"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."
Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.
Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.
Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.
Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.
Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.
"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 - Vaelor vs Zagred
Udara yang tenang itu mendadak membeku. Raja Eldrin yang menyadari pertempuran belum usai, segera melepaskan kekuatan Arcus dan Sulon.
"Yang Mulia! Jangan paksakan dirimu! Yang Mulia sudah menggunakan dua kekuatan Senjata Yggradasil sekaligus!" Fletcher menatap Raja Eldrin khawatir saat melihat kedua mata Sang Raja mengeluarkan darah.
"Uhuk! Uhuk! Sepertinya aku... Tidak bisa membantu lebih jauh..." Raja Eldrin memuntahkan darah segar dalam jumlah yang cukup banyak.
Kesadarannya perlahan memudar. Raja Eldrin jatuh pingsan setelah Busur Roh Angin Arcus dan Pedang Roh Sulon lepas dari tubuhnya.
"Vredenburgh, jika kau masih memiliki tenaga untuk bergerak, lebih baik kau beritahu situasi yang terjadi disini kepada Leafa! Lebih baik mendengar ocehannya karena membiarkan Yang Mulia Raja mengatasi tugas kita! Daripada melihat Yang Mulia Raja terluka!" ujar Zilda dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aku mengerti, Zilda." Fletcher menatap pertempuran lain yang ada disekitar mereka.
Terlihat disana Vaelor dapat mengimbangi pergerakan Mahaguru Zagred.
"Orang itu... Dia belum mengeluarkan kekuatannya." Fletcher terlihat kagum dengan kemampuan Vaelor yang mengatasi situasi dengan tenang.
"Hei, kau yang memakai pedang! Apakah kalian memerlukan bantuan?" ujar Vaelor kepada Fletcher.
"Bantuan?" Fletcher tersentak kaget dan tak lama angin berhembus dibelakang tubuhnya.
"Aku disini, aku akan mengalirkan mana milikku kepadamu!" suara Vaelor terdengar dibelakangnya dan membuat Fletcher terkejut.
Didepan sana terlihat Vaelor bertarung melawan Mahaguru Zagred, dibelakangnya sebuah klon sihir bayangannya mengalirkan mana pada dirinya.
"Terimakasih, aku tidak akan melupakan pertolonganmu." Fletcher merasakan mana dalam tubuhnya bergejolak.
Aliran mana yang tersumbat dan berhenti menyuplai terlepas sepenuhnya. Tubuhnya menjadi lebih ringan dan rasa sakit ditubuhnya berangsur menghilang.
"Kau..." Fletcher terkejut karena Vaelor dapat menggunakan sihir penyembuhan.
"Aku bisa memulihkanmu, tetapi mereka berdua membutuhkan mana yang besar. Aku tidak memilikinya, sebaiknya kau bawa mereka berdua pergi dari sini." Vaelor memberitahu jika kehadiran mereka hanya akan membebani dirinya.
"Pergilah dan bantu yang lainnya! Aku sendiri cukup untuk mengatasi orang ini!" ujar Vaelor saat Fletcher mengikuti perintahnya.
Mahaguru Zagred melihat itu dan tersenyum tipis. Fletcher membawa tubuh Raja Eldrin dan Zilda menuju alun-alun.
"Aku turut prihatin dengan apa yang menimpa Yang Mulia Raja..." ucap Mahaguru Zagred menatap tubuh Raja Eldrin.
Kemudian Mahaguru Zagred mengingat pertemuannya dengan Raja Edwin Slyvaris pada saat itu. Keduanya memutuskan untuk menjadi Iblis karena telah mengetahui sedikit rahasia yang tersembunyi di dunia sihir ini.
Perjalanan keduanya dibilang tidak mudah. Mereka harus mengorbankan orang terdekat dan penduduk kerajaan, untuk memperoleh keabadian.
Pada awalnya mereka berdua menginginkan sebuah perdamaian, namun kematian orang terdekat mereka mengubah keduanya menjadi Iblis.
"Kematian yang tragis untuk seorang raja yang tersesat," lanjut Mahaguru Zagred, suaranya tenang namun menggelegar langsung di dalam kepala mereka yang berada di sana.
"Apa maksudmu?" Vaelor menatap tajam Mahaguru Zagred yang berkata demikian.
"Kau tidak mengetahui kebusukan sistem dunia sihir, Vaelor..." Zagred menekan energi sihir yang keluar dari tubuhnya, kemudian memberitahu kebenaran kepada Vaelor.
"Dewan Sihir, Kekaisaran Suci Luminous, Kekaisaran Xyrus dan orang-orang yang mengendalikan sistem dunia sihir mereka adalah manusia dan iblis. Aku harap kau tidak akan berakhir seperti kamu saat mengetahui kebenaran itu." Zagred memberitahu dan membuat Vaelor mengerutkan keningnya.
"Aku tidak mengerti maksudmu, tetapi yang kau lakukan ini adalah sebuah kesalahan!" ujar Vaelor. Zagred hanya tertawa kecil mendengar itu.
