NovelToon NovelToon
I LOVE YOU PAMAN

I LOVE YOU PAMAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:667.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: suharni

Novel ini sudah mengalami revisi ulang ya. Judul dan nama tokohnya masih tetap sama, hanya ada beberapa tokoh yang author hilangkan.

Sakila gadis sederhana yang pernah terluka karena kehilangan seseorang Ibu, harus di hadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa dia harus menerima pinangan pria yang jauh lebih tua darinya, yakni 23 tahun. Sakila berusia 21 tahun, sementara pria itu 44 tahun. Sakila hidup dengan Ayah dan Ibu tirinya, serta adik lelakinya yang berusia 18 tahun.

Alka Prayoga, duda kaya beranak dua dan telah menikah. Alka di hadapkan dengan peristiwa menyakitkan, yaitu dia harus kehilangan istri tercintanya dalam kecelakaan tragis.

Alka yang menutup hatinya selama bertahun-tahun, di paksa menikah lagi demi anak dan menantunya yang menginginkan seorang mertua. Lalu apa jadinya bila wanita yang di nikahinya hampir seumuran dengan anak dan menantunya? sanggupkah sakila meluluhkan hati Alka yang beku? dan bagaimana cara sakila memenangkan hati para menantunya yang tak pernah menerimanya?

Saksikan kisahnya berikut ini ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 13. Rencana Piknik.

Sakila berputar-putar dalam kamarnya yang berukuran kecil itu, seolah sedang mencari solusi untuk memenuhi permintaan nenek beberapa jam yang lalu.

Sakila merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Otaknya seakan buntu dalam mencari ide. Jika dulu Sakila merupakan gadis jenius dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah adiknya, Arsad, maka lain halnya sekarang. Wanita itu tak menemukan ide apapun di dalam kepalanya.

"Mengapa aku tidak bisa berpikir? apakah otakku ini sudah tidak berisi lagi karena tiap hari Paman Alka selalu mengomeliku?" gerutu Sakila seraya mengigit jarinya.

"Tapi aku dulunya sangat jenius. Mengapa mendadak jadi bodoh?" lanjut Sakila. Lalu sedetik kemudian, " Aha! aku ada ide. Bagaimana kalau dengan piknik? Paman pasti akan suka," lanjut Sakila antusias seakan menemukan ide brilian.

Sakila pun bergegas memasuki kamar Alka yang bersebalahan dengan kamarnya. Dia melihat Alka tengah membaca buku. Entah buku apa itu, Sakila tak mau tahu. Dia hanya mau menyampaikan rencananya untuk melakukan piknik.

"Paman aku ada ide," ucap Sakila tiba-tiba, membuat Alka heran bukan kepalang. Betapa tidak, Sakila tiba-tiba datang padanya dan langsung mencetuskan sesuatu yang menggantung.

"Sakila, apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang?" kesal Alka. Namun, Sakila tak memperdulikan pertanyaan menyebalkan suaminya itu. Dia tak mau kehilangan ide hanya karena meladeni pertanyaan Alka.

"Paman, bagaimana kalau kita piknik?" tanya Sakila tanpa basa-basi seraya tersenyum antusias.

"Piknik?" balas Alka dengan kening berkerut.

"Iya piknik. Aku tahu hidup paman terlihat sangat kaku dan serius. Jadi cobalah untuk bersantai dengan melakukan piknik. Paman pasti akan menyukainya," terang Sakila percaya diri.

"Aku tidak butuh piknik untuk membuat hidupku lebih berwarna!" balas Alka datar, namun penuh penekan. Akan tetapi, Sakila tak kehilangan akal untuk membujuk Suaminya itu.

"Ayolah Paman, hanya satu hari saja," bujuk Sakila sekali lagi.

"Berhenti bersikap kekanak-kanakan Sakila!" bentak Alka, membungkam kecerewetan Sakila.

"Aku tahu kau sedang berusaha untuk menutupi kesalahan yang kau lakukan tadi siang. Apa kau pikir aku seorang anak kecil yang menyukai piknik?" lanjut Alka dengan suara yang mulai meninggi.

"Mengapa Paman harus berteriak? bisa kan bicara dengan baik-baik?" gerutu Sakila.

"Karena jika aku berbicara dengan baik-baik, kau tidak akan mampu menyerap kalimatku! bukankah aku sudah katakan padamu, bahwa aku tidak mau piknik? mengapa kau terus memaksakan kehendak?" tandas Alka.

"Tapi--"

"Masuk ke kamarmu dan tidurlah! atau kau tidur di teras depan rumah!" lanjut Alka dengan nada tak terbantahkan.

"Baiklah-baiklah. Aku akan masuk ke kamarku," kesal Sakila.

"Tapi apa Paman sungguh-sungguh tidak menyukai piknik?" tanya Sakila sekali lagi seakan tak puas atas jawaban Alka.

"Sakila..."

"Iya baiklah, aku pergi! dasar pria kaku! aku kan hanya berusaha untuk membahagiakan dirinya," cibir Sakila di penghujung kalimatnya.

Alka menggelengkan kepalanya merasa aneh dengan sikap Sakila yang seperti anak kecil.

**

Keesokan paginya, Sakila sudah mempersiapkan diri untuk piknik seolah tak mengindahkan ucapan Alka semalam. Dia nekat melakukan piknik di tengah kesibukan Alka, dan yang lebih penting adalah Sakila mendapat dukungan dari nenek, sang Ibu mertua.

"Nenek, aku sudah selesai menyiapkan buah kesukaan Paman Alka. Apa lagi yang akan kita siapkan untuk piknik?" tutur Sakila antusias.

