Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
indah
" Terima kasih karena telah perhatian dan juga peduli kepadaku, aku sangat bersyukur karena bisa memiliki asisten yang begitu perhatian seperti kau. Semoga saja kau bisa menemukan seorang pendamping yang begitu menyayangimu."
" Amin..."
...🐱🐱🐱...
saat ini Naura dan juga Naira sedang berada di rumah Rangga, tentunya mereka sedang bermain bersama dengan dua keponakan kesayangan mereka. Ulfa dan Umaira, dua keponakan yang selalu bisa membuat mereka tersenyum. Karin tentunya memperhatikan wajah Naura yang tampak sangat berbeda, Iya pun akhirnya menghampiri Naura yang saat ini sedang menggendong Ulfa.
" Kau sedang memikirkan apa Naura?"
" Aku sedang memikirkan mengenai Sandra."
" Ada apa dengan Sandra?"
" Tadi Kak Leo mengajaknya untuk bertemu denganku."
" Lalu apa yang terjadi berikutnya, apakah dia berusaha menyakitimu lagi?"
" Dia sama sekali tidak menyakitiku Kak, tetapi dia justru melarikan diri."
" Melarikan diri bagaimana?"
" Dia tampak seperti sangat takut ketika bertemu denganku, dan akhirnya dia justru pergi tanpa berkata apapun."
" Mungkin ketika melihat wajahmu dia mengingat betapa jahatnya dia dahulu, hingga akhirnya dia tidak berani untuk bertemu denganmu."
" Aku juga sama sekali tidak mengetahui hal tersebut Kak, tetapi mungkin yang kakak bilang itu ada benarnya."
" Sudahlah kau tidak usah memikirkan mengenai Sandra."
" Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan mengenai dia Kak, jika dia tidak menemui ku dan meminta maaf maka aku tidak akan pernah mendapatkan izin untuk bertemu dengan ayah kandungku."
" Kau sudah sangat ingin bertemu dengan ayah kandungmu ya?"
" Jujur saja aku memang tidak terlalu dekat dengan ayah, dan aku masih mengingat kejadian di masa lalu di mana Ayah tiba-tiba saja meninggalkan aku dan juga bunda. Tetapi walau bagaimanapun dia adalah ayahku, dan beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar kalau dia sedang sakit."
" Jadi karena itu kau khawatir dan ingin bertemu dengannya, tetapi kau mau mengingat perkataan Rangga yang tidak mengizinkanmu bertemu dengan ayahmu sebelum Sandra datang untuk meminta maaf."
" Yang kakak katakan itu benar, aku masih mengingat perkataan Kak Rangga. Kak Rangga adalah orang yang begitu baik dan juga menyayangiku, karena itu aku tidak ingin mengecewakannya dengan melanggar perintahnya."
" Bagaimana kalau kakak yang meminta izin kepada kakakmu itu agar dia mengizinkanmu untuk bertemu dengan ayahmu, apalagi kondisi ayahmu yang memang sedang sakit."
" Aku tidak yakin kalau Kak Rangga akan mengizinkannya Kak, apalagi aku yakin kalau Kak Rangga pasti merasakan rasa sakit yang aku rasakan dahulu. Jujur saja memang sangat sulit untuk memaafkan Sandra, tetapi aku tidak boleh menyimpan dendam kepada siapapun kan Kak."
" Kau memang adalah gadis yang baik Naura, oleh karena itu Rangga selalu berusaha untuk menjaga dan melindungi mu. Karena Iya hanya tidak ingin akan terjadi sesuatu hal yang buruk kepadamu, Ia hanya menginginkan hidupmu akan selalu bahagia. Dan karena itu dia sangat kecewa ketika Sandra berhasil melukai hatimu, karena itu tandanya ia telah gagal menjagamu."
" Aku paham dan juga mengerti dengan kekecewaan yang dirasakan oleh kak Rangga, tapi aku yakin kalau ayahku pasti juga sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Sandra kepadaku. Tetapi aku juga tidak bisa melakukan pembelaan atas ayahku, karena sebelumnya ayahku juga telah memohon kepada Kak Rangga untuk tidak menyakiti Sandra."
