Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dihempas Jauh
Wisnu tersenyum mendengar ke khawatiran yang Widya rasakan saat ketakutan menyelimuti dirinya jika sampai dirinya tak bisa hamil.
" mas sangat tau bagaimana rasanya di tinggalkan, jadi mas tak akan mungkin sampai meninggalkan kamu sampai kamu sendiri yang memang memilih pergi dari mas" ucap Wisnu yang membuat Widya cukup terharu dengan prinsip yang Wisnu pegang.
" ayo kita keluar " ajak Wisnu yang mulai merasa lapar dan keduanya pun keluar dari kamar resort untuk mencari makan malam untuk mereka.
" mas, boleh Widya bertanya ?" tanya Widya yang tiba tiba saja teringat mantan istri Wisnu yang dulu.
" apa mas masih tau kabar tentang mantan istri mas ?" tanya Widya sambil melihat ke kanan dan kiri mencari tempat makan yang menurut mereka menggugah selera.
" mas tidak tau dan mas tak pernah ingin tau karena bagi mas dia hanya bagian masa lalu yang buruk yang tak harus mas ingat di sisa umur mas ini " ucap Wisnu yakin.
" tapi bagaimana jika tak sengaja kalian bertemu ?" tanya Widya yang memikirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi di dunia ini.
" jika sampai mas dan dia kembali bertemu tanpa di sengaja mas akan bersikap biasa saja seperti mas berpapasan dengan orang yang tak mas kenal " ucap Wisnu yang kini sudah menghentikan mobilnya tepat di depan restoran yang cukup besar dan ramai.
" kenapa kamu bertanya seperti itu ?"
" apa kamu pikir mas masih memiliki perasaan pada wanita yang jelas jelas sudah mengkhianati mas dan sudah membuat hubungan persaudaraan mas hancur ?"
" mas memang pernah mencintainya tapi mas tak boleh bodoh, mas harus bisa menjaga harga diri mas sebagai seorang laki laki " ucap Wisnu lagi.
" Widya percaya bahkan Widya sangat percaya jika mas akan melakukan apa yang mas katakan jika sampai tak sengaja bertemu dengan mantan istri mas " ucap Widya tapi apa yang dirinya tanyakan pada Wisnu malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
" lalu apa kamu sudah melupakan dia ?"
" atau kamu masih cintai dia ?" tanya Wisnu memastikan.
" jujur Widya belum sepenuhnya melupakan dia tapi Widya menerima mas sebagai suami Widya dan Widya belajar untuk mencintai dan menerima mas sebagai suami Widya untuk saat ini dan selamanya " ucap Widya.
" dan Widya yakin dari sikap manis dan juga perlakuan mas untuk Widya tak akan membuat Widya berpaling yang ada Widya akan semakin menghormati dan menghargai mas sebagai teman sahabat dan pendamping hidup untuk Widya " ucap Widya sambil mencium punggung tangan Wisnu.
" ayo turun, Widya lapar " ucap Widya yang langsung bersiap untuk turun dari mobil tapi di hentikan oleh Wisnu.
" biar mas bantu " ucap Wisnu yang langsung turun dan memutar membantu Widya turun dari mobil.
" terima kasih " ucap Widya yang langsung menerima uluran tangan Wisnu ke arahnya.
" Wisnu " panggil seseorang orang dari jarak yang tak terlalu jauh dari parkiran mobil.
Wisnu dan Widya berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya tapi alangkah terkejutnya Wisnu saat melihat orang yang sempat mereka bicarakan di dalam mobil kini ada di hadapannya.
" kamu Wisnu kan ?" tanya orang tersebut yang ternyata bernama Latisya.
" maaf anda salah orang " Jawab Wisnu singkat.
" ayo sayang kita masuk " ajak Wisnu sambil mengulurkan tangannya ke arah Widya dan keduanya langsung masuk kedalam restoran.
" aku tau kamu memang Wisnu tapi kamu menghindari ku dan pura pura tak mengenal ku !" sindir Latisya.
Tapi Wisnu dan Widya tetap diam dan melanjutkan langkahnya menuju ke dalam restoran yang mereka pilih untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar.
