NovelToon NovelToon
Annoying Ex-Boyfirend

Annoying Ex-Boyfirend

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Cinta Murni / Teman lama bertemu kembali / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Vin Shine

Zevanna merasa gila. Setelah orang tuanya bercerai dan ayahnya menikah lagi dengan wanita yang usianya hanya terpaut lima tahun lebih tua darinya. Sekarang di depan mata kepalanya sendiri dia harus melihat Jayden, mantan kekasihnya, memasuki sebuah kamar hotel bersama Melisa, wanita yang tidak lain adalah ibu kandungnya.

Tidak cukup sampai di situ, Zevanna pun semakin dibuat terkejut saat mengetahui fakta kalau ternyata Jayden juga bekerja pada ibunya. Namun, di antara semua itu, hal yang paling mengejutkan bagi Zevanna adalah ketika mendengar Jayden menyetujui permintaan Melisa agar laki-laki itu tinggal bersama dia dan sang ibu.


Bagaimanakah kehidupan Zevanna saat tinggal bersama mantan kekasih serta ibunya? Apakah ia bisa berpaling pada sosok pria dari masa lalunya yang kembali datang ketika bayang-bayang Jayden terus mengikutinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khayalan

...⚠️ Kissing ⚠️...

"Jayden, kamu sudah sampai?"

Suara itu datang dari arah belakang Zevanna. Gadis itu kontan menengok dan wajah bahagia mamanya secara jelas terpampang di hadapannya. Secepat dan semudah ini suasana hati mamanya berubah hanya karena kedatangan Jayden. Zevanna tersenyum getir.

"Disuruh masuk dong, Ze." Lagi, Melisa berkata seraya menghampiri.

Sedikit tergagap, Zevanna segera menyingkir sambil membuka pintu lebih lebar. Jayden melangkah masuk sesaat setelahnya. Lalu, lelaki itu dan mamanya saling melempar senyum.

Oh, gini rasanya jadi manusia invisible

"Kamu datang pagi sekali, Jay. Mobil yang ngangkut barang aja belum datang," kata Melisa.

Lipatan samar kontan menghiasi dahi Zevanna. Mobil apa? Barang apa? Karena penasaran, tapi gengsi untuk bertanya, Zevanna memasang telinga baik-baik.

"Kebetulan saya naik motor, Tante. Jadi bisa nyelip-nyelip."

Melisa mengangguk-angguk. "Eh, kalian udah kenal 'kan ya? Yah, meskipun Zevanna kemarin sibuknya minta ampun," ucapnya dengan nada menyindir di bagian kata sibuk.

"Sudah, Tante," jawab Jayden.

Sudah sayang-sayangan sama bobo bareng malah!

Zevanna sontak memalingkan muka ketika Jayden menoleh kepadanya. Ia mengatur napas demi kewarasan jiwanya selama di dekat Jayden dan mamanya.

"Kamu sudah sarapan, Jay?" tanya Melisa lagi.

"Mmm ... sudah, Tan."

"Jawaban kamu nggak meyakinkan." Melisa tertawa renyah.

Jayden sedikit menunduk seraya tersenyum. Zevanna langsung meliriknya sinis. Sok manis. Najis!

"Kita sarapan dulu deh atau sekadar ngeteh juga nggak apa-apa kalau memang sudah sarapan." Melisa berjalan ke meja makan diikuti Jayden di belakangnya. Sementara Zevanna masih berdiam di tempat semula.

"Aku mau sarapan di kamar aja," celetuk Zevanna, "Mama bilangin Mbok Diah suruh nganter ke atas ya kalau udah pulang."

"Nggak!" tolak Melisa tegas. "Duduk. Sarapan bareng Mama dan Jayden. Ada yang mau Mama bicarakan sama kamu."

Tubuh Zevanna menegang. Seperti deja vu atau ... mimpinya memang akan menjadi kenyataan? Zevanna merasakan matanya memanas. Kalau mamanya tidak tahu tentang hubungannya dengan Jayden dulu, setidaknya laki-laki itu 'kan tahu. Kenapa Jayden sampai hati memacari mamanya?

"Zevanna!"

Dengan batin yang dikuat-kuatkan, Zevanna ikut duduk di meja makan, di sebelah mamanya. Ia mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai nanas.

"Sejak kapan kamu suka selai nanas?" tanya Melisa sukses membuat Zevanna terkesiap. "Kamu kayaknya beneran marah ya sama Mama?"

