Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.
Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.
Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.
"Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."
Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aduhh!
SMA Garuda Bangsa.
Raynara melangkah menyusuri koridor sekolah elit itu dengan seragam barunya yang terasa sedikit asing. Di tangan kirinya, ia menenteng tas sekolah, sementara tangan kanannya menggandeng Chira. Bocah itu, entah bagaimana ceritanya, mengenakan kacamata hitam besar dan bando telinga kucing, melangkah dengan dagu terangkat, seolah dia pemilik yayasan. Bisik-bisik mulai terdengar dari murid-murid yang berlalu-lalang.
"Eh, lihat deh. Itu anak baru? Kok bawa anak kecil?"
"Iya, mana dandanannya aneh banget lagi anak kecilnya. Gaya banget pakai kacamata hitam."
"Cantik sih, tapi tulalit nggak ya mukanya? Kayaknya lugu banget."
Rayna mengabaikan tatapan-tatapan itu. Matanya sibuk memindai sekeliling, mencari sosok yang selama ini ia rindukan. Namun, langkah Rayna mendadak terhenti. Di ujung koridor, terlihat dua gadis berjalan bersisian.
Jantung Rayna berdesir hebat. Kenangan masa kecil berputar cepat di kepalanya. Itu mereka!
Tanpa pikir panjang, Rayna melepaskan gandengan tangan Chira dan berlari kencang ke arah dua gadis itu. Chira yang sedang asyik membetulkan letak kacamata hitamnya tersentak kaget mendapati telapak tangannya kosong.
"Eh? Onty! JANGAN TINGGALIN CHILA!" teriak Chira, tapi suaranya tenggelam dalam kebisingan koridor.
"CECILIA! ISABELLA!"
Dua gadis yang dipanggil itu menoleh serentak. Wajah mereka membeku saat melihat seorang gadis berlari ke arah mereka dengan air mata mengalir. Sebelum mereka sempat bereaksi, Rayna sudah menerjang mereka dalam pelukan erat.
"Kalian... ini beneran kalian, kan?" isak Rayna yang menumpahkan segala kerinduan yang selama sepuluh tahun ini ia pendam sendiri di Meksiko.
Cecilia dan Isabella, yang awalnya kebingungan, perlahan mengenali wajah itu. Air mata mereka pun ikut tumpah. Mereka balas memeluk Rayna dengan tak kalah erat. Tiga sahabat kecil itu menangis bersama di tengah koridor, tak mempedulikan tatapan aneh murid-murid lain.
Setelah beberapa saat, pelukan mereka terurai. Cecilia menghapus air matanya, tersenyum lebar menatap Rayna. "Ray, kamu jahat banget baru balik sekarang! Kami kangen banget tahu nggak!"
Namun, Rayna menyadari sesuatu. Isabella, yang biasanya paling ceria di antara mereka, tampak murung. Matanya sembab dan tatapannya kosong ke arah lantai.
Rayna memegang bahu Isabella. "Bella, kamu kenapa? Kok sedih banget kelihatannya? Ada yang bully kamu di sini? Bilang sama aku, biar aku hajar!"
Isabella hanya menggeleng lemah, air matanya kembali menetes.
Cecilia menghela napas panjang, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Rayna, berbisik pelan, "Bella... dia dijodohkan dengan Deva."
Jdarr!
Kabar itu bagai petir yang menyambar tepat di atas kepala Rayna di siang bolong. Dunia seolah berhenti berputar. Udara di sekitarnya mendadak hilang. Deva? Cinta masa kecilnya? Pria yang menjadi alasannya meninggalkan Meksiko dan menyamar jadi babysitter? Dijodohkan dengan... Isabella, sahabatnya sendiri?
Rayna membeku. Seluruh persendiannya terasa lemas. Buku kecil berisi catatan tentang Chira yang sedari tadi ia pegang, terlepas dari tangannya tanpa ia sadari.
Buku itu jatuh bebas dengan kecepatan tinggi dan...
BRAK!
"ADUHHH!!! KEPALA CHILA SAKITTT!!!"
Suara teriakan nyaring itu memecah keheningan suasana tegang. Rayna, Cecilia, dan Isabella tersentak kaget dan menoleh ke bawah. Chira sedang duduk di lantai sambil memegangi kepalanya yang tertimpa buku, kacamata hitamnya sudah miring, dan wajahnya memerah menahan tangis sekaligus amarah.
Ia menatap Rayna dengan tatapan maut. "ONTY LAY JAHAT! TINGGALIN CHILA TELUS JATUHIN BUKU KE KEPALA CHILA! CHILA MAU LAPOL MAMI!"
Rayna meringis, otaknya yang masih shock mendengar kabar perjodohan Deva kini harus menghadapi amukan kurcaci cadel yang kepalanya baru saja ia timpa buku.
Sial, ini hari pertama terburuk yang pernah ada!
"HUEEE! CHILA MAU MAMI!"
Tangis Chira makin kencang, tapi sekejap air matanya masuk kembali saat pandangannya menangkap sosok cowok tampan yang dikelilingi murid cewek di koridor kejauhan sana. Tak lain adalah Devandra Rich.
______
Lihat cogan langsung diam si bocil.
Jangan lupa like, komen, vote, mawar, dan subscribe. Moga suka dan terhibur. Terima kasih. Salam sayang dari Author. Salam cinta dari Rayna. Ikuti terus ya~
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