NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Nadia kini tengah menikmati acara pertemuan keluarga yang diadakan dirumahnya.

Sesekali ia menggandeng keponakan-keponakannya untuk mengambil makanan yang tersaji di satu sudut halaman di dekat kolam renang.

Beberapa ada yang menceburkan diri ke kolam renang,

Suasana seperti ini memang sering di adakan kadang sampai satu bulan sekali.

Nadia yang sedikit kerepotan kini merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang tengah.

"Hahhh capeknya." Keluh nadia.

"Nad..ponselmu terus berbunyi tuh.." ucap andd seorang saudara yang umurnya satu tahun dibawahnya.

"Tolong dong,plissss.."

"Isshh.." meskipun dengan bermalas-malasan saudaranya pun mengambilkan ponsel itu.

"Saga!"

"Siapa saga!"

"Stop,stop berhenti.."

"Jangan diangkat!" Pinta nadia sembari berlari menghampiri anak tersebut.

"Siapa dulu?,aku bilangin ke tante loh.."

"Tante nadia udah pacaran nih.." suara andi terdengar meledek di telinga nadia.

"Aku kasih 50ribu tapi stop..kasih ponselnya ke aku.." ucap nadia sembari meraih uang 50rb'an dari kantongnya.

"Ada dua kan? Buat aku semua.." ucap andi begitu meraih uang pecahan 50rb yang ternyata ada dua lembar.

"Itu lebih baik daripada dia membocorkan rahasia ini.." bathin nadia,

Kini langkahnya menuju ke lantai dua,ia masuk kedalam kamarnya lalu mengunci dari dalam.

Nadia melemparkan tubuhnya keatas kasur,dengan posisi tengkurap ia meraih satu bantal untu menopang dadanya.

Drrddtt ddrrtt

"Kok dia telfon terus,apa aku lupa jadwal,"

"Tapi ini hari sabtu kok.." gumam nadia yang terus menatap ponselnya yang bergetar.

"Iyaa hallo.." ucap nadia yang akhirnya menjawab panggilan telfon dari saga.

"Darimana saja kamu!"

"Kamu ga baca aku kirim pesan!"

"Kamu ga denger aku telfon?"

Nadia pun tak menjawab,ia membuka aplikasi whatsapp yang ternyata memang banyak sekali pesan yang masuk dikirim oleh saga.

"Maaf pak,kebetulan saya hari ini sedang ada acara di rumah saudara.."

"Jam berapa pulang?" Terdengar suara saga lebih berat dari biasanya.

"Mungkin akan larut malam.."

"Ada apa pak saga menghubungi saya? Seingat saya jadwal mengajar aldo dirubah menjadi rabu,kamis,jum'at.." jawab nadia dengan sedikit keheranan.

"5 menit lagi aku akan sampai di depan gang rumahmu"

"Aku akan menunggu disana."

"Hah.." teriak nadia ketika telfon pun terputus begitu saja.

"5 menit?"

"Sudah gila nih orang tua.."

"Aku tidak akan datang,untuk apa aku mendatangi seseorang yang bersikap seperti itu"

Setelah mencuci muka,nadia pun keluar kamar dengan wajah lebih segar,

Cukup lama ia berfikir akan menemui atau tidak lalu dia memutuskan untuk menemui saga dengan alasan memang dialah yang membutuhkan.

Kedipan lampu mobil membuat nadia memegang keningnya dengan sedikit menutup matanya,

Ia sudah tau bahwa itu adalah saga.

Tok tok tok

Nadia mengetuk kaca jendela mobil saga.

"Masuk!" Perintah saga.

"Tapi pak.."

"Masuk nadia!"

"Apa perlu aku yang harus membukakan pintunya?"

Nadia pun masuk dengan perasaan kesal juga menyesal,"seharusnya aku tidak menemuinya.."

"Aku tau apa yang kamu ucapkan!"

Saga pun mengendarai mobilnya dan berhenti di persimpangan jalan yang berjarak agak jauh dari perumahan kompleks tersebut.

"Kenapa kita berhenti disini?"

Saga tak menjawab pertanyaan nadia,ia melepaskan sabuk pengaman miliknya,dan dalam hitungan detik kini ia dapat meraih tengkuk nadia dan menciumnya dengan halus.

