NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dua hari Sarah di rawat di rumah sakit penuh tekanan dan ancaman dari Lingga. Ia terdiam tanpa perlawanan, bahkan pria itu tanpa merasa bersalah dan berdosa memperlakukan perempuan lemah yang tengah mengandung anaknya. Selama dua hari pula, Lingga rajin mengirim pesan ke Bu Maryam seolah-olah dirinya yang tengah berkabar baik-baik saja karna belum selesai nugas.

“Sampai rumah, jangan cerita dengan siapapun! Apalgi tentang kehamilanmu! Kamu cari saja pria mana pun, atau pacar kamu buat tanggung jawab,” ucap Lingga seenak kata. Dirinya spertinya telah tertutup akal sehat sehingga mengabaikan semua kebenarannya.

Sarah tidak menyahut, ia hanya diam tanpa menoleh. Hatinya membeku, tidak ada semangat untuk hidup selain untuk ibunya. Bahkan, tidak peduli sekalipun hamil, karna dia sendiri tidak menginginkan bayi itu.

“Ini tas kamu, di depan sana ada taksi, dan di dalam tas ad uang buat ongkos pulang, aku tidak mungkin pulang satu mobil denganmu. Awas! Jangan bicara macam-macam!” ancam Lingga menurunkan sarah begitu saja.

Gadis itu turun dengan senang hati, dia juga tidak ada minat untuk pulang sekalipun Lingga masih memantaunya dari mobilnya.

“Pak jalan!” ujar Sarah menginterupsi. Dia tidak menunjukkan arah pulang, melainkan berhenti di sembarang jalan.

Pikiran Sarah kacau, berjalan tanpa arah dan tujuan. Rasanya ingin menghilang dari muka bumi yang kini tak lagi bersahabat dengannya.

Thin thin!

“Heh! Mau mati ya, jalan tuh di pinggir, dasar stress!” seru pengguna jalan yang merasa terganggu.

Sarah tidak menyahut, berjalan lurus tanpa mau tau siapa pun di sekitar sana. Ya, dirinya sepertinya lebih cocok mati, karna karna hidup pun tidak berguna lagi rasanya.

“Maafin Sarah Bu, Sarah gagal menjadi anak yang baik, maafkan Sarah yang tidak bisa membuat ibu bangga. Maaf sudah banyak merepotkan ibu,” batin Sarah putus asa.

Suara mobil yang mengerem tepat di sebelah tubuh Sarah berdiri, nyaris terpentok karna tiba-tiba saja memotong badan jalan dari arah berlawanan.

“Astagfirullah ….” Seseorang di. Balik kemudi langsung turun begitu mendapati korban di depannya terjatuh.

“Maaf mbak, Mbak nggak pa-pa, kenapa nyebrang jalan tidak lihat-lihat, ini sangat bahaya,” ucap seseorang berjongkok melihat kondisi korban yang sepertinya hanya kaget dan tidak sampai mengenai tubuhnya.

Perempuan itu mendongkak, merasa tak asing dengan suaranya.

“Loh ….. Sarah!” seru Raja terperangah. Gadis yang nyaris tertabrak itu malah orang yang dia kenal.

“Ssshhhh….,” desis Sarah merasakan sakit luar biasa pada perutnya.

Raja langsung berjongkok melihat Sarah yang nampak kesakitan. Di tambah wajah Sarah yang memucat membuatnya cemas.

“Perut kamu sakit? Maaf, aku gendong kamu ya?” Raja permisi lebih dulu lalu mengangkat tubuh Sarah masuk ke mobilnya.

Gadis itu benar-benar merasakan sakit luar biasa di perutnya. Ia pasrah saat seseorang lagi-lagi membawanya ke rumah sakit.

“Sabar ya, sebentar lagi sampai! Ap tadi sempat kena mobilnya,” tanya Raja mendadak begitu khawatir. Apalagi Sarah sudah diam saja tanpa merespon.

Sementara Lingga sampai di rumah lebih dulu. Ia nampak santai memasuki rumahnya seperti biasa. Lingga pikir, Sarah sudah di rumahnya mengingat taksi Sarah jalan lebih dulu. Memang tadi tidak mengikuti melainkan ada urusan lain. Lingga mempunyai urusan lebih penting daripada sekedar mengantarnya pulang ke rumah.

“Baru pulang Ga? Mama perhatikan kamu sibuk terus akhir-akhir ini. Bukanya kuliah kamu tinggal skripsi?” tanya Bu Alice melihat putra pertamanya yang jarang di rumah.

“Iya Ma, lagi banyak ngikutin acara di kampus,” jawab Lingga datar. Lalu pamit ke kamarny.

Bu Alice nampak curiga, putra pertamanya itu memang mempunyai karakter yang sangat berbeda dengan adiknya yang cenderung penurut. Dia lebih dominan dan keras, sama persis seperti ayahnya.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!