NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamparan Benua Langit Biru dan Kasta yang Tak Terlihat

Perjalanan menuju Taman Binatang Abadi memakan waktu yang cukup lama, melewati jalan setapak berbatu yang membelah lereng gunung Sekte Langit Abadi. Dari ketinggian ini, Ling Yun sesekali melempar pandang ke cakrawala yang jauh. Di luar tembok sekte yang megah ini, dunia membentang dalam skala yang hampir tak masuk akal bagi manusia fana.

​"Kau tahu, Yun," Lu Han memulai pembicaraan sambil menyeka keringat di dahinya. "Kadang aku berpikir, seberapa luas sebenarnya Benua Langit Biru ini? Kita menghabiskan sepuluh tahun di sini, dan kita bahkan belum pernah keluar dari perbatasan Wilayah Timur."

​Ling Yun terdiam. Ia menatap ke arah Wilayah Pusat, sebuah tempat yang terkunci rapat di dalam ingatannya. Di sana, di balik kabut abadi, tersimpan rahasia tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Namun, wajahnya tetap datar, tak membiarkan emosi sedikit pun bocor keluar. Baginya, identitas lamanya telah terkubur bersama puing-puing istana yang terbakar sepuluh tahun lalu. Kini, ia hanyalah Ling Yun, si pelayan cacat.

​"Wilayah Timur sudah cukup luas untuk orang-orang seperti kita, Kak Lu," ucap Ling Yun pelan, menyembunyikan pengetahuannya yang mendalam. "Dunia luar hanya berisi badai yang akan menyapu debu seperti kita."

​"Ah, kau benar. Tapi kudengar rumor dari para pedagang obat," lanjut Lu Han bersemangat. "Dunia ini terbagi menjadi lima. Selain Wilayah Timur kita yang penuh sekte, ada Wilayah Barat yang tanahnya konon hanya berisi pasir dan api. Lalu Wilayah Selatan yang merupakan hutan raksasa tempat tinggal monster, dan Wilayah Utara yang airnya bisa membeku dalam sekejap."

​Ling Yun mendengarkan dengan saksama. Ia membiarkan Lu Han menjelaskan apa yang "seharusnya" diketahui oleh seorang pelayan biasa, meski di dalam kepalanya, ia sudah memetakan lokasi-lokasi strategis dari setiap wilayah tersebut.

​"Lalu apa yang ada di tengah, Kak?" tanya Ling Yun, memancing informasi yang beredar di kalangan bawah.

​"Oh, itu Dataran Pusat," bisik Lu Han, suaranya merendah seolah takut dinding gunung pun bisa mendengar. "Katanya itu tempat paling suci sekaligus paling berdarah. Dulu ada kekaisaran besar di sana, tapi hancur karena pemberontakan. Sekarang wilayah itu dikuasai oleh faksi-faksi kuat. Tapi yah, itu urusan orang-orang hebat di atas sana. Tidak ada hubungannya dengan kita yang harus mengurus kotoran binatang."

​Tidak ada hubungannya? Ling Yun membatin sinis. Ia mengepalkan tangannya di balik jubah yang lebar. Setiap jengkal tanah di Dataran Pusat adalah hak miliknya yang dirampas secara paksa. Namun, ia tahu sekarang bukan waktunya. Dengan Dan Tian yang masih hancur, bahkan menyebut nama aslinya adalah tindakan bunuh diri.

​"Benar," sahut Ling Yun dingin. "Itu urusan orang-orang hebat."

​Mereka sampai di gerbang lembah yang dilindungi oleh formasi energi transparan. Bau amis khas binatang buas mulai menusuk hidung, bercampur dengan hawa energi alam yang liar.

​"Selamat datang di Taman Binatang Abadi," ucap Lu Han pahit. "Ingat prinsip kita: tundukkan kepala, tutup mulut, dan jangan pernah menarik perhatian para murid yang sedang melatih tunggangan mereka. Di sini, nyawa binatang itu lebih berharga dari nyawa kita."

