bertransmigrasi dan di asimgkan ke perbatasan negara.
Gu winjia tidak mau tapi terpaksa menerima.Ada keluarga yang jahat , juga takdir yang membuat dia Hamil di luar nikah.
bisakah Gu winjia menjalani hidup di dalam kisah novel berdarah anjing?
Gu winjia:oke,aku bisa karena ruang angkasa.
Kaisar :apa? gudang uang kosong???
Gu winjia : Rasain kau kaisar anjing.
Seseorang : Sayang,aku Ayah anak mu hehe.
Gu winjia : Oke, potong anunya biar jadi Kasim.
Seseorang :Ehh ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 B
Makasih untuk mawar jingga atas tips nya
****
Ketika mereka tiba di pintu gerbang,ada bunyi gong yang di pukul berkali kali . Menandakan perjalanan ke pengasingan sudah di mulai.
Gong... gong.. gong...
"Cepatlah berjalan, kalian pemalas bau, cepatlah!!"
Gong.. gong... gong..
Atas desakan sipir penjara dengan gigi terkatup, semua nya berjalan rapi meskipun masih ada beberapa gerutuan tidak jelas yang terdengar.
Tidak sampai setengah jam, Tim ini tiba di lokasi tertentu.
Di sana, sekelompok orang yang berseragam ,bertugas mengambil alih pengiriman para pendosa dengan memegang sebuah buku catatan.
"Oke kawan, tugas kami hanya sampai di sini. jadi semuanya terserah pada kalian tapi berhati-hatilah di jalan dan sampai jumpa lagi"kata sipir penjara dengan senyum kecil yang tidak bersemangat.
Mereka tidak akrab dan sering ginta ganti personil.Jadi di hati sipir,ini hanya sebuah pekerjaan semata mata.Bahkan dia tidak melihat para pendosa sebagai manusia.Hanya orang orang yang tidak pernah di temui lagi di masa depan.
Pengawas juga begitu,dia berbasa-basi sebentar dan segera menggambil alih tugas.
Setelah sipir penjara pergi, ketua tim pengawas langsung berteriak."Baik lah, sekarang kalian semua berada di bawah pengawasan ku. di sini akulah Kaisar. Jangan pernah berisik dan jangan pernah memperlambat laju perjalanan jika tidak ingin merasakan panasnya cambuk!"
Setelah itu dia mengangkat cambuk dan memamerkan suara nyaringnya dikeluarkan darinya.
cetar ...cetar ..cetar...
Mereka masing masing bersenjata pedang tajam di pinggang dan ada cambuk Hitam di tangan.Pada saat ini lah, semua orang yang di asing kan, menjerit histeris.Wajah garang mereka benar benar sudah memaksa semuanya dengan kenyataan pahit .Jika yang terjadi hari ini bukan kah sebuah mimpi buruk.
Ini adalah awal dari penderitaan, jika beruntung, anda akan tiba di perbatasan dalam kondisi hidup hidup.
"Hiks... hiks....
"Huwaaaa...ibu . aku takut.. huhuhu "
Segera suara-suara isak tangis menjalar ke semua pendosa, sementara para pengawal segera memalingkan wajahnya dan..
Blez..
Cetar..
Cambuk di layang kan ke udara dan salah satu pendosa terlempar tanpa ampun.
Blez...cetar...
"Diam kalian semua,diam jika tidak ingin merasakan cambuk di tanganku ini"mata salah satu pengawas yang ganas menatap semua orang tanpa peduli sama sekali.
Perjalanan ini tidak akan mudah dan akan lebih menyusahkan jika Para pendosa ini tidak bisa berkompromi. Dia berkata,"Ayo cepat berjalan jika ingin tiba di perbatasan sesuai dengan jadwal. Jangan salahkan kami jika cambuk ini bernari-nari di tubuh kalian yang lembut"
Cetar...
Suara berisik cambuk hitam ini begitu mengerikan sekali.Dia seakan-akan bisa berubah menjadi seekor ular yang berbisa.
Sangking takutnya kondisi saat ini, seorang anak yang tadinya menangis buru-buru menutup mulutnya sendiri.
Dirinya pasti mengalami ketakutan yang teramat sangat tapi tidak ingin bersentuhan secara langsung dengan yang namanya cambuk.