"Aku mulai merindukan ini" ucap saga.

Nadia mengingat kembali kejadian-kejadian serupa,

Ini bukan pertama kali lagi baginya.

Nadia pun memejamkan matanya,dan membiarkan saga mempermainkan mainannya ini.

Saga mulai merapa setiap inci dari tubuh nadia,termasuk dua bukit kembar nadia,

Ia sedikit meremasnya dari luar kaos nadia yang berwarna cream.

"terlalu kecil.." bisik saga.

Plak..

Nadia pun seketika melotot dan melepaskan pagutan saga lalu dengan reflek menampar pipi saga.

Ia tak habis fikir kata-kata itu keluar begitu saja.

"Hmm ternyata kamu berani juga.."

"Bukankah sejak awal seharusnya kamu berani melawanku?" Tanya saga yang mendekatkan pandangannya ke wajah nadia.

Nadia menggenggam tangan yang baru saja ia gunakan untuk menampar saga.

"Apa yang sudah aku lakukan?" Bathin nadia.

Tak mendapat jawabab dari nadia Saga pun keluar dari mobil dan bersandar di pintu sembari menyalakan api untuk membakar benda kecil berwarna putih.

"Huuuuhhh..." ia menghembuskan nafasnya dengan kasar bersamaan dengan keluarnya asap putih dari mulutnya.

"Ternyata milikku masih berfungsi.." bathinnya.

"Benar..milikku ini masih sangat berfungsi"

"Aku hampir gila membayangkan ucapan reno."

"Tapi ntah kenapa gadis ini diam saja"

"Apakah aku orang yang pertama melakukannya?" Saga berbicara sendiri dalam hatinya.

Saga sempat melirik ke dalam mobil,dimana saat ini nadia hanya menatap keluar jendela.

Ia sama sekali tak bergerak.

"Apa dia marah?"

"Bukankah dia seharusnya menolakku?"

"Apa perkataanku tadi membuatnya tersinggung?"

"Tapi memang benar masih kecil,bahkan kepalan tanganku pun tersisa.."

"Lalu yang menjadi pertanyaan terakhir,kenapa harus dia!"

Setelah menghabiskan dua batang benda kecil itu,saga pun masuk kedalam mobilnya kembali.

Ia mulai melajukan mobilnya perlahan.

Ia melirik kekanan kiri banyaknya penjual makanan.

"Bukankah anak seusianya akan tertarik melihat makanan-makanan seperti itu!" Bathin saga.

"Aku mau pulang saja!" Ucap nadia.

"Kamu tidak mau makan dulu? Atau membeli sesuatu mungkin?"

"Engga,aku lagi capek banget hari ini?" Jawab nadia tanpa menatap ke arah saga.

"Kamu bebas menggunakan kartu milikku!"

"Bukankah anak seusiamu sangat suka berbelanja?"

"Aku tetap akan menggajimu utuh,dan tidak akan memotong dari situ.."

"Jadi pakailah!"

Nadia menatap dingin kearah saga,

Ia melihat pria dewasa yang kini duduk di sebelahnya tengah menawarkan sesuatu yang sangat menggoda.

Benar,bagaimana tidak tergoda jika tiba-tiba di beri kartu pembayaran berwarna hitam.

"Apakah seperti ini para om-om mencari simpanan atau mencari sugar baby?" Bathin nadia.

Karna jarak yang tidak terlalu jauh,hanya kurang lebih 10 menit kini mobil telah berhenti di depan gang rumah nadia.

"Nad.."

"Saya ga mau tau,jangan pernah tak menjawab pesan atau jangan pernah sekali-kali mengabaikan panggilan telfonku?" Ucap saga sebelum nadia keluar dari mobilnya.

Nadia pun menatap kepergian mobil saga barulah ia berlari kearah rumahnya.

"Ntah sampai kapan aku harus berjalan malam-malam seperti ini.."

"Semoga saja gak ketauan.."

Pacaran ala-ala anak jaman sekarang kan ya? Pulang pergi cuma diantar sampai gang😋

Kalian pernah ngalamin juga kan?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!