Frans Brian Eddison
berawal dari pengkhianatan kakak kandung nya yang menikahi kekasih nya,
Menjadi seorang yang sangat suskes,
mengawali karir nya dari nol, meninggalkan kekayaan orang tua nya, menjadi tangan kanan dan seorang kepercayaan millioner muda sekaligus pengusaha terbesar di negri ini.
Tapi tidak untuk masalah percintaan, tidak satupun mampu meluluhkan hati nya, hanya sebatas angin dan berlalu.
Hingga akhirnya dia pertemukan dengan seorang wanita yang selalu membuat nya berjuang dan jatuh bangun.
[Sekuel dari novel 'Pernikahan luar biasa']
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemukan Nancy
Masih di jalanan padat menuju Airport, di dalam mobil mewah yang tiba-tiba menjadi sangat lambat laju nya, Frans menekan angka di ponsel nya, langsung tersambung seseorang segera mengangkat nya.
"Sebuah kecelakaan terjadi di depan jalan ku, mungkin aku tidak bisa sampai tepat waktu..."
"Tidak masalah aku sudah sampai bersama orang-orang ku..."
"Tidak, Bubarkan mereka,cukup kau saja!"
"Dia sangat licik!"
"Aku tidak ingin memancing keributan, Lakukan negosiasi kepada nya, berikan penawaran, jangan keluarkan senjata mu, lakukan setenang dan sebaik mungkin!"
"Baiklah..."
"Jika sampai aku tidak akan masuk, aku tetap standby mungkin wanita itu akan lari jika melihat ku..."
"Baiklah, aku bersiap.."
-Endoffcall-
Pria bernama Jullian adalah merupakan seorang mata-mata di sebuah organisasi besar di negara itu, sampailah dia di luar pintu keberangkatan Internasional di bandara yang termasuk ke dalam daftar bandara tersibuk di dunia itu.
berjalan dengan gagah nya memakai jaket kulit hitam dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung nya, melebarkan langkah berjalan rapi ke arah ke sebuah lounge Excecutive tempat Pengusaha tua yang telah membayarakan Nancy itu menunggu penerbangan ke negara nya.
Ya..hanya ada pria tua itu dan orang-orang nya juga seorang wanita yang tidak lain adalah Nancy, di dalam sebuah lounge yang sangat private dengan segala fasilitas Executive nya itu.
Nancy duduk tepat di depan Mr.Shimpshon, berbataskan meja kaca dengan beberapa botol anggur di meja nya,menatap kosong ke bawah dengan satu tangan menopang dagu dan bertumpu pada pegangangan kursi.
Hanya ada tatapan kesedihan, wajah di tekut tatapan sendu, hari ini adalah awal hidup baru untuk nya akan di mulai entah itu awal yang baik atau malah akan menjadi lebih buruk.
Nancy terlihat sangat cantik dan sexy, dengan dress nude berbelah hingga ke paha, tali tipis di pundak nya, juga sentuhan make up flawless dan rambut blonde yang di tata serapi-rapi nya.
Pria tua itu tak pernah memalingkan pandangan nya, terus memandang pemandangan indah wanita di hadapan nya ya terus menyorotkan tatapan mesum kepada Nancy, menjalar dari atas hingga ke kebawah kaki.
Tangan Nancy tak ingin bergeser terus saja mengunci belahan nya berusaha menutupi paha mulus nya.
"You're so sexy Emilly, aku tidak sabar ingin segera melahap mu, My Emilly!" ucap suara serak yang membuat Namcy bergidik ngeri itu.
Nancy memejamkan mata nya, menahan sakit hati dan air mata untuk tidak meloloskan diri dari kubangan nya.
Beberapa menit kemudian Jullian tampak sudah berdiri di ambang pintu besar dua sisi itu, seperti memiliki insting yang kuat para pengawal si pria tua dengan cepat menghalau Jullian. berdiri menghadang membentuk susunan pagar yang memanjang rapi.
Jullian Seringai tersenyum menyapa Mr.Shimpshon di sebalik pengawalan yang masih menampakan sedikit celah pria tua itu yang juga melihat ke arah nya,
Ya, Mr.Shimpshon tidak hanya dia tapi siapa saja pengusaha berscandal pasti mengenali Jullian si Mata-mata itu.
Dengan hanya melayangkan satu tangan memberi perintah pergi, para pengawal dan susunan pagar kawalan Mr.Shimpshon segera menepi.
Begitu pun Nancy di arahkan cepat oleh seorang pengawal untuk berpindah ke posisi yang lebih jauh dari kedua nya.