"Nenek rasa semuanya sempurna. Kau telah menyiapkan segalanya dengan baik nak," balas nenek seraya mengecup kening Sakila, merasa bangga pada menantunya itu.

Tak lama Reina dan Herlina datang menghampiri dua wanita beda generasi tersebut dengan raut wajah penuh tanya.

"Apa yang sedang Nenek lakukan? apakah nenek akan bepergian?" tanya Herlina.

"Bukan hanya nenek, tapi kita semua," jawab nenek antusias.

"Memangnya kita mau kemana nek?" tanya Reina.

"Kita akan piknik. Jadi, siapkan perlengkapan kalian berserta suami tercinta kalian berdua," jawab Nenek penuh kebahagiaan.

"Tapi Very sudah berangkat ke kantor," jawab Reina.

"Iya, Aldi juga sudah pergi pagi-pagi sekali," tambah Herlina.

"Ya sudah kalau begitu, suruh mereka pulang sekarang juga. Karena kita akan melaksanakan piknik bersama-sama," titah nenek tak terbantahkan.

"Tapi Nenek--" sanggah Herlian dan Reina secara bersamaan.

"Nenek bilang kita piknik, ya berarti kita akan piknik!" Keputusan telah di ambil. Baik Reina maupun Herlina, keduanya sama-sama tak bisa berbuat apa-apa. Nenek sudah mengambil keputusan.

Mereka pun pergi untuk menyiapkan perlengkapan piknik. Sementara Sakila dan nenek saling bertatapan seraya tersenyum penuh kemenangan.

Lima menit kemudian Alka muncul dengan pakaian yang telah rapi. Dia bersiap-siap untuk ke kantor.

"Alka kau mau kemana nak?" tanya Nenek menghentikan langkah putranya itu.

"Tentu saja ke kantor bu," jawab Alka.

"Hari ini kau tidak boleh pergi ke kantor!" larang nenek tak terbantahkan.

"Tapi kenapa bu? bukankah hari ini aku harus pergi ke kantor seperti biasa? mengapa ibu tiba-tiba melarangku?" tanya Alka heran tanpa memperhatikan penampilan Sakila yang telah siap untuk melakukan piknik. Begitu juga dengan perlengkapan lainnya yang telah tersusun rapi di atas meja.

"Iya Ibu tahu nak, tapi hari ini kau tidak boleh kemana-mana," balas nenek.

"Tapi kenapa bu?"

"Karena hari ini kita akan piknik," jawab nenek antusias penuh penekanan.

"Apa?" Alka beralih melihat penampilan Sakila yang sudah berpakaian rapi seolah siap untuk bepergian. Dia juga melihat semua perlengkapan piknik yang tertata rapi di dalam keranjang seolah telah siap untuk jalan.

"Piknik? tapi aku masih banyak pekerjaan di kantor bu. Aku tidak mau piknik. Kalau kalian mau pergi piknik, silahkan pergi, tapi jangan ajak aku," jawab Alka penuh penekanan, namun masih dalam kesopanan. Dia tak mau menyinggung perasaan Ibunya. Alka sangat menyayangi wanita tua yang telah melahirkannya itu.

"Tapi Ibu mau piknik jika itu bersamamu nak," lirih Nenek seolah terluka dengan penolakan Alka. Padahal sejujurnya wanita tua itu hanya bersandiwara untuk memenangkan hati putranya sendiri.

Alka memijit pelipisnya, merasa dilema atas permintaan Ibunya tersebut.

"Baiklah, aku ganti baju dulu," ucap Alka akhirnya menyetujui permintaan sang Ibu.

"Benarkah? apa kau akan ikut bersama kami untuk piknik?" tanya Nenek antusiasme seolah tak puas atas jawaban Alka tadi.

"Iya. Ibu tunggu disini. Aku ganti baju dulu."

Jawaban Alka membuat nenek dan Sakila saling memandang sembari tersenyum penuh kemenangan sekali lagi.

Akhirnya Nenek berhasil membujuk Alka untuk melakukan piknik seperti yang di rencanakan Sakila semalam. Meski pria itu selalu menggerutu atas sikap Sakila yang menyeret Ibunya dalam rencana menyebalkan itu.

To be continued.

1
Nnek Titin
hadeeeuh si author kirain sakila mo ngomong apa ternyata suruh like koment n subcribe
karissa 🧘🧘😑ditama
mantapp gileee sakila beeuhh besttt👍👍👍
Clarazeeraa
bagus
yunie munarwie
Alka sudah ngucap cerai tp kok msih bisa berhubungan badan sih Thor,kok nggak ijab ulang dulu,kan ktanya sebagai muslim?🙏ya Thor agak janggal hatiku soalnya
Asih S Yekti
kok g ada kisah herlina sm aldi pd hal ceritanya panjang bgt
Asih S Yekti
kok lana bgt sih
Pipit Sopiah
buat apa bertahan hanya untuk di hina 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
harusnya jangan memaksakan kehendak sakila
Pipit Sopiah
apa karakter sakila di buat gitu ya Thor
Pipit Sopiah
bar bar juga ya
Pipit Sopiah
lanjut lagi
Pipit Sopiah
gaspolkeun bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu
Kurnia Rahmawati Yuniarto
bagus ceritanya
Erina Situmeang
nyesek Thor😭😭
Gue Kangen🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Arta Boru Siregar
menyebalkan
Arta Boru Siregar
klo aku kesal sama sakika,
Arta Boru Siregar
bertele2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!