Dengan begitu keadaan kembali sunyi senyap.
hanya ada darah kaki yang terdengar lamat lamat.
"Bagus , kalian sangat pintar diam dan berjalanlah!!"
cetar...
Aura cambuk sangat mendominasi.
Kebanyakan dari orang-orang yang terusir ini, sama seperti keluarga Gu. Mereka memiliki kulit halus dan begitu lembut serta bertulang lunak. Di mana mereka bisa menderita jika di rumah saja memiliki begitu banyak budak yang melayani.
Segera semua orang menutup mulut masing-masing dan bergerak menuju perlahan-lahan meninggalkan kota kekaisaran yang indah .Gu winjia juga bersikap diam untuk menekan rasa keberadaannya.
Sebagai catatan, Gu winjia yang pernah hidup di era modern bukanlah gadis yang kuat. Dia adalah seorang pelajar yang mendapatkan beasiswa. Kehidupannya hanya dipenuhi dengan buku pena dan laptop. Meskipun keluarga kesulitan tapi dia begitu rajin sehingga perutnya tidak pernah kosong meskipun harus irit.
Dia juga bukan seorang yang kuat sehingga mampu bertarung.Tapi dia masih cukup beruntung pernah ke tempat latihan taekwondo dan yang terakhir adalah parkor sederhana.
Kau tau parkor kan.
Itu tuh yang bisa lompat na lompat sini.Ini tidak berguna tapi bisa di pakai di sini untuk pelarian di saat mendesak.
Tapi itu saja.
Dia juga tidak memiliki pengalaman bertani ataupun memasak makanan yang lezat seperti yang sering digembar-gemborkan di dalam banyak novel reinkarnasi. Dirinya justru adalah seorang gadis biasa yang tidak pernah neko-neko bahkan tidak pernah pacaran juga karena terlalu fokus dengan pelajaran.
Tapi apa yang terjadi ini hari ini benar-benar adalah hal yang tidak pernah dia pikirkan. Seburuk-buruknya kehidupan dia dulu, ketika bergerak dari kota ke kota kakinya tidak pernah digunakan sama sekali. Transportasi seperti sepeda motor dan mobil bahkan kereta api dan juga pesawat di daerah modern.
Tapi saat ini dirinya dihadapkan dengan perjalanan sejauh 300 mil hanya dengan menggunakan dua kaki kecil. Jika orang lain melihat dia pendiam , mungkin mereka berpikir sosoknya adalah gadis patuh yang sedang bingung menghadapi keadaan.
Tapi sebenarnya di dalam hati dia begitu takut tentang kenyataan Apakah dia masih bisa hidup untuk tiba di perbatasan setelah perjalanan jauh ini.
Atau jika dia mati, dirinya bisa kembali hidup di dunia aslinya.
Entahlah.
Tapi segera semua orang berjalan pelan di bawah tatapan kejam para pengawal yang bersenjata. Sesekali cambuk dilemparkan ke udara dengan menimbulkan suara cetar yang membuat kulitmu merinding.
GU winjia sebagai orang modern pasti tidak akan sanggup menahan rasa sakit ditimbulkan oleh cambuk itu, jadi dia menutup mulut dan berjalan dengan patuh
Semakin lama mereka berjalan pada akhirnya pintu gerbang ibukota tidak lagi terlihat. Bahkan 1 jam kemudian jelas mereka sudah tidak lagi memiliki harapan untuk kembali ke kota impian.
Celepuk.
Salah satu dari Para pendosa itu tiba-tiba berlutut ke arah ibukota. Tanpa ampun dirinya menghantamkan dahinya ke tanah berkali-kali seraya berkata,"kaisar, semoga Kaisar memiliki umur panjang 1000 tahun.Kami Para pendosa bersedia menerima hukuman . Kaisar yang agung, terimalah sujud kami yang terakhir kalinya"
Seperti inspirasi dengan apa yang dilakukan oleh pria tua itu segera satu persatu dari Para pendosa itu menghadap ke ibukota dan melakukan sujud di tanah.
"Kaisar... sembah sujud kami yang berdosa..
"Hormat dan panjang umur untuk Kaisar dan ratu.Semoga dosa hari ini di balas oleh anak dan cucu di masa depan.Kaisar dan ratu... ampun kan pendosa ini!!"