" Kakak sangat yakin pada saat itu Kau pasti sangat terluka karena ayahmu ternyata melindungi Sandra kan, tetapi kau masih memiliki hati yang luas untuk memaafkan ayahmu itu dan bahkan Kau sangat ingin bertemu dengannya karena dia sedang sakit."
" Walau bagaimanapun dia adalah Ayah kandungku Kak, sebagai anak aku tidak ada hak untuk membencinya. Jujur saja aku merasakan terasa sakit pada saat ia lebih membela Sandra daripada aku, tetapi aku yakin dia pasti memiliki alasan sehingga membela Sandra."
" Sejak dulu pola pikirmu selalu saja seperti itu Naura, kau tidak pernah berpikir kalau di luar sana ada orang yang akan berniat jahat kepadamu. Sesekali kau harus berpikir kalau di luar sana ada orang yang mungkin saja merencanakan hal jahat untukmu, dengan begitu kau bisa selalu berwaspada."
" Aku hanya ingin merasakan hidup tenang saja kak, Aku tidak ingin merasakan rasa lelah yang terlalu berlebihan. Jujur saja ber negatif thinking dan memikirkan orang lain mungkin akan melakukan hal jahat kepada kita, itu adalah hal yang sangat melelahkan dan aku sangat tidak ingin melakukannya."
" Kakak mengerti dengan apa yang sedang kau pikirkan, kakaknya berharap siapapun nantinya pemuda yang akan menjadi pendampingmu. Kakak hanya berharap dia selalu bisa membahagiakanmu dan menjagamu dengan baik, karena pastinya di dalam dunia yang sulit ini ada banyak orang yang berusaha untuk menyakiti orang-orang yang terlihat baik."
" Kakak doakan saja semoga pendamping kunanti memang adalah orang yang bisa menjagaku dengan baik, karena jujur saja sampai sekarang aku juga masih tidak yakin kalau jodohku adalah Kevin."
" Wajar saja jika kau berpikir kalau kau tidak meyakini kalau Kevin adalah jodohmu, karena memang di umurmu yang masih segini kau masih belum bisa memastikan siapa sebenarnya jodohmu. Umurmu segini masih bisa memilih mana yang terbaik untukmu, dan jika Kevin memang mengecewakanmu maka lebih baik kau putus saja dengannya dan mencari yang lebih baik."
" Terima kasih karena Kak Karin telah mendukung argumenku tersebut, karena sebelumnya ketika aku bercerita dengan Kak Reza beliau tidak setuju dengan argumenku itu. Dan ia hanya berharap kalau Kevin yang akan menjadi jodohku, karena saat ini Kevin yang berada di sisiku."
" Wajar saja jika Reza berpikir seperti itu, kau tahu sendiri kalau kakakmu itu memiliki trauma dalam hubungan."
" Aku mengetahui hal itu Kak dan sampai sekarang sepertinya Kak Reza masih belum bisa melupakan gadis itu."
" Kita doakan saja agar kakakmu itu segera menemukan seorang gadis yang bisa meluluhkan hatinya, dan kemudian ia bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan bersama dengan gadis pujaan hatinya itu."
" Ketika membahas hubungan tentangku kakak pasti tidak akan pernah membahas mengenai hubungan pernikahan, tetapi kenapa ketika kita membahas Kak Reza pasti Kakak akan terus membahas hingga ke hubungan pernikahan?"
" Usiamu itu masih muda Naura, Jadi wajar saja jika kau masih ingin bermain-main dan melihat siapakah seseorang yang memang tepat untukmu. Tetapi sangat berbeda dengan Reza, Reza sudah bukan anak-anak lagi dan sudah waktunya ia membangun rumah tangganya sendiri."
" Jadi menurut Kakak kematangan seseorang itu diatur dari umur dan usianya?"
" Kematangan atau kesiapan seseorang untuk melanjutkan hubungan pernikahan tidak diukur dari umurnya, tetapi itu semua diukur dari niat dan keinginannya."
" Tapi sebelumnya Kakak membahas mengenai umur Kak Reza yang sudah tidak muda lagi."
" Umur Reza memang sudah tidak muda lagi dan sudah waktunya ia membangun hubungan rumah tangga, dan karena itu kakak berharap dia bisa dewasa dan bertemu dengan seorang gadis yang meyakinkannya untuk berumah tangga."