Nancy terbelalak menurut pasrah arahan yang di berikan, jauh begini lebih baik bathin Nancy..
"Senang bertemu lagi dengan anda Mr.Shimpshon.." sapa Jullian tersenyum segera duduk tanpa permisi tepat di hadapan pria tua itu.
Pria tua itu berdecak menyunggingkan bibir nya."Apa yang kau inginkan? Kau tau aku tidak suka berbasa-basi.."
Jullian menghendus mentertawakan nya.
Hahaha "Santai lah, di usia seperti mu kau di haruskan menurunkan tekanan emosi mu..."
Mr.Shimpshon tersenyum tipis
"Katakan segera apa tujuan mu menemuiku?"
Jullian berisyarat sedikit tersenyum, melirik dan menaikan alis nya ke arah Nancy.
"Apa? My Girl, Oh Big NO!" lelaki tya itu mentertawakan Jullian.
"Kali ini ku tidak akan membawa nya begitu saja, aku akan menawarkan sebuah angka kepada mu, katakan sesuka mu!"
"Siapa apa yang membayar mu, Haha sekaya apa dia?"Seringai Mr.Shimpshon menaikan ujung bibir nya.
"Cukup! bukan kah kau juga tau, aku tidak suka berbasa-basi..." timpal balik Jullian melemparkan senyuman nya.
"Ku ulangi Jullian, aku tidak akan memberikan nya..." tolak nya lagi.
"Hahah kau yakin Shimpshon?" tanya Jullian datar setelah mentertawakan.
"Shit..."umpat Mr.shimpshon kesal..
"Who is that gurl? Seberapa penting nya dia?"Mr.Shimpshon mengumpat kesal dia sangat tau sepak terjang Jullian seperti apa, jika dia menolak Jullian pasti akan tetap membawa nya.
"You don't need to know! katakan jumlah mu?"
Mr.Shimpshon menatap serius seringai tertawa.
"Seriously?"
Menimang kembali, percuma di pertahan kan fikir nya, Jullian bukan orang sembarangan dia bisa saja membawa tanpa membayar nya, ya...lepaskan saja aku bisa dapat berkali lipat dari yang ku bayarkan kemarin dari pada di rebut nya dan sia-sia.
"Hallo Shimpshon, Are you okay?" menatap Mr.Shimpshon yang sedikit berfikir.
Mengadukan pandangan nya.
"Berikan aku tiga kali lipat nya..."
Jullian mentertawakan nya.
Hampir 20 menit negosiasi itu berlangsung,
Setelah mendapat persetujuan dari Frans dan kesepakatan di selesaikan.
Nancy terus menatap lurus ke arah kedua nya, tak memahami apapun walau sesekali terdengar samar percakapan mereka, tetapi tetap aaja dia tidak mengerti.
Beberapa kali tatapan Nancy mengarah ke pintu ,ada sesuatu hal yang di harapkan di hati kecil nya,
Andai hidupku sebuah cerita ku mohon tuliskan seseorang akan datang menyelamatkan ku.
Sebuah Announcement menyentakan Nancy sebuah panggilan keberangkatan tujuan ke sebuah negara itu sudah mengudara, barisan pengawalan tampak mulai mengatur posisi nya, Mr.Shimpshon bangkit, pun Nancy tampak akan berdiri...
Memutar leher nya ke arah Nancy yang akan bangkit."Hay gurl, Stay here... Nice to see you!, jadilah berguna untuk orang yang membayar mu!" ucap nya melemparkan senyuman.
Prakk...
Nancy terpengarah terasa di tampar,
'bergunalah untuk orang yang membayar mu'
haruskah ucapan itu di perjelas pengucapan nya, aku sadar tanpa harus di ulangi.
Mr.Shimpshon berjalan santai keluar melambaikan tangan nya, sebelum meninggalkan Nancy.
Nancy terbelalak
'Aku' dia tidak membawa ku kenapa tiba-tiba tidak seperti tadi yang hanya bergeser sedikit saja aku di perhatikan.
"Mereka?....mereka meninggalkan ku!" ia benar-benar tidak mengerti, Nancy memajukan langkah nya, mentap ke arah mereka yang sudah keluar area Lounge.
"Kau akan kemana nona, tetap di sini!"boritone itu menyentakan Nancy.
Nancy mengarahkan pandangannya kepada sumber suara,"A-apa maksud nya?"
"Ayo, Ikuti saya Nona!" perintah Jullian.