" kenapa kamu begitu yakin jika laki laki itu mantan suami mu ?"
" dan kalau pun iya mungkin dia sudah move on dan sudah membuka lembaran baru di hidupnya bersama dengan wanita itu " ucap Bian laki laki yang sedang dekat dengan Latisya beberapa bulan yang lalu.
" karena dia memang Wisnu dan jika memang dia sudah move on dan sudah tak memiliki perasaan padaku lalu apa salahnya menjawab panggilan ku dan kita saling sapa " ucap Latisya yang masih berpikir jika Wisnu belum sepenuhnya melupakan dirinya dan karena alasan itu Wisnu menghindarinya.
" ayo kita masuk " ajak Latisya sambil menggandeng tangan Bian dan bertekad membuat Wisnu cemburu dengan kedekatan nya dengan laki laki lain.
Latisya menatap sekeliling ruang resto untuk mencari dimana Wisnu dan wanita yang bersamanya duduk dan seolah waktu dan tempat yang sedang mendukungnya tepat di samping kursi yang Wisnu tempati ada satu meja kosong dan Latisya pun langsung mengajak Bian untuk duduk di sana.
" kamu ingin membuat dia cemburu ?" tanya Bian memastikan.
" aku akan membantu mu tapi kamu harus membayar ku saat di resort nanti " ucap Bian yang melepaskan genggaman tangan ny dari Latisya dan beralih merangkul pinggang Latisya.
" kenapa dia duduk di sini ?" tanya Wisnu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Widya.
" mas tenang saja, ada Widya " ucap Widya sambil menggenggam tangan Wisnu yang ada di atas meja karena Widya bisa melihat ketidaknyamanan yang terlihat dari gestur tubuh Wisnu saat ini.
" sayang kamu mau makan apa ?" tanya Latisya sambil bergelayut manja di lengan Bian seolah apa yang mereka lakukan di tempat umum seperti ini lumrah.
" apapun yang kamu pesan karena kamu selalu tau apa yang aku inginkan " jawab Bian.
" Widya pesan kan ya ?" ucap Widya agar Wisnu bisa jauh lebih santai.
" baiklah sayang " ucap Wisnu sambil tersenyum ke arah Widya yang terlihat cantik dan manis malam ini.
Setelah melihat lihat menu makanan Widya pun mulai memesan beberapa makanan untuk dirinya dan untuk Wisnu dan tak butuh waktu lama makanan yang mereka pesan pun datang dan keduanya pun mulai menikmati makanan yang sudah Widya pesan tanpa memperdulikan Latisya yang terus mencuri pandang ke arahnya.
" sudah lah mungkin dia memang tak ingin lagi mengenal mu " ucap Bian yang bisa melihat jika Wisnu benar benar mengacuhkan Latisya.
" kamu benar " ucap Latisya yang bangkit sambil memegang segelas minuman di tangannya dan dengan sangat sengaja Latisya menumpahkan minuman tepat di celana Wisnu.
" maaf maaf aku tidak sengaja " ucap Latisya sambil mengusap usap celana bagian paha yang terkena tumpahan minuman nya.
" biarkan saja, tidak usah seperti ini " ucap Wisnu sambil menyingkirkan tangan Latisya dengan lap tangan yang ada di meja seolah Wisnu membersihkan tumpahan air itu.
" apa aku begitu menjijikan sampai kamu tak ingin menyentuh tangan ku ?" tanya Latisya yang benar benar tak terima dengan apa yang Wisnu lakukan padanya saat ini
" aku hanya menjaga perasaan istriku yang sangat mencintai ku dan sangat menerima ku apa adanya " ucap Wisnu.
" jadi kalau pun kita pernah saling mengenal di masa lalu itu hanya bagian dari masa lalu dan aku tak ingin lagi mengingat atau mengenang masa lalu itu karena aku sudah memiliki wanita ku untuk saat ini dan untuk masa depan ku kelak " ucap Wisnu sambil menggenggam tangan widya dan pergi meninggalkan restoran itu dan juga masa lalunya.
✍️✍️✍️ apa setelah mendengar semua kata kata Wisnu Latisya akan diam ? dan bagaimana dengan Bram dan Bu vira adik dan ibunya Wisnu ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