​Ling Yun melangkah masuk melewati gerbang energi tersebut. Sesaat, ia merasakan getaran aneh pada retakan Dan Tian-nya. Berbagai macam energi elemen dari binatang-binatang di dalam taman ini seolah-olah memanggil empat elemen di dalam dirinya.

​Ia tidak akan menarik perhatian—setidaknya tidak sekarang. Ia akan tetap menjadi bayangan, seorang pelayan tanpa nama yang bekerja di bawah terik matahari, sembari perlahan-lahan menyerap setiap tetes energi alam untuk membangun kembali singgasananya yang telah runtuh.

​Di dalam taman tersebut, pemandangan luar biasa tersaji, sekaligus mengerikan bagi mereka yang berada di kasta bawah. Lembah itu terbagi menjadi beberapa zona besar yang dibatasi oleh parit-parit energi. Di sisi kiri, raungan Badak Besi dari Wilayah Barat menggetarkan tanah setiap kali makhluk itu menghentakkan kakinya, sementara di sisi lain, Elang Badai dari Wilayah Timur bertengger di pilar-pilar batu tinggi, kepakan sayapnya menciptakan pusaran angin yang sanggup menerbangkan manusia dewasa.

​"Yun, kau urus bagian pembersihan kandang di Sektor Tanah," Lu Han memberikan instruksi dengan suara rendah, matanya waspada menyapu sekeliling. "Aku akan membantu di Sektor Air untuk menenangkan Ular Sanca Biru. Ingat, jika ada murid internal yang lewat, segera menepi dan bersujud. Jangan sampai mereka merasa terganggu."

​Ling Yun hanya mengangguk kecil. Ia mengambil sebuah sekop besi berkarat dan ember kayu, lalu berjalan menuju area yang ditunjuk. Begitu ia menginjakkan kaki di Sektor Tanah, getaran di Dan Tian-nya semakin menghebat. Retakan-retakan di pusat energinya seolah-olah menjadi haus, mulai menghisap sisa-sisa esensi elemen tanah yang berceceran di udara akibat aktivitas binatang suci di sana. Walaupun pada akhirnya esensi tersebut kembali bocor keluar, mengingat wadahnya yang belum sembuh.

​Mau diulang berapa kali pun, sensasi ini tetap luar biasa... batin Ling Yun. Energi di sini jauh lebih padat daripada di asrama pelayan yang pengap itu.

​Ia mulai bekerja, menyapu kotoran dan sisa makanan binatang raksasa tersebut. Kesibukan itu terganggu ketika suara tawa yang melengking terdengar dari arah gerbang utama. Sekelompok murid dengan jubah abu-abu bersih—murid eksternal yang baru saja naik pangkat—berjalan masuk dengan gaya angkuh. Di depan mereka, memimpin barisan, adalah seorang pemuda berwajah tirus dengan tatapan mata yang licik.

​"Lihat siapa ini," ucap pemuda itu, menghentikan langkah tepat di depan Ling Yun. "Si sampah bermeridian cacat kita sedang sibuk dengan kotoran binatang. Sangat cocok dengan bakat 'luar biasa' milikmu yang menjijikkan itu, bukan?"

​Murid-murid di belakangnya tertawa terbahak-bahak. Mereka adalah kelompok Zhao Hu, salah satu murid eksternal yang paling sering menindas Ling Yun. Bagi mereka, keberadaan Ling Yun yang memiliki empat elemen namun tidak bisa berkultivasi adalah lelucon terbesar di Sekte Langit Abadi.

​"Hei, aku bicara padamu!" Zhao Hu menendang ember kayu milik Ling Yun hingga isinya tumpah, mengotori sepatu bot kulit miliknya yang masih baru. "Lihat apa yang kau lakukan, Pelayan Cacat! Kau mengotori sepatuku!"

​Ling Yun berhenti menyapu. Ia berdiri diam, kepalanya tetap tertunduk, namun matanya yang tersembunyi di balik poni rambutnya seketika berkilat merah—pantulan amarah dari elemen api yang bergejolak di dalam tubuhnya. Zhao Hu sempat tersentak, merasa sedikit terintimidasi ketika menangkap sekilas tatapan tajam Ling Yun yang tak lazim.

