(SEKUEL PERFECT HUSBAND)
Dave dan Zea yang akhirnya menyatakan perasaan satu sama lain, akan cinta itu berjalan dengan lancar hingga mereka bisa bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khay_Za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Acara pun berjalan lancar, semua orang berkumpul dirumah El terkecuali Dave yang tidak hadir disana. Zea duduk sendirian disebuah ayunan yang ada diruang keluarga sedangkan yang lain sibuk dengan urusan masing-masing. Gadis itu berayun pelan sambil membalas chat dari Dave.
"Kok sendirian?" Tanya Tian datang menghampiri. Pria itu duduk disamping Zea dan ikut berayun dalam satu ayunan bersama Zea.
"Ngantuk Tian." Sahut Zea merebahkan kepalanya dibahu Tian. Mereka terlihat sangat dekat karena Zea sudah menganggap Tian seperti Davin. Tian tersenyum sambil menepuk-nepuk pipi Zea.
"Luna, coba deh liat mereka serasi banget ya." Kata bu Mela tersenyum yang sejak tadi memperhatikan Zea dan Tian. Luna dan Dara lalu melihat kearah Zea yang saat itu sedang asik bercanda dengan Tian. Luna tersenyum begitu juga dengan Dara melihat kehangatan yang tercipta diantara Zea juga Tian.
"Zea bahagia banget keliatannya. Tian juga anak yang sopan dan baik." Ucap Dara memuji Tian.
"Iya, Bunda seneng Zea punya pacar kek Tian." Mendengar hal tersebut Luna dan Dara sama-sama kaget. Mereka berdua tidak menyangka jika Zea dan Tian menjalin hubungan tanpa sepengetahuan mereka berdua.
"Maksud bunda, Zea sama Tian pacaran?" Tanya Luna memastikan pada bu Mela. Bu Mela tersenyum sambil mengangguk yakin.
"Tapi Zea kok gak ada cerita sama Luna ya?" Ucap ibu kandung Zea.
"Mungkin dia malu, biasalah anak-anak kan memang rada sensitif kalo ditanya soal pacar. Davin dan Devan juga gitu, mana ada yang mau cerita tentang kisah cintanya." Sahut Dara tersenyum.
"Tapi Zea biasanya selalu cerita kalo ada apa-apa Ra." Balas Luna meyakinkan sahabatnya.
"Mungkin dia bakal cerita nanti nunggu waktu yang tepat." Sahut Dara
"Bener kata Dara, mungkin mereka belum siap kalo ada yang tau hubungan mereka. Tapi biarpun mereka sembunyiin hubungan mereka tetep keliatan banget kalo mereka saling sayang. Pokoknya bunda kasih lampu hijau deh buat Tian." Ucap bu Mela tersenyum bahagia melihat Zea juga Tian.
"Iya, mereka keliatan cocok banget." Sambung Dara ikut tersenyum melihat Zea dan Tian.
***
Ditempat lain, Dave yang masih sibuk dengan urusannya belum sempat menelepon kekasih hatinya. Ya, pria itu memang sudah memutuskan untuk resign dari dunia balap yang membesarkan namanya namun semua urusan belum bisa diselesaikan secara langsung. Masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan secara bertahap oleh Dave.
"Dave mana sih? Kok chat aku gak dibales?" Ucap Zea yang sejak tadi bolak-balik memeriksa hapenya. Lama menunggu akhirnya hp Zea berdering. Dengan penuh semangat Zea menerima panggilan telepon dari Dave.
"Kangen...." Ucap Zea manja pada Dave membuat senyum manis mengembang dari bibir tipis pria itu.
"Miss you too. Gimana acaranya lancar? Maaf ya sayang gak bisa ikutan acaranya opa." Ucap Dave dalam sambungan telepon.
"Iya lancar kok, gak apa-apa cuma acara kirim doa aja kok. Gimana urusan kamu? Udah selesai belum?"
"Ini masih dimobil, bentar lagi nyampe rumah. Kamu ngapain? Udah makan?"
"Kamu sambil nyetir kok nelefon sih?! Entar aja kalo udah dirumah baru telefonan lagi." Kata Zea yang langsung mengomeli pacarnya yang sedang dalam keadaan mengemudikan mobil sambil menelefonnya.
"Iya iya, ya udah entar dirumah aku telefon kamu lagi ya." Setelah Zea meng-iya-kan ucapannya, Dave langsung mematikan sambungan telefon dan melanjutkan perjalanannya.