"Hey katakan apa maksud ucapan mu?" ia terheran-heran menatap Jullian yang sudah berbalik.
Dengan santai nya Jullian mengangkat tinggi dan menggerak-gerakan Dokumen yang di berikan Mr.Shimpshon kepada nya.
"Ini...milik anda..."
Nancy terkesiap dia sangat tau itu Dokumen apa, di sana ada beberapa dokumen pribadi,passport beserta aturan diri nya, kepada si pembayar atas nya.
"Apa? apa maksud mu? kau yang membayar untuk ku?"
Jullian mengangguk,"Ya, tapi bukan saya..."
Hah...Nancy menyentuh dada nya...sesak..
menitikkan air mata nya, kenapa seperti ini hidup nya, bak sebuah benda mudah jatuh ke tangan siapa saja.
Menjatuh kan pasrah bokong nya ke sebuah soffa, bugh......menunduk terisak pelan dan sangat dalam kedua tangan menggeram meremas gaun nya.
"Bangkitlah, nona!" perintah Jullian.
Nancy mengangkat kepala nya melihat Jullian, manik nya membulat sempurna seketika beberapa orang datang ke di antara Jullian, entah bagaimana berlangsung begitu cepat Nancy yang kebingungan sudah berada di antara orang-orang itu dan di arah kan untuk berjalan keluar Lounge mengikuti arah langkah Jullian.
Nancy menyentuh kepala nya,
Gelap, sangat gelap.. lengang, tak bepijak seakan melayang terbang, Nancy terhempas..
Brugggggh.....
Jatuh ke tubuh seseorang di belakang yang mengawali nya, Jullian memutar leher nya dan secepat kilat orang-orang nya memapah dan mengangkat tubuh Nancy yang terkulai.
Puluhan mata di tempat yang ramai itu menatap ke arah mereka, semua nya terjadi begitu cepat dan sangat cepat hanya persekian menit Jullian dan orang-orang nya sudah menghilang.
***
Di dalam kamar mewah hotel berbintang lima di tengah kota negara maju itu, Dokter baru saja keluar dari kamar 2030 itu, Ferdian sekretaris Frans menghantarkan nya keluar.
"Dia hanya kurang istirahat, tekanan darah nya sangat rendah, mungkin ada beberapa hal yang membuat nya stress..."ingat Frans kemabli ucapan Dokter tadi.
Frans berjalan ke arah ranjang king size itu, menaikan selimut nya, "Beristirahat lah...kau akan pulih" ucap nya pelan dan berjalan kembali ke kursi single jauh di ujung sisi kamar menjantuhkan bokong nya.
Pria yang hanya memakai kaus dan celana jin biru tua itu nemijat lembut pelipis nya.
"Aku menemukan mu Nancy, tapi aku tidak tau bagaimana respon mu nanti..."
"Begitu banyak yang terjadi, aku tau ini tidak mudah untuk mu, tidak masalah jika kau tidak bisa memaafkan ku, setidak nya kau pulang dan hidup lebih baik bersama keluarga mu.
Tidak!, tapi satu sisi di diri ku tidak ingin melepaskan mu,tidak Nancy..."
Drdrsdtttdzzzzzzz......drrtddddtzzz.....
Jullian massage
/Mariano sudah di amankan! Selesaikan wanita mu, 1 jam lagi aku tunggu di gedung milik ku.
/Okey, big thaks Jullian.
*
Frans mengangkat arloji mahal di pergelangan kiri nya, 20 menit lagi dia akan menemui Aditya alias Mariano, rasa dendam yang berkecemuk di dada nya siap melesat menghujam Mariano.
Masih memandang jauh Nancy yang masih terlelap , sambil menunggu Ferdian dan seorang perawat yang akan mengawasi dan menangani Nancy sebelum dia pergi.
Di balik sisi selimut tebal kaki Nancy bergerak, Frans tidak melihat kembali fokus ke ponsel nya, Nancy mulai mengerjabkan mata nya perlahan, menatap samar langit-langit di atas nya.
Sepersekian detik dia mengangkat tubuh dan duduk, "Dimana aku!" Nancy mengerdarkan pandangan nya ke seisi ruangan
"Aku dimana?" menatap siluet di ujung dinding yang gelap, seorang pria yang sekarang sedang melihat nya.
"Kau siapa!!" Nancy terkesiap mulai membuka separuh selimut melihat ke bagian tubuh nya,"Sudah kau apakan aku!"
Hiks..hiks...air mata nya lolos begitu saja melihat pakaian nya sudah berganti.