​Namun, mengingat posisinya saat ini, ditambah dengan gengsi dan rasa tidak sukanya kepada Ling Yun, Zhao Hu justru semakin meradang. "Kenapa kau diam saja, sialan?! Terlebih lagi kau berani menatapku seperti itu di balik poni rambutmu itu, hah?!"

​"Maafkan saya, Tuan Muda Zhao," ucap Ling Yun dengan nada datar yang hampa emosi. "Saya akan segera membersihkannya," tambahnya lagi, mencoba menahan diri demi rencana besarnya.

​"Membersihkannya? Tidak, tidak sesederhana itu!" Zhao Hu menyeringai kejam. Ia sengaja melepaskan sedikit energi Qi-nya untuk menekan bahu Ling Yun, mencoba memaksanya bertekuk lutut. "Berlututlah, dan jilat sepatuku sampai bersih. Jika kau melakukannya dengan baik, mungkin aku akan membiarkanmu makan malam ini."

​Ling Yun tetap diam membatu. Tekanan Qi dari Zhao Hu terasa tak lebih dari gigitan nyamuk bagi jiwanya yang sudah ditempa oleh rasa sakit Dan Tian yang hancur setiap harinya. Terlebih lagi, kekuatan fisik yang ia latih secara rahasia jauh lebih kokoh daripada pelayan lainnya; ia tidak merasa terintimidasi sedikit pun oleh gertakan murahan itu.

​Ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap lurus ke dalam pupil mata Zhao Hu. Lagi-lagi, Zhao Hu merasa dadanya sesak dan sesaat ia kehilangan napas, seolah-olah ia baru saja ditatap oleh seekor binatang buas purba yang jauh lebih mengerikan daripada apa pun yang menghuni taman ini.

"Apakah ada masalah di sini?" sebuah suara dingin dan berwibawa tiba-tiba memecah ketegangan, membuat Zhao Hu dan kawan-kawannya seketika mematung ketakutan.

>>>>> ​Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga senantiasa sehat selalu untuk saudara-saudara se ras ku.

1
Dewa Malaikat
👍
Ta Ma
Menyala thorrr lanjutkan lagiii
Ta Ma
habisi semuanya🤬🤬
Dark knight
Apakah bakal jadi heroin nya ini
Adhittma: Tunggu saja di bab2 berikut nya kak🤭🤭
total 2 replies
Dark knight
Gas lagi thorr
Adhittma: yoiiii🔥
total 1 replies
korek ngok
Puas anjayy, makan tuh karma orang tua wkwk
Adhittma: udh tua bukannya tobat, malah banyak tingkah yaa🤣
total 1 replies
Ren Sa
Lanjutkan thorr
Adhittma: aman ae kak🙏🙏
total 1 replies
Ren Sa
Pertama thorrr🔥
Adhittma: Dapetttt petir nih kak⚡🤭
total 1 replies
Dewa Malaikat
lanjjjuuut gaskennn thor, 10 bab sekaligus
Adhittma: Siappp kak, tapi skrang mh 3 bab dlu ae perhari ya wkwk🤭
total 1 replies
Somebody
next thorrr
Adhittma: sabar ya kak🙏🙏
total 1 replies
Somebody
Langsung saja tanpa perlu pikir panjang 😏
Dark knight
Mantap thorrr lanjutkan terus 🤗
Adhittma: Sabar ya kak, lagi review🙏
total 1 replies
Dark knight
wkwk kena mental nggk tuh
Dark knight
Bantai2 gass⚡⚡
Adhittma: Yoiiii🔥
total 1 replies
Dark knight
bantai semuanya 🔥🔥🔥
Adhittma: Ling Yun sedang memasak🔥🔥🔥
total 1 replies
Dark knight
Kerennn
korek ngok
Bagus, Lanjut lagi thorr🙌🏼🙌🏼🙌🏼
Adhittma: aman ajaa🙏
total 1 replies
korek ngok
Up up
korek ngok
lanjutkan thorrr 🙌🏼🙌🏼🙌🏼
korek ngok
up up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!