NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Tantangan Baru.

"A-apa? Joget dan nyanyi di lampu merah?"

Nayra terpaku, matanya membesar. "Sersan, saya harus joget dan nyanyi di lampu merah? Serius?"

Arga menatapnya tanpa kedip, tajam seperti menilai kelemahan Nayra.

"Kenapa? Takut?" Ucapnya seperti meremehkan.

Nayra mengerjap cepat, dadanya panas. “Tapi, itu kan memalukan, Sersan."

Arga mendengus pelan, nada meremehkan.

"Kamu bertanya gimana caranya mendekati saya kan? Ya Saya jawab."

"Kan banyak cara, Kak."

"Kalau cuma sanggup ngomong, tapi nggak sanggup buktiin, mending jauhin saya sekalian."

Nayra terdiam, kaget sekaligus terpukul.

Arga melanjutkan tanpa ampun,

"Jangankan dekat sama saya, bikin diri kamu layak dilihat orang aja, kamu belum tentu mampu."

Nayra menelan ludah, wajahnya memucat. "Sersan, kok gitu banget?"

Arga menyeringai kecil, senyum yang sama sekali tidak hangat.

"Kalau kamu memang seberani omongan kamu, buktikan. Joget, Nyanyi di lampu merah. Kalau nggak, berhenti sok-sok ingin dekat sama saya."

Nayra tercekat, ia tak menyangka kalau ucapan Arga benar-benar menantang dirinya.

"Bagaimana?" Tanya Arga.

"Demi Kamu, aku rela melakukan apapun." Jawab Nayra dengan yakin.

Arga menyeringai. "Lakukan sekarang."

"Ss-sekarang?" Nayra syok berat.

"Ya!"

"Tt-tapi."

"Sudah saya katakan, kamu tidak akan mampu untuk di pandang layak. Dengan dirimu saja kamu tidak yakin."

Nayra menelan ludahnya, teman-teman Arga dan temannya menatap ke arah nya. Menatap dengan rasa tak percaya.

Ting.

Handphone Arga tiba-tiba bergetar di tangannya. Ia melirik layar, nama pengirimnya membuat alisnya naik.

Dek Dinda.

Arga membuka pesannya.

Batalkan keinginan kakak itu. Suruh dia belajar yang rajin aja. Nayra susah dalam mata pelajaran Matematika. Plis kak. Lagipula gak ada paedahnya di suruh joget-joget

Arga meletakkan handphonenya di atas meja, lalu menatap Nayra dengan serius.

"Saya batalkan!"

"Ha?" Bingung Nayra.

"Jika kamu ingin mendekati saya. Minimal ulangan Matematika mu dapat 90."

"Hah, 90?" Pekik nya kaget.

"Hm."

"Alamak, jangankan 90, 60 aja gak pernah." Batin Nayra risau.

"Bagaimana?"

"Aduh, gimana ya?" Batinnya lagi.

"Terima aja, Nay. Kan bisa belajar bareng aku." Bisik Dinda.

"Masalah nya, apa aku bisa?"

"Bisa! Yakin aja dulu, kan belum di coba."

"Iya juga sih,"

Nayra tampak berpikir sejenak, terlihat dari wajahnya yang seperti kebingungan mencari pilihan.

"Umbb, ok deh. Aku terima tantangan nya." Jawab Nayra.

"Bagus!" Jawab Arga.

Lalu ia pun melirik arlojinya.

"Gas?" tanya salah satu temannya.

Arga hanya mengangguk. "Udah. Yuk!"

Mereka pun berjalan keluar dari warung bakso. Suara kursi bergeser, aroma kuah panas, dan obrolan orang-orang di dalam warung perlahan tertinggal di belakang.

Arga melangkah paling depan, langkahnya mantap, bahunya tegak. Teman-temannya mengikuti dari belakang sambil masih tertawa membahas hal remeh. Sedangkan Nayra dan temannya, masih terdiam di tempat.

"Nay, yakin bisa?" Tanya Sari.

"Yakin sih enggak, ragu juga enggak." Jawab Nayra.

"Ngambang dong?"

Nayra mengangguk lemas. "Masalahnya, aku tuh gak bisa Matematika."

"Makanya belajar, Nay. Kalo males, mana bisa jadi kakak ipar aku." Kata Dinda, membuat Nayra merasa geli.

"Kakak ipar haaa. Gak kebayang kamu panggil aku kakak haaa." Nayra tertawa terbahak-bahak mendengar kata 'kakak ipar'.

"Gak usah di bayangkan. Paling juga gak jadi, kamu kan gak pinter." Cibir Dinda.

"Wahh, meremehkan banget." Nayra mendengus kesal.

"Pulang woyy, udah sore." Seru Sari dan berdiri dari kursinya.

Karena waktu sudah semakin sore, Mereka pun memilih pulang, dengan Dinda yang mengantar Nayra ke rumah.

"Din, nanti malam aku kerumah mu ya? Kita belajar bareng."

"Tumben?"

"Hehee, jam enam aku udah otw."

"Hah, cepet banget?" syok Dinda dengan mata melotot.

"Numpang makan. Dadaaaa."

Nayra lari ngacir masuk ke rumahnya, meninggalkan Dinda yang ternganga bengong.

************

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!