Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 - Bram!
Riana masuk kembali kedalam kamar, senang rasanya bisa tidur dan rebahan seharian, dia menyalakan cctv, meski libur jadi sekertaris tapi jadi pengasuh, itu masih berlaku. Eh kali ini bukan jadi pengasuh, tapi jadi pengawas.
Sore hari saat cahaya matahari mulai tergelincir, Riana keluar dari kamar, karena merasai jika perutnya terasa keroncongan, dia lupa tidak makan siang karena terus tertidur seharian bahkan cctvnya ia biarkan menyala begitu saja, sedang Ibu Rum sudah pulang sekitar jam empat sore.
Brum...Brum...Brum...
Telinga Riana menangkap suara bising kendaraan, tapi darimana suara itu? Dia memicingkan telinganya, “Jangan-jangan si bos lagi?”
Riana lari ke kamarnya, lupa sudah dia dengan niat awalnya yang ingin mengisi perutnya yang keroncongan, dia memeriksa cctv dari satu jam sebelumnya, kemudian mempercepatnya, di menit ke 54 dia melihat seorang Pria berpakaian serba hitam turun dari lantai atas, bukan pakaian formal seperti yang biasa ia lihat di pakai Zayn, namun jaket kulit dan celana Jeans khas gaya anak motor.
Riana tertegun, dari wajahnya jelas itu adalah Zayn, apa dia jadi orang lain lagi? Kali ini siapa, kepribadian yang mana lagi, Riana memijat pelipisnya, “masalah baru lagi ini pasti,” keluhnya. Dia menyambar kardigan rajut untuk melapisi baju tidur yang ia kenakan.
Dia berjalan keluar, suara deru kendaraan itu berasal dari belakang rumah, dia melihat sekeliling hari sudah mulai gelap, jujur sebenarnya Riana takut, namun ini adalah tugasnya sebagai pengasuh Bosnya yang punya kepribadian ganda.
Riana melihat sebuah pintu besi yang separuh terbuka, suara kendaraan itu berasal dari dalam sana, dia berjalan mendekat, saliva ia telan, jantungnya berdegup kencang, takut ya dia lumayan takut, entah kepribadian seperti apa yang muncul di diri Zayn kali ini.
Zayn tampak berjongkok sambil mengotak-atik sepeda motor besar berwarna merah dan hitam.
“Pak, Bapak lagi ngapain?” tanya Riana mencoba berkomunikasi untuk mengetahui itu Zayn yang asli atau orang lain.
Dia menoleh, dahinya berkerut menatap Riana dari ujung kaki hingga kepala, kemudian sudut bibirnya berkedut tanda mencibir, “tumben dia ngijinin orang lain tinggal disini,” gumamnya, dia kembali fokus dengan apa yang dia kerjakan.
‘Tatapan apa tadi itu?’ Riana melihat penampilannya sendiri, emang agak berantakan sih, dia pakai baju tidur berwarna silver dilapisi kardigan rajut abu-abu dengan rambut di ikat ala kadarnya.
Dia bangkit setelah selesai mengotak atik motornya, dan apa yang dia lakukan tak lepas dari pengawasan Riana, dari mulai menyimpan alat-alat hingga dia mengelap tangannya dengan kain.
Dia berjalan mendekat, “Kita belum kenalan kan. Kenalin nama gue, Bram,” dia mengulurkan tangannya kearah Riana.
Riana menghela nafas berat, ternyata tebakannya benar ini adalah kepribadian lain dari Zayn, kepribadian ke empat yang muncul darinya.
“Aku Riana, sekertarisnya Pak Zayn,” sambut Riana.
“Lu gak terkejut, berarti lu udah tahu tentang kita, its ok. Itu bagus,” tanggapnya.
“Lu bisa minggir gak, gue mau keluar, malam ini gue ada urusan,” ujarnya.
“Hah keluar, Gak bisa. Kamu gak bisa pergi kemana-mana,” tolak Riana sambil merentangkan tangannya untuk menutupi pintu gerbang.
“Apa hak lu ngatur gue, minggir gak!”
“Gak, Pak Zayn bilang siapa pun selain dirinya gak boleh sampai keluar dari rumah ini,” Riana bergeming.
Bram menyipitkan pandangannya, dia mengambil helm full facenya, kemudian memakainya, lalu iya pun naik ke atas motor.
“Lu mau nyingkir sendiri atau gue tabrak?” ancamnya.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