Frans yang sedari tadi berdiam pun mulai melangkah perlahan, membuat Nancy terbelalak terlonjak setengah mati.
"KAU... KAU lagi! tidak puas kah kau menghancurkan hidup ku..." Sarkas Nancy memekik.
Frans hanya diam tidak mengindahkan ucapan nya, langkah nya mendekat pada Nancy yang mulai histeris.
"Kau diam, kenapa kau diam! apa kau juga yang sudah membayar ku, KATAKAN!
Frans menarik nafas nya berat,"Tenangkan diri mu Nancy, tenang lah,kau baru saja sadar..."
Air mata nya terus mengalir deras nya Nancy terus meluapkan amarah nya,"Kenapa? Kenapa tidak kau biarkan saja aku mati, kenapa! Apa...kau ingin menjadi malaikat juga, iya? katakan?"
"Nancy sudah cukup! tenangkan diri mu.."tatap Fran menampilkan manik kekalutan nya
Nancy menggeleng, "Tidak..jangan panggil aku Nancy.
"Kau pria brengsek, Ya...kau juga yang membayarkanku dari nya bukan, tidak lain pasti karena ingin tubuh ku, iya bukan!"
"Ini..ini....kau bisa menikmati nya, cepat nikmati sepuas mu!"
tangan nya bergerak cepat melepaskan kancing nya,"Sekarang nikmati lah barang yang sudah kau beli ini,Nikmati cepat!"
sepersekian detik Nancy sudah mengehempas baju nya, menampakan benda kembar yang terbungkus hitam renda milik nya.
Frans berlari melompati tempat tidur memegangi tangan Nancy menghentikan aksi gila di luar batas nya."Hentikan Nancy!"
"Lepaskan tangan ku, lepaskan ini yang kau ingin kan, hanya ini kan? Cepat lakukan Frans!"
Nancy menahan tubuh Frans mendorong nya kuat dan jatuh terbaring persekian detik Nancy mengukung di atas tubuh nya.
"Nancy! Kau sudah tidak waraa Nancy...sadarlah!"
Tak ingin hal buruk terjadi karena sebuah emosi, secepat kilat Frans menjatuhkan tubuh Nancy lagi dan terhempas ke ujung ranjang,
Frans menatap Nancy sedih seraya menggeleng."Aku tidak tau kenapa kau seagresif ini, entah sudah jadi kebiasaan mu, atau hanya emosi mu, tapi ku mohon tenang kan dulu diri mu jangan biarkan emosi menyakiti mu..."
Nancy membalas tatapan nya dengan sorot tajam."Jangan bersikap manis di depan ku, ya.. aku wanita agresif ya seperti ini lah kebiasaan ku, kau puas!"
Frans membiarkan Nancy terhempas, tak ingin mendengar ucapan nya, segera turun dari ranjang, memejamkan mata nya.
"Apapun yang yang sudah terjadi, biarlah terjadi aku akan tetap di samping mu..."ucap Frans sedikit terluka mendapat ucapan Nancy mengatakan itu adalah kebiasaan nya.
Nancy meringsut, meringkukkan tubuh nya menarik perlahan selimut menutupi tubuh nya yang terbuka, kembali terisak meremasih selimut sekuat-kuat nya.
"Aku ingin mati...hikss biarkan aku mati..
Ferdian dan seorang suster datang memasuki kamar beriringan, Frans berjalan ke arah kedua nya dan berbisik.
"Aku akan menemui Jullian, terus awasi dia!"perintah Frans melirik ke arah Nancy.
Ferdian pun mengganggu mengiyakan.
"Oh ya suster tenangkan dia, baru saja dia histeris aku tak ingin hal buruk terjadi pada nya..."
"Apakah kau ingin aku memberikan nya obat penenang?"
"Berikan jika nanti ketika aku pergi dia melakukan hal yang melawati batas nya!"
"Baik tuan..."
Frans kembali melihat ke arah Nancy, ingin sekali mendekap nya walau hanya sesaat merasakan sakit yang Nancy rasakan, Hem..kembali lagi mungkin Nancy butuh waktu, entah waktu yang lama untuk memaafkan nya.
"Baiklah aku pergi...."
Frans melangkah keluar dari kamar hotel nya, mulai berfikir, "Seseorang berani membayar nya mahal, apa karena puas atas pelayanan nya atau karena---- hemm entah lah seperti apapun itu aku akan tetap menerima mu..." lirih Frans menarik nafas nya berat melangkah masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.
_
TBC
5 bunga
1 like
1vote
part paling melow
udah lama aku nungguin cerita kk,