NovelToon NovelToon
Rahasia Di Antara Kita

Rahasia Di Antara Kita

Status: tamat
Genre:Berondong / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: si ciprut

Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.

Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anggi Ke Apartemen Angga

Setelah sampai di pintu apartemen milik Angga, security yg mengantar Anggi pamit kembali ke tempat semula. Anggi mencoba mencari bel apartemen milik Angga tersebut. Anggi juga mengetuk pintunya. Cukup lama Anggi menunggu pintu dibuka dari dalam. Hingga ia menunggu sekitar 30 menitan baru dibukakan oleh Angga. Angga sendiri terkejut melihat kakaknya tahu tempatnya saat ini.

" Apa Lo, kaget !, gue nyampe sini ...!!" kata Anggi yg kemudian mendorong Angga masuk kedalam.

Anggi pun mengedarkan pandangannya ke apartemen milik Angga ini. Ia sempat curiga dengan Angga. Dan kemudian Anggi mencari kamar Angga. Namun didalamnya tampak kosong tidak ada seorangpun disana.

" Tahu dari mana Lo kak...?" tanya Angga kini.

Anggi hanya memperlihatkan ponselnya. Dan ternyata Anggi melacak pakai GPS yg diberikan oleh Andre tadi.

" Shiitt...!" Angga menggerutu kesal melihatnya. Karena kakaknya telah melacak keberadaannya.

" Sama siapa Lo disini...!" ketus Anggi. Ia curiga Angga sering tidak pulang dan tidak berada di kontrakannya karena telah bermain dengan wanita. Namun ia tidak menemukan petunjuk kecurigaannya itu.

" Sendiri lah, emang sama siapa...?!" jawab Angga judes. Karena kakaknya ini telah menginterogasi secara tidak langsung.

" Ngaku aja Lo...!!" teriak Anggi sambil menunjuk muka Angga.

" Yaelah kak !, segitu amat mikirnya..." jawab Angga. kemudian Angga berlalu menuju dapur dan mengambil dua botol minuman. Untuk dirinya dan kakaknya itu.

" Lu bisa beli apartemen ini bukan karena jadi gigolo kan...?" ketus Anggi, karena tidak mungkin uang saku yg diberikan papanya dan dirinya bisa untuk beli apartemen ini.

" Ck, emang gw cowok apaan...!?" jawab Angga turut ketus.

" Lalu, lu beli apartemen ini dari mana duitnya...?" tanya Anggi.

" Kak, sebenarnya gw...bla bla bla ..."

Angga pun bercerita mengenai cita citanya itu. Ia juga bercerita tentang usaha miliknya yg berkaitan dengan farmasi dan obat obatan. Dan Angga juga bercerita sudah memiliki beberapa apotek yg tersebar di beberapa daerah Jakarta ini.

" jadi apotek 'AA' itu milikmu...?" tanya Anggi dan dijawab anggukan oleh Angga.

Anggi sempat meneteskan air matanya haru. Sebegitu besar keinginannya untuk menjadi dokter. Dan kini harus mengikuti kemauan papanya untuk berganti profesi. Dan mengubur cita citanya itu. Anggi merasa bersalah kepada Angga. Anggi merasa telah ikut campur menggagalkan cita cita Angga saat ini.

" Maafkan kakak, yg tidak mengetahui jika Lo sudah setinggi langit untuk berharap jadi dokter. Dan sekarang harus terkubur karena keegoisan kakak dan papa..." kata Anggi berlinang air mata. Sementara Angga hanya menggelengkan kepalanya.

" mungkin ini yg terbaik buat Angga kak..." jawab Angga yg juga turut meneteskan air matanya itu. Namun Anggi menggelengkan kepalanya karena. Anggi tidak rela jika Angga yg sudah membangun semua dari bawah harus sirna karena bukan kemauan ya sendiri.

" Kakak akan bantu bicara ke papa lagi...?" kata Anggi.

" Tidak kak, ini sudah keputusan Angga untuk ikut kemauan papa. Angga tidak ingin membuat papa kecewa kembali..." jawab Angga.

Anggi kemudian memeluk adiknya itu. Ada rasa haru dan menyesal dalam diri Anggi. Namun ini sudah keputusan dari Angga. Mau tidak mau Anggi mengikuti kemauan Angga ini.

" Baiklah..." Anggi.

" Kak, sebenarnya Angga mau minta tolong...?" kata Angga.

Angga tampak berfikir untuk mengungkapkan kegelisahan hatinya saat ini. Namun ia belum berani untuk jujur kepada kakaknya. Angga ingat akan kartu identitas yg dikirimkan ke rumah.

" Besok atau entah, ada paket atas nama Angga. Disana ada 2 kartu identitas. Satu milik Angga , dan satunya milik teman Angga. Angga minta tolong untuk mencari alamat di identitas tersebut. Dan minta tolong dia untuk menghubungi Angga.." kata Angga kepada kakaknya.

" Siapa ?, Cewek.. ?" tanya Anggi. Angga mengangguk.

" Namanya...?" Anggi

" Di Identitas itu ada namanya. Tapi Angga biasa panggil Fira..."

"Fira ?, seperti pernah mendengar nama itu. Kapan ya ?, ah kemarin. Safira Anggraeni Anderson. Tapi sepertinya tidak mungkin lah. Fira yg itu bisa berhubungan dengan Angga..." batin Anggi sambil mengingat ingat kembali keturunan Anderson itu.

