NovelToon NovelToon
LOVE STORY FROM ROAD

LOVE STORY FROM ROAD

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Obsesi / Fantasi Wanita
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: sjulerjn29

Raisa terlahir sebagai anak yang ceria selayaknya anak pada umumnya. Namun, setelah kejadian hilangnya sang adik semua kehangatan dan kebahagiaan yang dulu ia dapatkan di rumah sirna seketika. Hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang hilang berada di jalanan, melepas semua beban dan merasakan kebebasan yang telah lama terkurung dalam sangkar. Karena trauma masa lalu yang berbekas di hatinya, memaksanya terlihat kuat di hadapan semua orang. walau sebenarnya hatinya sangat rapuh, sampai dia tak tahu artinya pelukan hangat, pujian yang membanggakan dan kasih sayang yang tulus. Akankah Raisa menemukan jati dirinya lagi yang selama ini ia kubur dalam-dalam dan menemukan seseorang yang mampu melelehkan hatinya yang telah membeku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sjulerjn29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. LOST

"Brengsek...gue emang bodoh...pengecut.." Tangannya mengepal, bibirnya bergetar tak mampu menahan rasa bersalah yang menghantuinya.

‎"Gue..gue ninggalin dia gitu aja, kalo gue ada disitu mungkin dia gak bakal kayak gini," Tubuhnya berbalik menghadap dinding, keningnya bersentuhan dengan dinginnya kesedihan. Dadanya terasa sesak seakan dihantam oleh balok baja.

‎Mereka yang mendengar hal itu hanya terdiam meratapi kondisi Rama. Namun tanpa aba-aba, terdengar suara benturan memecah keheningan. Dia yang sejak tadi merasa bersalah, rahangnya mengeras lalu membenturkan kepalanya ke tembok.

‎"GUE YANG SALAH..." teriaknya menggema dan membuat dua perawat yang melintas melirik cemas.

Mereka yang terduduk diam bergegas berdiri dan menghentikan aksinya. Namun dia terus saja menyalahkan dirinya dengan membenturkan kepalanya berulang kali, luka di pelipisnya kembali mengalirkan sesuatu berwarna merah segar, tapi ia tak peduli dan melanjutkan aksinya.

‎"Cukup! Lo jangan nyalahin diri lo sendiri," ucap pria yang sejak tadi memegang lengannya.

‎"Gak, gue gak bisa! Harusnya gue anterin dia pulang, gue emang temen yang payah.." air mata mengalir beriringan dengan luka di wajahnya.

‎"PAYAH...!" teriaknya getir membuat keributan di tengah keheningan ruang operasi di belakang tubuhnya. Tubuhnya bersandar di dinding terduduk lesu, isak tangis terdengar pilu.

‎Seseorang berbadan ramping dengan rambut gondrongnya, melirik menatapnya tajam seakan ada amarah yang akan meledak. Berdiri dengan pakaian lusuh dan wajah yang letih menghampiri seseorang yang menyalahkan dirinya sendiri.

‎"Ini semua gara-gara lo, Yud!!" Matanya berair, suaranya terdengar pilu seakan dunianya akan hancur.

‎Pria itu tertunduk lesu seakan membenarkan semua perkataannya, mendongak dengan kesedihan meliputi wajahnya.

‎"Berdiri lo!! Lo gak pantes disini! Seharusnya lo yang ada disana..." menarik kerah bajunya tanpa perlawanan. "...bukan adik gue!!" helaan napas mulai terdengar tak beraturan. Satu pukulan keras mendarat di tubuhnya membuatnya terhuyung, kursi berdecit melengking akibat benturan. Riuh seketika muncul dibalik keheningan. Semua berdiri untuk melerai pertikaian mereka. Masing-masing menggenggam erat lengan mereka.

‎"Gue emang salah, gue minta maaf. Gue..." kalimatnya berhenti karena pukulan berikutnya menyasar ke wajahnya. Seorang kakak yang tak mampu mengontrol emosinya saat satu-satunya keluarga yang dia punya harus terbaring tak berdaya di ruang operasi. Bahkan semua temannya tak mampu menenangkan hati yang mulai rapuh. Noda merah mengalir deras di pelipis mata bersama air mata penyesalan yang tak terbendung. Bahkan tubuhnya tak mampu berdiri tegak bukan karena rasa sakitnya namun, rasa bersalah yang menyiksa batinnya.

‎"Maaf lo gak bisa ubah apapun, Yud!! Tubuhnya memberontak berniat memukulnya sekali lagi, namun energinya terkuras karena emosi.

