NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

..

Siang itu Jakarta sedang tidak santai. Mataharinya seolah-olah ada dua, membakar aspal dan membuat Jelita merasa butuh asupan cairan dingin segera. Setelah kelas dosen killer yang menghabiskan seluruh energi otaknya, Jelita memutuskan mampir ke sebuah Alfamart di dekat komplek rumah Mama Langit—tempat dia janji akan bertemu Langit sore nanti.

Jelita berjalan dengan langkah gontai menuju rak minuman dingin. Pikirannya masih melayang pada tugas akuntansi yang angkanya tidak pernah balance. Dia membuka pintu kulkas, mengambil sebotol kopi susu kesukaannya, dan berbalik dengan maksud menuju kasir.

Namun, di lorong antara rak camilan dan mi instan, langkahnya terkunci.

Di sana, berdiri seorang pria yang sedang menatap deretan cokelat. Pria itu memakai kaos hitam polos, rambutnya sedikit berantakan, dan profil sampingnya... Profil samping itu adalah sesuatu yang selama tujuh tahun ini menghantui jelita

Jantung Jelita seolah berhenti berdetak selama satu detik, sebelum akhirnya berdegup lima kali lebih kencang hingga telinganya berdenging. Pria itu menoleh.

Mata mereka bertemu.

Itu dia. Yayan. Hantu masa lalu yang dulu meninggalkannya tanpa kata di gerbang sekolah. Tatapannya masih sama—dalam, kelam, dan penuh dengan rahasia yang tidak pernah Jelita mengerti. Bedanya, sekarang rahang pria itu lebih tegas, tubuhnya lebih tegap, dan dia terlihat jauh lebih dewasa.

"Jelita?" suara itu rendah, hampir berupa bisikan, tapi terdengar seperti ledakan di kepala Jelita.

Dunia Jelita mendadak down. Semua kemajuan yang dia buat bersama Langit—tawa lepasnya, sifat "barbar"-nya, keberaniannya—seolah menguap begitu saja. Dia kembali menjadi Jelita yang kaku, Jelita yang "dicor" beton sepuluh lapis, Jelita yang hanya bisa melarikan diri.

Tanpa sepatah kata pun, bahkan tanpa sempat mengambil kembalian atau memikirkan kopi susunya, Jelita berbalik. Dia lari. Dia berlari keluar dari Alfamart itu seolah-olah nyawanya sedang terancam oleh monster paling mengerikan. Dia tidak peduli dengan teriakan kasir yang bingung, dia hanya ingin menjauh dari radius satu meter pria itu.

Yayan berdiri terpaku di depan rak cokelat. Tangannya yang hendak mengambil satu batang cokelat bubble gum—rasa yang selalu mengingatkannya pada Jelita—menggantung di udara. Dia menatap pintu kaca Alfamart yang masih bergetar karena dorongan kasar Jelita tadi.

"Jee..." gumamnya lirih.

Dia menghela napas panjang, sebuah napas yang sarat akan beban penyesalan. Tatapan Jelita tadi bukan lagi tatapan kagum atau malu-malu seperti saat SMP. Itu adalah tatapan ketakutan, tatapan asing yang membuatnya sadar betapa dalamnya luka yang dia tinggalkan.

Yayan berjalan keluar dengan langkah gontai. Dia duduk di atas motor besarnya, menatap jalanan Jakarta yang ramai. Pikirannya yang tadi pagi sudah bulat untuk kembali ke luar negeri demi melanjutkan kuliah S2-nya, mendadak goyah. Hancur berkeping-keping hanya karena satu tatapan mata selama tiga detik.

"Gue nemuin lo lagi, Jee," bisik Yayan pada angin. "Dan kali ini, semesta nggak bakal biarin gue pergi gitu aja."

Dia merogoh ponselnya, menghubungi Papanya di luar kota. "Pa, Yayan batal balik minggu depan. Yayan mau pindah kuliah ke Jakarta aja. Yayan mau tinggal di rumah Mama sama Langit."

Kali ini yayan tidak akan menyerah lagi, yayan tidak akan pergi sebelum semuanya selesai dan tidak akan membiarkan jelita pergi lagi bahkan kabur dari nya.

...----------------...

Di sisi lain, Jelita sedang terduduk lemas di sebuah taman kecil tak jauh dari sana. Napasnya masih memburu, tangannya gemetar hebat. Dia segera merogoh ponselnya dan menghubungi nomor yang paling dia butuhkan saat ini.

"Lang... lo di mana?" suara Jelita bergetar, nyaris menangis.

"Eh, Jee? Gue baru mau jalan jemput lo. Lo kenapa? Suara lo kok aneh?" suara Langit yang biasanya sengklek mendadak berubah serius dan protektif.

"Gue... gue nggak apa-apa. Gue tunggu di taman deket komplek nyokap lo ya. Buruan, Lang. Gue butuh lo," Jelita mematikan teleponnya.

Hanya butuh sepuluh menit sampai raungan mesin Porsche hitam itu terdengar. Langit keluar dari mobil dengan wajah panik, langsung menghampiri Jelita dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

"Kenapa, Sayang? Ada yang gangguin lo? Ada yang kurang ajar sama lo?" tanya Langit bertubi-tubi sambil mengusap rambut Jelita.

Jelita menyembunyikan wajahnya di dada Langit, menghirup aroma maskulin pria itu yang selalu bisa menenangkannya. Dia ingin bilang kalau dia baru saja melihat "hantu", tapi dia takut. Dia takut Langit akan marah, atau lebih buruk lagi, dia takut Langit akan menyadari bahwa selama ini dia mencintai pria yang wajahnya sangat mirip dengannya.

"Gue cuma... gue cuma pusing tadi. Terus gue kaget ada kucing lari di depan gue," bohong Jelita, mencoba menyelipkan sedikit komedi agar Langit tidak curiga.

Langit mendengus, lalu menjauhkan sedikit tubuh Jelita untuk menatap wajahnya. "Kucing lagi? Gila ya, lo emang punya dendam kesumat sama ras kucing dari zaman SD atau gimana sih?"

Jelita tertawa paksa. "Mungkin."

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!