Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Istana Langit.
Berdiri sebuah istana megah yang mengambang di atas langit, dengan luas sepuluh mil, dihiasi tangga batu giok yang melayang menuju gerbang puncak istana, terlihat sangat Agung dan indah.
Dengan model gaya bagunan kuno dan dilengkapi teknologi modern terbaik, itu hanyalah bagunan raksasa yang melihatnya saja membuat seseorang gemetar, istana tersebut merupakan perwujudan masa lalu dan teknologi masa depan, yang melampaui semua teknologi yang berada di Blue Star, sehingga mustahil di tembus, bahkan jika seluruh dunia bersatu, dan menyerang istana tersebut bersama-sama.
Di atas gerbang terdapat sebuah plakat yang terbuat dari batang kayu kehidupan yang di ukir dengan teks kuno, bernama "Aether Dynasty"
"Aether Dynasty" Aether (Inggris): Zat murni dan abadi yang diyakini mengisi wilayah surga, melambangkan ketinggian dan keilahian.
Dynasty (Mandarin: 朝代 - Cháodài): Dinasti, periode kekuasaan yang panjang oleh satu keluarga/penguasa.
Dalam istana, dimana seluruh nya terbuat dari emas murni, batu giok meteorit, dan juga meteorit, meteorit digunakan untuk pembuatan senjata bagi praktisi kuat, tapi, saat ini batu meteorit hanya dibuat menjadi sebuah istana, yang dimana tujuh puluh persen istana terbuat dari batu meteorit.
Sedangkan untuk emas, meskipun agak langka, di zaman ini emas sudah tidak berguna, bahkan banyak orang yang membuangnya, karna susah untuk di jual, emas di istana tersebut hanya dibuat hiasan agar ruangan berkilau.
Sedangkan batu giok meteorit, yang biasa digunakan praktisi kuat dan kaya untuk menghiasi gagang pedang, disini dibuat hiasan seperti lampu dan tiang istana, dimana tiga puluh delapan persen istana seluruhnya terbuat dari batu giok yang sangat keras dan langka.
Dimana setiap gram batu giok meteorit seharga sepuluh ribu batu spiritual, mencapai harga yang fantastis, batu giok meteorit tidak hanya keras, tapi jika dikumpulkan dalam jumlah besar bisa menghasilkan cahaya Aurora yang indah.
Dalam istana, diatas kursi istana tertinggi, duduk seorang wanita cantik dengan bosan, wanita tersebut memiliki aura tirani yang sangat kuat, hanya dengan pikiran menatap wajahnya saja seseorang tidak akan mampu mendongakkan kepalanya, tekanan yang di timbulkan darinya seperti seorang mangsa yang bertemu predator puncak.
"Katakan, siapa yang memperoleh warisan dewa sekuat itu di benua Timur."
Suara wanita tersebut sangat pelan, tapi menggema dalam benak setiap orang yang hadir, dimana setiap orang saat ini berlutut, tidak ada yang berani duduk maupun mengangkat kepala mereka.
Karna yang duduk di atas singgasana adalah orang terkuat di Blue Star saat ini, dengan tingkat Kultivasi yang melampaui semua orang dari zaman kuno!
Ia hanyalah keberadaan puncak jenius yang melampaui zaman dari awal terciptanya Kultivasi di Bintang Biru!
"Lapor Yang Mulia, dia adalah seorang anak laki-laki kecil, yang berasal dari kota kecil Negara Dahua, dia berhasil membangunkan sebuah patung Kera, dimana kekuatan fenomena alam yang ditimbulkannya lebih megah dari pada saat Anda memperoleh warisan Raja Dewa Zeus!
Dan anak tersebut mengaku bahwa, dewa yang diwarisinya lebih kuat diatas tingkat Raja Dewa Zeus!
Bocah itu mengatakan bahwa Raja Kera Sun Wukong adalah Dewa dari Timur, para dewa dari Timur jauh lebih kuat dari semua dewa barat, warisan Dewa Timur tidak akan pernah bisa dibayangkan bahkan oleh Anda sendiri Yang Mulia, begitulah kata pemuda tersebut."
Ucap seseorang dengan berani, setelah menyelesaikan kata-katanya ia langsung berlutut membenturkan kepalanya, dengan seluruh badan berkeringat dingin dan gemetar ketakutan.
"Sampaikan perintahku! Bunuh orang tersebut, Bersihkan ancaman yang akan datang!"