***
Sesampainya dirumah Dave buru-buru kekamarnya dan ingin segera menelefon Zea. Bahkan pria itu belum sempat makan malam.
"Dave, kamu batu pulang sayang?" Tanya Dara menghentikan langkah Dave yang terlihat buru-buru karena tidak sabaran ingin segera mengobrol dengan Zea walaupun hanya lewat sambungan telepon.
"Belum bunda, entar aja habis mandi badan Dave rasanya gerah banget." Sahut Dave tersenyum.
"Ya udah kalo gitu buruan mandi habis itu langsung makan ya. Liat badan kamu, kurus banget karena jarang makan." Ucap Dara melihat kearah Dave sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Dave tertawa lucu mendapat kritikan dari ibunya tersebut.
"Bunda sejak kapan sih meratiin badan Dave? Dari dulu juga badan Dave gini-gini aja." Sahut Dave tertawa.
"Ya enggak, kan kamu udah gak ikut balapan lagi. Naikin dikitlah berat badan kamu biar lebih berisi." Mendengar hal itu Dave kembali tertawa. Sangat jarang ibunya itu memprotes masalah ini.
"Bunda kenapa sih? Kok tiba-tiba ngomongin masalah berat badan? Aneh deh, gak biasanya bunda begini." Sahut Dave meraih tangan ibunya yang lebih terlihat seperti seorang kakak perempuan untuk Dave juga Davin.
"Karena beberapa cewek sukanya sama cowok yang badannya berisi. Liat abang kamu, walaupun dia gak pernah bilang ke bunda atau cerita ke bunda tentang pacar-pacarnya tapi bunda tau kalo dia punya banyak pacar. Ish, dia bener-bener mirip ayah kamu waktu muda." Jelas Dara menggelengkan kepalanya. Dave tertawa mendengar keluhan ibunya, ia pikir selama ini ibunya tidak tau kelakuan Davin jika diluar ternyata Dave salah. Nyatanya Dara tau banyak hal tentang Davin.
"Kata siapa? Badan berisi itu gak menjamin seseorang pasti bakalan disukain semua cewek. Balik lagi ke sifat dan karakternya dong bunda. Kalo badan berisi tapi playboy kek Davin hayo gimana?" Balas Dave tersenyum.
"Iya juga sih, Tapi nyatanya abang kamu udah punya banyak pacar dan Tian juga punya pacar."
"Tian? Tadi Tian datang sama pacarnya?" Tanya Dave sedikit ingin tau, karena selama ini ia beranggapan jika Tian juga menyukai Zea.
"Loh kamu gak tau juga pacarnya Tian itu siapa? Bunda kira kamu sama abang kamu tau hubungan mereka."
"Hubungan mereka? Mereka siapa?" Tanya Dave makin merasa oenasaran dengan ucapan ibunya.
"Tian dan Zea." Sahut Dara santai dan yakin.
"Ze....a?" Kata Dave ragu dan sedikit kaget atas ucapan Dara.
"Iya Zea dan Tian. Kata oma Mela meraka itu pacaran dan oma Mela langsung kasih lampu hijau untuk Tian. Ya gak heran sih, selain ganteng dan sopan Tian juga anak yang baik dan dewasa." Mendengar hal tersebut Dave kepala Dave langsung dipenuhi banyak pertanyaan tentang Zea dan Tian. Apa yang ia lewatkan hingga semua orang mengira jika Zea dan Tian sedang menjalin hubungan.
"Oma Mela?"
"Iya, kamu kok keknya kaget gitu sih? Ya udah buruan mandi sana udah malam, kamu juga belum makan." Ucap Dara menepuk bahu anaknya lalu meninggalkan Dave dengan sejuta pikiran yang terus bertambah di kepalanya.
Dave lalu beranjak dari tempat itu dan langsung pergi ke kamarnya. Ia duduk ditepi ranjang sambil memegang hp tapi belum juga menelepon Zea. Sejenak ia teringat kejadian 10 tahun lalu, ingatan tersebut kembali menyiksa dirinya sendiri sama seperti saat itu. Saat ia disalahkan dan jelas ditunjuk sebagai pelaku utama dari kejadian tersebut.
Dave memegangi kepalanya dengan kuat, pikirannya mendadak kacau. Perasaan yang menyiksanya selama 10 tahun itu kembali hadir.
