangat cantik,entah kenapa melihat wajah ku aku merasa familiar,apa kamu berasal dari keluarga bangsawan? " tanya Javier dengan serius.
Entah kenapa dia begitu banyak berbicara jika di hadapan Lidya.
" terimakasih atas pujian mu,,tapi kamu salah aku bukan dari keluarga bangsawan,aku hanya seorang wanita miskin yang hidup sebatang kara,," jawab Lidya,tentu saja dia tidak akan mengakui nya,karna Javier belum jatuh cinta padanya.
Javier tidak akan semudah itu percaya,dia tidak menyangkal karna dia tau wanita yang ada dihadapan nya ini,pasti memiliki masalah sehingga dia harus menyamar menjadi wanita biasa.
" tidak usah bahas hal yang tidak penting,,aku hanya ingin tau kenapa kamu bisa ada di dalam kamar ku ? bukankah waktu itu aku sudah mengatakan jika ucapan ku benar,kamu akan melepaskan ku ? Tapi kenapa kamu tidak menepati janji mu ? Apa semua lelaki memang seperti mu " sarkas Lidya,sembari duduk di atas ranjang nya.
Alis Javier terangkat,dia merasa wanita ini seolah sedang melampiaskan amarahnya padanya.
" aku hanya ingin tau kenapa kamu bisa tau jika Kaisar Arya ingin membunuh ku ? Apa kamu pernah dekat dengan nya ? Atau kamu pernah menjadi budak nya ? " tanya Javier.
Buggggggggg
Javier terkejut karna Lidya yang tiba-tiba menendang nya,dia meringis kesakitan dan menatap Lidya dengan tidak percaya.
" kurang ajar,kamu kira aku wanita penghibur? Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku membunuh mu,aku kira kamu berbeda dengan laki-laki lain, ternyata tebakan ku salah,kamu lebih bajingan dari laki-laki di luar sana ! " Lidya berkacak pinggang dan menatap Javier dengan marah.
Rahang Javier mengeras,baru kali ini ada seseorang yang begitu berani memukul nya,dia berdiri dan menatap tajam Lidya.
" kamu,,apa lupa siapa aku..? " kecam Javier,dia tidak menyangka tendangan Lidya begitu terasa.
" tentu saja aku tau,kamu Panglima Javier adik kandung Kaisar Arya! dan nama mu terkenal dimana-mana,jangan lupa semua orang juga mengatakan jika Panglima Javier orang yang kejam dan berdarah dingin,tapi aku tidak takut padamu,karna kita sama-sama manusia makan nasi dan minum air,,jadi pergilah dari sini sebelum aku benar-benar marah ! " ucap Lidya.
Javier sekali lagi tercengang,dia berdiri dan tanpa mengucapkan sepatah katapun dia pergi meninggalkan rumah kecil Lidya.
Melihat kepergian nya,Lidya menghela nafasnya sembari mengelus dadanya.
" pria itu sama sekali tidak cocok denganku,dia selalu saja membuat ku marah,,sistem apa misiku tidak bisa di ganti dengan yang lain? Aku benar-benar kesal padanya,," ucap Lidya sambil memijit pelipisnya.
( tentu saja tidak bisa nona,,tapi malam ini nona melakukan hal yang bagus,, seperti kata pepatah benci bisa jadi cinta,,jadi nona jangan terlalu membenci nya,,bisa saja nona sendiri yang akan menjadi malu nanti nya ).
Lidya mendengus mendengar itu,tidak mungkin dia jatuh cinta pada Javier,dia merasa panglima Javier ini sebenarnya pura-pura kejam di hadapan orang-orang,tapi yang sebenarnya pria sini adalah orang yang begitu cerewet.
" sudahlah sistem,,aku ingin tidur dan besok aku berencana akan menemui keluarga ku,aku tidak perduli lagi dengan Kaisar Arya,jika dia berani menjadikan ku sebagai budak nafsu ku,aku sendiri yang akan membunuh nya " kecam Lidya,dia tersenyum dingin,tidak mungkin dia akan selalu bersembunyi dari keluarga nya,apalagi dia ingin merasakan kasih sayang dari keluarga nya.
(rencana anda sangat luar biasa nona,,tapi anda tidak bisa membunuh Kaisar Arya,karna itu melanggar peraturan dari sistem,, )
" kamu tenang saja,aku tidak akan membunuh nya melalui tangan ku,tapi aku akan membuat Alisa sendiri yang akan turun tangan,, bukankah rencana ku sempurna,,bisa membunuh Kaisar Arya sekaligus menyingkirkan Alisa ! " ucap Lidya.
Meski dia merasa heran tidak mendengar suara sistemnya lagi,Lidya memutuskan untuk tidur,karna besok dia akan membuat pertunjukan dan juga sekaligus menangkap dalang di balik pertukaran nya dengan Alisa sewaktu bayi.
# tinggalkan jejak komentar kalian,jika kalian suka like,, terimakasih