‎"BRENGSEK..!! Jika adik gue kenapa-kenapa gue tandain lo dan gue gak bakal lepasin lo, inget itu..!!" teriaknya menggema hingga ke lorong rumah sakit.

‎Para suster hanya bisa melirik mematung sambil berbisik pelan, seakan mengetahui identitas mereka dari sebuah lambang yang terkenal di jalanan yang terpampang nyata di balik jaket hitam mereka. Satpam pun berdatangan berniat melerai namun langkahnya mundur perlahan setelah melihat mereka.

‎"Maafin gue Dit, lo pukul gue sekarang!! Gue terima dan gue gak bakal ngelawan, PUKUL DIT!! PUKUL..!!" Yudi memukul kepalanya berkali-kali karena rasa bersalah yang menghantuinya.

‎"Bacot lo..!!" suaranya bergetar karena marah tapi juga hancur.

‎Namun dibalik kegaduhan itu, terdengar langkah tegas tak berirama mendekati mereka. Suaranya menggema di udara dengan tatapan amarah, semua terdiam melangkah mundur membuka jalan dan mengatur napas yang mulai sesak.

‎"SHUT UP..!!" teriak Raisa dari kejauhan.

Seisi ruangan mendadak sunyi, sosok pemimpin yang rela kembali menghiraukan kerisauan hatinya. Raisa berdiri dihadapannya, napasnya tersengal, wajahnya penuh amarah namun matanya berkaca-kaca.

‎"Sial," Raisa menggerutu menghampiri biang keributan.

‎"Kalian tau, waktu berharga gue ke buang sia-sia karena kalian berdua, BRENGSEK.." Tatapnya tajam seakan ingin menerkam mangsa.

‎"Oke gue ngerti, kalian cemas dengan kondisi Rama sekarang. Tapi ini rumah sakit!! Kalian gak bisa seenaknya, kalian ngelanggar apa yang gue perintah. Sekarang jika lo dan lo ribut, apa bisa ngubah keadaan? Hah?" tangannya gemetar menunjuk mereka, helaan napas panjang berusaha menahan gejolak amarahnya.

‎"Jawab gue sekarang...!!"Raisa mengusap keningnya mencoba berpikir jernih memulihkan keadaan. Rasa gelisah melekat di pikirannya namun dia tepis sementara demi menguatkan hati mereka yang kehilangan arah. Mereka hanya terdiam membisu, tak berkutik saat seorang pemimpin rela kembali mengorbankan waktu berharganya demi memulihkan keadaan.

‎"Yang terpenting sekarang, Rama selamat bukan saling menyalahkan dan lo Dit..." mengusap pundaknya dengan hangat. "Gue ngerti lo sedih dan khawatir dengan adik lo. Tapi inget semua disini juga sama dan liat kondisi kita semua!.." Mengajak Adit melihat sisi yang lain. "Liat semua penuh luka Dit, buat apa coba? Hah? Kita berkorban buat nyelamatin adik lo."

‎"Taruhannya nyawa Dit," Raisa menggenggam kedua pundaknya dan menatapnya dengan tulus.

‎"Jika lo masih nyalahin orang, lo salahin gue juga! Gue bos yang gak becus jaga anak buahnya," nadanya parau menahan kesedihan yang mendalam.

‎"Pukul gue sekarang! Pukul! Ayo..!" Raisa menarik lengannya menyuruh Aditya agar memukul wajahnya.

‎"Gak bos, saya yang salah. Saya hanya gak mau kehilangan dia, dia satu-satunya keluarga saya bos," Dia menggelengkan kepalanya menolak permintaan Raisa.

‎"Bos gak salah, bahkan bos yang nyelamatin Rama dan.." Adit memandang salah satu kaki Raisa yang tak mampu berdiri tegak.

‎"Sampe keadaan bos seperti ini dan saya terima jika bos ingin hukum saya!" Adit menunduk merasa bersalah.

‎"Baiklah, kita bicarakan setelah Rama sembuh," helaan napas terdengar berat, rasa gelisah mulai merasuki pikirannya kembali, mendongak memandang jam dinding rumah sakit yang berdetak lebih cepat.

‎"Yud, gue khilaf maafin gue," Adit merangkulnya dan menepuk punggung dengan lembut dan dibalas dengan anggukan Yudistira yang menerima semua yang sudah terjadi.

Keadaan mulai kondusif berkat power seorang Blade, tak ada yang mampu membantah perkataannya. Namun di sisi lain, mereka tak mengetahui kegundahan hati pemimpin mereka.