"Tidak ada yang perlu kubicarakan denganmu! Aku akan membunuhmu!" Zagred menatap Vaelor dan setelah itu melepaskan mana dalam jumlah besar.
Zagred menunggu. Ia tidak bergerak sama sekali. Tindakannya membuat Vaelor bergerak dengan kecepatan tinggi kearahnya.
"Keluarkan seluruh kekuatanmu, Vaelor! Aku akan memberikanmu pelajaran terakhir sebelum mati!" ujar Zagred saat Vaelor menghilang dari pandangannya.
"Jangan berbicara seperti kau adalah orang yang telah mengajariku bertahan hidup, kakek tua keparat!" ujar Vaelor geram.
Kemudia Vaelor mengaktifkan sihir teleportasi melalui bayangan secara beruntun. Tubuhnya menghilang, lalu muncul di atas, di belakang, dan di samping Zagred dalam hitungan detik.
Setiap kali ia muncul, sebuah bilah angin tak kasat mata meluncur membelah ruang udara.
"Sudah kuduga kau memiliki kemampuan yang sama dengan Ayahmu..." Zagred tersenyum hangat dan menghindari bilah angin tak kasat mata dengan mudah.
"Aku harap kau tidak mengecewakanku, Vaelor!" ucap Zagred saat mana disekitarnya berubah menjadi berat.
Seketika, hukum fisika di sekitar Vaelor berantakan. Zagred menggunakan Sihir Gravitasi dan membuat gravitasi di sekitar mereka meningkat seribu kali lipat, membuat tanah di bawah kaki Vaelor amblas sedalam satu meter.
"Chrono Lock!"
Tubuh Vaelor menghantam tanah dengan telak. Tubuhnya terasa seperti diremas dan diremukkan dari atas. Mulutnya terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah saat beban berat gravitasi semakin membebani tubuhnya.
"Kau terlalu meremehkanku, Vaelor!" ucap Zagred.
Setelah itu Zagred melepaskan sihir tingkat tinggi yang memanipulasi petir menjadi sebuah tombak petir.
"Aku akan mengakhiri penderitaanmu."
Zagred mengayunkan tangannya dan tombak petir miliknya melesat kebawah.
"Sial!" Vaelor mengumpat karena tidak dapat bergerak.
Kecepatan tombak petir yang tidak terpengaruh gravitasi itu menembus kulitnya. Sensasi saat perutnya ditembus tombak membuat Vaelor kehilangan tenaganya.
Zagred kecewa karena Vaelor tidak sekuat yang dirumorkan, "Aku mendengar kau memiliki kemampuan yang setara dengan Sembilan Penyihir Agung. Ini sangat disayangkan karena kematian Ayahmu membuat posisi Sembilan Penyihir Agung dari Kerajaan Slyph kosong."
Saat tombak petir lenyap, Zagred menekan mana miliknya. Tak lama efek gravitasi disekitar mereka lenyap.
"Aku harus bergegas membunuh Eldrin, jika tidak Noctis akan mengoceh. Sangat menjengkelkan mendengar ocehannya." Zagred hendak pergi, namun langkahnya terhenti saat merasakan suara detak jantung Vaelor.
Zagred melihat Vaelor yang mendelik menatapnya. Tidak disangka tindakannya itu membangkitkan kekuatan Vaelor yang tersembunyi selama ini.
"Jadi kau juga memiliki kemampuan itu, Vaelor..." Zagred tidak terkejut justru ia tersenyum bahagia, "Bloodlust, kemampuan sihir yang sangat langka. Tidak kusangka aku akan melihat itu kembali."
Justru Vaelor yang terkejut karena ia mengira dirinya akan mati oleh serangan tombak petir Zagred, tetapi hal itu justru menjadi pemicu kebangkitan Bloodlust yang selama ini tersenyum dalam dirinya.
Kekuatan ini tidak bisa aktif secara instan atas kemauan biasa. Vaelor membutuhkan pemicu emosional atau fisik yang ekstrem untuk menyalakannya. Zagred melakukannya karena ia ingin melihat sejauh mana Vaelor berkembang.
"Sekarang tunjukkan padaku, sejauh mana kau berkembang, Vaelor!" Zagred kembali melepaskan energi sihir yang membuat tekanan gravitasi disekitarnya menjadi berat.
Kali ini Vaelor dapat mengatasi tekanan gravitasi tersebut. Vaelor merasakan mana didalam tubuhnya meluap-luap setelah mengaktifkan Bloodlust.
Seluruh luka robek di tubuh Vaelor memancarkan uap hitam pekat, seperti menyembuhkannya secara perlahan. Peningkatan kekuatan dan kecepatan jarak dekatnya kini berada di titik absolut.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku menggunakan Sihir Bloodlust milik Ayah..." Vaelor masih merasa heran.
Serangan yang dilepaskan Zagred dapat ia hindari dengan mudah. Vaelor tersenyum untuk sesaat sebelum bergerak begitu cepat dan menciptakan sebuah tombak kegelapan yang terbentuk dari mana tubuhnya.
Pertarungan keduanya pun memasuki titik klimaks.