maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
" Maaf nih sebelum nya autor mau bilang ke kalian semua autor kok lupa yah sama nama-nama dalam tokoh ini, dasar autor emang pikun sih, nama pemeran aja make lupa segala. hahhaha,,,,,,,,
"Hallow Assalamualaikum apa kabar, oky sebelum baca jangan lupa vote, like nya yah autor sangat berharap kalian bisa ngasih salah satu dari yang autor kasih, kalau ngak semua nya juga gapapa kok. dan jangan lupa follow autor yah. Terimakasih silahkan di lanjutkan baca nya babay v😘😊😊😉👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋
Setelah supir mengantarkan Reyhan kekamar nya , supir langsung keluar dari kamar Reyhan dan Reyhan langsung tertidur tak berdaya lagi untuk melakukan aktifitas apa pun lagi.
**End pov
Sarah pov**
"Kenapa ? kenapa penderitaan selalu saja menghampiri ku, aku sungguh tidak kuat dengan penderitaan yang ada tuhan." Ucap Sarah memohon agar tidak di beri cobaan yang begitu menyakitkan bagi nya. Seperti apa pun sejauh apa pun Sarah berlari pasti dia akan di temukan oleh Reyhan, betapa miris nya hidup Sarah. Karna harus menghadi penderitaan yang begitu pedih dan yah Sarah tidak memiliki siapa-siapa lagi ia hanya memiliki suami, Reyhan lah seorang yang menjadi keluarga nya.
Tapi sekarang Sarah sudah memiliki prinsip yang akan melakukan apa pun dan menerima penderitaan apa pun yang akan terjadi tanpa harus mengeluarkan air mata nya. Karna percuma saja ia mengeluarkan air mata itu tidak akan menyelesaikan masalah nya. Ia harus tetap tegar di mana pun ia berada. Kemungkinan besar Sarah tidak akan tinggal lagi serumah dengan Reyhan ia memilih untuk mengontrak, di kontrakan yang kecil saja dan ia memutuskan untuk tidak akan bekerja lagi di tempat Viola, jika ia bekerja di situ maka ia akan mendapatkan banyak masalah besar, yah masalah besar nya itu Reyhan akan lebih mudah menemukan nya .
"Mulai sekarang aku harus cari jalan keluar terlebih dahulu, sebelum aku mencari jalan keluar sebaik nya aku berdoa agar Allah mau membantu ku menemukan jalan keluar nya. "
Sarah kembali menyusuri jalan di jam lima subuh ini karna ia harus terpaksa keluar di jam segini, karna agar cepat keluar dari hutan blantara ini.
"Sarah kamu harus kuat kamu gak boleh cengeng kamu,,, kamu pasti bisa Sarah." Ucap Sarah menguatkan diri nya sendiri, selain ia sendiri siapa lagi yang bisa menguatkan nya.
🕊🕊🕊🕊🕊
🕊🕊🕊🕊🕊
🕊🕊🕊🕊🕊
🕊🕊🕊🕊🕊
Sudah hampir tiga jam Sarah mencari jalan untuk ia keluar dari hutan itu, akhirnya Sarah bisa keluar dengan selamat walaupun ada beberapa luka di tubuh nya , akibat goresan-goresan kayu dan duri yang melukai tubuh nya. Meskipun Luka yang lumayan banyak di tubuh nya , Sarah tidak patah semnagat atau pun mengeluarkan air mata nya, sekarang Sarah tau buat apa harus menangisi nasib nya lebih baik mencari jalan keluar setiap masalah. Maka dari itu Sarah bisa merasakan bagai mana susah nya ayah nya saat mencari jalan keluar untuk melunasi hutang nya, itu semua karna perusahaan ayah yang mengalami kebangkrutan. Dan ayah harus meminjam uang ke keluarga Reyah.