Menatap kesal, Zevanna menaruh kembali rotinya dengan sedikit entakkan. "Mama paksa aku, gimana aku nggak marah!" ungkap Zevanna kelewat emosi.

Kemudian kecanggungan merajai. Jayden menatap Zevanna yang sedang menyesali cara bicaranya yang kasar. Sementara Melisa hanya bisa menghela napas pasrah.

"Kamu benar-benar nggak mau ternyata. Nggak apa-apa, nanti Mama minta Nadira buat lembur aja," ucap Melisa murung.

Zevanna tambah merasa bersalah. Apalagi ia tahu kalau job MUA-nya sepi. Priscilla hanya akan menggunakan jasanya jika sudah tidak dapat meng-handle sendiri. "A-aku mau kok, Ma. Maaf ya," putusnya kemudian.

Senyum Melisa mengembang. "Benar?"

"Emmm ...." Zevanna mengangguk dan balas tersenyum. Hanya sebentar karena setelahnya matanya tidak sengaja bertubrukan dengan milik Jayden.

Tepat ketika Zevanna—terpaksa—menghabiskan roti selai nanasnya, Pak Karto—satpam rumahnya—memberitahu jika mobil yang mengantar barang telah sampai. Karena penasaran sekaligus tidak mau berduaan dengan Jayden, Zevanna mengekori mamanya.

Ia melongo melihat tidak hanya satu, tetapi tiga mobil pick up membawa seabreg barang dari butik. Zevanna mengetahuinya dari kepala manekin yang menyembul dari balik terpal. Orang-orang di jalan yang tidak sengaja melihatnya pasti kaget apalagi kalau mengangkutnya pas malam hari. Zevanna terkekeh pelan.

"Biar saya bantu, Tante."

Zevana menengok. Saat itulah Jayden lewat di sampingnya dan menyebarkan wangi oceanic. Menyegarkan, minta dipeluk. Yang terakhir itu bohong.

Jayden mengambil alih kardus berukuran sedang yang entah apa isinya dan menaruhnya sementara di lantai. Ketika hendak menurunkan barang yang lain, Melisa mencegahnya.

"Jay, kamu belum sempat lihat ruangannya, kan? Gimana kalau kita cek dulu biar barang-barang ini diturunin sama bapaknya," kata wanita berblus putih itu.

Setelah Jayden mengiakan, mereka—tentu saja Zevanna tidak ketinggalan karena diperintah mamanya untuk ikut—menuju bagian sayap kanan lantai satu rumah tersebut.

Ada dua ruangan kosong; bekas ruang kerja Adrian dan kamar Nando. Kakak Zevanna itu memang punya dua kamar. Kamar atas khusus untuk tidur, kamar bawah jika teman-temannya kumpul di rumahnya. Melihat Jayden dan mamanya kompak bersedekap seraya menatap dua ruangan yang pintunya telah dibuka membuat Zevanna yang belum juga tahu jadi kepikiran.

Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Apa mamanya sengaja meminta bantuannya agar suatu saat bisa bertanya pendapatnya.

"Ze, menurut kamu ... Jayden itu gimana? Dia ganteng nggak? Baik nggak?" Lalu, dengan mata berbinar-binar, mamanya melanjutkan, "Mama jatuh cinta sama dia."

Bahhhh! Zevanna menahan napas membayangkannya.

"Zevanna! Kamu dengerin, nggak? Menurut kamu baiknya gimana?" tanya Melisa sebal.

"Hah?" Zevanna plonga-plongo ditatap mamanya dan Jayden.

Melisa geleng-geleng kepala. Sementara Jayden bisa-bisanya mengulum tawa. Zevanna memicingkan matanya sinis.

"Aku nggak tahu, Ma. Barang-barang di butik kenapa di bawa ke sini aja aku nggak tahu tujuannya apa," jelas Zevanna tak kalah sebal.

Barulah Melisa sadar akan kesalahannya. Wanita itu meringis dengan mata menyiratkan permohonan maaf. "Mama lupa," katanya, kemudian memberitahu jika selama butik direnovasi, maka pekerjaannya akan dibawa ke rumah, termasuk pemotretan kemarin yang belum selesai. Tak lupa wanita itu juga memberitahu dengan wajah bangga jika ide brilian ini dicetuskan oleh Jayden dengan alasan efisiensi waktu serta hemat biaya. Daripada menyewa tempat, lebih baik memanfaatkan yang sudah ada, kan?