"Bukan aku, aku gak tau apa-apa." Ucapnya lirih sambil meringkuk diatas ranjang. Dan saat itu juga hp nya berdering, Zea menelepon pria itu namun Dave tidak langsung menerima panggilan tersebut. Hatinya belum cukup tenang saat ini ia tidak ingin melampiaskan semua perasaan itu pada Zea.
Dave bangun dan langsung pergi kekamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower. Itu tentu bisa langsung membuatnya terserang flu karena sejak kecil pria ini tidak tahan dengan hawa dingin.
***
30 menit berlalu, Dave mengambil handuknya. Kulitnya langsung terlihat pucat begitu juga dengan bibirnya namun ia tidak perduli, saat ini hatinya sudah merasa lebih tenang daripada tadi. Dave meraih hp nya, 10 panggilan tidak terjawab dari Zea dan 15 pesan yang belum terbaca. Dave langsung menghubungi kembali gadis itu, ia tau saat ini gadis itu pasti sedang mengomel sambil memukuli boneka beruang besar miliknya.
Baru satu kali berdering sambungan telepon langsung terhubung, sangat terlihat jika Zea sedang menunggu telepon dari Dave.
"Kamu kemana aja sih bikin khawatir. Kamu udah sampe belum? Kok baru telepon? Kenapa teleponku gak diangkat dari tadi?" Sejumlah pertanyaan langsung menyerang Dave membuat Dave tertawa lucu mendengarnya.
"Ih nyebelin malah ketawa! Aku matiin nih teleponnya." Ancam Zea kesal mendengar Dave yang malah tertawa menanggapi semua pertanyaannya.
"Kalo dimatiin teleponku, aku tinggal pergi kerumah kamu." Sahut Dave santai.
"Ih emang berani jam segini kerumah? Alasannya apa coba?" Tantang Zea meremehkan keberanian Dave.
"Nantangin? Kamu gak tau hal gila apa yang bisa aku lakuin? Bahkan aku berani tidur dikamar kamu saat kita di villa." Sahut Dave santai, mendengar hal itu Zea langsung melemahkan diri. Ia khawatir jika Dave benar-benar datang malam ini. Sebenarnya tidak masalah toh Dave memang sering menginap hanya saja keadaan nya sekarang berbeda. Status mereka bukan sebagai saudara angkat melainkan sepasang kekasih tentu rasanya berbeda saat mereka sedang bersama.
"Ih apaan sih? Ngaco deh. Habisnya kamu sih bikin khawatir." Ucap Zea berdamai dengan Dave.
"Maaf sayangku, tadi pulang tau-tau bunda ngajak ngobrol. Habis itu lanjut mandi dan makan. Hapenya juga aku charge dikamar." Jelas Dave sedikit berbohong. Padahal nyatanya keadaannya saat tadi tidak seperti itu.
"Oh gitu, kamu ngapain? Gak kangen aku?" Rengek Zea manja seperti biasa.
"Kalo gak kangen ngapain aku buru-buru telepon kamu cinta? Aku mandi sampai gak sabunan tau sanking kangennya pengen cepat-cepat denger suara kamu." Rayu Dave membuat pipi Zea memerah. Gadis itu menenggelamkan wajahnya kedalam tubuh boneka beruang besar yang sedang dipeluknya.
Sementara itu Luna saat ini sedang berdiri didepan pintu kamar Zea sambil mendengar percakapan anaknya. Tadi niatnya ia ingin bertanya tentang Tian tapi setelah mendengar Zea bicara ditelepon Luna yakin apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu benar jika Zea dan Tian saat ini memang sedang menjalin hubungan spesial.
***Bersambung*.......
Nah ada kejutan nih buat pecinta PH dan SS, jadi yang penasaran sama apa yang dialami Dave 10 tahun yang lalu sampai dia trauma gitu bisa ikutin terus up nya PH.
Nah untuk UP nya sendiri, author banyak2 minta pengertiannya kalo up nya itu lama. Karena selain nulis author juga punya kesibukan lain di Real Life.
Dan terimakasih buat yg slalu ngedukung karya-karya author. Yang setia banget nunggu up lama dan sedikit ❤️❤️❤️❤️❤️
Semoga kedepannya author bisa lebih maksimal lagi nge-up nya.
Nih ada bonus buat team Christian**
bener gak tuh anaknya Davin ???