Beberapa orang yang tidak melakukannya , juga menangis histeris seperti sedang terjadi kematian.
Gu winjia tidak tergerak untuk melakukan sujud semacam itu. Dia bahkan merasa aneh jika orang-orang yang dikirim pergi dari ibu kota masih menganggap Kaisar itu adalah dewa Yang maha benar. Padahal mereka semua sudah dibuang oleh kaisar itu sendiri tapi mereka masih bisa berlaku setia dengan melepaskan kata-kata baik pada Kaisar anjing.
"Ckckck sungguh kaisar anjing yang beruntung.Rakyat yang di hukum tidak marah malahan masih mendoa kan dia dengan tulus.Hei ini lah pembodohan publik yang merata sampai ke tulang"pikir Gu winjia dalam hati.
Dia tidak memiliki keberanian untuk mengumpat secara terang-terangan di depan orang lain.
Takut ketiban sial.
Di sini Nenek tua gu, juga menangis sedih .Tapi dia tidak mengingat Kaisar malahan ingat dengan Putra satu-satunya itu yang tidak terlihat, yaitu mantan menteri Gu.
"Putra ku...uuuu"
Ketika mereka meninggalkan ibukota, pada saat itu wanita tua itu tidak akan pernah kembali lagi dan tentunya tidak akan pernah melihat putranya lagi. Entah hukuman apa yang diberikan oleh kaisar nantinya, tapi yang jelas hukuman tidak akan pernah ringan sama sekali. Jadi kepergian mereka benar-benar adalah sebuah perpisahan.
"suamiku....!"
Murong bai juga merasa sedih. Jika dirinya bisa bercerai maka dia tidak akan sesedih ini. Tapi dia juga masih berharap seandainya pria tua itu bisa berbalik dan membawa mereka kembali ke ibukota suatu hari nanti. Tapi hidup dan matinya saja tidak bisa diketahui ,bagaimana bisa dia membantu mereka sebagai orang-orang yang terasing.
"Ayah... Ayah...!"
"ayah...!"
Semua anak-anak dari mantan menteri ku juga menangis terkecuali dengan gu winjia sendiri. Namun tidak ada yang menyadari keanehan ini mengingat semua orang tenggelam dalam duka yang sama.Tapi suara cambuk segera terdengar lagi dengan keras.
"Berhenti menangis Ini bukannya waktu untuk menangis Ayo jalan lagi!"
Cetar..cetar...
Pada akhirnya di bawah ancaman, Perjalanan dimulai lagi.
Gu winjia tetap diam saja keluar dari penjara tapi telinganya masih aktif untuk mencari informasi-informasi yang relevan mengenai perjalanan kali ini. Jujur ilmu pengetahuannya tentang dunia kuno benar-benar tidak banyak.
Buku yang dia baca juga baru beberapa lembar saja sehingga tidak begitu lengkap.
Namun di sebut kan oleh penjaga. Semua orang yang memiliki uang masih bisa membeli bahan makanan tapi hanya terbatas dengan bahan makanan kalangan bawah. Para penjaga tidak membawa persiapan makanan. Tapi ketika mereka sampai di sebuah pos yang sudah ditentukan, pada saat itulah pos akan menyediakan bahan makanan yang sudah disiapkan sebelumnya.
Artinya Para pendosa ini hanya akan mendapat bahan makanan jika mereka tiba di sebuah pos penjaga. Dari sebuah pos ke pos yang lain berada di kisaran 30 km. Jika mereka bergerak dengan cepat artinya mereka akan bertemu dengan makanan lebih cepat pula.
Kaki Gu winjia menggigil mendengar informasi ini.
Dirinya tidak tahu apakah kakinya masih cukup kuat untuk berjalan sejauh itu. Jadi lebih penting ini adalah hari pertama.
Cetar ...cetar ....cetar...
Gu winjia harus berkrompromi dengan keadaan, dia memaksakan kakinya untuk melangkah terus-menerus tanpa henti sama sekali. Hanya setelah berjalan sekitar 10 km dari ibukota, para penjaga bar inisiatif untuk membuka borgol para pendosa. Semua ini dimaksudkan agar perjalanan bisa lebih dipercepat lagi. 30 km harus dilakukan dengan cepat jika ingin mendapatkan makan siang.
Bayangkan saja itu .