Dan berakhir ayah harus meninggal karna terlalu cape dan banyak pikiran, bagaimana cara melunasi hutang-hutang nya itu. Cape nya aku tak sebanding dengan cape dan derita yang ayah lakukan, aku tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan ayah .
Sarah sudah melewati berbagai rintangan, sekarang penampilanya begitu kusut dan yah ia tampak seperti orang linglung. "Aku harus kemana sekarang? apa aku harus bertanya saja, pada orang-orang yang berada di sinih. Gx mungkin aku gak punya tempat tinggal sekarang aku harus cari tempat tinggal walaupun kecil aku akan menerima , jika ada yang mau membantu ku saat ini mungkin aku akan membalas jasa orang itu," ucap Sarah parau, di dalam hati ia menagis tapi tidak ia perlihatkan kepada orang. "Kenapa aku tidak meminta bantuan pada Aldo saja, tapi aku tidak enak dengan Aldo jika aku harus menyusahkan Aldo, aku gak mau nyusahin orang lain, aku harus bisa hidup mandiri, tanpa bantuan orang lain." Samapai akhir hayat ku akan tetap menjadi pribadi yang kuat tidak boleh menyusah kan orang-orang yang di sayangi . "Kapan pun di mana pun aku pasti bisa, menemukan jodoh ku yang mau menerima ku apa adanya, aku harus bisa hidup tenang sampai anak cucu cicit ku nanti, pokonya aku gak boleh kelihatan lemah di mata siapa pun."
Setelah menyusuri jalan raya cuku lama Sarah memilih untuk beristirahan di pingiran jalan, karna kaki nya terasa keram dan perih. Memang berjalan tanpa mengunakan alas kaki pasti akan membuat kaki ku sakit dan perih yang tiada tara menyentuh aspal panas.
Saat Sarah sedang memejamkan mata nya sebuah mobil sport hitam berhenti di depan Sarah. Sarah langsung membuka kedua mata nya. "Sarah?" pangil Aldo yang menghampiri nya, Aldo langsung berjongkok di depan Sarah dan menyentuh kaki Sarah yang terluka itu. "Akhh," Rintih Sarah karna perih, akibat Aldo menyentuh kulit kaki Sarah yang terluka. "Ah, maaf Sar,, aku gak sengaja," ucap Aldo penuh penyesalan. "Tidak, tidak pa-pa kok Al, Kenapa kamu bisa ada di sinih Al?" tanya ku pada Aldo. "Aku memang tinggal di sekitaran sinih Sar," jawab Aldo cepat. "Bukan nya waktu it-," ucapanya langsung di potong oleh Aldo.
"Waktu itu aku hanya lagi ada urusan di sana, terus kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Aldo , heran. "Ah, a-aku hanya sedang liburan aja, " jawab ku penuh kebohongan." Terus kamu tinggal di mana?" tanya nya lagi. "A-aku, aku belum tau harus tinggal di mana, karna aku tidak memiliki saudara ataupun kenalan di sinih." Kali ini aku menjawab jujur, karna aku memang sangat membutuh kan bantuan, semoga saja Aldo mau membantu ku mencari kan tempat tinggal, di sekitaran sinih, atau pun untuk sementara waktu dia mau membawaku tinggal di rumah nya, untuk hari ini aja. "Hmm, ,,,,, kalau gitu kamu mau gak ikut aku dulu untuk hari ini kamu bisa tinggal di rumah ku dulu aja?" tawarnya dengan tulus.
"Hmm,,, apa tidak merepotkan mu?" tanya ku tidak enak. " Tentu saja tidak Sar, gak baik loh kamu kan perempuan masa iya aku ngebiarin kamu tinggal di jalanan sendirian." Sungguh aku sangat terharu dengan kebaikan yang Aldo beri, sementara Reyhan aja suami nya sendiri tidak pernah memperlakukan nya denagan baik, berbeda jauh dengan Aldo yang, tanpan , baik , kaya. Meskipun lebih gantengan Reyhan sih. "Jadi gimana?"