"Gak ada waktu lagi, gue siap untuk hancur tapi gue belum siap jika hati ayah yang paling berharga di hidup gue harus hancur berantakan.." benaknya pilu dengan wajah yang semakin pucat, bukan karena sakit tapi cemas seorang anak terhadap ayahnya.

Raisa mundur beberapa langkah, tubuhnya berusaha tegak memberikan peringatan kepada semua anak buahnya sekaligus membuat mereka tersadar bahwa kita harus saling percaya dan saling menjaga. Suara tepukan tangan memecah kehangatan yang mulai terjalin.

"Gue ingin bicara sebentar," serentak semua memandang berbaris melingkarinya.

"Kalian harus ingat, semua bisnis kita dipegang oleh Rama termasuk identitas kita semua dilindungi olehnya. Kalian juga harus tau dia otak dari strategi keberhasilan kita selama ini dan yang kita punya hanya power." Mereka mendengarkan dengan seksama tak ada yang berani menyela perkataannya.

"Kita seharusnya saling melengkapi dan saling melindungi, ingat itu!" Semua anak buah mengangguk secara serentak.

"Baik bos, kami sekarang sadar bahwa posisi Rama sangat penting untuk geng kita. Mulai saat ini kami akan menjaganya dengan sangat baik bahkan gak ada yang mampu menyentuhnya, kami janji bos ini terakhir kalinya kami kecolongan," Pria maskulin yang sejak tadi bersama Raisa mewakili semua anak buahnya berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang dilakukan mereka.

"Terserah kalian anggap dia seperti apa, tapi bagi gue dia lebih dari itu. Dia bagian dari keluarga gue dan tanpa dia mungkin gue gak bisa jadi pemimpin kalian." Raisa menatap pria maskulin di sampingnya dengan wajah yang frustasi. Seperti dia mengetahui apa yang akan terjadi setelah kejadian ini.

Bersambung...

Apa yang akan dia bicarakan terhadap pria maskulin itu ya?

Apa Ayah Raisa baik-baik saja sekarang?

Apa Raisa masih ada waktu untuk pulang?

Kawal terus kelanjutannya ya jangan lupa kasih suport seperti vote, like, komen dan subscribe agar tidak ketinggalan ceritanya ya..

Terimakasih..

1
checangel_
Jurus pelarian berujung penantian 🤭
checangel_
Kekuatan do'a😇
checangel_
Dari baja yang dibekukan dalam suhu cukup sekian dan tidak butuh keluhan, walaupun terkadang banyak alasan 🤭
checangel_
🤭/Scowl/
checangel_
Aset mahal/Facepalm/
sjulerjn29: aset dia cuma muka🤭
total 1 replies
checangel_
/Facepalm/
checangel_
Calm down😊
checangel_
/Good/
checangel_
Aku setia menunggu Bobby ini🤭
sjulerjn29: tunggu aksi heroik dia ya🤭
total 1 replies
💃💃 H💃💃💃
bagus
checangel_
Harus dong, kan sudah makan es doger 🤭
sjulerjn29: iya Kenny pun gabung soalnya udah terkuras habis tenaganya 🤭
total 3 replies
checangel_
Bisa-bisanya lagi berada di tengah konflik, es doger lewat🤣🤭
sjulerjn29: di real life juga suka gitu kan🤭
total 1 replies
checangel_
🤣🤣 Sabar ya Bobby /Facepalm/
sjulerjn29: Bobby belum siap🤣
total 1 replies
checangel_
Merdeka bergema /Smile/
sjulerjn29: harus nya sambil bawa bambu runcing bukan helm🤭
total 1 replies
Xlyzy
eh kalian ga cemburu apa lihat Raisa di pepet terus gitu kalian kapan bertindak nya
Xlyzy
dia yang senyum dia yang ga sadar 🤣😭
@dadan_kusuma89
Rio, kamu mau nyamar jadi gembel apa gimana nanti? buat mengerjakan misi dari bosmu...
@dadan_kusuma89
Udah, Marco! Istirahat dulu, ngopi dulu... ntar bisa dicoba lagi
-Thiea-
siapa lagi ini. mau ngomong apa dia? suruhan siapa? apa musuhnya? atau ibunya? Atau pria yang diam-diam naksir Raisa. 🫣
-Thiea-: hahaha... biar bingung jawabnya. 😅😅
total 2 replies
-Thiea-
gak usah dipikirin ibumu, dia aja gak peduli sama kamu. dan g pernah ada saat kamu butuh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!