"Oohh ... gitu," jawab Zevanna tanpa minat begitu nama mantannya disebut.

"Iya, jadi menurutmu gimana penataan barangnya biar nggak terlalu makan tempat?" tanya Melisa.

"Terserah Mama. Lagian luas ruangannya nggak beda jauh. Kalau buat pemotretan mending di luar ruangan aja toh cuma sebentar," jelas Zevanna.

"Ahhh ... bener juga." Melisa lantas bergegas untuk menyuruh orang-orang di depan supaya menata barang-barangnya di dalam.

Tinggallah Zevanna bersama Jayden. Seharusnya Zevanna memaki atau gampangnya pergi. Namun tidak, tubuhnya kembali diserang kaku saat Jayden sedikit berputar agar menghadapnya. Mata hitam lelaki itu yang menatapnya lekat membuat jantung Zevanna berdebar-debar. Belum lagi ketika perlahan Jayden memangkas jarak di antara mereka, Zevanna merasakan kesulitan bernapas. Dan puncaknya, gadis itu memejamkan mata sebelum kemudian sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya sekilas. Lalu lagi, tapi kali ini disertai pagutan ringan yang membuatnya mendamba ingin lebih lagi.

"Jayden ...."

"Ya, Ze. Kenapa?"

Zevanna mengerjap-ngerjapkan mata. Bibirnya setengah terbuka. Yang tadi rupanya khayalan semata. Bisa-bisanya dia berpikiran mesum! Zevanna mengerang dalam hati. Jayden sialan! Semua ini salah Jayden! Semestinya laki-laki itu tidak pernah mengenal mamanya agar hal memalukan seperti ini tidak terjadi!

Jayden yang sedang melihat-lihat kamar Nando berjalan menghampiri Zevanna lantaran gadis itu tak melanjutkan ucapannya. "Ada apa?"

"Ng-nggak!" Beruntungnya ponsel Zevanna berbunyi. Ada nomor asing yang menghubunginya. Sebelumnya, Zevanna tidak pernah meladeni, tetapi karena keadaan saat ini lain dari biasanya, ia mengangkatnya. "Ya, halo?" ucapnya sambil lalu.

1
Imas Karmasih
bagus cerita nya g muter 2
grey: nanti pusing kalo muter2 🤗🤗🤗
total 1 replies
Rita
akhirnya happy ending
Rita
kamu berhak dapat yg terbaik yg mencintaimu jg
Rita
ze marvell jg berjuang kuat ma perasaan nya saoa yg g kecewa dan cemburu
Rita
jodoh g kemana mending berhenti skrg drpd sm2 saling menyakiti
Rita
strong Jayden tenang Jay pasti indah pd waktunya
Rita
hmmmm sifat Ze mmng suka nethink duluan bnr g sich dengerin dulu Ze
grey: wkwkwkwk emang dia suka mikir yang sebenarnya nggak perlu 😆😆
total 1 replies
Rita
ada hikmahnya seenggaknya Ze meskipun itu menyakitkan
Rita
sampai sini seru ceritanya jg g terlalu panjang like it
Rita
emang enak dijadiin kmbg putih😂
Rita
penasaran
S A N I
tuhkan jadinya semua di jadiin satu bab 😍😍
grey: nulis panjang-panjang komennya malah gini hikss srotttt. aku sudah menepati janji kan ceritanya tamat di sini muehehehehe
total 1 replies
Hearty💕💕
Terima kasih K Vin... say akan kabarkan
grey: terima kasih 🥰🥰
total 1 replies
Hearty💕💕
Keren-keren 😍😍😍😍😍
Hearty💕💕
Gerah.....
Hearty💕💕
Daebak 💕❤💕❤💕❤💕❤💕❤
Hearty💕💕
Namanya keren...
Hearty 💕
Oh so sweet lain sultini
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Terima kasih k Vin, special pake banget dari ldr an, nikah, ngidam dan punya anak
Happy banget bacanya🙏🤗
Ditunggu karya2 nya, sukses terus 😊
grey: sama-sama 🥰🥰
total 1 replies
S A N I
baru mau request ini 🤣🤣🤣qt mah ga mau beratin.... sampe mereka nikah juga udah bahagia akumah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!