" Baiklah, nanti kalau ada paket identitas itu, kakak akan mencarinya..." jawab Anggi.

" Sekarang Lo pulang, papa mencari elo.." lanjut kata Anggi. Angga mengangguk. Ia bersyukur kakaknya mau mendengar keluh kesahnya tentang keputusannya ikut kemauan papanya itu.

Keduanya pun bersama sama untuk pulang ke rumah. Mereka berdua sudah ditunggu oleh papanya. Namun Anggi mendapat pesan dari papanya, jika keduanya diminta untuk ke perusahaan Wicaksana. Angga ikut mobil milik kakaknya untuk menuju ke perusahaan. Di dalam mobil Angga lebih banyak melamun, karena masih teringat dengan Safira. Hingga Angga pun ditegur kakaknya itu. Angga tetap masih diam membisu. Hingga keduanya sampai di perusahaan Wicaksana.

Anggi mengajak Angga masuk ke perusahaan dan menemui papanya. Dan papanya sedang ada tamu penting saat ini. Namun keduanya diminta untuk masuk. Dan berkenalan dengan kolega dari papanya itu.

" Tuan Victor, nah inilah putri saya bernama Anggita Wicaksono, dan ini adiknya Anggara Wicaksono..." kata Pramana Wicaksono kepada Victor.

" Anggi tuan..." Anggi menjabat tangan dari Victor.

" Saya Angga tuan..." Angga pun menjabat tangan Victor. Victor tersenyum melihat keduanya.

" Beliau ini adalah asisten pribadi dan orang kepercayaan tuan Adrian dari Anderson Ototech yg bekerjasama dengan perusahaan kita..." kata papanya. Angga menganggukkan kepala.

" Dan maaf tuan Victor, saat ini putra saya baru akan berangkat ke luar negeri untuk belajar. Kemudian nantinya dialah yg menggantikan saya disini..."

Pramana menjelaskan maksud dari perkenalan itu. Agar nantinya bisa diterima sebagai penggantinya setelah Angga menyelesaikan pendidikannya.

" Tidak mengapa tuan, semua bisa diatur. Yg penting tidak ada penurunan kualitas maupun suplai ke Anderson Ototech. Karena itu yg utama. Dan kami berharap kedepannya bisa lebih baik dari saat ini..." kata Victor kepada Pratama dan putra putrinya. Ketiganya mengangguk menyetujui.

Keempatnya pun bercengkerama tentang perusahaan dan memberikan masukan masukan, agar nantinya Angga mampu mengelola perusahaan ini menjadi lebih baik.

" Baiklah, saya rasa cukup untuk hari ini. Saya pamit undur diri. Masih banyak yg harus saya kerjakan tuan..." kata Victor sembari pamit undur diri.

" Baik tuan Victor. Terima kasih telah berkunjung ke perusahaan kami. Saya rasa kami harus banyak belajar dengan perusahaan Anderson nantinya..." jawab Pramana ketika sudah berdiri dan pamit undur diri.

Victor pun keluar dari ruangan itu bersama sekertaris yg sejak tadi menunggu di luar pintu. Hal itu disengaja oleh Victor. Karena tujuan utamanya adalah mengorek beberapa informasi terkait nona mudanya itu. Hal ini Victor diperintahkan oleh Adrian atas permintaan dari Safira.

Setelah Victor pergi, Pramana mengajak putra putrinya untuk berbicara beberapa hal mengenai perusahaan.

" Nak, lebih baik kamu percepat saja keberangkatannya. Lihatlah perkataan tuan Victor barusan. Tampak bicaranya sederhana. Namun sebenarnya adalah ancaman. Walaupun tidak dijelaskan secara detail..." kata Pratama terhadap putra putrinya itu.

Angga dan Anggi pun mengangguk mendengar ucapan dari papanya itu. Anggi sudah terbiasa disini untuk membantu papanya. Sementara Angga belum sama sekali. Angga pun diminta untuk mempelajari beberapa berkas milik papanya dibantu kakaknya. Angga berharap untuk bisa berhasil demi Safira yg kini entah dimana.

1
Eskael Evol
trmksh thor sangat menghibur
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
Eskael Evol
ayo angga semangat buktikan kemampuan mu
Eskael Evol
si Angga koq kyk gitu
Eskael Evol
keren anggi si angga perlu dicambuk
Eskael Evol
wkwkwkw mama Nayla syok 😄
Eskael Evol
syukur lah
Eskael Evol
waduh
Eskael Evol
the best thor 👍👍👍👍👍❤❤👍👍👍👍
Eskael Evol
seru trio D
Eskael Evol
su ka banget jalan ceritanya
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤
Eskael Evol
smart thor👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤
Eskael Evol
wowwww keren fira
Eskael Evol
Rudi ini kyknya ada misteri
Eskael Evol
menantu kalian Anderson woooeee
Eskael Evol
menantumu itu lho Pram😄
Eskael Evol
the best pokoknya thor👍👍👍👍❤❤❤❤❤
Eskael Evol
luar biasa thor sat set padat singkat jelas keren! 👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤
Eskael Evol
menyentuh beneran👍👍👍❤❤❤❤
Eskael Evol
keren thor ceritanya tak kalah dg Liontin 👍
Eskael Evol
oh tidaaakkkk merinding aku thor, kasihan fira pasti syok ayahnya ketahuan suka tidur di emperan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!